Garis besar topik

    • 1.    Mahasiswa  mampu menganalisis data 

      2.    Mahasiswa  mampu melakukan intepretasi hasil pengolahan data


    • Dalam penelitian, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu seorang peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis -analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut, menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Berikut deskripsi sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam penelitian mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data.

      Analisis 

      Analisis data adalah proses menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari observasi melalui pengorganisasian data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan hipotesa sampai membuat kesimpulan yang dapat dimengerti oleh pengamat sendiri dan orang lain.

      Adapun Proses analisa data menurut Sugiyono (2011) adalah sebagai berikut:


      Intepretasi Data 

      Interpretasi data penelitian adalah sebuah bentuk dari kegiatan untuk melakukan penggabungan terhadap sebuah hasil dari analisis dengan berbagai macam pertanyaan, kriteria, maupun pada sebuah standar tertentu guna untuk dapat menciptakan sebuah makna dari adanya sebuah data yang idmana telah dikumpulkan oleh seseorang guna untuk mencari sebuah jawaban terhadap permasalah yang dimana teradapat di dalam sebuah penelitian yang dimana sedang diperbaiki.

      Adapun tahapan-tahapan dalam intepetasi data menurut Poerwandari (2008) adalah: 

      1. Organisasi data 

      2. Koding/analisis 

      3. Membuat hipotesis dan melakukan pengujian terhadap hipotesis 

      4. Membuat kesimpulan

      Untuk lebih jelas lagi silahkan anda buka link sebagai berikut: 

      http://

    • Metode analisis data kuantitatif adalah metode yang bergantung kepada kemampuan untuk menghitung data secara akurat. Selain itu, metode ini juga memerlukan kemampuan untuk menginterpretasikan data yang kompleks. Beberapa contoh metode analisis kuantitatif, seperti analisis deskriptif, regresi, dan faktor. Metode analisis data kuantitatif mempunyai berbagai macam jenis analisis seperti teknik korelasional, regresi, komparasi, deskriptif dan sejenisnya.

      Asumsi Penelitian Kuantitatif

      Penelitian kuantitatif didasarkan pada asumsi sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001; Del Siegle, 2005, dan Johnson, 2005).

      Metode ini merupakan pendekatan pengolahan data melalui metode statistik atau matematik yang terkumpul dari data sekunder. Kelebihan dari metode ini adalah kesimpulan yang lebih terukur dan komprehensif. Metode metode lainnya yang dapat digunakan dalam proses analisis data adalah analisis teks, statistical, diagnosa, prediktif, preskriptif.

      a. Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal, fragmental, dan cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi.

      b. Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif dan baku.

      Karakeristik Penelitian Kuantitatif

      Karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001: 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002 : 11; Johnson, 2005; dan Kasiram 2008: 149-150):

      a. Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional ΓÇô empiris atau top-down), yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat khusus.

      b. Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan menghundari hal-hal yang bersifat subjektif.

      c. Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.

      d. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyususun ilmu nomotetik yaitu ilmu yang berupaya membuat hokum-hukum dari generalisasinya.

      e. Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, dan sumber data yang dibutuhkan, serta alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

      f. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dengan mengguna-kan alat yang objektif dan baku.

      g. Melibatkan penghitungan angka atau kuantifikasi data.

      h. Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek penelitian, dalam arti dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek penelitian.

      i. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.

      j. Dalam analisis data, peneliti dituntut memahami teknik-teknik statistik.

      k. Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, lepas dari konteks waktu dan situasi.

      l. Penelitian jenis kuantitatif disebut juga penelitian ilmiah

      Prosedur Penelitian Kuantitatif

      Penelitian ini dalam pelaksanaannya berdasarkan prosedur yang telah direncanakan sebelumnya. Adapun prosedur penelitian kuantitatif terdiri dari tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut.

      a. Identifikasi permasalahan

      b. Studi literatur.

      c. Pengembangan kerangka konsep

      d. Identifikasi dan definisi variabelhipotesis, dan pertanyaan penelitian.

      e. Pengembangan disain penelitian.

      f. Teknik sampling.

      g. Pengumpulan dan kuantifikasi data.

      h. Analisis data.

      i. Interpretasi dan komunikasi hasil penelitian.

