Garis besar topik

    • Perkembangan femonomena sosial yang ada di dunia ini membuat banyak orang untuk mengkaji lebih dalam tentang hal ΓÇô hal yang terjadi dalam kehidupan. Banyak orang memberikan penafsirannya terhadap fenomena sosial ini,berdasarkan pengetahuannya dan keyakinan orang tersebut. Suatu misal orang awam yang mengatakan bahwa fenomena yang terjadi karena ada hubungannya dengan mistik, kemudian para ulama mengatakan suatu kejadian adalah suatu takdir atau ketetapan dari Sang Pencipta dan masih banyak lagi orang yang mengatakan kejadian ΓÇô kejadian itu dlam berbagai asumi.

      Melihat hal ini, sebagai pelajar kita harus bisa berfikir rasional,logis dan empiris,namun juga harus dipadukan berdasarkan pada suatu keyakinan agar kita dapat melihat fenomena sosial ini dari berbagai arah.   Dan kita bisa memposisikan diri jika berbaur di masyarakat sehingga tidak akan adanya suatu perdebatan.

      Oleh karena itu sebagai pelajar kita memerlukan kaidah ΓÇô kaidah ilmiah untuk menjawab fenomena sosial ini, dengan berbagai metode ilmiah dan suatu pengumpulan data baik kuantitatis maupun kualitatif guna mendukung suatu fakta kejadian yang terjadi dalam kehidupan sosial di masyarakat.

      Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian. 

       Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian.


      Pengertian 

      Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instumen sebagi alat bantu dalam menggunakan metode pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket ,perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala dan sebaginya. 

      Menurut Suharmi Arikunto (2006:149) ada beberapa instrument yang namanya sama dengan metodenya,antarlain adalah:

      1)      Instrument untuk metode tes adalah tes atau soal tes

      2)      Instrument untuk metode angaket atau kuesioner adalah angket atau kuesioner

      3)      Instrument untuk metode observasi adalah chek ΓÇô list

      4)      Instrument untuk metode observasi adalah pedoman observasi atau dapat juga chek ΓÇô list

      Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengertian pengumpulan data dan instrumen penelitian adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengungkap berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan berbagai cara dan metode  agar proses ini berjalan secara sisitematis dan lebih dapat dipertanggung jawabkan kevaliditasnya.

      TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIAN KUANTITATIF

      Pengumpulan data penelitian kuantitatif merupakan pengumpulan data yang datanya bersifat angka ΓÇô angka statistik yang dapat di kuantifikasi. Data tersebut berbentuk variabel ΓÇô variable dan operasionalisasinya dengan skala ukuran tertentu misalnya skala nominal,ordinal,interval dan ratio.

      Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai tempat  dan berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari tempatnya  dapat dikumpulkan pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, dan lain-lain. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.

      Dan teknik ΓÇô teknik yang digunakan dalam pengumpulan data kuantitatif sebagai berikut:

      1. Interview (Wawancara)

      Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil.

      Hal-hal yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan teknik interview dan juga kuesioner adalah sebagai berikut:

      1. Bahwa subjek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri
      2. Bahwa apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya
      3. Bahwa interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si peneliti.

      Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan dengan tatap muka maupun lewat telepon.

      1. Wawancara terstruktur

      Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun sudah disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya.

      Dalam melakukan wawancara, selain harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara berjalan lancar. Adapun contoh wawancara terstruktur tentang tanggapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah:

      1) Bagaiamanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan pendidikan di kabupaten ini?

      a) Sangat bagus

      b) Bagus

      c) Tidak bagus

      d) Sangat tidak bagus

      2) Bagaiamanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan bidang kesehatan di kabupaten ini?

      a) Sangat bagus

      b) Bagus

      c) Tidak bagus

      d) Sangat tidak bagus

       2. Wawancara tidak terstruktur

      Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Adapun contohnya adalah sebagai berikut: ΓÇ£Bagaimanakah pendapat Bapak/Ibuk terhadap kebijakan pemerintah tentang impor gula saat ini?dan bagaimana dampaknya terhadap pedagang dan petaniΓÇ¥.

      Wawancara tidak terstruktur sering digunakan dalam penelitian pendahuluan malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang responden. Pada penelitian pendahuluan, peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada objek, sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti.

      Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Berdasarkan analisis terhadap setiap jawaban dari responden tersebut, maka peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada satu tujuan.

      Dalam melakukan wawancara maka pewawancara harus memperhatikan tentang situasi dan kondisi sehingga dapat memilih waktu yang tepat kapan dan dimana harus melakukan wawancara.

