Garis besar topik

    • Pertemuan Minggu ke 14 sesi 2Kamis; 04 Januari 2024

    • Ciri-ciri:

      1. EOQ:

        • Fokus pada optimasi pesanan untuk meminimalkan biaya persediaan.
        • Berkaitan dengan biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan tingkat permintaan barang.
        • Menekankan pada kesetimbangan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
      2. Safety Stock:

        • Menjadi cadangan untuk mengatasi ketidakpastian dalam permintaan atau waktu pengiriman.
        • Terkait dengan tingkat layanan yang diinginkan oleh perusahaan.
        • Mempertimbangkan deviasi standar permintaan atau waktu pengiriman.
      3. Reorder Point:

        • Menunjukkan level persediaan di mana pesanan baru harus ditempatkan.
        • Terkait dengan konsumsi harian dan waktu pemesanan.
        • Memasukkan Safety Stock untuk mengatasi fluktuasi.

      Kasus:

      1. EOQ:

        • Kasus perusahaan yang ingin mengurangi biaya persediaan sambil mempertahankan tingkat layanan yang baik.
        • Peningkatan efisiensi operasional melalui penggunaan EOQ dalam rantai pasok.
      2. Safety Stock:

        • Kasus perusahaan yang mengalami fluktuasi permintaan yang tidak terduga.
        • Implementasi Safety Stock dalam industri dengan pasokan yang tidak stabil.
      3. Reorder Point:

        • Kasus perusahaan dengan waktu pemesanan yang bervariasi dan perlu mempertahankan tingkat persediaan minimum.
        • Penggunaan Reorder Point dalam situasi di mana pengiriman barang memiliki tingkat ketidakpastian.

      Referensi Jurnal dan Buku:

      1. Harris, F. W. (1913). "How Many Parts to Make at Once." Factory, The Magazine of Management, 10(2), 135-136.

      2. Silver, E. A., Pyke, D. F., & Peterson, R. (1998). "Inventory management and production planning and scheduling." Wiley Series in Production/Operations Management.

      3. Nahmias, S. (2015). "Production and Operations Analysis." McGraw-Hill Education.

      4. Zipkin, P. H. (2000). "Foundations of inventory management." McGraw-Hill Education.

      5. Metters, R. (1997). "Quantifying the bullwhip effect in a simple supply chain." International Journal of Production Economics, 48(1), 89-97.

      6. Silver, E. A., & Peterson, R. (1985). "Decision support for planning production and inventories." Decision Sciences, 16(4), 552-569.


    • Kesimpulan Materi 14 :

      Penerapan model Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, dan Reorder Point memiliki dampak signifikan dalam pengambilan kebijakan bisnis perusahaan. Kesimpulannya, ketiga model ini membantu perusahaan mengoptimalkan manajemen persediaan, mengurangi biaya, dan meningkatkan layanan pelanggan.

      1. Optimasi Biaya Persediaan:

        • EOQ membantu menentukan jumlah optimal pesanan untuk mencapai keseimbangan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sehingga mengurangi biaya total persediaan.
      2. Ketahanan terhadap Fluktuasi:

        • Safety Stock memberikan cadangan persediaan untuk mengatasi ketidakpastian dalam permintaan atau waktu pengiriman, memastikan ketersediaan barang saat dibutuhkan.
      3. Pengaturan Pesanan Optimal:

        • Reorder Point menunjukkan level persediaan di mana pesanan baru harus ditempatkan, mencegah kekurangan persediaan dan menjaga kelancaran operasional.

      Contoh: Misalkan perusahaan ritel mengimplementasikan model EOQ untuk produk tertentu. Dengan menghitung EOQ, perusahaan dapat menentukan jumlah pesanan optimal, menghindari biaya pemesanan yang tidak perlu, dan meminimalkan biaya penyimpanan.

      Selain itu, perusahaan tersebut menggunakan Safety Stock untuk menanggulangi fluktuasi permintaan yang tidak terduga atau keterlambatan dalam pengiriman. Misalnya, selama periode promosi atau lonjakan permintaan, Safety Stock membantu menjaga tingkat layanan pelanggan.

      Reorder Point digunakan untuk menentukan level persediaan di mana perusahaan harus menempatkan pesanan baru. Contohnya, jika konsumsi harian adalah 100 unit dan waktu pemesanan adalah 5 hari, Reorder Point akan diatur pada 500 unit. Ketika persediaan mencapai level ini, perusahaan akan menempatkan pesanan baru untuk menjaga kelancaran pasokan.

      Dengan menerapkan ketiga model ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya persediaan, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Keputusan manajemen yang berbasis pada analisis EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point memberikan dampak positif pada kesehatan finansial dan daya saing perusahaan di pasar.