      Tipe-tipe Penelitian Kuantitatif

      Dalam melakukan penelitian, peneliti dapat menggunakan metoda dan rancangan (design) tertentu dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan sifat masalah yang dihadapi. Berdasarkan sifat-sifat permasalahannya, penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi beberapa tipe sebagai berikut (Suryabrata, 2000 : 15 dan Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 69 ΓÇô 78).

      a. Penelitian deskriptif

      b. Penelitian korelational

      c. Penelitian kausal komparatif

      d. Penelitian tindakan

      e. Penelitian perkembangan

      f. Penelitian eksperimen

      Metode Penelitian Kuantitatif

      Metode yang dipergunakan dalam penelitian kuantitatif, khususnya kuantitatif analitik adalah metode deduktif. Dalam metoda ini teori ilmiah yang telah diterima kebenarannya dijadikan acuan dalam mencari kebenaran selanjutnya.

      Jujun S. Suriasumantri dalam bukunya Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik (2000: 6) menyatakan bahwa pada dasarnya metoda ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh pengetahuannya berdasarkan : a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun; b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut; dan c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual.

      Selanjutnya Jujun menyatakan bahwa kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico-hypothetico-verifikatif ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Suriasumantri, 2005 : 127-128).

      a) Perumusan masalah, yang merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.

      b) Penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengait dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.

      c) Perumusan hipotesis  yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari dari kerangka berpikir yang dikembangkan.

      d) Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis  yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipoteisis tersebut atau tidak.

      e) Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.

      Langkah-langkah atau prosedur penelitian tersebut kemudian oleh Jujun S. Suriasumantri divisualisasikan dalam bentuk bagan sebagai berikut:

      Metode Ilmiah

      Untuk lebih lengkap lagi silahkan ada lihat tayangan sbb: 

      http://


    • Metode analisis data ini merupakan metode dengan menggunakan wawancara dan observasi dengan menjawab pertanyaan seperti apa, mengapa atau bagaimana. Data-data yang dianalisa dengan metode ini berupa teks atau narasi. Selanjutnya dari keseluruhan data tersebut dilakukan proses pengklasifikasian berdasarkan kebutuhan dengan proses pencodingan. Tahap terakhir pada metode ini adalah interpretasi data. Proses interpretasi data sebenarnya dilakukan secara bersamaan selama coding. Upaya interpretasi dilakukan bersamaan dalam mengklasifikasikan data. Langkah interpretasi untuk menganalisa data untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan.

      Metode ini memerlukan pendekatan dari data yang sifatnya lebih subjektif.  Metode analisis data kualitatif adalah metode pengolahan data secara mendalam dengan data dari hasil pengamatan, wawancara, dan literatur. Kelebihan metode ini adalah kedalaman dari hasil analisisnya. Di sisi lain, inilah nilai lebih dari metode analisis kualitatif, di mana si analis memainkan peran penting dalam proses analisis sebagai bagian dari alat penelitian. 

      Apa yang dimaksud dengan analisis kualitatif yakni suatu pekerjaan yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kandungan senyawa-senyawa yang terdapat dalam suatu sampel uji. Analisa kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik pengujian standard di dalam laboraturium.

      Cara yang digunakan dalam melakukan uji analisa kualitatif ini dapat berupa cara-cara klasik maupun menggunakan instrumen canggih. Metode pengujian klasik yang paling penting yaitu analisa warna atau reaksi warna.

      Dengan membakar senyawa uji kemudian melihat warna nyala spesifik yang dihasilkan maka dapat diketahui senyawa yang terkandung di dalamnya. Kedua metode itu merupakan uji pendahuluan.

      Cara ini dapat digunakan untuk senyawa anorganik baik itu kation, anion, ataupun juga untuk senyawa organik seperti teknik skrining fitokimia dalam pemilihan metabolit sekunder tumbuhan. Metode analisa kualitatif lainnya yang dapat digunakan untuk mengetahui kandungan zat ialah uji warna nyala.

      Menggunakan Instrument

      Dalam penggunaan Instrumen analisa biasanya kerap di kenal di masa sekarang ini dapat melakukan beragam analisa kualitatif tergantung dari spesifikasi instrumen.