      2. Kuesioner

      Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

      Menurut Uma Sekaran (2014) dalam mengungkapkan beberapa prinsip penulisan angket yaitu sebagai berikut:

      1. Prinsip penulisan angket

      1) Isi dan tujuan pertanyaan, yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kalau berbentuk pengukuran, maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus ada skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti.

      2) Bahasa yang digunakan, bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.

      3) Tipe dan bentuk pertanyaan, tipe pertanyaan dalam angket dapat berupa terbuka atau tertutup, (dalam wawancara bisa terstruktur dan tidak terstruktur),  dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif dan negatif.

      4) Pertanyaan tidak mendua

      5) Tidak menanyakan yang sudah lupa

      6) Pertanyaan tidak menggiring, artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada jawaban yang baik saja atau yang jelek saja.

      7) Panjang pertanyaan, pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi.

      8) Urutan pertanyaan, urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik, atau dari yang mudah menuju hal yang sulit

      3. Observasi

      Menurut (Arikunto, 2006: 229) dalam  http://www.slideshare.net/NastitiChristianto/teknik-analisis-data-kuantitatif-dan-kualitatif menggunakan observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen pertimbangan kemudian format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan. Dari peneliti berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian kepada skala bertingkat. Misalanya memperhatikan reaksi penonton televisi, bukan hanya mencatat rekasi tersebut, tetapi juga menilai reaksi tersebut apakah sangat kurang, atau tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.

      TEKNIK PENGUMPLAN DATA KUALITIATIF

      Teknik pengumpulan data kualitatif merupakan pengumpulan data yang datanya bersifat deskriptif maksudnya data berupa gejala ΓÇô gejala yang di kategorikan ataupu dalam bentuk lainnya seperti foto,dokumen,artefak, dan catatan ΓÇô catatan lapangan saat penelitian dilaksanakan.

      Dalam metode penelitian kualitatif, lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif, yaitu; wawancara, observasi, dokumentasi, dan  diskusi terfokus (Focus Group Discussion). Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Sebelum masing-masing teknik tersebut diuraikan secara rinci, perlu ditegaskan di sini bahwa hal sangat penting  yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai, untuk memperoleh informasi apa, dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara, mana yang memerlukan teknik observasi, mana yang harus kedua-duanya dilakukan. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh.

      Teknik-Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif

      1. Wawancara

      Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian. Atau, merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya.

      Adapun bebarapa saran bahwa sebelum memilih wawancara sebagai metoda pengumpulan data, peneliti harus menentukan apakah pertanyaan penelitian dapat dijawab dengan tepat oleh orang yang dipilih sebagai partisipan. Studi hipotesis perlu digunakan untuk menggambarkan satu proses yang digunakan peneliti untuk memfasilitasi wawancara.

      Beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam melakukan wawancara, yaitu:

      a) The setting, peneliti perlu mengetahui kondisi lapangan penelitian yang sebenarnya untuk membantu dalam merencanakan pengambilan data. Hal-hal yang perlu diketahui untuk menunjang pelaksanaan pengambilan data meliputi tempat pengambilan data, waktu dan lamanya wawancara, serta biaya yang dibutuhkan.

      b) The actors, mendapatkan data tentang karakteristik calon partisipan. Di dalamnya termasuk situasi yang lebih disukai partisipan, kalimat pembuka, pembicaraan pendahuluan dan sikap peneliti dalam melakukan pendekatan.

      c)  The events, menyusun protokol wawancara, meliputi:

      1)Pendahuluan,
      2) Pertanyaan pembuka,

      3) Pertanyaan kunci, dan

      4) Probing, pada bagian ini peneliti akan memanfaatkan hasil pada  bagian kedua untuk membuat kalimat pendahuluan dan pernyataan pembuka, serta hasil penyusunan pedoman wawancara sebagai pertanyaan kunci.

      d) The process, berdasarkan persiapan pada bagian pertama sampai ketiga, maka disusunlah strategi pengumpulan data secara keseluruhan. Strategi ini mencakup seluruh perencanaan pengambilan data mulai dari kondisi, strategi pendekatan dan bagaimana pengambilan data dilakukan.

      Menurut Yunus dalam ( iahpradiati.wordpress.com/2011/01/28/aplikasi-tehnik-pengumpulan-data-riset-kuantitatif-dan-kualitatif-dalam-metode-eksperimen/) karena merupakan proses pembuktian, maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya. Agar wawancara efektif, maka terdapat berapa tahapan yang harus dilalui yakni: mengenalkan diri, menjelaskan maksud kedatangan,  menjelaskan materi wawancara, dan  mengajukan pertanyaan.

       2. Observasi

      Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian.

      Bentuk- bentuk observasi, yaitu:

      1) Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan.

      2) Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan.

      3)  Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.

