Section outline

    • Assalmualaikum wr wb

      Selamat datang pada mata kuliah Metode Riset Bisnis. Selama satu semester anda akan belajar metode riset bisnis dari mulai mendesain, melakukan penelitian lapangan, menganalisis hasil penelitian dan menuliskan hasil penelitian, baik riset kualitatif maupun kuantitatif.

      Mata Kuliah ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis dan praktis tentang proses melakukan penelitian, mulai dari merumuskan persoalan bisnis menjadi persoalan riset, membuat kajian literatur, menyusun model penelitian dan hipotesis, mengoperasionalkan konsep-konsep yang digunakan dalam hipotesis, menyusun instrumen riset, mengambil sampel dan meneliti di lapangan sampai pada menganalisis data hasil penelitian lapangan, termasuk teknik-teknik dalam mencari Gap peneitian 

      Selamat belajar

      Dr. Andi Desfiandi

      Dr. Faurani Santi Singagerda

      http://



    • Hii... Apa kabar

      Kali ini saya akan buka forum tanya jawab mengenai materi Pemahaman Riset Bisnis

      Silahkan anda bisa bediskusi tentang:

      1. Apa Riset bisnis itu? Dan sejauhmana kegunaan riset dalam dunia industri selama ini?

      2. Bagaimanakah menurut and peranan riset dalam pekerjaan/profesi Anda

      3. Bagaimana anda menemukan suatu masalah dalam penelitian yang akan Anda lakukan nantinya 

      4. Mengapa teori dan Informasi sangat penting didalam melakukan penelitian? 

      Waktu diskusi tanggal 18 April 2020 jam 13.00 WIB s/d tanggal 22 April 2020 Jam 13.00 WIB

      Silahkan kita diskusi, terima kasih 


    • Bisnis sekarang ini sudah menjadi sesuatu yang amat kompleks. Berbagai faktor saling berinteraksi dan membuat bisnis menjadi tidak mudah untuk diprediksikan. Atas dasar itu, diperlukan metode yang sistematis dalam mengatasi berbagai persoalan yang muncul dalam bisnis tersebut, yaitu metode riset bisnis.

      Metode Riset Bisnis


      Metode riset bisnis adalah sebuah metode yang sistematis yang berguna untuk meneliti berbagai aspek yang terkait dengan bisnis. Metode ini sebagian besar menggunakan ide penyelesaian yang sama dengan metode riset ilmiah lainnya. Dalam metode tersebut, penjelasan dan langkah-langkah penyelesaian masalah harus logis dan sistematis.
      Logis artinya kesimpulan yang ada harus didasarkan dari fakta-fakta yang ada di lapangan, bukan inspirasi belaka. Sistematis artinya cara kerja penelitian tersebut terstruktur sesuai dengan metode riset ilmiah lainnya.

      Selain itu, riset tersebut harus bisa dibuktikan dan dilakukan ulang oleh orang lain. Pola penarikan kesimpulan dalam riset bisnis dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni deduktif dan induktif. Metode penarikan kesimpulan deduktif dapat dilakukan dengan menarik kesimpulan spesifik dari fakta-fakta umum. Sementara itu, kebalikan dari metode deduktif, metode induktif menarik kesimpulan dari fakta-fakta yang bersifat khusus.

      Misalnya, Anda ingin mengetahui mengapa produktivitas pekerja Anda menurun. Anda mencari fakta-fakta yang bersifat umum, seperti angka output yang dihasilkan oleh pekerja Anda per harinya. Dari situ kemudian dicari mengapa sampai terjadi penurunan tersebut.

      Jenis-Jenis Metode Riset Bisnis


      Menurut jenis datanya, riset bisnis dapat dibagi menjadi dua, yakni riset kualitatif dan riset kuantitatif. Kedua jenis riset tersebut dapat dilakukan tergantung jenis dan tujuan dari riset yang akan dilakukan. Oleh karena itu, perencanaan riset sangat penting untuk dilakukan. Periset akan merencanakan terlebih dahulu mengenai tujuan dan maksud dari penelitiannya.

      Tujuan dan maksud penelitian tersebut kemudian diturunkan ke dalam metode riset yang akan dilakukan. Pada penelusuran metode riset ini, jenis dan kebutuhan data didefisinikan. Berapa jumlah data, siapa saja sampel yang dibutuhkan dalam penelitian, dan jenis data yang akan digunakan harus didefisinikan pada fase ini.

      1. Metode Kualitatif


      Metode riset kualitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data selain data numerik. Artinya, data yang digunakan tersebut tidak mengandung angka. Data yang digunakan misalnya pengelompokan data menjadi beberapa kategori. Contoh penelitian bisnis yang termasuk dalam kategori kualitatif adalah penelusuran apakah konsumen mengetahui produk yang ada di pasaran dan bagaimana pendapat mereka tentang produk tersebut.

      2. Metode Kuantitatif

      Kebalikan dari metode kualitatif, metode kuantitatif menggunakan angka sebagai pendekatan penelitiannya. Data yang biasa digunakan pada jenis penelitian ini biasanya dinyatakan ke dalam angka atau numerik, seperti data rasio.

      Pemasaran Bisnis

      Awali sebuah rencana bisnis dengan rencana awal yang sederhana. Rencana awal tersebut meliputi ringkasan, pernyataan misi, kunci sukses, analisis pasar, analisis keseimbangan dana, dan lain-lain. Hal-hal tersebut merupakan rencana bisnis yang paling sederhana.
      Sebuah rencana bisnis memiliki sebuah standar, yang mengikuti nasihat dari para ahli bisnis, meliputi seperangkat elemen standar, seperti deskripsi perusahaan, produk atau layanan, sasaran pasar, prakiraan, tim manajemen, dan analisis keuangan.

      Sebuah rencana bisnis bergantung pada situasi. Rencana bisnis akan berjalan sebagai mana mestinya bila situasi internal perusahaan dan situasi eksternal mendukung. Keberadaaan para investor atau para penanam modal dapat mempengaruhi kelangsungan sebuah rencana bisnis.

      Dalam membuat rencana bisnis, kita harus tahu dan mengenali keberadaan posisi, tujuan, dan apa yang ingin dicapai dalam usaha yang dibangun tersebut, sehingga kita bisa menuju sukses. Adapun kesuksesan itu ada bahan bakunya. Bahan baku kesuksesan itu adalah kemampuan, usaha, attitude.

      Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran memiliki tujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan konsumen. Selain itu, konsep pemasaran berorientasi pada kebutuhan konsumen. Konsep pemasaran memang berbeda dengan konsep bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk dan penjualan. Konsep pemasaran terdiri atas tiga unsur, yaitu sebagai berikut.

      • Berorientasi kepada konsumen. Dalam manajmen pemasaran, Anda harus melihat sasaran penjualan produk Anda itu seperti apa, sehingga Anda perlu mengenal konsumennya terlebih dahulu.
      • Penyusunan kegiatan pemasaran secara terperinci. Apabila Anda sudah menemukan konsumen atau sasaran pemasaran yang tepat, maka Anda tinggal menyusun strategi penjualan produk tersebut. Rincilah kegiatan pemasaran Anda secara terperinci.
      • Kepuasan konsumen. Jika kegiatan penjualan Anda sudah berjalan, maka Anda perlu mengevaluasi manajemen pemasaran produk Anda, seperti kepuasan konsumen terhadap produk yang Anda jual. Jadi, Anda dapat mengetahui kekurangan produk tersebut, sehingga Anda dapat menyusun strategi agar produk Anda tetap laris dipasaran.

