Garis besar topik

    • Pertemuan Minggu ke 4 sesi 2, Rabu, KP; kamis; 19 Oktober 2023


    • baca dan pahami

    • contoh sederhana bagaimana sebuah keputusan manajemen dapat dibuat dalam keadaan ada risiko:

      Kasus: Keputusan Investasi dalam Proyek Baru

      Sebuah perusahaan manufaktur menghadapi keputusan untuk menginvestasikan dana dalam proyek pengembangan produk baru. Proyek ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga memiliki beberapa risiko yang harus dipertimbangkan. Berikut adalah langkah-langkah dalam pengambilan keputusan manajemen dalam keadaan ada risiko:

      1. Identifikasi Risiko: Tim manajemen harus mengidentifikasi semua potensi risiko yang terkait dengan proyek ini. Ini termasuk risiko pasar (apakah ada permintaan untuk produk baru?), risiko teknis (apakah teknologi yang diperlukan tersedia?), risiko persaingan (bagaimana reaksi pesaing mungkin?), dan lainnya.

      2. Evaluasi Risiko: Setelah risiko diidentifikasi, perusahaan perlu mengevaluasi dampak dan probabilitas masing-masing risiko. Sebagai contoh, perusahaan mungkin memperkirakan bahwa risiko persaingan tinggi memiliki dampak tinggi dan probabilitas sedang.

      3. Penentuan Toleransi Risiko: Perusahaan harus menentukan tingkat risiko yang dapat mereka terima. Ini tergantung pada tujuan perusahaan, kemampuan keuangan, dan budaya risiko perusahaan.

      4. Analisis Keuangan: Tim manajemen perlu melakukan analisis keuangan untuk memahami potensi keuntungan dan kerugian dari proyek ini. Ini melibatkan proyeksi pendapatan, biaya, investasi awal, dan lainnya.

      5. Skenario Planning: Dalam situasi risiko, perusahaan dapat melakukan perencanaan skenario. Ini berarti mengembangkan berbagai skenario berdasarkan perkiraan hasil yang berbeda dan mempertimbangkan bagaimana perusahaan akan merespons masing-masing skenario.

      6. Pengambilan Keputusan: Setelah semua informasi dikumpulkan, perusahaan harus membuat keputusan. Ini dapat berarti melanjutkan dengan proyek, menunda investasi, atau bahkan menolak proyek berdasarkan hasil analisis risiko dan keuangan.

      7. Pengelolaan Risiko: Setelah keputusan diambil, perusahaan perlu mengelola risiko secara aktif selama pelaksanaan proyek. Ini dapat mencakup penggunaan instrumen keuangan seperti asuransi atau pengembangan rencana mitigasi risiko.

      Keputusan ini merupakan contoh bagaimana manajemen risiko dapat memengaruhi pengambilan keputusan bisnis. Dalam situasi ini, perusahaan harus mempertimbangkan risiko potensial dan dampaknya pada hasil investasi sebelum mengambil keputusan untuk melanjutkan atau menolak proyek.


    • lakukan diskusi

    • lakukan tugasnya