Garis besar topik

    • Objective of Study

      1. Menjelaskan model sistem sentralisasi dan desentralisasi dalam Teknologi Keuangan 
      2. Menjelaskan tentang DLT 

      Learning Outcomes:

      1. Memahami dan menjelaskan perbedaan antara sistem terdistribusi dan sistem desentralisasi;

      2.  Menguraikan , dan menganalisis keuntungan dan kerugian bagi pihak otorisasi yang mendapatkan kepercayaan dalam memproses dan menyimpan data transaksi dalam bentuk aplikasi;
      3.   Menguraikan manfaat dan masalah-masalah yang dihadapi  dalam  sistem desentralisasi
      4. Menjelaskan konsep dan fungsi DLT dalam fintech

    • Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) memainkan peran penting di dunia aset kripto yang bertenaga blockchain, dewasa ini. Seperti namanya, CeFi adalah sistem keuangan terpusat (centralized). Kita mengenal itu dengan istilah lain, yakni fintech (financial technology). Lazimnya CeFi dikendalikan secara langsung oleh perusahaan aplikasi sehingga proses dan kinerjanya lebih dijamin oleh perusahaan itu sendiri. Nah, saat ini, kegiatan pinjam meminjam uang lewat beragam lembaga keuangan non-perbankan sudah sangat lazim.

      Di Indonesia sendiri, aplikasi pinjam online (pinjol) sudah berjamur, karena telah menjadi pilihan mendapatkan dana segar selain dari bank. Ini masuk kategori CeFi tapi tidak dan belum memanfaatkan teknologi blockchain dan tidak ada unsur aset kripto. Namun, ada CeFi yang juga bertenaga blockchain dengan aset kripto sebagai objek nilai, karena dikelola langsung oleh perusahaan tertentu, salah satunya adalah PointPay: Perusahaan CeFi Terpercaya dan Teruji.

       DeFi punya konsep berbeda dengan CeFi, walaupun sama-sama menggunakan teknologi blockchain yang bersifat decentralized. Hal yang paling membedakan antara keduanya adalah, DeFi masih memiliki celah yang sangat rentan untuk ditinggalkan karena beban komisi yang sangat tinggi, sehingga ini bisa menjadi beban tersendiri bagi pengguna, maupun untuk kelangsungan hidup DeFi itu sendiri di tengah-tengah masyarakat.

      Sedangkan CeFi, mereka hadir dalam komisi yang sangat bersaing sehingga jika ditambah dengan fitur layaknya perbankan, maka perusahaan CeFi digadang akan lebih diminati di masa mendatang. DeFi sendiri disebut decentralized, karena transaksinya keuangannya berjalan secara langsung di blockchain antar pengguna. Tidak ada pihak ketiga sebagai perantara.

      Sistem Keamanan Jaringan 

      Dalam sistem CeFi dan DeFi beberapa hal yang harus diketahui terkait dengan sistem keamanan jaringan antara lain: CEX (Centralized Exchange) yang melibatkan perusahaan organisasi pusat yang bertindak sebagai orang ketiga untuk menyimpan aset, mengatur pertukaran, dan mengenakan biaya pertukaran. Sebaliknya, DEX (Decentralized Exchange) yang mengandalkan smart contract yang dijalankan sendiri untuk memfasilitasi trading crypto.

      Berbagai pemanfaatn teknologi data dalam perkembangan sistem keuangan dan perbankan akhir-akhir ini sangat pesat terutama semenjak ditemukan dan dimanfaatkannya teknologi Bockchain (BTC) dalam penyimpanan data yang terbukti lebih aman dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. 

      Untuk memahami secara menyeluruh silahkan anda lihat pada tayangan sebagai berikut:

      http://

      http://


    • Silahkan anda unduh materi sbb:

    • Secara sederhana, sebuah Distributed Ledger adalah sekumpulan database yang dimiliki dan diperbaharui secara independen oleh setiap partisipan (biasa disebut node) dalam sebuah jaringan yang besar.

      Sistem distribusi ini bersifat unik: catatan tidak diberikan kepada para partisipan oleh sebuah otoritas pusat, tetapi dibuat dan dicatat oleh partisipan masing-masing.

      Sehingga dengan sistem ini, setiap partisipan di dalam jaringan ikut andil dalam memproses setiap transaksi, membuat beberapa kesimpulan, dan kemudian melakukan voting akan beberapa kesimpulan tersebut sampai sebagian mayoritas setuju dengan kesimpulan yang diambil.

      Ketika konsensus sudah tercapai, distributed ledger akan diperbaharui, dan semua partisipan mencatat salinan yang identik dari ledger tersebut. Kerangka ini membuat sistem pencatatan menjadi lebih kuat, melebihi pencatatan database sederhana.

      Distributed Ledger adalah sebuah bentuk media yang bersifat dinamis dan memiliki beberapa properti dan kemampuan yang melebihi ledger berbasis kertas yang bersifat statis.

      Inti dari semua interaksi ini adalah kepercayaan (yang sekarang ini diberikan dengan adanya notaris, pengacara, perbankan, pemerintahan, dan lainnya) yang dapat digantikan dengan adanya kerangka dan properti Distributed Ledger.

      Penemuan Distributed Ledger merepresentasikan sebuah revolusi dalam bagaimana informasi dikumpulkan dan disebarkan. Ini berlaku bagi kedua data statis (seperti input data), data dinamis (seperti catatan transaksi). Distributed Ledger membantu pengguna dalam menggunakan, memanipulasi, dan mengekstrak nilai dari database ΓÇô daripada hanya sekedar mengurus databas


    • Topic: Perkuliahan Fintech Dr. Faurani

      Time: Dec 28, 2022 08:30 AM Jakarta

      Join Zoom Meeting

      https://csueb.zoom.us/j/8148554787?pwd=LI7sU3kowSlTe64eKnFCrXNxMqpSb2.1

      Meeting ID: 814 855 4787

      Passcode: HMM22