Garis besar topik


    • Assalamualaikum wr wb

      Perusahaan dagang tidak terlepas dari yang namanya persediaan. Persediaan menjadi salah satu aset terpenting di dalam perusahaan. Tanpa adanya persediaan kegiatan perusahaan tidak akan berjalan. Dalam prosesnya persediaan memerlukan pencatatan dan perhitungan yang tepat agar informasi yang disajikan tepat. 

      Materi yang akan kita bahas berkaitan dengan:

      1. Definisi Persediaan 

      2. Karakteristik 

      3. Tujuan dan masalah pokok persediaan 

      4. Sistem pencatatan 

      5. Pengendalian interen persediaan 

      6. Pengaruh kesalahan pencatatan terhadap laporan keuangan


    • Pengertian persediaan menurut para ahli

      Beberapa pakar akuntansi menjelaskan persediaan dengan bahasanya sendiri. Berikut adalah penjelasan mereka dari makna persediaan itu sendiri: 

      • Schroeder (2000:4) ΓÇ£persediaan adalah stok bahan yang digunakan untuk memudahkan produksi atau untuk memuaskan permintaan pelangganΓÇ¥; 
      • Rangkuti (2004:1) ΓÇ£persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksiΓÇ¥; 
      • Johns dan Harding (2001:71) ΓÇ£persediaan adalah suatu kepurusan investasi yang penting sehingga perlu kehati-hatianΓÇ¥ 
      • Kusuma (2009:132) ΓÇ£persediaan adalah barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatangΓÇ¥ 
      • Prawirosentono (2005:83) membagi makna persediaan menjadi dua berdasarkan jenis operasi perusahaan. Jika perusahaan tersebut perusahaan manufaktur ΓÇ£persediaan adalah simpanan bahan baku dan barang setengah jadi untuk diproses menjadi barang jadi yang mempunyai nilai tambah lebih besar secara ekonomis untuk dijual ke konsumenΓÇ¥. Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan dagang maka ΓÇ£persediaan adalah simpanan sejumlah barang jadi yang siap untuk dijual kepada konsumenΓÇ¥ 
      • Sofyan Assauri (2005:50) ΓÇ£persediaan barang adalah suatu aktiva lancar yang meliputi barang-barang yang merupakan milik perusahaan dengan sebuah maksud supaya dijual dalam suatu periode usaha normal ataupun persediaan barang-barang yang masih dalam pekerjaan sebuah proses prosuksi maupun persediaan bahan baku yang juga menunggu penggunaannya di dalam suatu proses produksiΓÇ¥; 
      • Zaki Badridwan (2000:149) ΓÇ£persediaan adalah sebuah istilah dari persediaan barang yang dipakai agar menunjukkan barang-barang yang dimiliki supaya dijual kembali atau juga digunakan untuk bisa memproduksi barang-barang yang akan dijualΓÇ¥ 
      • Munandar (2005:50) ΓÇ£persediaan adalah persediaan barang-barang atau bahan-bahan yang menjadi sebuah objek usaha pokok perusahaanΓÇ¥ 
      • John J Wild, K. R. Subramanyam dan Robert F Halsey, ΓÇ£persediaan merupakan sebuah barang yang dijual di dalam aktivitas operasi normal perusahaanΓÇ¥. 

      Sistem Pencatatan Persediaan 

      Sistem pencatatan persediaan terbagi menjadi 2 yaitu:

      • Sistem pencatatan periodik

      Sistem pencatatan periodik lebih mudah bagi perusahaan yang memiliki sistem yang belum terpadu. Sistem ini sangat sederhana bagi perusahaan kecil yang memiliki SDM terbatas dalam hal ketelitian. Karena sistem ini hanya mewajibkan akunting mencatat penjualan yang sama dengan bukti transaksi. Jadi setelah transaksi penjualan dan pembelian sudah dilaksanakan pada akhir bulan akunting wajib untuk opname persediaan yang masih di gudang untuk mengetahui sisa persediaan setelah adanya transaksi jual beli selama satu periode pencatatan. 

      HPP=Stok Awal + pembelian ΓÇô penjualan ΓÇô Stok akhir

      • Sistem pencatatan perpetual

      Sistem pencatatan perpetual merupakan sistem pencatatan yang di catat langsung saat transaksi tersebut berlangsung, semua akun langsung dapat diketahui pada saat transaksi berlangsung. Maka dari itu akuntan harus menjurnal akun Harga Pokok dalam posting transaksi pembelian atau pun penjualan. Sistem pencatatan ini lebih rumit dibanding sistem pencatatan periodik, karena akuntan wajib memasukkan jurnal harga pokok ini berarti akuntan harus memiliki data harga pokok. maka dari itu perusahaan retail sangat jarang memilih pencatatan persediaan dengan sistem perpetual. 

      Namun terlepas dari perlunya ketelitian akuntan, sistem pencatatan perpetual lebih tidak memakan waktu dari pada periodik. Karena tidak memerlukan opname persediaan pada akhir bulan. Sehingga sistem sudah berjalan ketika adanya transaksi penjualan ataupun pembelian pada saat akuntan posting di dalam jurnal.

      sumber https://dosenakuntansi.com/pengertian-persediaan