Garis besar topik

    • Business research: an organized and systematic inquiry or investigation into a specific problem, undertaken with the purpose of finding answers or solutions to it.
      The course enables students to accumulate theoretical, technical, and analytical knowledge of research methodology courses and to develop the skills required for cutting-edge research in their field. It also enables students to become acquainted with analytical and empirical tools frequently used in business research. 
      To understand and explore the extent of the role of business research, then we could see much on exposure as follows:




    • Salam untuk semua...

      Pada dasarnya, sebuah penelitian bertujuan untuk menyelesaikan suatu masalah yang muncul karena adanya suatu penyimpangan. Sejalan dengan yang disebutkan tadi, Suryabrata (1994 : 60), berpendapat bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what it is). Fungsi dari penelitian adalah dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what can be).

      Hal itu berarti penelitian dimulai dengan adanya masalah yang perlu dicarikan solusi. Masalah tersebut memiliki dampak luas, tidak hanya pada individu dan kelompok tertentu. Seringkali peneliti terjebak pada masalah yang berujung pada perdebatan karena perumusannya tidak jelas. Bagaimana cara merumuskan masalah yang baik dan benar agar menghasilkan penelitian yang akurat?
      Definisi masalah penelitian menjadi salah satu tolak ukur apa yang disebut dengan masalah dalam penelitian. Jika memang berdampak luas dan dirasakan mayoritas orang atau masyarakat tertentu, maka masalah itu bisa jadi layak diangkat dalam suatu penelitian. Salah satu contoh adalah masalah sarana transportasi publik yang tidak layak. Hampir setiap orang mengalami hal tidak menyenangkan terkait masalah tesebut sehingga perlu suatu solusi untuk mengatasi atau setidaknya meminimalkan kondisi tersebut. Oleh karena itu, sejumlah penelitian pun dilakukan untuk menelusuri akar permasalahn dan alternatif solusi.
      Tidak semua akar dari suatu permasalahan dijakan objek penelitian karena begitu banyak yang harus dicarikan solisi sementara waktu yang tersedia terbatas. Peneliti perlu memilih permasalahan yang benar-benar memiliki urgensi terkait kondisi yang dihadapi. Oleh karena itu, perumusan masalah dilakukan dengan tepat di awal langkah penelitian sebelum melanjutkan penelitian itu sendiri agar tidak terjebak pada masalah nontopik.
      Masalah adalah sebuah pernyataan mengenai penyimpangan (a statement of deviation), pertanyaan mengenai sesuatu yang ΓÇ£salahΓÇ¥, pernyataan mengenai sesuatu yang ada di luar harapan kita.

      Untuk memudahkan peneliti mencari jawaban atas masalah penelitian, maka langkah yang dapat dilakukannya adalah dengan mengembangkan pertanyaan penelitian sebagai pertanyaan untuk memancing jawaban bagi masalah penelitiannya. Sumber ΓÇô sumber untuk menemukan masalah yang akan diteliti adalah :

      a.             Fenomena Bisnis
      Penelitian ilmiah berangkat dari pengamatan atas fenomena bisnis sehari ΓÇô hari dimana memunculkan masalah yang layak untuk diteliti. Salah satu cara untuk melihat masalah dari fenomena bisnis adalah dengan mengamati data. Data adalah representasi fenomena bisnis yang paling aktual.

