2025-1|Rabu, 10.30-12.00|7AK1|2 sks|T|IBI21203|Bahasa Indonesia| Jaka Darmawan,7
Garis besar topik
-
-
A. KATA SAMBUTAN
Assalamualaikum Waarahmatullahi Wabarakaat
Selamat Pagi Salam Sejahtera …… Tabik Pun......
Alhamdulillahi Robbilalamin, Nahmaduhu Wanastaiinu Wanastaghfiruhu Wanauudzu Billahi Min Syururi Anfusina Wamin Saayyiati A'malina Mayahdhillahu Fala Mudhilalah Waamayuddhlilhu Fala Haadiyah Lahuasyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Ashadu Anna Muhammadarrasulullah Allahummasalli Ala Saayidina Muhammad Wa Ala Ali Sayidina Muhammad Amma Ba'du
Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji Syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kesehatan iman lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di Perkuliahan E-Learning BAHASA INDONESIA.
Salawat dan salam tidak lupa kita kirimkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia dari peradaban hidup jahiliyah menuju pada peradaban hidup modern yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan saat ini. Semoga kita semua termasuk hamba yang taat, yang berhak mendapatkan syafaat di hari akhir kelak…. Aamiin
B. DESKRIPSI MATA KULIAH
Pada mata kuliah bahasa Indonesia dirancang untuk meningkatkan kemahiran dalam berbahasa Indonesia dalam bentuk tulisan maupun lisan sehingga mahasiswa dapat dengan mudah dalam menulis karya ilmiah untuk mendukung kegiatan akademik dan membekali kemampuan pemahamman pada mahasiswa yang komprehensip pada bahasa Indonesia, sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi Professional yang memiliki keterampilan menggunakan bahasa Indonesia, sehingga mahasiswa semakin memiliki kepribadian yang tangguh, bertanggung jawab pada bangsa dan negara Indonesia.
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN PETA PEMBELAJARAN
Sikap
1. Menjunjung Tinggi nilai kemanusiaan, dalam mengerjakan tugas berdasarkan agama, moral dan etika
2. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila
3. Dapat berkerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan
4. Menunjukan sikap tanggungjawab atas pekerjaan dibidang keilmuan secara mandiri
Keterampilan Umum:
Mahasiswa menguasai dan memahami keilmuan kebahasan, khususnya bahasa Indonesia sebagai bentuk kecintaan serta tanggung jawab pada negara dan bangsa serta mampu, terampil dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar secara lisan maupun tulisan yang bermutu dan terukur.
CP Keterampilan Khusus:
Mahasiswa mampu menggunakan Bahasa Indonesia melalui keterampilan berbahasa, menyimak, berbicara, membaca dan membuat karangan karya ilmiah.
CP Pengetahuan
- Mahasiswa memahami Kedudukan Bahasa Indonesia serta menguasai konsep dan prinsip penulisan ilmiah
- Mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik tentang bahasa Indonesia, mampu menggunakannya secara baik dan benar secara lisan, tulisan dalam menyusun karya ilmiah.
- Mahasiswa memiliki penalaran ilmiah dalam memahammi diksi yang tepat, pembuatan kalimat efektif, membuat paragraf dan dan merancang karangan karaya ilmiah dengan baik dan benar.
D. STRUKTUR PELAKSANAAN
Struktur pelaksanaan atau metode perkuliahan:
┬╖ Menggunakan proses pertemuan daring (online) dan luring (offline) perorangan maupun kelompok.
┬╖ Setiap perkuliahan wajib hadir dan aktif di dalam Pertemuan online dan offline
┬╖ Setiap perkuliahan akan ada tugas perorangan maupun kelompok.
┬╖ Setiap tugas Kelompok wajib di presentasikan secara online atau offline
┬╖ UJIAN TENGAH SEMESTER
┬╖ UJIAN AKHIR SEMESTER
E. MODEL ASSESMENT
1. Attendance (20%)
2. Home Work, Quiz and E-Learning (20%)
3. Mid Test (20%)
4. Final Test (20%)
5. Etic (20%)
F. BOBOT PENILAIAN
NILAI MUTU
RANGE
BOBOT
A
85 ΓÇô 100
4
A-
80 ΓÇô 84.9
3.75
B+
75 ΓÇô 79.9
3.5
B
65 ΓÇô 74.9
3
C
55 ΓÇô 64.9
2
D
40 ΓÇô 54.9
1
E
< 40
0
G. PRETEST
Jelaskan apa yang anda ketahui tentang perkembangan Bahasa Indonesia saat ini!