       3. Dokumen

      Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna.

       4. Focus Group Discussion

      Metode terakhir untuk mengumpulkan data ialah lewat Diskusi terpusat (Focus Group Discussion), yaitu upaya  menemukan makna sebuah isu oleh sekelompok orang lewat diskusi untuk menghindari diri pemaknaan yang salah oleh seorang peneliti. Misalnya, sekelompok peneliti mendiskusikan hasil UN 2011 di rendah. Untuk menghindari pemaknaan secara subjektif oleh seorang peneliti, maka dibentuk kelompok diskusi terdiri atas beberapa orang peneliti. Dengan beberapa orang mengkaji sebuah isu diharapkan akan diperoleh hasil pemaknaan yang lebih objektif. 

      Dasar filosofi dari penelitian kualitatif menurut Suharsimi Arikunto (2006:14) adalah

      1)      Fenomenalogis

      2)      Interaksi simbolik

      3)      Kebudayan

      4)      Antropologi

      Menurut Suharsimi Arikunto karakteristik penelitian kualitatif adalah:

      1)      Mempunyai sifat induktif

      2)      Melihat setting secara keseluruhan atau holistic

      3)      Memahami responden dari pandangan responden sendiri

      4)      Menekankan validitas

      5)       Mengutamakan proses dari pada hasil

      6)      Menggunakan non probabilitas sampling.

      Perbedaan teknik penelitian kuantitatif dan kualitati adalah (suharsimi, 2006:13) :

      NOPENELITIAN KUANTITATIFPENELITIAN KUALITATIF
      1Kejelasan unsur tujuan pendekatan,subjek,dan rinci sejak awalKejelasan unsure,subjek,sampel,sumber data tidak mantab,fleksible,berkembangnya sambil jln
      2Langkah penelitian,segala suatu direncankan ampi matang ketika persiapan disusunLangkah penelitian barudiketahui dengan mantab dan jelas setelah penelitian selesei
      3Dapat menggunakan sampel dan hasil penelitiannya diberlakukan populasiTidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sampel
      4Hipotesis ( jika memang petrlu) :

      a)      Mengajukan hepotesis yang akan di uji dalam penelitian

      b)      Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan

      Hipotesis :

      Tidak menggunakan hepotesis sebelumnya tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung

      5Desain : dalam desain jelas langkah ΓÇô langkah penelitian dan hasil yang diharapkanDesain : dedsain penelitiannya aadalah fleksible dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya
      6Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkanPengumpulan data: kegiatan pengumpulan dataselalau harus dilakukan sendiri oleh peneliti
      7Analisis data: dilakukan setelah semua data terkumpulAnalisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data

      KESIMPULAN

      Pengumpulan data dan instrument penelitian merupakan suatu proses dan metode,alat atau cara untuk memperoleh informasi terhadap suatu  yang di teliti. Dan teknik yang digunakan dalam penelitian bisa berupa teknik pengumpulan data penelitian kuantitatif dan kualitatif yang kedua teknik tersebut mempunyai banyak kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kekurangn teknik pengumpulan data penlitian kuantitatif adalah munculnya kesulitan  dalam mengontrol variabel ΓÇô variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap proses penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan teknik pengumpulan data penelitian kualitatif mempunyai kekurangan yaitu memakan waktu lama,realibilitasnya dipertanyakan,prosedurnya tidak baku,tidak terstruktur dan tidak bisa dipakai untuk penelitian berskala besar.

       

      DAFTAR PUSTAKA

      Bungin, Burhan. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

      Sarwano, Jonathan. 2006.  Metode Penelitian Kuantitatif & kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu

      Arikunto, suharsimi. 2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta:PT Renika Cipta

      http://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/pengertian-pengumpulan-data/

      iahpradiati.wordpress.com/2011/01/28/aplikasi-tehnik-pengumpulan-data-riset-kuantitatif-dan-kualitatif-dalam-metode-eksperimen

       http://www.slideshare.net/NastitiChristianto/teknik-analisis-data-kuantitatif-dan-kualitatif.

    • Pengamatan atau observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.

    • Definisi operasional variabel penelitian menurut Sugiyono (2015, h.38) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari obyek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

      Operasionalisasi variabel diperlukan guna menentukan jenis dan indikator dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini. Disamping itu, operasionalisasi variabel bertujuan untuk menentukan skala pengukuran dari masing-masing variabel, sehingga pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu dapat dilakukan dengan tepat. Secara lebih rinci operasionalisasi variabel dalam penelitiannya ini dapat dilihat contoh tabel berikut :




    • Untuk lebih jelas lagi bagaimana menyusun Operasional Variabel silahkan anda lihat pada tayangan sbb:

      http://

      http://