Garis besar topik

    • Nilai wajar atau fair value adalah harga jual yang disepakati oleh pembeli dan penjual, dengan asumsi kedua belah pihak melakukan transaksi secara bebas. Banyak investasi memiliki nilai wajar yang ditentukan oleh pasar dimana sebuah saham diperdagangkan. Nilai wajar juga merupakan nilai aset dan kewajiban perusahaan jika laporan keuangan anak perusahaan dikonsolidasikan dengan perusahaan induk.

      Nilai wajar adalah harga di mana aset dapat dipertukarkan antara dua pihak yang berpengetahuan luas dan berkepentingan. Cara yang paling andal untuk menentukan nilai wajar investasi adalah mencantumkan atau mendaftarkan saham di bursa. Jika perdagangan saham XYZ di bursa, market maker memberikan harga bid dan ask saham XYZ.

      Seorang investor bisa menjual saham pada harga bid ke market maker dan membeli saham dari market maker dengan harga ask. Karena permintaan investor terhadap saham sangat menentukan harga bid dan ask, bursa merupakan metode yang paling andal untuk menentukan nilai wajar saham.

      Nilai wajar dalam akuntansi, menurut Dewan Standar Akuntansi Internasional, adalah harga yang diterima untuk menjual aset atau dibayar untuk mengalihkan kewajiban dalam transaksi yang teratur antara pelaku pasar pada tanggal tertentu, biasanya digunakan pada laporan keuangan dari waktu ke waktu.

      Bagaimana Nilai Wajar Dalam Konsolidasi

      Nilai wajar juga digunakan dalam konsolidasi, yaitu seperangkat laporan keuangan yang menghadirkan perusahaan induk dan anak perusahaan seolah-olah kedua perusahaan tersebut merupakan satu perusahaan.

      Metode Lain yang Digunakan untuk Menentukan Nilai Wajar

      Dalam beberapa kasus, mungkin sulit untuk menentukan nilai wajar suatu aset jika tidak ada pasar aktif untuk memperdagangkan aset tersebut. Hal ini sering menjadi masalah saat akuntan melakukan penilaian perusahaan. Katakanlah, misalnya, seorang akuntan tidak dapat menentukan nilai wajar untuk peralatan yang tidak biasa. Akuntan dapat menggunakan arus kas diskonto yang dihasilkan oleh aset tersebut untuk menentukan nilai wajar. Dalam kasus ini, akuntan menggunakan arus keluar uang tunai untuk membeli peralatan dan arus masuk kas yang dihasilkan dengan menggunakan peralatan selama masa manfaatnya. Nilai arus kas diskonto adalah nilai wajar aset.

      Nilai Wajar di Pasar Berjangka

      Di pasar berjangka, nilai wajar adalah harga ekuilibrium untuk kontrak berjangka. Ini sama dengan harga spot setelah mempertimbangkan bunga majemuk (dan dividen yang hilang karena investor memiliki kontrak berjangka daripada saham fisik) selama periode waktu tertentu.

      PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar

      readily20determinable20fair20value20updates20and20the20use20of20net20asset20value2002

      SERING sekali kita mendengar istilah nilai wajar/fair value, baik dalam bidang akuntansi,  bidang perpajakan, maupun bidang lainnya. PSAK 68 mendefinisikan nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi yang teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Dari definisi tersebut kita dapat mencatat beberapa unsur/elemen nilai wajar, yaitu harga, aset atau liabilitas, transaksi danpelaku pasar.

      Berdasarkan definisi di atas, PSAK 68 menganut exit price dalam menentukan nilai wajar, yaitu harga untuk melepaskan suatu aset atau liabilitas, bukan harga untuk memperoleh suatu aset atau liabilitas (entry price).

      Aset atau liabilitas yang diukur pada nilai wajar dapat terdiri dari aset atau liabilitas yang berdiri sendiri (misalnya instrumen keuangan atau aset nonkeuangan) atau sekelompok aset, sekelompok liabilitas atau sekelompok aset dan liabilitas (misalnya suatu unit penghasil kas atau bisnis).

      Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi penjualan aset atau pengalihan liabilitas terjadi di pasar utama (principal market) atau pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market). Pasar utama merupakan pasar dengan volume dan tingkat aktivitas terbesar untuk aset atau liabilitas. Sedang pasar yang paling menguntungkan adalah pasar yang memaksimalkan jumlah yang akan diterima untuk menjual aset atau meminimalkan jumlah yang akan dibayar untuk mengalihkan liabilitas setelah memperhitungkan biaya transaksi dan biaya transportasi. Oleh karena itu dalam pengukuran nilai wajar entitas harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran, meskipun entitas juga tidak perlu untuk dapat menjual aset atau mengalihkan liabilitas.

      Harga yang digunakan dalam pengukuran nilai wajar adalah harga pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini, terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Harga yang digunakan tidak perlu disesuaikan dengan biaya transaksi, karena biaya transaksi dicatat sesuai PSAK yang berlaku.

      Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dari aset tersebut dengan mempergunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya (highest best and use), atau menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya. Dalam menentukan highest best and use suatu aset nonkeuangan, entitas mempertimbangkan:

      1. penggunaan secara fisik dimungkinkan
      2. penggunaan secara hukum diizinkan
      3. penggunaan layak secara keuangan

      Ketika harga kuotasian (quoted price) untuk pengalihan suatu liabilities atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang identik atau serupa tidak tersedia dan liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang identik dimiliki oleh pihak lain sebagai aset, entitas mengukur nilai wajar liabilitas atau instrumen ekuitas dari perspektif pelaku pasar yang memiliki liabilities atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang identik sebagai aset pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar dari perspektif pelaku pasar ditentukan melalui:

      1. harga kuotasian di pasar aktif
      2. input lain yang yang dapat diobservasi seperti harga di pasar yang tidak aktif
      3. teknik penilaian lain, seperti pendekatan penghasilan, atau pendekatan pasar.

      Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian yang dapat digunakan secara luas:

      1. Pendekatan pasar
        Pendekatan pasar (market approach) merupakan teknik penilaian yang menggunakan harga dan informasi relevan lain yang dihasilkan oleh transaksi pasar yang melibatkan aset, liabilitas atau kelompok aset dan liabilitas yang identik atau sebanding, seperti bisnis.
      2. Pendekatan biaya
        Pendekatan biaya mencerminkan jumlah yang akan dibutuhkan saat ini untuk menggantikan kapasitas manfaat (service capacity) aset (sering disebut dengan biaya pengganti saat ini)
      3. Pendekatan penghasilan
        Pendekatan penghasilan mengkonversikan jumlah masa depan (misalnya arus kas atau penghasilan dan beban) ke suatu jumlah tunggal saat ini (yaitu didiskontokan).