H. IDENTITAS DOSEN
┬╖ Jaka Darmawan, SE., Ak., M.Ak., MMT., CA., CPA., CMA., CAPF., CAPM.
┬╖ 0812 7984 2402
I. PANDUAN PENGGUNAAN TOOL VIRTUAL
┬╖ Kompensasi keterlambatan kehadiran 10 menit
┬╖ Selama perkuliahan online diwajibkan menampilkan video
┬╖ Selama perkuliahan online diwajibkan mematikan audio (kecuali diizinkan atau ditanya)
┬╖ Selama perkuliahan online diwajibkan memakai pakaian formal
J. BUKU AJAR
ΓÇó Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2009
ΓÇó Bahasa Indonesia Sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. (2012) E. Zaenal Arifin dkk.
ΓÇó Panduan PKM Terbaru. direktorat jendral pembelajaran dan kemahasiswaan kementrian pendidikan dan kebudayaan.2020.
ΓÇó Juni Ahyar, Cermat Bahasa Indonesia dan Penulisan Ilmiah Untuk Perguruan Tinggi, Lhokseumawe: SEFA BUMI PERSADA,2016
ΓÇó Puspandari, Diyas. 2011. Handout Bahasa Indonesia. Institut Teknologi Telkom.
K. JURNAL ATAU VIDEO UNTUK MENGINSPIRASI DALAM PEMBELAJARAN
-
-
-
Sejarah Bahasa Indonesia
Sejarah mencatat, bahasa Indonesia sebelumnya berasal dari bahasa Melayu yang menjadi lingua franca atau bahasa perhubungan di Nusantara. Bahasa Melayu dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7.
Saat itu, bahasa Melayu digunakan juga sebagai bahasa perdagangan oleh para pedagang dari luar Nusantara.
Bukti penggunaan bahasa Melayu juga dapat dijumpai pada beberapa prasasti, seperti prasasti Talang Tuo di Palembang dan prasasti Karang Brahi di Jambi.
Sejarah perkembangan bahasa Indonesia juga dapat disorot pada sejarah zaman Sriwijaya yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pembelajaran budaya hingga penyebaran agama.
Dijelaskan dalam situs Direktorat SMP Kemdikbud, bahasa Melayu ini menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam.
Kemudian bahasa Melayu diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, pedagang, dan kerajaan.
Pada era perjuangan kemerdekaan, bahasa Melayu kemudian dapat diketahui dalam persiapan Kongres Pemuda tahun 1926, di mana para pemuda mempermasalahkan tentang sebutan bahasa persatuan Indonesia.
Semenjak itu kemudian M. Tabrani mengusulkan bahasa Melayu diganti dengan istilah bahasa Indonesia dan disetujui bersama pada 2 Mei 1926.
Fungsi Kedudukan Bahasa Indonesia
Dilansir dari Balai Bahasa Papua, bahasa Indonesia sebagai media berkomunikasi masyarakat memiliki beberapa fungsi berikut:
1. Menjadi lambang kebanggaan bangsa, sebab bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia
2. Bahasa Indonesia menjadi lambang identitas nasional atau jati diri dari penduduk negara Indonesia
3. Menjadi alat perhubungan antar warga, daerah, dan budaya. Melalui bahasa Indonesia makan dapat menghindarkan masalah kesalahpahaman masyarakat majemuk
4. Bahasa Indonesia mempersatukan setiap suku di Indonesia yang memiliki budaya yang berbeda satu sama lain. Sehingga bahasa Indonesia ini memiliki sifat sebagai pemersatu bangsa.
Perkembangan Bahasa Indonesia
Berkaitan dengan sejarahnya, bahasa Indonesia telah mengalami perkembangan dan masuk dalam tiga kategori, antara lain:
1. Bahasa Pemersatu
Bahasa Indonesia diikrarkan para pemuda pada tahun 1928 melalui Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia dalam hal ini telah menjadi bahasa pemersatu yang diterima oleh masyarakat Indonesia.
2. Bahasa Resmi
Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi digunakan sejak ditetapkan pasal 36 UUD 1945 pada 18 Agustus 1945. Hal ini ditandai dengan pembacaan teks proklamasi yang menjadi fase awal bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara.
3. Bahasa Internasional
Bahasa Indonesia lanjut berkembang sebagai bahasa internasional. Hal ini dicanangkan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia yang diadakan di Jakarta pada 28 Oktober sampai 1 November 2018.
Hal ini juga didukung pada UU Nomor 24 Tahun 2009 pasal 44 ayat 1 yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.