      Manajemen pemasaran pun tak dapat dipisahkan dari empat faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap jalannya suatu manajemen pemasaran. Berikut ini empat faktor yang berpengaruh dalam bisnis marketing.

      1. Product atau produk

      Produk suatu perusahaan terbagi menjadi dua macan, yaitu produk berupa barang (seperti ponsel, motor, dan baju) dan produk yang berbentuk jasa (seperti tabungan, jasa telekomunikasi, atau jasa perawatan tubuh dan spa.

      Dalam konsep produk, dikenal produk premium atau produk yang memiliki ciri khas, fitur unik, dam memiliki kelas tersendiri. Oleh karena itu, produk tersebut memiliki harga yang relative mahal. Sementara di sisi lain, ada juga konsep produk ΓÇ£me tooΓÇ¥, yaitu produk yang didesain sebagai saingan atau imitator dari produk yang telah dulu ada di pasaran.

      Untuk memasarkan sebuah produk, Anda perlu melihat sasaran penjualan produk Anda kepada siapa, di mana, dan kapan. Perlu strategi yang harus Anda lakukan agar produk yang Anda jual laku dipasaran. Meskipun produk yang Anda jual adalah barang imitasi, jika Anda menawarkan produk tersebut kepada konsumen yang tepat, waktu dan tempat yang tepat, maka penjualan produk Anda akan laris manis.

      2. Promotion atau promosi

      Promosi adalah langkah yang perlu dilakukan untuk memperkenalkan produk dan membujuk calon konsumen agar mengeluarkan uang untuk membeli produk yang ditawarkan. Dalam promosi, dikenal dengan adanya istilah promotion mix atau gabungan program promosi yang tergabung dalam empat elemen kunci, yaitu promosi melaui iklan, promosi publikasi, promosi melalui sales promotion, dan promosi melalui personal selling.

      Sebagai seorang konsumen, tentu promosi barang itu sangat mempengaruhinya untuk tertarik membeli sebuah barang. Promosi yang bagus dan menarik dapat menarik perhatian konsumen untuk membelinya. Akan tetapi, promosi juga harus dilakukan pada watu dan tempat yang tepat.

      Jiga Anda mempromosikan sebuah jaket di daerah panas dan pada waktu musim panas, itu kurang tepat. Penjualan barang Anda akan rendah atau bahkan tidak ada yang membeli. Untuk itu, promosi suatu produk juga perlu strategi.

      3. Place atau tempat

      Place atau tempat berarti mengenai tempatr produk yang ditawarkan akan dijual atau dipasarkan. Place menyangkut strategi distribusi yang hendak dilakukan. Ada tiga model distribusi, yakni distribusi eksklusif, distribusi selektif, dan distribusi intensif.

      Distribusi eksklusif adalah memasarkan produk barang dan jasa hanya pada outlet yang terbatas agar menjaga prestise dan reputasi produk yang ditawarkan. Contohnya, Kaos Joger yang dijual dan dipasarkan hanya di satu lokasi atau jam tangan Audemar Piaget yang hanya dipasarkan pada outlet-outlet tertentu.

      Distribusi selektif adalah rangkaian produk yang hanya dijual atau dipasarkan di outlet modern atau pasar modern dan tidak dijual di pasar-pasar tradisional. Sementara itu, distribusi intensif adalah produk yang dipasarkan atau dijual ke seluruh jenis pasar, baik modern maupun tradisional, dan meliputi seluruh wilayah Indonesia.

      4. Pricing atau harga

      Pricing adalah strategi yang menyangkut dalam penetapkan harga produk. Seperti telah dijelaskan di atas untuk produk-produk dengan diferensiasi yang kuat, dapat menetapkan harga premium. Contohnya, motor Harley Davidson atau mobil Porsche. Selain itu, ada produk yang dijual dengan strategi low cost, contohnya jasa telepon yang ditawarkan para operator cdma.

      Penetapan harga  untuk sebuah produk tentunya mempunyai tujuan. Pada dasarnya, ada empat jenis tujuan penetapan harga. Berikut ini tujuan penetapan harga produk oleh sebuah perusahaan atau penjual.

      • Penetapan harga dilakukan untuk menghasilkan laba yang paling tinggi (maksimisasi laba), sehingga perusahaan atau penjual memilih harga produknya yang dapat menghasilkan laba yang besar.
      • Penetapan harga dilakukan untuk mencapai tingkat volume penjualan yang tinggi di dalam sebuah pangsa pasar.
      • Penetapan harga dilakukan untuk membentuk citra perusahaan, seperti dengan menetapkan harga yang tinggi pada produknya dapat membentuk citra perusahaan yang prestisius.


    • Research gap atau celah penelitian adalah hasil dari usaha dalam mengidentifikasi celah atau wilayah pengetahuan yang entah kosong atau perlu diisi dengan pemahaman atau pengetahuan baru melalui penelitian. Wilayah atau celah yang kosong bisa saja berupa topik yang kurang dipahami, atau ada pengetahuan dan informasi yang masih kurang yang menghambat kita dalam menemukan jawaban atau kesimpulan atas sebuah persoalan atau pertanyaan.


      Bagaimana mencari celah penelitian, mari kita saksikan tayanganan sbb: 



    • Pengertian Sitasi

      Sitasi didefinisikan sebagai daftar pustaka dari sejumlah dokumen yang dirujuk atau yang dikutip oleh sebuah dokumen dan setiap daftar pustaka dokumen tersebut dimuat dalam bibliografi dokumen yang mengutip, yang secara khusus  mengkaji  pengarang dan karya-karya lain.

      Sitasi juga dapat diartikan sebagai referensi intelektual ke sumber yang diterbitkan atau tidak diterbitkan dengan mengutip sebuah buku, penulis atau publikasi yang ada untuk mendukung fakta.

      Pengertian Sitasi Menurut Para Ahli

      Adapun definisi sitasi menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

      Diana Hacker dan Nancy Sommers

      Diana Hacker dan Nancy Sommers dalam ΓÇ£A Pocket Style Manual, Eighth EditionΓÇ¥ mengemukakan bahwa sitasi adalah cara yang Anda gunakan untuk menghargai peneliti dan penulis lain ketika Anda menggunakan karya mereka dalam karya tulis Anda.

      Garfield

      Analisis sitiran banyak digunakan dalam kajian bibliometrika karena jelas mewakili subjek yang diperlukan, tidak memerlukan interpretasi, valid dan reliable.

      Guha

      Guha menyebutkan beberapa penggunaan sekunder sitiran, antara lain:

      1. Dipergunakan sebagai bibliografi.
      2. Mempersiapkan daftar peringkat majalah.
      3. Dipergunakan sebagai daftar peringkat.
      4. Mengetahui hubungan penggunaan berbagai bentuk dokumen.
      5. Mengetahui umur penggunaan dokumen.
      6. Mengetahui keterhubungan dan keterkaitan subjekΓÇôsubjek.
      7. Mengetahui asal-usul atau akar dari subjek ilmu.
      8. Kajian sitiran dari abstrak/indeks.

