Garis besar topik
-
-
SALAM PEMBUKA
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Tabik Pun
Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan.
Dimanapun berada..., semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.Selamat datang di Mata kuliah Teori Akuntansi Daring SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis . Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Ilmu Ekonomi dan Bisnis, terutama terkait dengan bidang studi:Ilmu Akuntansi
Mata kuliah Teori Akuntansiini memiliki beban SKS sebesar 4 SKS, dengan kode Matakuliah : AKT20442
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
Salam hangat dan tetap semangat !!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Delli Maria, SE.,M.Sc. -

-
- DESKRIPSI MATA KULIAH
Matakuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang akan memberikan pengetahuan bagi mahasiswa untuk dapat pemahaman mengenai Teori Akuntansi dan kegunaannya mendukung praktik akuntasi, dalam hal penguatan teori, pengenalan teori, perumusan teori, kerangka konseptual, standar akuntansi, grand theory yang membentuk akuntansi, konsep aktiva, konsep hutang dan ekuitas, konsep pendapatan, konsep biaya, konsep laba, pengungkapan laporan keuangan.
- DESKRIPSI MATA KULIAH
-
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari mata kuliah ini dengan baik, mahasiswa dapat mendeskripsikan konsep, perumusan teori, kerangka konseptual, standar akuntansi, grand theory yang membentuk akuntansi, konsep aktiva, konsep hutang dan ekuitas, konsep pendapatan, konsep biaya, konsep laba dan pengungkapan laporan keuangan.
-
STRUKTUR PELAKSANAAN
Struktur Pelaksanaan Perkuliahan matakuliah Teori Akuntansi ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat menyelesaikan mata kuliah ini dalam kurun waktu antara 4-6 bulan. Adapun struktur pelaksanannya adalah sebagai berikut:
Peserta didik diwajibkan membaca setiap materi dan konten yang diberikan per pokok bahasan, yang diikuti dengan secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan pengerjaan kuis yang telah tersedia
1. Setiap pokok bahasan selesai, peserta didik akan diberikan tugas yang harus dikumpulkan sesuaidenganwaktu yang ditentukan
2. Setelah peserta didik menguasai 6 (enam) pokok bahasan, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UTS
3. Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh peserta didik, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS
4. Semua bentuk aktivitas selama perkuliahan harus terdata di LMS ini
-
MODEL ASESMEN
Dalam mengikuti perkuliahan ini, para mahasiswa harus mengadopsi paradigma dan mekanisme pembelajaran dengan prinsip-prinsip utama sebagai berikut:
- Mahasiswa diharapkan untuk aktif melakukan proses pembelajaran mandiri melalui beraneka ragam cara yang tersedia dan memungkinkan, yaitu: (a) menggunakan referensi yang tersedia; (b) memanfaatkan berbagai sumber yang dapat diakses via internet; (c) melakukan komunikasi intensif antar sesama mahasiswa; (d) mengerjakan seluruh latihan dan tugas-tugas yang diberikan; (e) menghadiri sesi temu virtual dengan dosen pengampu mata kuliah; dan (f) mengikuti ujian terjadwal yang telah ditetapkan. Paradigma pembelajaran e-learning adalah aktif dan mandiri, dimana keberhasilan mahasiswa akan ditentukan oleh intensitas pembelajaran yang dilakukannya sendiri, bukan bergantung pada pihak lain sebagaimana model perkuliahan konvensional berbasis tatap muka.
- Mengingat bahwa capaian pembelajaran mahasiswa (standar kompetensi kelulusan) peserta program pendidikan jarak jauh harus sama dengan model pembelajaran berbasis tatap muka, maka model evaluasi atau penilaiannya akan jauh lebih ketat dan bersifat multi dimensi. Dalam penyelenggaraan matakuliah ini, dosen pengampu menilai mahasiswa dengan menggunakan berbagai instrumen dan indikator, seperti: (a) keaktifan dalam mengikuti forum diskusi; (b) keteraturan atau frekuensi dalam melakukan akses terhadap sumber daya pendidikan yang tersedia pada aplikasi learning management system yang dipakai; (c) kuantitas kehadiran dan kualitas interaksi dalam sesi komunikasi virtual dengan dosen, baik yang bersifat sinkronus maupun asinkronus; (d) kelengkapan pengumpulan tugas yang diberikan; (e) partisipasi aktif mengerjakan soal-soal latihan; dan (f) hasil ujian tengah semester/quis maupun ujian akhir semester. Keseluruhan kinerja mahasiswa melalui beragam model interaksi tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi dosen dalam memberikan penilaian akhir pencapaian mahasiswa dalam mata kuliah yang bersangkutan. Perlu diperhatikan bahwa bobot keseluruhan model interaksi dan evaluasi tersebut kurang lebih sama karena sifatnya yang holistik.
-
BOBOT PENILAIAN
Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:
UTS = 30%
UAS = 30%
Tugas Mandiri = 30%
Presensi Kehadiran = 10%
Total = 100%
-