Jadi, itulah sejarah Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi nasional dan perkembangannya. Yuk tetap pelajari kebahasaan dan kesusastraan Indonesia!
-
-
-
Ejaan Bahasa Indonesia mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Ditentukan Oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Berikut adalah beberapa aturan umum dalam ejaan Bahasa Indonesia:
§ Huruf dan Angka: Huruf dalam Bahasa Indonesia ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama pada kalimat, nama orang, tempat, atau nama-nama khusus lainnya. Angka ditulis menggunakan angka Arab, bukan huruf.
§ Kapitalisasi: Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama diri (orang, tempat, atau merek dagang), dan judul buku atau karya seni lainnya.
§ Penggunaan Huruf Besar pada Subjek: Huruf kapital digunakan untuk menunjukkan subjek tertentu dalam kalimat, seperti agama, suku, atau aliran pemikiran.
§ Pemenggalan Kata: Dalam Bahasa Indonesia, pemenggalan kata biasanya dilakukan pada akhir baris atau pada pembatasan suku kata, tergantung pada konteksnya.
§ Tanda Baca: Tanda baca yang umum digunakan dalam Bahasa Indonesia antara lain tanda titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kutip (" "), tanda kurung (), dan tanda hubung (-).
§ Tanda Hubung dan Penggunaan: Tanda hubung digunakan untuk menghubungkan kata dalam kata majemuk, menyambungkan angka, atau menulis nomor telepon. Contohnya adalah "rumah-sakit", "panjang 10-15 meter", dan "0852-1234-5678".
§ Penggunaan Apostrof: Apostrof digunakan untuk mempersingkat kata atau menyatakan kepemilikan. Contoh: "Dia adalah mahasiswa yang rajin" dapat dipersingkat menjadi "Dia adalah mahasiswa yang rajin".
§ Penyingkatan Kata: Kata-kata dapat disingkat sesuai dengan aturan yang berlaku, seperti "dr." untuk "dokter", "dll." untuk "dan lain-lain", atau "dsb." untuk "dan sebagainya".
Ini hanya beberapa aturan umum dalam ejaan Bahasa Indonesia. Masih ada banyak aturan lain yang lebih spesifik yang berkaitan dengan penggunaan bahasa secara formal dan informal, serta aspek-aspek tata bahasa yang lainnya.
Keterampilan berbahasa Indonesia meliputi empat aspek utama: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing keterampilan tersebut:
1. **Mendengarkan (Listening)**:
o Kemampuan untuk memahami informasi yang disampaikan secara lisan oleh orang lain.
o Ini melibatkan penggunaan kosakata yang tepat, pemahaman intonasi, kecepatan berbicara, dan konteks percakapan.
o Mendengarkan secara aktif, seperti mengidentifikasi informasi kunci, menyimpulkan isi pesan, dan merespons dengan tepat.
2. **Berbicara (Speaking)**:
o Kemampuan untuk menyampaikan pikiran, ide, dan perasaan secara lisan dengan jelas dan efektif.
o Ini mencakup penggunaan kosakata yang tepat, tata bahasa yang benar, intonasi yang sesuai, dan penggunaan ekspresi wajah serta bahasa tubuh.
o Berlatih percakapan sehari-hari, mengikuti kursus bahasa, atau berinteraksi dengan penutur asli bahasa Indonesia dapat membantu meningkatkan keterampilan berbicara.
3. **Membaca (Reading)**:
o Kemampuan untuk memahami teks tertulis dalam bahasa Indonesia, termasuk artikel, buku, surat kabar, dan lainnya.
o Ini melibatkan pemahaman terhadap makna kata, frasa, kalimat, dan teks secara keseluruhan.
o Membaca secara rutin, mengidentifikasi kata kunci, dan menghubungkan ide-ide dalam teks adalah bagian dari keterampilan membaca yang efektif.
4. **Menulis (Writing)**:
o Kemampuan untuk mengekspresikan pikiran, ide, dan informasi secara tertulis dengan jelas dan teratur.
o Ini mencakup penggunaan tata bahasa yang tepat, struktur kalimat yang baik, penggunaan kosakata yang sesuai, dan organisasi tulisan yang logis.
o Menulis secara teratur, menerima umpan balik, dan memperbaiki kesalahan adalah cara efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis.
Untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, konsistensi dalam berlatih dan eksposur terhadap berbagai jenis teks dan situasi komunikasi sangat penting. Selain itu, mendapatkan umpan balik dari penutur asli bahasa Indonesia atau instruktur yang berkualitas juga dapat membantu Anda memperbaiki keterampilan berbahasa Anda.