      Macam-Macam Sumber Sitasi yang Dipergunakan

      Konten kutipan dapat bervariasi tergantung pada jenis sumber yang digunakan, yaitu dapat mencakup:

      1. Buku, Judul buku, penerbit, tanggal penerbitan, nomor halaman, Nomor Buku Standar Internasional (ISBN).
      2. Jurnal, Penulis, judul dalam pengertian artikel, judul jurnal, tanggal publikasi, nomor halaman.
      3. Koran, Penulis, judul artikel, nama surat kabar, judul bagian, dan nomor halaman jika diinginkan, tanggal publikasi.
      4. Situs web, Penulis, judul artikel dan publikasi, URL, tanggal ketika situs diakses, Digital Object Identifier (DOI).
      5. Sajak, Garis miring spasi biasanya digunakan untuk menunjukkan baris yang terpisah dari sebuah puisi, dan kutipan tanda kurung biasanya menyertakan nomor baris.

      Seiring dengan informasi khas tentang penulis, tanggal publikasi, judul dan nomor halaman, sitasi juga menyertakan pengidentifikasi unik yang sering digunakan untuk jenis karya referensi tertentu:

      1. Nomor Buku Standar Internasional (ISBN): Digunakan untuk kutipan buku.
      2. Serial Item dan Contribution Identifier (SICI): Digunakan untuk volume tertentu, artikel jurnal, atau bagian lain dari suatu majalah.
      3. Digital Object Identifier (DOI): Digunakan untuk dokumen dan sumber elektronik.
      4. PubMed Identifier (PMID): Digunakan untuk artikel hasil penelitian biomedis.

      Jenis Sitasi

      Sitasi adalah cara untuk memberi penghargaan kepada individu atas karya kreatif dan intelektualnya yang Anda gunakan untuk mendukung laporan penelitian Anda. Ini juga dapat digunakan untuk menemukan sumber-sumber tertentu dan memerangi plagiarisme.

      Gaya sitasi menentukan informasi yang diperlukan dalam kutipan dan bagaimana informasi tersebut dituliskan, serta tanda baca dan pemformatan lainnya. Lalu, bagaimana cara memilih gaya sitasi yang tepat?

      Ada banyak cara mengutip sumber untuk pendekatan penelitian Anda. Gaya sitasi terkadang tergantung pada disiplin akademis yang terlibat. Sebagai contoh:

      1. Gaya APA (American Psychological Association) digunakan dalam bidang Pendidikan, Psikologi, dan Ilmu Pengetahuan
      2. Gaya MLA (Modern Language Association) digunakan dalam bidang Humaniora
      3. Gaya Chicago / Turabia umumnya digunakan dalam Bisnis, Sejarah, dan Seni Rupa.

      Selain ketiga gaya tersebut ada pula jenis gaya lainnya, yaitu:

      Oxford; Harvard; ASA (American Sociological Association); AAA (American Sociological Association); CSE (American Sociological Association); CBE (American Sociological Association).

      Bentuk sitasi umumnya mengacu pada salah satu sistem kutipan yang telah diterima secara umum, seperti yang telah disebutkan di atas, karena konvensi sintaksisnya dikenal luas dan mudah ditafsirkan oleh pembaca. Masing-masing sistem kutipan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Editor sering menentukan sistem kutipan yang akan digunakan.

      Tujuan Sitasi

      Sitasi memiliki beberapa tujuan penting, antara lain adalah sebagai berikut;

      1. Untuk menjunjung tinggi kejujuran intelektual (atau menghindari plagiarisme)
      2. Untuk menghubungkan karya dan ide sebelumnya atau tidak asli dengan sumber yang benar
      3. Untuk memungkinkan pembaca menentukan secara independen apakah bahan yang direferensikan mendukung argumen penulis melalui klaimnya
      4. Untuk membantu pembaca mengukur kekuatan dan validitas materi yang telah digunakan penulis.

      Cara Membuat Sitasi

      Anda dapat menggunakan karya orang lain ke dalam tulisan Anda melalui tiga cara, yaitu:

      Kutipan/Quote (Quotations)

      Kutipan harus sama dengan sumber yang digunakan. Hanya mengutip frasa, baris, atau bagian yang relevan dengan subjek Anda dan tidak mengubah ejaan atau tanda baca dari kutipan aslinya.

      Parafrase (Paraphrasing)

      Parafrase melibatkan Anda dalam penulisan, frasa demi frasa dari sumber Anda tulis kembali menjadi kata-kata Anda sendiri. Bagian Anda harus memiliki panjang yang sama atau lebih pendek dari bagian aslinya. Parafrase berarti penulisan ulang lengkap dari bagian sumber yang digunakan dan bukan hanya penataan ulang kata-kata.

      Meringkas (Summarizing)

      Meringkas termasuk menempatkan ide utama suatu bagian ke dalam kata-kata Anda sendiri. Ringkasan jauh lebih pendek daripada bagian sumber aslinya. Pastikan untuk tidak mengubah arti sebenarnya dari bagian ini sambil meringkas ide utama.

      Secara lebih rinci, berikut ini cara menyusun sitasi berdasarkan tiga gaya sitasi yang paling banyak digunakan, yaitu Gaya APA, MLA, dan Chicago.

      Sitasi Gaya APA

      Ada dua bagian kutipan untuk gaya APA dan gaya lainnya, yaitu bentuk kutipan pendek dalam baris, yang mengarahkan pembaca ke entri penuh di akhir bab atau buku. Kutipan sebaris berbeda dari catatan kaki, yang merupakan catatan yang ditempatkan di bagian bawah halaman.

      Kutipan sebaris (in-line citation), juga disebut kutipan dalam teks yang ditempatkan dalam satu baris teks. Untuk membuat kutipan in-line, kutip nama penulis dan tanggal (dalam tanda kurung) dari artikel, laporan, buku, atau studi, seperti contoh ini dari ΓÇ£A Pocket Style ManualΓÇ¥ menunjukkan:

      Cubuku (2012) berpendapat untuk pendekatan yang berpusat pada kinerja siswa, siswa harus mempertahankan ΓÇ£kepemilikan tujuan dan kegiatan merekaΓÇ¥ (hal. 64).

      Perhatikan bagaimana Anda mencantumkan nomor halaman di akhir kutipan dalam teks dalam tanda kurung diikuti dengan tanda titik (jika di akhir kalimat). Jika ada dua penulis, sebutkan nama belakang masing-masing, seperti berikut ini:

      “Menurut Donitsa-Schmidt dan Zurzovsky (2014), …“

      Jika ada lebih dari dua penulis, tuliskan nama belakang penulis pertama diikuti dengan kata-kata ΓÇ£et al.ΓÇ¥, misalnya:

      Herman et al. (2012) melacak 42 siswa selama periode tiga tahun (hlm. 49).

      Di akhir makalah Anda, lampirkan satu atau lebih halaman untuk menuliskan ΓÇ£ReferensiΓÇ¥. Pembaca makalah Anda kemudian dapat membuka daftar referensi untuk membaca kutipan lengkap untuk setiap karya yang Anda kutip. Sebenarnya ada banyak variasi untuk referensi kutipan tergantung, misalnya, apakah Anda mengutip buku, artikel jurnal, atau cerita dari surat kabar, atau berbagai jenis media, termasuk rekaman audio dan film.

      Kutipan yang paling umum adalah buku. Untuk kutipan seperti itu, tuliskan nama belakang penulis, diikuti dengan koma, diikuti dengan inisial pertama penulis, diikuti dengan titik.

