ASPEK KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN AKUNTANSI
Proses pembentukan setandar akuntansi atau sering disebut dengan standard setting process
merupakan proses yang cukup pelik oleh karena melibatkan aspek politik, bisnis, sosial budaya. Aspek politik cukup dominan karena tarikan beberapa kepentingan baik pihak pemerintah, swasta maupun profesi akuntansi itu sendiri. Dilihat dari aspek bisnis, standar akuntansi akan berkembang dengan seiring denagn perkembangan dunia bisnis. Hal ini di sebabkan proses penyusunan standar akuntansi di Indonesia pada prinsipnya hanya mengadopsi standar akuntansi Amerika dan standar akuntansi Internasional.
Pengembangan standar akuntnasi di Amerika dapat di bagi ke dalam tiga yaitu, tahap awal pembentukan ( 1930-1959), dan periode modern (1959 sampai sekarang). Periode dan prosedur modern. Periode sebelum tahun 1930 akuntansi di akuntansi di amerika
boleh dikatakan tidak teratur. Akibatnya banyak terjadi ketidak seragaman dalam praktek akuntansi antar perusahaan bahkan antar perusahaan dalam industry yang sama.
2. PERIODE PEMBENTUKAN (1930 -1946)
Sebagai akibat dari crah di pasar modal th 1929 (market carsh) periode 1930 samapi
1946 memiliki pengaruh signifikan di dalam praktek akuntansi di amerika. Usaha pertama pengembangan standar akuntansi di mulai dengan adanya persetujuan antara(AICPA) dan (NYSE) untuk mengembangkan berbagai praktek akuntansi yang berbeda.
3. KOMITE PROSEDUR AKUNTANSI
Pada tahun 1933 AICPA membentuk komite khusus perkembangan prinsip akuntansi.Namun demikian tidak banyak yang bias di kerjakan oleh komite ini kemudian diganti dengan CAP pada tahun 1936. Untuk menyusun prinsip seperti ini di perlukan wauktu
sekitar 5 tahun dan stock Exchange commission (SEC) atau Bape.amnya Amerika menginginkan waktu yang lebih cepat.
Ketika Pada masa 1939-1969 ternyata tidak menghasilakan prinsip akuntansi yang komperhensif. Namun demikian aada dua kontribusi penting yang dihasilkan. Pertama, keseragaman praktek akuntansi secara sugnifikan telah mengalami perbaikan. Kedua,
kebijakan akuntansi yang di buat Amerika di buat hanya untuk sector swasta. Ketika perang dunia ke II mulai, perkembangan satandar akuntansi mengalami penurunan segnifikan. Dari 13 ARB yang di terbitkan antara januari 1942 dan September 1946, tujuh ARB berkaitan dengan masalah perang dan termologi.
4. PERIODE SETELAH PERANG (1946 ΓÇô 1959)
Setelah perang dunia berakhir terjadi boom ekomomi di Amerika Industri-industri memerlukan tambahan modal yang sangat segnifikan untuk ekspansi usaha. Ekspansi menimbukan banyak masalah baru pada akhir tahun 1940an dan awal tahun 1950 an. CAP gagal menyusun rekomendasi positif yang berkaitan dengan prinsip akuntansi secara umum. Sebagai akibatnya terjadi supply berlebihan dan standar akuntansi. Banyak praktek akuntansi alternative harus bermunculan oleh karena tidak ada teori akuntansi yang dapat di gunakan sebagai dasar pijakan. Dalam tahun 1950, SEC mengusulkan amandemen Regulation S-X untuk menggunakan konsep all- inclusive. Usulan ini merupakan konfrontasi secara langsung terhadap ARB 32.
5. PERIODE BERKAHIR COMMITE ON ACCOUNTING PRODUCEDURE (CAP)
6. PERIODE MODEREN (19 59-2002)
mempublikasikan hasil temuan staf riset yang berkaitan dengan pengembangan prinisip akuntansi. Devisi ini juga tidak bertanggung jawab langsung kepada komite teknikal AICPA. Untuk menetapkan topic riset direktur divisi akan berkonsultasi dahulu dengan
APB. Jika keduanya tidak ada persetujuan maka APB berhak menentukan topic apa
yang harus dilakukan riset devisi. Bentuk lembaga APB mirip dengan CPA, memiliki anggota 18 sampai 21 orang semuanya adalah anggota AICPA. Diperlukan persetujuan 2/3 anggota untuk menyahkan berlakunya standar akuntansi. Awal dari keberdaan APB dipenuhi dengan rasa keraguan dan kegagalan. Ada dua alternative perlakuan terhadap investment tax credit saat itu yaitu:1. Mengerahui tax benefit pada saat di terima, yaitu desain dengan flowthogh method
2. Mengakui tax bonefit selama umur aktuva yang disebut dengan deferrend method.
Opini ini menimbulakan penentangan dari tiga kantor akuntan besar yang memerintahkan kliennya untuk tidak mengikuti pendapat APB. Lebih jauh lagi SEC padabulan januari 1963 menerbitkan ASR 96 yang memperoleh kedua metode pengakuan investment tax credit kepada perusahaan yang go bupblik. Kritik-kritik lebih lanjut muncul terhadap APB dari tahun 1965 sampai 1967 berkaitan dengan opini APB.
7. PERIODE SETELAH SKANDAL AKUNTANSI (2002- SEKARANG)
Era ini merupakan era yang mengetkan dunia akuntansi. Berbagai kasus skandal dan accounting fraud yang terjadi di berbagai Negara yang melibatkan perusahaan besar Sunbeam, Kmart, Enroun, WorldCom Global Crossing (USA), BCCI, Maxwell, Pollly Peck (UK) and HIH Insurance (Australia) menyadarkan badan untuk melakukan reformasi berkaitan dengan praktik akuntansi.