-
-
-
Serapan bahasa Indonesia merujuk pada proses peminjaman kata, frasa, atau istilah dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Fenomena ini terjadi karena interaksi budaya, perdagangan, teknologi, dan ilmu pengetahuan antarbangsa. Serapan bahasa merupakan salah satu aspek yang memperkaya dan memperluas kosakata dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh serapan bahasa Indonesia dari berbagai bahasa:
1. **Bahasa Arab**: Contoh serapan dari bahasa Arab termasuk kata seperti "masjid" (dari مسجد, masjid), "surga" (dari سرغا, surga), "Al-Qur'an" (dari القرآن, al-qur'an).
2. **Bahasa Sanskerta**: Banyak kata dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta, seperti "buddha" (dari बुद्ध, buddha), "mimpi" (dari मानसिक, manasika), "sutra" (dari सूत्र, sutra).
3. **Bahasa Belanda**: Kata-kata seperti "meja" (dari tafel), "jendela" (dari venster), "sekolah" (dari school) merupakan contoh serapan dari bahasa Belanda.
4. **Bahasa Inggris**: Banyak kata serapan dari bahasa Inggris digunakan dalam bahasa Indonesia, seperti "komputer" (dari computer), "televisi" (dari television), "internet" (dari internet).
5. **Bahasa Jepang**: Beberapa kata dalam bahasa Indonesia juga berasal dari bahasa Jepang, seperti "karaoke" (dari カラオケ, karaoke), "manga" (dari 漫画, manga), "ramen" (dari ラーメン, ramen).
Dalam proses serapan bahasa, kata-kata asing tersebut sering mengalami penyesuaian dalam pengucapannya dan kadang-kadang bahkan dalam ejaannya agar sesuai dengan aturan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki peran penting dalam menetapkan standar dan regulasi terkait dengan penggunaan kata serapan dalam bahasa Indonesia.
Ragam Bahasa Ilmu, termasuk dalam hal ejaan, merujuk pada penggunaan bahasa yang khusus digunakan dalam konteks ilmiah atau akademis. Ragam ini memiliki aturan dan konvensi tersendiri yang membedakannya dari ragam bahasa sehari-hari. Berikut adalah beberapa karakteristik ragam bahasa ilmu dalam hal ejaan:
1. **Konsistensi**: Ejaan dalam ragam bahasa ilmu cenderung lebih konsisten dan kaku dibandingkan dengan ejaan dalam bahasa sehari-hari. Ini dimaksudkan untuk memastikan keseragaman dan kejelasan dalam penulisan dan komunikasi ilmiah.
2. **Penggunaan Istilah Teknis**: Ragam bahasa ilmu sering menggunakan istilah teknis atau terminologi khusus dalam bidang ilmu tertentu. Ejaan dari istilah-istilah ini haruslah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam disiplin ilmu tersebut.
3. **Pemisahan Kata**: Ejaan dalam ragam bahasa ilmu juga memperhatikan pemisahan kata yang benar, terutama dalam istilah-istilah gabungan atau istilah teknis yang terdiri dari beberapa kata.
4. **Pemakaian Huruf Kapital**: Penggunaan huruf kapital dalam ragam bahasa ilmu dapat bervariasi tergantung pada konvensi dalam bidang ilmu tertentu. Misalnya, dalam judul atau istilah khusus tertentu, huruf kapital mungkin digunakan secara konsisten.
5. **Penggunaan Tanda Baca Khusus**: Dalam beberapa kasus, ragam bahasa ilmu mungkin menggunakan tanda baca khusus, seperti tanda hubung (-) atau tanda kurung ([]), untuk mengklarifikasi atau memperjelas makna dalam teks ilmiah.
6. **Ejaan Adaptif**: Dalam beberapa bidang ilmu, istilah-istilah asing atau kata-kata serapan sering digunakan. Dalam hal ini, ejaan istilah tersebut mungkin mengikuti aturan ejaan bahasa asal atau diadaptasi agar sesuai dengan aturan ejaan bahasa Indonesia.
Penting untuk diingat bahwa aturan ejaan dalam ragam bahasa ilmu bisa berbeda tergantung pada disiplin ilmu yang digunakan. Oleh karena itu, penting bagi penulis dan peneliti untuk memahami konvensi ejaan yang berlaku dalam bidang ilmu mereka masing-masing dan untuk selalu merujuk pada sumber-sumber otoritatif untuk memastikan konsistensi dan keakuratan dalam penulisan ilmiah.
-