Garis besar topik
-
🧮 ANALISIS KORELASI
1. Koefisien Korelasi (r)
a. Pengertian
Koefisien korelasi adalah ukuran statistik yang menunjukkan arah dan kekuatan hubungan linier antara dua variabel.
b. Jenis Korelasi
-
Positif: Jika nilai salah satu variabel meningkat, variabel lainnya juga meningkat.
-
Negatif: Jika nilai salah satu variabel meningkat, variabel lainnya menurun.
-
Tidak ada korelasi: Jika perubahan pada satu variabel tidak diikuti pola pada variabel lain.
c. Rentang Nilai Koefisien Korelasi Pearson
Nilai r Interpretasi 0.00ΓÇô0.19 Sangat lemah 0.20ΓÇô0.39 Lemah 0.40ΓÇô0.59 Sedang 0.60ΓÇô0.79 Kuat 0.80ΓÇô1.00 Sangat kuat
2. Koefisien Determinasi (R┬▓)
a. Pengertian
Koefisien determinasi adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar variabel X mampu menjelaskan variabel Y.
b. Perhitungan
c. Interpretasi
Nilai R┬▓ dinyatakan dalam persen (%).
Contoh:
Jika r = 0,70, maka:
→ Artinya, 49% variasi dalam variabel Y dijelaskan oleh X.
3. Uji Signifikansi Korelasi
a. Tujuan
Untuk menguji apakah hubungan antar dua variabel yang terdeteksi secara statistik benar-benar signifikan atau hanya kebetulan.
b. Hipotesis
-
H₀ (Hipotesis nol): Tidak ada hubungan (r = 0)
-
HΓéü (Hipotesis alternatif): Ada hubungan (r Γëá 0)
c. Kriteria Pengambilan Keputusan
-
Jika Sig. (p-value) < 0.05 → Tolak H₀ (ada hubungan yang signifikan)
-
Jika Sig. ≥ 0.05 → Gagal tolak H₀ (tidak ada hubungan yang signifikan)
💻 LANGKAH-LANGKAH ANALISIS KORELASI DI SPSS
✅ 1. Memasukkan Data
-
Buka SPSS.
-
Masukkan data dua variabel yang ingin dianalisis di kolom yang berbeda.
-
Misal:
Xdi kolom 1,Ydi kolom 2.
-
✅ 2. Analisis Korelasi Pearson
-
Klik menu Analyze > Correlate > Bivariate.
-
Pindahkan kedua variabel (misal: X dan Y) ke kotak Variables.
-
Centang opsi:
-
Pearson (untuk korelasi linier)
-
Two-tailed (uji dua arah)
-
Flag significant correlations (untuk menandai korelasi signifikan)
-
-
Klik OK.
✅ 3. Interpretasi Output
Contoh output SPSS:
X Y Pearson Correlation 1.000 0.752** Sig. (2-tailed) 0.003 N 30 30 Interpretasi:
-
r = 0.752 → Hubungan kuat dan positif antara X dan Y.
-
Sig. = 0.003 < 0.05 → Hubungan signifikan.
-
R² = (0.752)² = 0.565 → 56.5% variasi Y dijelaskan oleh X.
📌 Kesimpulan
-
Koefisien korelasi (r) mengukur arah dan kekuatan hubungan.
-
Koefisien determinasi (R┬▓) menunjukkan seberapa besar pengaruh X terhadap Y.
-
Uji signifikansi menentukan apakah hubungan tersebut bermakna secara statistik.
-
SPSS memudahkan proses analisis korelasi dengan hasil yang akurat dan cepat.
-