Assalaamualaikum.... Nahmaduhu Wanusholli ala Rasuulihil kariim Wa'alaa alihii wasahbihi Ajmain...Makhluk tak bisa memberi manfaat & madarat; Alloh yang bisa memberi manfaat & madarat. Makhluk butuh pada Alloh jika ingin memberi manfaat & madarat; Alloh tidak butuh pada makhluk jika ingin memberi manfaat&madarat. Jika Alloh kehendaki, dengan makhluk bisa datang manfaat & madarat; jika Alloh kehendaki tanpa makhluk pun bisa datang manfaat & madarat. Laa ilaaha illallah..... Misal: Sesungguhnya : 1. Mahluk tidak dapat memberi manfaat dan mudhorrot, yang dapat memberi manfaat dan mudhorot hanya Allah. 2. Mahluk dapat memberi manfaat dan mudhorot berhajat kepada Allah. 3. Allah dapat memberi manfaat dan mudhorot tidak berhajat pada mahluk. 4. Jika Allah berkehendak mahluk dapat memberi manfaat dan mudhorot dan jika Allah berkehendak tanpa mahluk Allah dapat memberi manfaat dan mudhorot. inilah makna kalimat Laa ilaaha illallah Belajar iman yakin dalam kehidupan sehari-hari Sesungguhnya : 1. Obat tidak dapat menyembuhkan yang dapat menyembuhkan hanya Allah. 2. Obat menyembuhkan butuh bantuan Allah. 3. Allah dapat menyembuhkan tidak butuh pada mahluk. 4. Jika Allah berkehendak dengan obat penyakit dapat disembuhlkan dan jika Allah berkehendak tanpa obat penyakit dapat disembuhkan. Laa ilaaha illallah Sesungguhnya : 1. Api tidak dapat membakar, yang dapat membakar hanya Allah. 2. Api dapat membakar berhajat kepada Allah 3. Allah membakar tidak berhajat pada api 4. Jika Allah berkehendak dengan api dapat membakar dan jika Allah berkehendak tanpa api dapat membakar. Laa ilaaha illallah contoh kisah Nabiyulloh Ibrahim a.s. ketika di bakar raja Namrud L.A. Sesungguhnya : 1. Senjata tidak dapat melukai, yang dapat melukai hanya Allah. 2. Senjata dapat melukai berhajat kepada Allah 3. Allah dapat melukai tidak berhajat kepada senjata 4.Jika Allah berkehendak tanpa senjata dapat melukai dan jika Allah berkehendak tanpa senjata dapat melukai. Laa ilaaha illallah Sesungguhnya : 1. Pekerjaan tidak dapat mendatangkan rizki, yang mendatangkan rizki hanya Allah. 2. Pekerjaan bisa mendatangkan rizki berhajat kepada Allah 3. Allah mendatangkan rizki tidak berhajat kepada pekerjaan. 4. Jika Allah berkehendak dengan pekerjaan rizki dapat datang dan jika Allah berkehendak tanpa pekerjaan rezeki dapat datang. Laa ilaaha illallah |
Garis besar topik
-
-
IMAN DAN YAQIN.
Terkisah dari Ibnu Arabi dalam Futuhat al-Makkiyah. Di satu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. ΓÇ£Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Alquran dalam sholat malamku.ΓÇ¥
Sang Guru tersenyum. ΓÇ£Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Alquran itu. Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.ΓÇ¥
Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. ΓÇ£Tuan Guru,ΓÇ¥ katanya, ΓÇ£Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Alquran itu.ΓÇ¥ΓÇ£Engkau sungguh telah berbuat baik,ΓÇ¥ ujar sang guru sembari menepuk pundaknya. ΓÇ£Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para sahabat Nabi yang telah mendengar Alquran itu langsung dari Rasulullah shallallahu ΓÇÿalaihi wa sallam. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.ΓÇ¥
Pagi-pagi buta, sang murid kembali menghadap dan mengadu. ΓÇ£Duh Guru,ΓÇ¥ keluhnya, ΓÇ£Semalam bahkan hanya sepertiga Alquran yang dapat aku lafalkan.ΓÇ¥
ΓÇ£Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,ΓÇ¥ kata sang guru mengelus kepala si santri. ΓÇ£Nanti malam bacalah Alquran dengan lebih baik lagi, sebab yang akan hadir di hadapanmu untuk menyimak adalah Rasulullah shallallahu ΓÇÿalaihi wa sallam sendiri. Orang yang kepadanya Alquran diturunkan.ΓÇ¥
Seusai shalat Shubuh, sang guru bertanya, ΓÇ£Bagaimana shalatmu semalam?ΓÇ¥ ΓÇ£Aku hanya mampu membaca satu juz, Guru,ΓÇ¥ kata si santri sambil mendesah, ΓÇ£Itu pun dengan susah payah.ΓÇ¥ΓÇ£Masya Allah,ΓÇ¥ kata sang guru sambil memeluk sang santri dengan bangga. ΓÇ£Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti malam tolong hadirkan Allah di hadapanmu. Sungguh, selama ini pun sebenarnya Allah-lah yang mendengarkan bacaanmu. Allah yang telah menurunkan Alquran. Dia selalu hadir di dekatmu. Jikapun engkau tidak melihat-Nya, Dia pasti melihatmu. Ingat baik-baik. Hadirkan Allah, karena Dia mendengar dan menjawab apa yang engkau baca.ΓÇ¥
Keesokan harinya, ternyata santri itu jatuh sakit. Sang Guru pun datang menjenguknya. ΓÇ£Ada apa denganmu?ΓÇ¥ tanya Sang Guru.Sang santri berlinang air mata. ΓÇ£Demi Allah, wahai Tuan Guru,ΓÇ¥ ujarnya, ΓÇ£Semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku. Walaupun, Cuma al-Fatihah aku tak sanggup menamatkannya. Ketika sampai pada ayat, ΓÇ£Iyyaka naΓÇÖbudu wa iyyaka nastaΓÇÖiinΓÇ¥ lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. Di mulut aku ucapkan ΓÇ£Kepada-Mu ya Allah, aku menyembahΓÇ¥ tapi jauh di dalam hatiku aku tahu, aku sering memperhatikan yang selain Dia. Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya.ΓÇ¥
“Nak…,” kata sang guru sambil berlinang air mata, “Mulai hari ini engkaulah guruku. Dan sungguh aku ini muridmu. Ajarkan padaku apa yang telah kau peroleh. Sebab meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang kau dapat di hari ini.
MUDZAKAROH IMAN YAKIN
-
silahkan kalian bikin contoh nafi isbat spt video di bawah ini
tugas berbentuk link youtube
batas waktu sampai minggu depan
-
-