Garis besar topik
-
Assalamulaikum Wr Wb
Pada pertemuan ke 2 ini kita akan membahas mengenai Ruang Lingkup Akuntansi sosial Dan Lingkungan (Buku 1).
Akuntansi lingkungan bertujuan mengukur biaya dan manfaat sosial sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dan perlaporan prestasi perusahaan (Halim, Irawan, 1998). Akuntansi lingkungan adalah sebuah alat fleksibel yang dapat diterapkan dalam skala penggunaan dan cakupan ruang lingkup yang berbeda. skala yang digunakan tergantung dari kebutuhan, kepentingan, tujuan dan sumber daya perusahaan. Permasalahan dalam menentukan ruang lingkup akuntansi lingkungan adalah bagaimana perusahaan dapar menentukan biaya lingkungan yang muncul akibat aktivitas bisnisnya yang mana biaya tersebut terkadang tidak dapat diukur secara akuntansi.-
Akuntansi sosial mengidentifikasi, menilai dan mengukur aspek penting dari kegiatan sosial ekonomi perusahaan dan negara dalam memelihara kualitas hidup masyarakat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkannya. Haniffa (2002).
Menurut Sahid (2002) ada beberapa pengertian akuntansi lingkungan atau akuntansi sosial
1. Pengertian dalam arti luas2. Pengertian dalam arti sempit -
Setiap mahasiswa wajib memberikan pertanyaan terkait ruang lingkup akuntansi sosial dan lingkungan, yang berkaitan dengan ppt yang saya sampaikan. pada forum ini anda wajib aktif sehingga diskusi bisa berjalan dengan baik dan aktif. terima kasih.
-
Setiap mahasiswa wajib memberikan pertanyaan terkait ruang lingkup akuntansi sosial dan lingkungan, yang berkaitan dengan ppt yang saya sampaikan. pada forum ini anda wajib aktif sehingga diskusi bisa berjalan dengan baik dan aktif. terima kasih.
-
Andreas Lako. 2011. Dekonstruksi CSR & Reformasi Paradigma Bisnis dan Akuntansi. Penerbit Erlangga.
-
-
-
Ringkasan
Pergeseran filosofis pengelolaan organisasi entitas bisnis yang mengalami perubahan dari pandangan manajemen klasik ke manajemen moderen khususnya di beberapa negara industri seperti Amerika dan Eropa telah melahirkan sebuah orientasi baru tentang tanggung jawab perusahaan. Pandangan Manajemen klasik tentang tanggung jawab perusahaan yang hanya beorientasi kepada pemilik modal dan kreditur dengan mencapai tingkat laba maksimum telah bergeser dengan adanya konsep Manajemen modern, dimana orientasi perusahaan dalam mencapai laba maksimum perlu dihubungkan dengan tanggung jawab sosial perusahaan kearah keseimbangan antara tuntutan para pemilik perusahaan, kebutuhan para pegawai, pelanggan, pemasok, lingkungan dan juga masyarakat umum, karena menurut pandangan Manajemen modern perusahaan dalam menjalankan operasionalnya harus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dan sumber-sumber ekonomi yang digunakan oleh perusahaan semuanya berasal dari lingkungan sosial dimana perusahaan itu berada. Oleh karena itu perusahaan sebagai organisasi bisnis harus mampu merespon apa yang dituntut oleh lingkungan sosialnya, sehingga entitas bisnis dan entitas sosial dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi untuk kepentingan bersama.
Seiring dengan perkembangan konsep manajemen tersebut, para akuntan juga membicarakan bagaimana permasalahan tanggung jawab sosial ini dapat diadaptasikan dalam ruang lingkup akuntansi (Hines, 1988) dalam Azhar Maksum, (1991), sehingga tujuan utama pelaporan keuangan guna memberikan infromasi kepada para pemegang saham dan kreditur menjadi ikut bergeser pula kearah kecenderungan bahwa perlunya pelaporan yang bersifat dari luar organisasi perusahaan (externality) dalam rangka memberikan infromasi kepada beberapa kelompok orang luar yang berkepentingan terhadap perusahaan. Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa ide dasar yang melandasi perlunya dikembangkan akuntansi sosial (sosial Accounting), secara umum sebenarnya adalah tuntutan terhadap perluasan tanggung jawab perusahaan.
-