Garis besar topik

  • Perumusan Masalah Penelitian

    a. Merumuskan latar belakang 

    b. Perumusan masalah 

    c. Pembatasan Masalah 

    d. Tujuan Penelitian 

    e. Manfaat Penelitian 

    f. Praktik medesain perumusan masalah

    • Pengertian Rumusan Masalah

      Secara sederhana,  rumusan masalah terdiri dari beberapa komponen, dari mengapa hingga bagaimana, yang terkait dengan topik penelitian dan detail yang akan dibahas. Rumusan masalah adalah tujuan dari sebuah karya ilmiah untuk fokus membahas hal-hal tertentu. Rumusan masalah memudahkan penelitian si penulis karena poros penelitian telah menyempit, rumusan  masalah digunakan untuk menghindari poros penelitian yang dapat diperluas dan tidak sesuai dengan tujuan awal penelitian. 

      Definisi lain menunjukkan bagaimana merumuskan masalah dalam bentuk makalah pendek yang berisi pertanyaan tentang topik yang diangkat oleh penulis artikel atau karya ilmiah lainnya. Adanya rumusan suatu masalah memaksa penulis untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan, sehingga pencarian selanjutnya bersifat konklusif.

      Beberapa kata yang digunakan dalam  rumusan masalah, seperti mengapa dan bagaimana, kedua kata ini membuka kemungkinan untuk dilakukan penelitian yang mendalam. Rumusan masalah yang baik adalah rumusan masalah yang direncanakan secara efisien, dan memiliki karakteristik. Isu yang diangkat mencerminkan kebutuhan dan kekhawatiran yang dirasakan.

      Rumusan masalah juga dapat dipahami sebagai artikel pendek yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tentang topik yang diangkat oleh penulis, sehingga dengan rumusan tersebut, penulis akan berusaha mencari jawaban atau pemecahan masalah atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

      Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

      Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, rumusan masalah menjadi aspek penting dalam  tahapan penelitian, menempati tempat dan fungsi  penting baik dalam kegiatan penelitian maupun dalam penulisan artikel ilmiah. Rumusan masalah juga dapat dipahami sebagai  pernyataan yang didasarkan pada adanya suatu masalah.

      Definisi lain menunjukkan bagaimana merumuskan masalah dalam bentuk makalah pendek yang berisi pertanyaan tentang topik yang diangkat oleh penulis artikel atau karya ilmiah lainnya. Adanya rumusan suatu masalah memaksa penulis untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan, sehingga pencarian selanjutnya bersifat konklusif.

      Beberapa kata yang digunakan dalam  rumusan masalah, seperti mengapa dan bagaimana, kedua kata ini membuka kemungkinan untuk dilakukan penelitian yang mendalam. Rumusan masalah yang baik adalah rumusan masalah yang direncanakan secara efisien, dan memiliki karakteristik. Isu yang diangkat mencerminkan kebutuhan dan kekhawatiran yang dirasakan.

      Rumusan masalah juga dapat dipahami sebagai artikel pendek yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tentang topik yang diangkat oleh penulis, sehingga dengan rumusan tersebut, penulis akan berusaha mencari jawaban atau pemecahan masalah atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

      Kemudian, dari susunan pernyataan-pernyataan tersebut akan dicari jawaban melalui metode pengumpulan data yang berlangsung atau campur tangan dalam suatu proses penelitian. Untuk dapat menjawab formasi masalah ini, peneliti harus merumuskan pertanyaan dari masalah yang muncul. Masalah yang berbeda ini akan menyebabkan masalah yang ada yang perlu dipecahkan.

      1. Sugiyono

      Menurut Ahli Sugiyono, pengertian rumusan masalah adalah  pertanyaan yang mencari  jawaban melalui pengumpulan dan kajian data. Dimana pencarian dapat dilakukan berdasarkan tingkat interpretasi. Secara umum, konstruksi topik memainkan peran penting. Antara lain, membantu peneliti mengejar penelitian mereka sambil menghormati koridor atau jalur penelitian. Selain itu, rumusan masalah merupakan cara bagi peneliti untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat melakukan penelitian.

      2. Yenrizal

      Menurut Yenrizal, rumusan masalah sangat penting dalam melakukan suatu penelitian. Rumusan masalah sebagai salah satu elemen dasar dari penelitian itu sendiri. Peran rumusan masalah merupakan faktor penentu bagi pembahasan yang akan penulis sajikan. Lebih lanjut Yenrizal menyatakan bahwa rumusan masalah ini adalah sebuah pertanyaan, yang  kemudian akan coba dijawab dengan penelitian yang terstruktur atau dilakukan secara sistematis dan objektif. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa rumusan masalah menjadi dasar untuk menentukan arah penelitian.

      3.  Arikunto

      Arikunto mengungkapkan pemahamannya bahwa perumusan masalah dapat dilakukan dengan  merancang sebuah judul  lengkap yang dapat dihadirkan sebagai sebuah judul. Meskipun isi  rumusan masalah sudah jelas, namun dapat ditafsirkan secara berbeda oleh orang lain, sehingga peran rumusan masalah dapat dimainkan sesuai dengan itu.

      Menurut Arikunto, peneliti dapat menyamakan temuan penelitian dengan pendapat pembaca melalui rumusan masalah ini. Karena menurutnya rumusan masalah dilakukan dalam bentuk pertanyaan dan dikaitkan dengan penelitian yang dilakukan di lapangan.

      Ciri-Ciri Rumusan Masalah

      Setelah memahami  pengertian rumusan masalah dan perbedaan pendapat para ahli tentang pengertian rumusan masalah, berikut beberapa ciri atau ciri rumusan masalah yang  membedakan rumus pemecahan masalah dengan unsur penulisan ilmiah lainnya.

