Regresi Sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel independen (penyebab) dan satu variabel dependen (dampak) untuk memprediksi nilai variabel dependen. Misalnya, menganalisis pengaruh tingkat pendidikan terhadap pendapatan. Regresi membantu kita memahami seberapa besar perubahan variabel dependen ketika variabel independen berubah.
Korelasi, di sisi lain, mengukur sejauh mana dua variabel saling berhubungan, tanpa menunjukkan hubungan sebab-akibat. Nilai korelasi berkisar antara -1 hingga 1, di mana nilai 1 menunjukkan hubungan positif sempurna, -1 menunjukkan hubungan negatif sempurna, dan 0 berarti tidak ada hubungan linier.
Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa regresi digunakan untuk prediksi dan menjelaskan hubungan sebab-akibat, sementara korelasi hanya untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan tanpa klaim sebab-akibat.