      Anda akan menempatkan tahun buku itu diterbitkan dalam tanda kurung, kemudian judul buku dicetak miring, diikuti oleh titik, tempat penerbitan, diikuti oleh titik dua, dan kemudian penerbit. ΓÇ£A Pocket Style ManualΓÇ¥ memberikan contoh ini:

      Rosenberg, T. (2011). Join the club: How peer pressure can transform the world. New York, NY: Norton.ΓÇï

      Sitasi Gaya MLA

      Gaya MLA sering digunakan dalam tulisan bahasa Inggris dan humaniora. MLA mengikuti gaya kutipan penulis dalam teks, catatan Purdue OWL, situs kutipan, tata bahasa, dan penulisan yang sangat baik yang dioperasikan oleh Universitas Purdue.

      Purdue memberikan contoh kutipan dalam teks ini, yang juga disebut kutipan kurung dalam gaya MLA. Perhatikan bahwa dalam gaya MLA, nomor halaman biasanya tidak muncul kecuali kalimat atau kutipan adalah kutipan langsung dari aslinya, seperti halnya di sini:

      Puisi romantis dicirikan oleh ΓÇ£luapan spontan dari perasaan yang kuatΓÇ¥ (Wordsworth 263).

      Di akhir makalah, lampirkan halaman untuk ΓÇ£Work CitedΓÇ¥ atau halaman yang setara dengan bagian ΓÇ£ReferensiΓÇ¥ dalam gaya APA. Bagian sitasi ΓÇ£Work CitedΓÇ¥ sangat mirip dalam gaya MLA dan APA, seperti dalam contoh karya dengan beberapa penulis dari Purdue OWL:

      Warner, Ralph, et al. How to Buy a House in California. Edited by Alayna Schroeder, 12th ed., Nolo, 2009.

      Tuliskan nama depan penulis dengan gaya MLA; tambahkan koma sebelum ΓÇ£et al.ΓÇ¥; gunakan judul buku, jurnal, atau judul artikel; hilangkan tempat informasi publikasi; ikuti nama penerbit dengan koma; dan cantumkan tanggal publikasi di bagian akhir.

      Sitasi Gaya Chicago

      Chicago adalah yang tertua dari tiga gaya penulisan dan kutipan utama di Amerika Serikat, setelah dimulai dengan penerbitan panduan gaya Chicago pertama pada tahun 1906. Untuk kutipan dalam teks, gaya Chicago, yang berasal dari ΓÇ£Chicago Manual of StyleΓÇ¥ dari University of Chicago Press, cukup sederhana: nama belakang penulis, tanggal publikasi, koma, dan nomor halaman, semua dalam tanda kurung, sebagai berikut:

      (Murav 2011, 219-220)

      Di akhir makalah, masukkan daftar referensi, yang dalam gaya Chicago disebut bibliografi. Buku, jurnal, dan artikel lain dikutip dengan cara yang mirip dengan gaya APA dan MLA.

      Cantumkan nama belakang penulis, koma, dan nama depan lengkap, diikuti dengan judul buku dalam huruf miring, tempat penerbitan, diikuti oleh titik dua, diikuti dengan nama penerbit, koma, dan tanggal publikasi, semua dalam tanda kurung, diikuti oleh koma dan nomor halaman. Kate L. Turabian, dalam ΓÇ£A Manual for WritersΓÇ¥ (versi Chicago untuk mahasiswa), memberikan contoh berikut:

      Gladwell, Malcolm, The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference (Boston: Little Brown, 2000), 64-65.

      Penggunaan Reference Manager dalam Teknik Sitasi

      References Manager atau Citation Management Tools Selain resiko terhadap kemudahan melakukan plagiat akibat budaya copy paste, perkembangan teknologi juga telah memberikan kemudahan bagi para penulis dalam melakukan kutipan atau sitiran melalui berbagai macam program aplikasi. 

      Program aplikasi yang biasa disebut dengan References Manager atau Citation Management Tools ini dapat dengan mudah ditemukan dan digunakan oleh para penulis, baik yang diperoleh secara gratis maupun berbayar.    Beberapa contoh aplikasi atau perangkat lunak tersebut diantaranya adalah: 

      a. Mendeley Reference Manager (www.mendeley.com)

      b. Zotero (www.zotero.org)

      c. EndNote (endnote.com) 

      d. RefWorks (www.refworks.com) 

      e. Reference Manager (www.refman.com) 

      f. CiteULike (www.citeulike.org) 

      Selain untuk membuat kutipan dengan gaya atau model tertentu yang lazim digunakan, aplikasi references manager juga saat ini sudah dikembangkan sehingga para penulis maupun peneliti dapat melakukan kolaborasi dengan penulis atau peneliti lain, mencari sumber informasi dari berbagai sumber seperti eΓÇÉjournal dan eΓÇÉdatabases, hingga mampu memberikan analisis sitiran atau menampilkan statistik sitiran. 

      Aplikasi reference manager sekarang tidak sekedar untuk memudahkan melakukan kutipan tetapi juga untuk mendukung penulis dalam mendapatkan sumber informasi yang valid, baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pengetahuan atau ketrampilan menggunakan reference manager ini menjadi penting dalam rangka manajemen sitiran dan menghindari tindakanΓÇÉtindakan plagiasi pada saat ini. Kalangan akademis termasuk di dalamnya pustakawan harus mempunyai kemampuan setidaknya salah satu dari program reference manager di atas.

      Sumber: 

      1. Barret Library and Information Technology Services (n.d.). What is a Citation. Diakses dari http://www.rhodes.edu/barret/5.1.6_citation.pdf 

      2. Coates Library, Trinity University. (n.d.). Turabian Stye Citations (NotesΓÇÉBibliography). Diakses 4 Juli 2013, dari http://lib.trinity.edu/research/citing/turabiannotes.pdf 

      3. Hunter, J. (n.d.) The Importance of Citation.    Diakses dari http://web.grinnell.edu/Dean/Tutorial/EUS/IC.pdf 

      4. Texas U&M University Library (n.d.) What is a Citation? Diakses dari library.tamu.edu/help/helpΓÇÉyourself/usingΓÇÉmaterialsΓÇÉservices/onlineΓÇÉtutorials/    citingΓÇÉsources/index.html

      Untuk lebih jauh seperti apa itu sitasi dan bagaimana menggunkan Reference Manager silahkan anda bisa lihat pada PPT sebagai berikut: 

       

       



    • Silahkan apabila Anda ingin bertanya bisa masuk ke Forum ini

      Terima kasiih


  • Kajian literatur adalah jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasan  teoritik sebagai pedoman sumber hipotesis, jembatan ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. 

    Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun ΓÇ£petaΓÇ¥ penulisan Karya Tulis Ilmiah tersebut.

    • Untuk mempelajari bagaimana mekanisme riset dalam pemasaran silahkan Anda pelajarai PPt sebagai Berikut:

    • Silahkan anda pelajari tentang design penelitian SDM pada file sbb:


    • faurani Santi singagerda is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

      Topic: business research method (pertemuan ke 3)
      Time: May 15, 2020 08:00 PM Jakarta
      Join Zoom Meeting
      https://zoom.us/j/6127605983?pwd=SFRML1FKTW50elAyMVJWTDliTmJqQT09


      Meeting ID: 612 760 5983
      Password: 2SjnDb

    • Hallo apa kabar,

      Mengingat diskusi kita di kelas Zoom tanggal 15 Mei 2020 menegani pertanyaan apa perbedaan antara Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Maka inilah penjelasan lengkap mengenai perbedaan tersebut. 

