Garis besar topik
-
-
Asumsi-Asumsi pada Regresi Linear
Dalam analisis regresi linear (baik sederhana maupun ganda), terdapat beberapa asumsi klasik yang harus dipenuhi agar hasil analisis valid dan interpretasi model akurat. Pelanggaran terhadap asumsi ini dapat menyebabkan estimasi yang bias, tidak efisien, atau tidak valid secara statistik.
✅ Asumsi-Asumsi Regresi Linear:
1. Linearitas
Hubungan antara variabel independen dan variabel dependen harus linear.
-
Γ£ö Cek dengan scatter plot atau residual plot.
-
❌ Jika tidak linear, bisa menggunakan transformasi data (log, sqrt) atau model non-linear.
2. Independensi (Tidak ada autokorelasi)
Observasi harus independen satu sama lain, terutama dalam data time series.
-
Γ£ö Uji: Durbin-Watson test
-
❌ Jika ada autokorelasi → model tidak valid (misalnya residual bergantung pada waktu sebelumnya).
3. Homoskedastisitas
Varians dari residual harus konstan di seluruh nilai prediksi.
-
Γ£ö Residual plot harus menunjukkan sebaran acak (tidak berpola).
-
❌ Jika pola seperti kerucut/gelombang → terjadi heteroskedastisitas
4. Normalitas Residual
Residual (kesalahan prediksi) harus berdistribusi normal.
-
Γ£ö Cek dengan histogram residual atau uji Shapiro-Wilk.
-
❌ Jika tidak normal → uji statistik dan prediksi menjadi tidak andal, terutama untuk sampel kecil.
5. Tidak Ada Multikolinearitas
Variabel independen tidak boleh saling berkorelasi tinggi satu sama lain.
-
Γ£ö Cek dengan VIF (Variance Inflation Factor):
-
VIF > 10 → indikasi multikolinearitas.
-
-
❌ Multikolinearitas membuat sulit menginterpretasi koefisien regresi.
📌 Ringkasan Asumsi
No Asumsi Gejala Pelanggaran Solusi 1 Linearitas Hubungan melengkung Transformasi, model non-linear 2 Independensi Pola berulang (time series) Tambah variabel waktu, AR model 3 Homoskedastisitas Residual berpola Transformasi, robust regression 4 Normalitas residual Histogram tidak normal Transformasi, tambah data 5 Tidak multikolinearitas VIF tinggi Hapus/ubah variabel -
-