      Misalnya: Variabel Perilaku Konsumen , yang mana dalam mengukur perilaku konsumen (berdasarkan teori) terdiri dari: faktor budaya, sosial, pribadi, psikologis, dan keputusan pembelian 

      Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif

      1. Data yang dikumpulkan dalam kondisi asli atau alamiah (natural setting).
      2. Peneliti berperan sebagai alat penelitian, artinya: peneliti merupakan alat utama pengumpul data/sebagai pengamat wawancara.
      3. Data sebisa mungkin dikumpulkan secara deskriptif, yang kemudian dituliskan dalam bentuk laporan.
      4. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil.
      5. Latar Belakang tingkah laku atau perbuatan dicari maknanya.
      6. Menggunakan metode triangulasi metode atau triangulasi data.
      7. Mementingkan rincian kontekstual.
      Macam-Macam Analisis Data Kualitatif
      Secara umum metode analisis data meliputi reduksi, display data dan kesimpulan atau verifikasi data. Akan tetapi karena data kaulitatif sangat banyak sekali, maka model analisis data juga beragam sesuai dengan objek penelitian. Secara umum, model analisis data terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: pertama, kelompok metode analisis teks dan bahasa; kedua, kelompok metode analisis tema-tema budaya; ketiga, kelompok analisis kinerja, perilaku seseorang dan perilaku institusi[11].
      Adapun bagian-bagian dari tiga kelompok model analisis data kualitatif diatas adalah sebagai berikut[12]:
      1.      Kelompok metode analisis teks dan bahasa
      a)     Content analysis (analisis ini)
      b)     Framing analysis (analisis Bingkai)
      c)     Analisis semiotik
      d)    Analisis kontruksi sosial media massa
      e)     Hermeneutic
      f)      Analisis wacana dan penafsiran teks
      g)     Analisis wacana kritis
      2.      Kelompok analisis tema-tema budaya
      a)     Analisis struktural
      b)     Domain analysis
      c)     Taxonomi analysis
      d)    Componential analysis
      e)     Discovering cultural theme analysis
      f)      Constant comparative analysis
      g)     Grounded analysis
      h)     Ethnology
      3.      Kelompok analisis kinerja dan pengalaman individual serta perilaku institusi
      a)     Focus group discussion (FGD)
      b)    Studi kasus
      c)     Teknik biografi
      d)    LifeΓÇÖs history
      e)     Analisis SWOT
      f)     Penggunaan bahan dokumenter
      g)    Penggunaan bahan visual

      Sumber: 

      (1) William J. Goode dan Paul K. Hatt, Methods in social research, Kogakusa: McGraw-Hill Book Company, 1981

      (2) Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R & D, (Bandung : Alfabeta, 2009), hlm. 338.

      http://
      http://

    • Perbedaan dari penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari beberapa segi. Tidak selamanya saling bertentangan ada juga yang memiliki kesamaan atau kemiripan antara keduanya.

      • Desain Penelitian
        • Kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan dinamis.
        • Kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terinci dan statis. Alur dari penelitian kuantitatif sendiri sudah direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah lagi.
      • Analisis Data
        • Kualitatif dapat dianalisis selama proses penelitian berlangsung.
        • Kuantitatif dapat dianalisis pada tahap akhir sebelum laporan.
      • Istilah Subjek Penelitian
        • Kualitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan narasumber.
        • Kuantitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan responden.
      • Memandang Fakta
        • Kualitatif: Penelitian kualitatif memandang ΓÇ£Fakta/KebenaranΓÇ¥ tergantung pada cara peneliti menginterpretasikan data. Hal ini dikarenakan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekedar dijelaskan oleh angka, seperti perasaan manusia. 
        • Kuantitatif: Penelitian kuantitatif memandang ΓÇ£Fakta/KebenaranΓÇ¥ berada pada objek penelitian di luar sana. Peneliti harus netral dan tidak memihak. 
      • Pengumpulan Data
        • Kualitatif: Penelitian kualitatif lebih berfokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran, sehingga pada penelitian kualitatif peneliti mengorek data sedalam-dalamnya atas hal-hal tertentu. 
        • Kuantitatif: Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa tes/kuesioner. 
      • Representasi Data
        • Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.
        • Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil penghitungan matematis. Hasil penghitungan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. 
      • Implikasi Hasil Riset
        • Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif memiliki dampak atau akibat yang terbatas pada situasi tertentu. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat disimpulkan dalam pengaturan yang berbeda. 
        • Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif berupa fakta/teori yang berlaku secara umum (generalized). Kapanpun dan dimanapun, fakta itu berlaku.
      • Macam Metode
        • Kualitatif: Fenomenologi, etnografi, studi kasus, historis, grounded theory.
        • Kuantitatif: Eksperimen, survey, korelasi, regresi, analisis jalur, ex post facto.
      • Tujuan Penelitian
        • Kualitatif: memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripsikan realitas dan kompleksitas sosial.
        • Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.
      • Jenis Data
        • Kualitatif:  penelitian kualitatif berbentuk deskriptif atau menggambarkan fenomena atau fakta penelitian secara apa adanya. 
        • Kuantitatif: jenis data yang berbentuk numerik atau sistem angka. Selain itu juga berbentuk statistik yaitu data yang sudah dikelompokkan sehingga dapat memberikan informasi mengenai suatu masalah atau gejala.