      SKRIPSI
      Merujuk kepada pengertian asal skripsi dari Scriptum, (English: Script), maka pengertian skripsi adalah: tulisan ilmiah, untuk membedakannya dari tulisan non-ilmiah seperti: fiksi ataupaun bentuk-bentuk penulisan essai dan opini. Perbedaan yang mendasar dari bentuk-bentuk yang terakhir adalah: tulisan ilmiah sangat terikat secara ketat dengan kaidah-kaidah dan norma-norma penulisan ilmiah.
      Kaidah-kaidah tersebut selain substansi tulisan yang mengupas suatu fenomena dengan memakai acuan teori yang sudah diakui keberadaannya dalam khasanah ilmu pengetahuan, mencakup juga kaidah dalam teknik ΓÇô teknik baku penulisan ilmiah seperti: teknik mengutip, penulisan kepustakaan, penulisan catatan kaki, bentuk outline tulisan, penulisan tabel, singkatan maupun pilihan diksi yang lebih ketat (sedapat mungkin memakai teknik denotative bukan konotatif), dan lain-lain.
      Dengan pengertian sebenarnya yang dipentingkan dari pembuatan skripsi (selain teknik penulisan yang sudah baku) adalah bagaimana si penulis mencoba menjelaskan suatu gejala dengan merujuk kepada satu atau lebih teori. Dari pengertian ini dapat terlihat bahwa bagi suatu karya skripsi yang dipentingkan adalah soal rujukan ilmiahnya. Dengan pengertian ini substansi pengertian skripsi terletak pada usaha untukmenjelaskan (eksplanasi) dan mungkin pemerian yang lebih jelas (deskripsi) suatu gejala.
       .
      Dengan skripsi memang dituntut kemampuan mahasiswa untuk merumuskan penalaran ilmiahnya terhadap suatu gejala, bagaimana gejala itu dicoba untuk dijelaskan dengan suatu rujukan teori dan bagaimana kesimpulan yang diambil dari usaha-usaha untuk menjelaskan gejala tersebut. Bisa jadi penalaran mahasiswa tadi berkembang lebih jauh, untuk mengembangkan suatu posisi ilmiah tertentu (berupa suatu tesis atau hipotesis tertentu) dan dituntut untukdibuktikan lewat suatu penelitian ilmiah yang cukup rumit.
       .
      Tapi menurut kami, skripsi tidak harus dituntut untuk mengembangkan suatu tesis tertentu, sekalian pula dituntut pembuktian hipotesis tadi dengan penelitian empiris yang bisa memakan waktu 6 bulan ΓÇô 1 tahun. Mungkin pada titik ini kita harus menentukan pilihan skripsi tadi harus serta merta berbentuk tulisan ilmiah berupa laporan penelitian. Artinya, apakah skripsi identik dengan penelitian?
      .
      Karena menurut pengertian skripsi pada pengertiannya yang asli, bisa saja jawaban terhadap persoalan ilmiah yang dilontarkan mahasiswabisa dijawab dengan memakai pembuktian teori (ada yang mengatakannya dengan teoritis, atau pembuktiannya lewat analisis yang lebih bersifat kualitatif misalnya? (bisakah misalnya skripsi hanya menganalisis novel Saman dengan memakai teori Jung?). Menurut kami bisa saja, yang penting dalam skripsi adalah kemahiran membedah masalah dengan rujukan teori, dan bagaimana dengan rujukan teori tersebut ΓÇ£tertib berpikir ilmiahΓÇ¥ mahasiswa terlihat dengan jelas.
       .
       .
      TESIS
      Tesis menurut pengertiannya adalah pengajuan suatu proposisi teoritis (tesa), dan lewat pembuatan tesis ini, tesa (academic standpoint) sekaligus harus dibuktikan lewat penelitian ilmiah yang sudah harus lebih advance; tidak lagi sekedar deskripsi tapi layaknya berada pada taraf: theory testing.
       .

      Dengan serta merta kaidah-kaidah teknik penulisan ilmiah seperti yang sudah disebutkan di atas HARUS dikuasai dengan baik. Perbedaan yang mendasar antara skripsi dan tesis adalah: dalam tesis pengajuan suatu tesa (academic standpoint) adalah ROH dari suatu penelitian tesis. Karena maksud dan tujuan pembuktian tesis ini, maka metodologi penelitian yang dipakai untuk membuktikan tesa tadi harus sudah lebih advance, untuk membedakannya dengan penelitian yang dilakukan kalangan-kalangan di luar tuntutan untuk menjadi akademisi ΓÇô survey, riset pemasaran, ataupun lembaga-lembaga pooling.

       .
      .
      TUGAS AKHIR
      Tugas akhir adalah penulisan laporan suatu proyek, yang ditulis bisa oleh satu atau maksimal oleh dua penulis mengenai suatu proyek yang didesain untuk mencoba mencari model pemecahan (problem solving) terhadap suatu permasalahan riil. Tugas akhir bisa berbentuk proyek payung (pelaksanaan proyek bisa berkelompok), namun penulisan laporan akhirnya bisa dipecah dan dikerjakan oleh satu atau dua orang masing-masing.
      Penulisan tugas akhir, praktis kaidah teknisnya juga tunduk pada format penulisan ilmiah seperti skripsi dan tesis. Namun ada perbedaan yang mendasar dari tugas akhir, tugas akhir adalah bukan penelitian ilmiah yang advance untuk menguji suatu tesa, tetapi bagaimana dari suatu pendekatan teoritis yang dipilih bisa diturunkan model-model pemecahan masalah yang langsung diaplikasikan untuk menjawab suatu permasalahan riil di lapangan.
      Jadi concernnya bukan pada pembuktian teori, tapi kepada bagaimana disusun suatu program konkrit, danprogram konkrit itu diaplikasikan pada permasalahan riil. Kadang ΓÇô kadang memang ada unsur penelitian juga dalam tugas akhir, misalnya untuk mengetahui efek dari program, atau berbentuk action research, misalnya.
       .
      .
      DISERTASI
      Suatu disertasi pada hakekatnya adalah pengembangan lebih lanjut dari suatu tesis. Dengan kata lain pengajuan suatu PROPOSIS TEORITIS dan teknik penulisan baku seperti tesis adalah HAL YANG MUTLAK. Namun yang membedakan dari tesis adalah keluasan (ekstensif) dankedalaman (depth) dari pembuktian tesa-nya harus lebih advance. Idealnya suatu disertasi harus lebih dari sekedar pengujian teori, lebih lanjut ia membuka kemungkinan pengajuan suatu terobosan teoritis yang baru. Jadi kalau bisa semacam ΓÇ£theory buildingΓÇ¥. Kalaupun belum memungkinkan dilakukan ΓÇ£theory buildingΓÇ¥, paling tidak ada sesuatu yang ΓÇ£baruΓÇ¥ yang dihasilkan dari suatu karya disertasi. Karenanya metodologi penelitiannya pun harus lebih ΓÇ£advanceΓÇ¥, karena concernnya lebih kepada membuat model teoritis baru.
      .

