Aset lancar meliputi kas dan asset lain yang dapat dikenversikan ke uang tunai biasanya dalam siklus operasi perusahaan, sebuah siklus operasi,ditunjukkan dalam table 4.4 adalah jumlah waktu dari komitmen kas untuk pembelian sampai koleksi uang tunai ke,nail silting dari penjualan barang dan jasa ini adalah proses dimana sebuah perusahaan mengkonversikan kas dalam asset jangka pendek dan kembali menjadi uang tunai sebagai bagian dari kegiatan operasi yang sedang berlangsung. Siklus operasi yang digunakan untuk mengklasifikasikan asset dan kewajiban baik saat ini atau siklus operajsi,mana yang lebih lama contoh umum adalah kas, setara kas, piutang jangka pendek, surat berharga jangka pendek, persediaan, dan biaya dibayar dimuka.
Kelebihan aktiva lancar atas kewajiban lancar disebut modal kerja. Modal kerja adalah pedang bermata dua ,perusahaan perlu modal kerja untuk secaa efektif beroperasi namun modal kerja adalah mahal karenan harus dibiayai dan dapat memerlukan biata operasional lainnya : seperti kerugian kredit atas piutang dan penyimpanan dan logistic demikian muag kerwajiban lancar adalah kewajiban karena dibayar atau diselesaikan dalam waktu yang lebih panjgan dari satu tahun atau siklus operasi.
Biaya untuk persediaan. Banyak perusahaan mencoba untuk meningkatkan profitabilitan dan arus kas dengan mengurangi investasu dalam aktiva lancar melalui metode seperti underwriting yang efektif kredit dan penagihan piutang, dan manejemen persediaan just in time. Selain itu ,perusahaan mencoba untuk membiata sebgaian biesar asset mereka saat ini melalui kewahiban lancar, sepertu hutang dan aktrual dalam upata untuk mengurangi modal kerja.
Karena dampak dari asset lancar dan kewajiban lancar pada likuiditas dari profitabilitas, analisis aktiva lancar dan kewajiban lancar sangat penting di kedua analisis kredit dan analisis profitabilitas.