       

      Beberapa ringkasan perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif diantaranya adalah sebagai berikut: 


      • Penelitian Kualitatif

      Tujuan: pendekatan subjek, sampel, sumber data, langkah penelitian fleksibel dapat berubah dan berkembang sambil jalan. 

      • Penelitian Kuantitatif 

      Tujuan: pendekatan subyek, sampel, langkah penelitian, sumber data sudah jelas. 

       

      • Penelitian Kualitatif : 
        • Mengamati ikut serta berupaya menemukan makna. Harus terjun langsung menjadikan partisipan aktif di kehidupan responden. 
        • Melakukan secara objektif 
        • Mencatat data dan dengan fakta.
        • Pencatatan harus dilakukan dengan formal dan teliti dan konsisten sesuai dengan tujuan peneliti. 
        • Fenomena yang ada harus dilihat dari konteksnya baik secara fungsi maupun struktur. 
        •  Lebih kepada studi kasus di lapangan, misalnya masalah etnografis , dan sebagainya.
        • Penelitian Kuantitatif : 
        • Pendekatan kuantitatif menekankan kepada hasil dari rata-rata keragaman yang ada
        • Cara berpikir dalam menganalisis dengan pendekatan kualitatif menekankan kepada: logika, yang mencari kesalahan. 
        • Kuantitatif : 

      ΓÇô Dipandang sebagai suatu bersifat eksploratoris dan induktif. 

      ΓÇô Mengukur fakta. Fokus pada keandalan / reliabilitas adalah kunci 

      ΓÇô Teori dan data terpisah 

      ΓÇô Dalam konteks bebas 

      ΓÇô Kasus banyak subjek 

      ΓÇô Tidak terlibat. 

       

      • Penelitian Kualitatif : 
        • Adalah suatu pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal. 
      • Penelitian Kuantitatif: 
        • Pengambilan data tersedia karena telah mengalami perlakuan sebelumnya secara terus-menerus. Dengan demikian diambil sampelnya melalui angket yang selanjutnya datanya diolah secara statistika sesuai dengan tujuan penelitian. 

       

      • Penelitian Kualitatif: 
        • Membangun realitas sosial, makna budaya 
        • Fokus pada proses Interaktif kegiatan 
        • Intensitas adalah kunci 
        • Nilai sekarang dan eksplisit 
        • Teori dan data menyatu 
        • Dibatasi situasi 
        • Sedikit kasus subjek 
        • Analisis sistematik berkaitan 
        • Peneliti terlibat.
      • Penelitian Kuantitatif: 
        • Melakukan generalisasi dalam pengambilan kesimpulan untuk suatu populasi yang sampelnya sudah dihomogenkan melalui metode sampling yang sesuai. 
        • Peneliti melakukan pengumpulan data yang sudah tersedia sehingga keterlibatan peneliti tidak secara nyata dibutuhkan di lapangan. 
      • Penelitian Kualitatif: 
        • Suatu hal yang efektif 
        • Variabel realitas dapat diidentifikasi dan diukur 
        • Penelitian terlepas dari objek pengamatan
      • Penelitian Kuantitatif
        • Realitas merupakan bentuk sosial 
        • variabel relatif sulit diukur, kompleks dan saling berhubungan -peneliti berhubungan langsung dengan objek atau partisipan yang diamati. 

       

      • Penelitian Kualitatif: 
        • Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian atau sesaat penelitian.
        • Definisi sesuai konteks atau saat peneliti berlangsung 
        • Deskripsi naratif atau kata-kata ungkapan atau pernyataan 
        • Lebih suka menganggap cukup reabilitas pengumpulan 
        • Penilaian validitas sesuai pengecekan silang atas sumber informasi
        • Menggunakan deskripsi secara naratif 
      • Penelitian kuantitatif:
        • Menggunakan hipotesis yang ditentukan sejak awal peneliti 
        • Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal 
        • Reduksi data menjadi angka-angka 
        • Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen peneliti 
        • penilaian yang validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistik
        • menggunakan deskripsi prosedur yang jelas (terkin
      http://