    • Pada topik ini, kita akan mempelajari tentang teknik pengambilan sampel, dengan berbagai tipe teknik dan contohnya. Teknik pengambilan sampel disesuaikan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. Teknik pengambilan sampel secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu probability sampling dan non-probability sampling.

    • Memilih Topik

      Kemampuan untuk mengembangkan topik penelitian yang baik adalah keterampilan yang penting. Seorang instruktur dapat memberi Anda topik tertentu, tetapi instruktur paling sering mengharuskan Anda memilih topik yang Anda minati. Saat memutuskan suatu topik, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

      1. bertukar pikiran untuk ide

      2. pilih topik yang akan memungkinkan Anda membaca dan memahami literatur 

      3. memastikan bahwa topik tersebut dapat dikelola dan materi tersedia

      4. Buatlah daftar kata kunci

      5. fleksibel

      6. tentukan topik Anda sebagai pertanyaan penelitian terfokus

      7. riset dan baca lebih lanjut tentang topik Anda

      8. Rumuskan pertanyaan-pernyataan  didalam tesis Anda

      Ingatlah bahwa memilih topik yang baik mungkin tidak mudah. Itu harus sempit dan cukup fokus agar menarik, namun cukup luas untuk menemukan informasi yang memadai. Sebelum memilih topik Anda, pastikan Anda tahu seperti apa tugas akhir Anda. Setiap kelas atau instruktur kemungkinan akan membutuhkan format atau gaya proyek penelitian yang berbeda.

      Gunakan langkah-langkah di bawah ini untuk memandu Anda melalui proses memilih topik penelitian.

      Langkah 1: Brainstorming untuk ide

      * Pilih topik yang menarik minat Anda. Gunakan pertanyaan berikut untuk membantu menghasilkan ide topik.

      * Apakah Anda memiliki pendapat yang kuat tentang kontroversi sosial atau politik saat ini

      * Apakah Anda membaca atau melihat berita baru-baru ini yang menarik minat Anda atau membuat Anda marah atau cemas?

      * Apakah Anda memiliki masalah pribadi, masalah, atau minat yang ingin Anda ketahui lebih lanjut?

      * Apakah Anda memiliki makalah penelitian untuk kelas semester ini?

      * Apakah ada aspek kelas yang Anda tertarik pelajari lebih lanjut?

      Lihatlah beberapa situs web berorientasi topikal berikut dan situs penelitian untuk ide.

       - Apakah Anda tertarik dengan peristiwa terkini, pemerintahan, politik, atau ilmu sosial?

                   misal: Coba buka Kompas.com

      - Apakah Anda tertarik dengan kesehatan atau kedokteran?

            mis: Lihat di Healthfinder.gov, Pusat Sumber Daya Kesehatan & Kebugaran atau Perpustakaan Kedokteran Nasional

      - Apakah Anda tertarik dengan Humaniora; seni, sastra, musik?

          misalnya: Jelajahi tautan dari Endowment Nasional untuk Kemanusiaan

      - Untuk bidang studi lain coba:

            misalnya: Scout Report atau situs Web New York Times / College

      Tuliskan kata-kata atau konsep kunci yang mungkin menarik bagi Anda. Bisakah istilah-istilah ini membantu digunakan untuk membentuk topik penelitian yang lebih fokus?

      Hati-hati dengan  ide yang terlalu sering digunakan saat menentukan topik. Anda mungkin ingin menghindari topik seperti, aborsi, kontrol senjata, kehamilan remaja, atau bunuh diri kecuali Anda merasa memiliki pendekatan unik terhadap topik tersebut. Tanyakan kepada instruktur ide-ide apakah Anda merasa mandek atau membutuhkan panduan tambahan.

      Langkah 2: Baca Informasi Latar Belakang Umum

      - Bacalah artikel ensiklopedia umum tentang dua atau tiga topik teratas yang sedang Anda pertimbangkan. Membaca ringkasan yang luas memungkinkan Anda mendapatkan gambaran umum tentang topik tersebut dan melihat bagaimana ide Anda berhubungan dengan masalah yang lebih luas, lebih sempit, dan terkait. Ini juga menyediakan sumber yang bagus untuk menemukan kata-kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan topik. Kata kunci ini mungkin sangat berguna untuk penelitian Anda nanti. Jika Anda tidak dapat menemukan artikel tentang topik Anda, coba gunakan istilah yang lebih luas dan mintalah bantuan dari pustakawan.

      Sebagai contoh, Encyclopedia Britannica Online (atau versi cetak ensiklopedia ini, dalam Koleksi Referensi Perpustakaan Thompson pada Tabel Referensi 1) mungkin tidak memiliki artikel tentang Implikasi Sosial dan Politik Jackie Robinsons yang Menghancurkan Penghalang Warna di Major League Baseball tetapi ada akan ada artikel tentang sejarah bisbol dan tentang Jackie Robinson.

      - Jelajahi Encyclopedia Americana untuk informasi tentang gagasan topik Anda. Perhatikan bahwa kedua ensiklopedia online menyediakan tautan ke artikel majalah dan situs Web. Ini terdaftar di margin kiri atau kanan.

      - Gunakan indeks berkala untuk memindai majalah, jurnal, atau artikel koran terkini tentang topik Anda. Tanyakan pustakawan jika mereka dapat membantu Anda menelusuri artikel tentang topik yang Anda minati.

      - Gunakan mesin pencari Web. Google dan Bing saat ini dianggap sebagai dua mesin pencari terbaik untuk menemukan situs web tentang topik tersebut.

      Langkah 3: Fokus pada Topik Anda

      Penglolaan Topik

      Suatu topik akan sangat sulit untuk diteliti jika terlalu luas atau sempit. Salah satu cara untuk mempersempit topik luas seperti "lingkungan" adalah membatasi topik Anda. Beberapa cara umum untuk membatasi topik adalah:

      - berdasarkan wilayah geografis

      Contoh: Masalah lingkungan apa yang paling penting di Amerika Serikat Barat Daya

      - berdasarkan pendekatan budaya

      Contoh: Bagaimana lingkungan sesuai dengan pandangan dunia Navajo?

      - berdasarkan waktu:

      Contoh: Apa masalah lingkungan paling menonjol dalam 10 tahun terakhir?

      - berdasarkan ketepatan waktu dan disiplin

      Contoh: Bagaimana kesadaran lingkungan mempengaruhi praktik bisnis saat ini?

      - berdasarkan kelompok populasi

      Contoh: Apa efek pencemaran udara terhadap warga senior?

      Ingatlah bahwa suatu topik mungkin terlalu sulit untuk diteliti jika itu juga:

      - adanya keterbatasan secara lokal - Topik khusus ini hanya dapat dibahas di koran-koran (lokal) ini, jika ada.

      Contoh: Sumber pencemaran apa yang memengaruhi pasokan air Daerah Genesee?

      - Topik terkini  - Jika suatu topik cukup baru, artikel buku atau jurnal mungkin tidak tersedia, tetapi koran atau majalah artikel interdisipliner -Contoh: Bagaimana lingkungan dapat berkontribusi pada budaya, politik, dan masyarakat negara-negara Barat?

      -  Kepopuleran - Anda hanya akan menemukan artikel yang sangat populer tentang beberapa topik seperti tokoh olahraga dan selebriti dan musisi terkenal.