      b.             Research Gap
      Research gap adalah celah ΓÇô celah atau senjang penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau temuan peneliti ΓÇô peneliti terdahulu. Penelitian ilmiah disasarkan untuk mendapatkan sebuah jawaban baru terhadap sesuatu yang menjadi masalah. Oleh karena itu peneliti harus berhadapan dengan sesuatu yang menjadi masalah didukung oleh pembenaran atau justifikasi penelitian yang baik dan berupaya untuk mencari jawaban yang baru dari masalah yang memang penting untuk diteliti.
      Ciri ΓÇô ciri research gap :
      1)             Tatanan konseptual yang baik, tetapi belum ada pembuktian empirik,
      2)             Masalah penelitian yang belum berhasil dijawab atau hipotesis yang belum berhasil dibuktikan,
      3)             Temuan penelitian yang kontroversial terhadap penelitian sejenis lainnya,
      4)             Hasil penelitian yang menyisakan kelemahan.
      Sumber research gap adalah dengan membaca dan menelaah hasil ΓÇô hasil penelitian yang ada.
      1.       Buku pelajaran/text book, adalah bahan bacaan yang disiapkan secara khusus untuk tujuan proses belajar mengajar.
      2.       Laporan penelitian yang tidak dipublikasikan.
      3.       Proceeding Temu Ilmiah bidang ilmu. Proceeding adalah kumpulan naskah ΓÇô naskah ilmiah yang disiapkan sebagai hasil dari sebuah pertemuan ilmiah bidang ilmu tertentu. Naskah semacam ini biasanya dipublikasikan setelah melalui sebuah proses diskusi yang mendalam terhadap berbagai aspek penelitian yang diliput dalam naskah tersebut.
      4.       Scientific Readings. Bacaan yang bukan merupakan buku pelajaran tetapi memuat eksplorasi yang mendalam mengenai sebuah bidang ilmu atau ditulis dalam lintas bidang ilmu.
      5.       Tesis dan disertasi. Naskah ini adalah hasil penelitian yang digunakan seseorang untuk mendapat gelar magister dan doktor dalam bidang ilmu tertentu.
      6.       Naskah Referal Journal dalam bidang ilmu. Naskah ini adalah naskah yang paling bergengsi sebagai rujukan utama dari sebuah penelitian ilmiah.
      c.              Theory Gap
      Theory gap adalah kesenjangan atau ketidakmampuan sebuah teori dalam menjelaskan sebuah fenomena, oleh karena itu teori tersebut lalu dipertanyakan. Perbedaan theory gap dengan research gap adalah dalam besaran cakupannya.
      Setelah sumber-sumber masalah ditemukan, peneliti akan mulai memperoleh banyak masalah atas suatu kondisi. Agar lebih mudah memfokuskan diiri dalam penelitian, maka peneliti perlu melakukan perumusan masalah terlebih dulu dengan latar belakang tertentu, lalu dikerucutkan menjadi perumusan masalah penelitian, kemudian merancang penelitian itu sendiri.
      Secara sama, proses menyatakan masalah dapat dilakukan terhadap semua sumber masalah, apakah masalah itu bersumber dari fenomena lapangan atau dari penelitian terdahulu atau dari teori ΓÇô teori yang telah dianggap mapan. Masalah penelitian adalah rumusan mengenai bagaimana sebuah masalah akan dipecahkan melalui sebuah penelitian ilmiah. Setelah masalah penelitian dikembangkan, peneliti dapat memerinci cara memecahkan masalah penelitiannya dengan mengembangkan berbagai pertanyaan penelitian yang akan menuntun peneliti untuk melakukan telaah pustaka guna menngembangkan hipotesis penelitiannya. Pertanyaan penelitian adalah pertanyaan ΓÇô pertanyaan yang sengaja diajukan oleh peneliti untuk memancing jawaban bagi masalah peneletiannya.

      Merancang Permasalahan Penelitian
      Setelah sebuah masalah penelitian ditemukan dan dirumuskan, langkah selanjutnya adalah membuat rancangan pemecahan masalah penelitian tersebut melalui sebuah proses penelitian yang intensif.Rute yang harus dilewati oleh seorang peneliti adalah
      ΓÇó                Langkah pertama : Pastikan telah diperoleh latar belakang yang kuat untuk menunjukkan ada masalah kemudian dirinci dalam masalah penelitian serta pertanyaan penelitian yang sesuai.
      ΓÇó                Langkah kedua : buatlah rancangan pemecahan masalah. merancang pemecahan masalah penelitian berarti mencari teori ΓÇô teori yang relevan untuk memecahkan masalah penelitian, membangun pendekatan baru terhadap teori yang relevan, mengembangkan konsep ΓÇô konsep baru untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
      ΓÇó                Langkah ketiga : proporsi ΓÇô proporsi baru akan berperan sebagai instrument untuk memecahkan masalah ΓÇô masalah penelitian yang disajikan dalam sebuah bangunan model teoritikal dasar atau model sintesis dasar, sebagai sebuah model yang bersifat teoritikal untuk menjawab masalah penelitian.
      ΓÇó                Langkah keempat : dapat diuji empiris dengan mengembangkan model penelitian empiris dengan mengajukan hipotesis-hipotesis yang relevan bagi pemecahan masalah penelitian.
      ΓÇó                Langkah kelima : setelah model penelitian empirik disiapkan, peneliti dapat mulai menyiapkan instrument pengumpulan data, alat analisis, pengumpulan data, analisis data dan pengujian hipotesis serta penarikan kesimpulan terhadap masalah penelitiannya berdasarkan semua hasil pengujian hipotesis yang dilakukan.

      Untuk Lebih jelas lagi bagiaman mencari permasalaha, identifikasi masalah dan Gap Penelitian; maka kita bisa lihat pada paparan PPT sbb:


    • Hiii sobat...

      Ada beberapa metode dan trik dalam mengembangkan suatu kejadian yang ada disekitar kita sebagai topik yang akan diangkat dalam penelitian. Untuk lebih jauh lagi silahkan anda tonton tayangan dibawah ini....

      SELAMAT BELAJAR...http://