      1. Rumus masalah dibuat dalam bentuk pertanyaan.
      2. Rumusan masalah meliputi pertanyaan  singkat, padat dan jelas.
      3. Rumusan masalah mengarah pada cara berpikir tentang subjek yang sedang ditangani.  Rumusan masalah mengandung nilai penelitian.
      4. Rumusan masalah ditetapkan sesuai dengan kemampuan peneliti.
      5. Rumusan masalah dapat memberikan pedoman dalam melakukan kegiatan penelitian,  sehingga peneliti dapat menemukan jawabannya.

      Cara Membuat Rumusan Masalah

      Untuk dapat merumuskan suatu masalah, tentunya perlu diketahui secara jelas dan tepat bagaimana cara mengorganisasikan atau merumuskan suatu masalah. Berikut adalah panduan tentang cara membuat rumusan masalah yang bagus dan realistis.

      1. Disusun Secara Spesifik

      Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat rumus masalah adalah membuat rumusan masalah yang spesifik, dimana cara penulisan rumus masalah ini harus dipahami, yaitu tidak perlu menulis kata-kata yang panjang. Rumusan masalah yang panjang  justru akan menghilangkan esensi dari apa yang ingin Anda sampaikan.

      Agar rumusan soal ini berbentuk pertanyaan, disusunlah secara singkat, padat, dan jelas sehingga mudah dipahami.

      2. Menentukan Metode Penelitian yang Sesuai

      Setelah dapat mengkonkretkan rumusan masalah, maka diperlukan metode penelitian yang tepat untuk menyusun rumusan masalah. Dengan kata lain, Anda harus terlebih dahulu menentukan metode pencarian yang sesuai dengan topik yang ingin di cari.

      Umumnya, dua jenis metode penelitian  dipilih atau digunakan untuk melakukan penelitian. Antara menggunakan metode penelitian kualitatif atau  menggunakan metode penelitian kuantitatif.

      3. Mencari Teori yang Mendukung Metode Penelitian

      Setelah menemukan metode penelitian yang tepat, sebaiknya Anda meneliti berbagai informasi tentang berbagai teori yang dapat mendukung penelitian dan metode penelitian yang dipilih. Jangan  salah  urutan karena akan menyebabkan kesalahan tindakan.

      Jadi tetap berpegang pada aturan yang telah ditetapkan seperti ini karena dengan mengutak-atik setiap langkah penelitian akan berjalan dengan baik. Penting juga untuk dicatat bahwa teori pendukung ini dapat dikumpulkan dari berbagai pengetahuan, data, atau bahkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan untuk mendukung metode penelitian yang dipilih.

      4. Melihat Fenomena Sekeliling

      Sebagai seorang penulis, Anda harus penuh perhatian dan  kreatif menyadari fenomena yang terjadi di sekitar Anda. Kedengarannya mudah, tetapi sebenarnya cukup sulit, kecuali jika Anda terbiasa berpikir dan mencari solusi dari masalah.

      Ada banyak  masalah praktis di sekitar Anda, Anda hanya perlu tajam dalam penargetan Anda dan tidak  terlalu jauh dalam interpretasi Anda. Mulailah dengan kasus-kasus kecil di sekitar Anda atau situasi yang sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari.

      5. Menggunakan 5W + 1H

      Satu hal yang tidak dapat diabaikan adalah penyusunan kaidah bahasa harus sistematis, jelas, mudah dipahami dan juga harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Karena rumusan masalah adalah pertanyaan jawaban masalah, Anda harus menggunakan rumus 5W 1H untuk menentukan topik penelitian dan juga membuat pertanyaan itu menarik.

      Dengan mengikuti metode perumusan masalah di atas, Anda seharusnya dapat merumuskan masalah yang baik, tergantung pada penelitian dan topik yang akan dilakukan dalam sebuah karya ilmiah

      Contoh Rumusan Masalah

      Untuk lebih memahami jika  ingin merumuskan rumusan masalah, berikut adalah contoh rumusan masalah dari beberapa karya ilmiah.

      Contoh 1

      Diambil dari penelitian yang berjudul ΓÇ£Analisis Elemen Realisme Magis dalam Cerpen Kumpulan Budak Setan Karya Eka KurniawanΓÇ¥ dari Universitas Nasional yang dibuat pada tahun 2022, berikut adalah contoh rumusan masalah dari penelitian tersebut:

      Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:

      1. Bagaimanakah bentuk karakteristik elemen yang tak tereduksi pada cerpen ΓÇ£Kumpulan Budak SetanΓÇ¥ karya Eka Kurniawan
      2. Bagaimanakah bentuk karakteristik fenomena dunia atau latar belakang sejarah pada cerpen ΓÇ£Kumpulan Budak SetanΓÇ¥ karya Eka Kurniawan
      3. Bagaimanakah bentuk karakteristik atau elemen keraguan yang meresahkan pada cerpen ΓÇ£Kumpulan Budak SetanΓÇ¥ karya Eka Kurniawan. 

      Contoh 2

      Contoh kedua diambil dari tesis Ahmad Addib Qonumi dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim berjudul ΓÇ£Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Kemandirian dan Keberhasilan SekolahΓÇ¥ Himpunan Siswa Madya XI IPS 1 Sampai MAN 1 Bojonegoro.

      Rumusan Masalah

      1. Apakah status sosial ekonomi keluarga berpengaruh signifikan terhadap kemandirian siswa kelas XI IPS 1 MAN 1 Bojonegoro?
      2. Apakah status sosial ekonomi keluarga berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan siswa kelas XI IPS 1 MAN 1 Bojonegoro?