      Jika Anda memiliki kesulitan atau pertanyaan dengan memfokuskan topik Anda, diskusikan topik tersebut dengan instruktur Anda, atau dengan pustakawan

       Langkah 4: Buat Daftar Kata Kunci yang Berguna

      Melacak kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan topik Anda, caranya:

      - Cari kata-kata yang paling menggambarkan topik Anda

      - Carilah topik ketika membaca artikel ensiklopedia dan latar belakang dan informasi umum

      - Temukan istilah yang lebih luas dan lebih sempit, sinonim, konsep kunci untuk kata kunci untuk memperluas kemampuan pencarian Anda

      - Catatkembali kata-kata tersebut dan gunakan nanti ketika mencari basis data dan katalog

      Langkah 5: Bersikap Fleksibel

      Adalah umum untuk memodifikasi topik Anda selama proses penelitian. Anda tidak pernah bisa yakin dengan apa yang Anda temukan. Anda mungkin menemukan terlalu banyak dan perlu mempersempit fokus Anda, atau terlalu sedikit dan perlu memperluas fokus Anda. Ini adalah bagian normal dari proses penelitian. Saat meneliti, Anda mungkin tidak ingin mengubah topik Anda, tetapi Anda dapat memutuskan bahwa beberapa aspek lain dari topik itu lebih menarik atau dapat dikelola.

      Langkah 6: Tentukan Topik Anda sebagai Pertanyaan Penelitian yang Berfokus

      Anda akan sering mulai dengan sebuah kata, mengembangkan minat yang lebih terfokus pada aspek sesuatu yang berkaitan dengan kata itu, kemudian mulai memiliki pertanyaan tentang topik tersebut.

      Sebagai contoh:

            Gagasan = Frank Lloyd Wright atau arsitektur modern

            Pertanyaan dalam Penelitian = Bagaimana Frank Lloyd Wright mempengaruhi arsitektur modern?

           Pertanyaan Penelitian Terfokus = Apa prinsip desain yang digunakan oleh Frank Lloyd Wright yang umum di rumah kontemporer?

      Langkah 7: Penelitian dan Baca Lebih Lanjut Tentang Topik Anda

      Gunakan kata-kata kunci yang telah Anda kumpulkan untuk meneliti katalog, basis data artikel, dan mesin pencari Internet. Temukan informasi lebih lanjut untuk membantu Anda menjawab pertanyaan penelitian Anda.

      Anda perlu melakukan riset dan membaca sebelum memilih topik akhir Anda. Bisakah Anda menemukan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda? Ingat, memilih topik adalah bagian penting dan kompleks dari proses penelitian.

      Langkah 8: Merumuskan Pernyataan Tesis

      Tulis topik Anda sebagai pernyataan tesis. Ini mungkin jawaban untuk pertanyaan penelitian Anda dan / atau cara untuk secara jelas menyatakan tujuan penelitian Anda. Pernyataan tesis Anda biasanya berupa satu atau dua kalimat yang menyatakan dengan tepat apa yang harus dijawab, dibuktikan, atau apa yang akan Anda informasikan kepada audiens tentang topik Anda.

      Pengembangan tesis mengasumsikan ada bukti yang cukup untuk mendukung pernyataan tesis. Misalnya, pernyataan tesis dapat berupa: Prinsip-prinsip desain Frank Lloyd Wright, termasuk penggunaan detail ornamennya dan rasa ruang dan teksturnya membuka era baru arsitektur Amerika. Karyanya telah memengaruhi desain hunian kontemporer.

      Judul makalah Anda mungkin tidak persis sama dengan pertanyaan penelitian atau pernyataan tesis Anda, tetapi judul tersebut harus dengan jelas menyampaikan fokus, tujuan, dan makna penelitian Anda. Misalnya, judulnya adalah: Frank Lloyd Wright: Prinsip Utama Desain Untuk Rumah Modern

      Ingatlah untuk mengikuti instruksi spesifik dari instruktur Anda.


    • SOAL 

      1.      Jelaskan apakah fungsi dan sejauh mana peranan riset dalam dunia industry dan bisnis? Dan mengapa seorang manajer/pimpinan harus melakukan riset dalam menjalankan usahanya? (bobot 15 persen)

       2.      Bagaimanakah pandangan anda mengenai prosedur-prosedur dan Langkah-langkah dalam penelitian, apakah perlu dilaksanakan serta jelaskan tentang langka-langkah penelitian yang sebaiknya harus dilakukan (berikan alasan dan argumentasi anda). (Bobot 15 persen)

       3.      Bagaimana keterkaitan antara design penelitian terhadap pengambilan keputusan manajemen? (bobot 10 persen)

       4.      Bagaimana anda menentukan permasalahan dalam rangka mengangkat suatu fenomena yang anda ketahui/amati disekitar anda sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan/diteliti? Dan jika suatu ketika seorang periset sibuk mencari topik penelitian, setelah mendapatkan topik lalu peneliti melaksanakan riset  tanpa penetapan masalah terlebih dahulu. Menurut saudara apakah tindakan itu sudah tepat?  Berikan komentar saudara! (bobot 25 persen)

       5.      Terkait jumlah sampel dalam penelitian secara sederhana kita meyakini bahwa  semakin besar jumlah sampel yang digunakan, maka hasil riset dapat semakin dipercaya.  Apakah Anda setuju dengan pernyataan itu ataukah ada pendapat lain? Coba Anda  berikan penjelasan dan alasan saudara (baik anda setuju ataupun tidak setuju terhadap pernyataan di atas! (bobot 20 persen)

      Catatan: 

      1. Untuk jawaban bisa anda kerjakan mulai hari ini, mulai submit jawaban hari Jumat tanggal 19 Juni 2020 pukul 18.30 wib sd hari Jumat 26 Juni 2020 pukul 18.30 wib

      2. Tulis Nama dan NPM anda pada lembar jawaban dengan format file pdf, atau doc 

      TERIMA KASIH DAN TETAP SEMANGAT


    • Pengertian Data Penelitian


      Data adalah setiap informasi yang telah dikumpulkan, diamati, dihasilkan atau dibuat untuk memvalidasi temuan penelitian yang mengandung orisinalitas (Sekaran, 2016). Bahkan Data merupakan materi mentah yang membentuk semua laporan penelitian (Dempsey &  Dempsey, 2002: 76).  Berdasarkan penjelasan para pakar di atas, maka dalam artikel kali ini, penulis akan menyebutkan istilah data sebagai data penelitian.

      Pengertian Data dalam arti luas adalah sekumpulan informasi yang dapat diuat, diolah, dikirimkan dan di analisis. Namun apabila kita mau mengartikan data dalam arti sempit konteks penelitian, maka yang dimaksud dengan data adalah data penelitian. Untuk pengertian yang kedua tersebut, maka sebaiknya kita merujuk kepada data definisi penelitian yang sudah dikemukakan oleh para pakar di atas.

      Klasifikasi Data Penelitian

      Data Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat, sumber, dan juga skala pengukurannya. Berikut di bawah ini akan kami jelaskan satu persatu tentang klasifikasi data penelitian:

      Berdasarkan sifatnya:

      1) Data kuantitatif: data yang berupa angka-angka. Misalnya berat badan, luas rumah, tinggi badan, nilai IQ, dll.

      2) Data kualitatif: data yang berupa kata-kata atau pernyataan- pernyataan. Dapat pula diartikan sebagai data kategorik, karena memang biasanya berupa kategori atau pengelompokan-pengelompokan berdasarkan nama atau inisial tertentu. Misalkan: Kelompok PNS, Petani, Buruh, Wiraswasta, dll.

      Data Berdasarkan sumbernya

      Berdasarkan sumbernya, data diklasifikasikan antara lain:

      Data primer

      Data primer adalah data yang diperoleh langsung pihak yang diperlukan datanya.

      Data sekunder

      Data Sekunder adalah data yang tidak diperoleh langsung dari pihak yang diperlukan datanya.

      Data Berdasarkan Skala Pengukurannya

      Berdasarkan skala pengukuruannya, data diklasifikasikan antara lain:

      Data yang merupakan hasil pengukuran variabel penelitian, memiliki jenis skala pengukuran sebagaimana yang terdapat pada variabel penelitian. Dengan demikian berdasarkan tinjauan ini, data dapat dibedakan menjadi antara lain:

      Data Nominal

      Data nominal adalah salah satu jenis data kualitatif, dimana berupa kategori yang diantara kategori tersebut tidak ada perbedaan derajat yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. Misalkan: Jenis kelamin perempuan dan laki-laki, dimana laki-laki belum tentu lebih tinggi dari pada perempuan, begitu pula sebaliknya.

      Data Ordinal

      Data ordinal hampir sama dengan data nominal, hanya saja ada perbedaan derajat lebih tinggi dan lebih rendah. Misalnya: Pendidikan, dimana pendidikan perguruan tinggi lebih tinggi dari pada SMA, dan sebaliknya pedidikan SMA lebih rendah dari pada perguruan tinggi.

      Data Interval

      Data interval adalah data yang termasuk kelompok data kuantitatif, dimana berupa angka-angka yang didalamnya dapat dilakukan operasi matematika serta urutan antara satu data dengan data lainnya mempunyai rentang yang sama. Misalnya: Nilai ujian, dimana dikatakan berurutan dengan rentang yang sama yaitu setelah angka 1 kemudian 2 kemudian 3 dst. Serta dikatakan dapat dilakukan operasi matematika, adalah misalkan: angka 1 dapat dikalikan dengan angka 2 dan hasilnya adalah 2.

      Ciri khas penting lainnya adalah, data interval tidak mempunyai angka 0 absolut dan 100 absolut secara bersamaan atau dalam arti lain tidak bisa dipastikan peresentase antara satu data dengan keseluruhan data. maksudnya 0 absolut misalkan nilai ujian. Secara akal sehat, tidak mungkin ada nilai ujian kurang dari 0. Sedangkan 100 absolut misalkan juga nilai ujian, secara akal sehat tidak mungkin ada nilai ujian lebih dari 100. jadi data interval contohnya adalah berat badan, dimana tidak bisa dipastikan berapa sebenarnya nilai tertinggi berat badan. Bisa jadi orang punya berat bada puluhan kilo, ratusan atau bahkan ribuan kilo.

      Data Rasio

      Data rasio adalah data yang sebenarnya sama dengan data iterval, namun bedanya adalah data rasio dapat dibuat persentase karena ada nilai 0 dan 100 absolut. Seperti yang sudah dibahas di atas, yaitu misalnya nilai ujian yang mempunyai batasan nilai 0 sampai 100. Jika seorang siswa mendapatkan nilai 25, dapat diartikan nilai tersebut adalah 25% dari nilai maksimal 100.

    • Secara dasar penelitian dapat dibagi menjadi 2 yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif, nah di sini akan lebih banyak lagi yang dapat kamu ketahui selain itu. Berikut adalah beberapa macam penelitian yang eksis hingga saat ini.

      Eksperimen

      Penelitian eksperimen adalah jenis penelitian percobaan yang berupaya mengisolasi serta kontrol di masing-masing situasi-situasi yang sesuai dengan situasi yang hendak diteliti lalu mengamati pada efek maupun pengaruh saat pT conditional sentence memanipulasi kondisi kondisi tersebut.

      Jenis penelitian eksperimen terbagi atas 4 jenis yaitu pre experimental design, true experimental design, quasy experimental dan design faktorial desain

      Deskriptif

      Penelitian deskriptif adalah sebuah metode penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang ada yang masih terjadi sampai saat sekarang atau waktu yang lalu jenis penelitian ini berbeda dengan eksperimen sebab tidak melakukan perubahan terhadap variabel variabel bebas mendeskripsikan suatu situasi alakadarnya

      Korelasional

      Jenis penelitian korelasi ialah sebuah penelitian yang meliputi kegiatan pengumpulan data memilih dan menentukan menentukan antara hubungan serta tingkat hubungan dua variabel maupun lebih

      Keberadaan hubungan serta tingkat variabel sangatlah penting sebab dengan mengetahui lebih lanjut mengenai tingkat hubungan yang ada, peneliti bisa memuaskannya sesuai dengan tujuan penelitian. 

      Penelitian kausal komparatif atau penelitian ex post facto adalah suatu penelitian empiris artis yang mana yang mematikan kreativitas dengan langsung sebab adanya variabel tersebut sudah terjadi. Beberapa kegiatan pendekatan dasar bahasa komparatif yaitu berbagai aktivitas peneliti yang dimulai dari meneliti efek variabel satu pada variabel yang lain lalu dia berupaya mencari menemukan kemungkinan variabel penyebabnya

      Penelitian komparatif melakukan perbandingan antara situasi masa lampau dengan masa saat sekarang maupun juga kondisi-kondisi paralel yang tidak sama terlebih lagi jika peneliti tidak mempunyai pengendalian terkait situasi yang akan identifikasi

      Penelitian Evaluasi

      Penelitian evaluasi adalah suatu jenis penelitian yang memiliki tujuan untuk mengecek proses berlangsungnya sebuah logam dan juga di waktu yang sama menerangkan fakta-fakta yang sifatnya Kompleks menyeluruh dan termasuk pada program. Contohnya ialah keefektifitasan kemenarikan suatu program serta efensiesian.

      Simulasi

      Penelitian simulasi adalah jenis penelitian yang memiliki tujuan untuk mencari suatu gambaran lewat suatu sistem dengan skala kecil maupun sederhana yang mana pada sistem tersebut akan diterapkan manipulasi atau pengendalian untuk mendapatkan pengaruhnya. Penelitian ini hampir sama jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental, adapun perbedaannya ialah pada penelitian simulasi memerlukan suatu lingkungan yang sangat mirip dengan keadaan yang asli.

      Survei

      Penelitian survei diaplikasikan guna mengoleksi informasi maupun data mengenai populasi yang besar dengan memakai sampel yang relatif kecil. Populasi bisa mengikuti dan berhubungan dengan instansi lembaga orang organisasi maupun unit-unit kemasyarakatan dan sebagainya namun sumber paling utamanya ialah orang.

      Studi Kasus

      Studi kasus adalah penggalian secara mendalam sistem berita contohnya acara aktivitas proses atau individu yang sesuai didasarkan pada pengoleksian data yang luas cakupannya luas studi kasus meliputi investigasi kasus yang bisa diartikan sebagai sebuah intensitas maupun objek studi yang dipisah dan terbatas dalam perihal tempat waktu maupun batas-batas fisik

      Sangat krusial untuk dimengerti bahwasanya kasus bisa berbentuk program individu sekolah kegiatan ruang kelas maupun kelompok. Sesudah kasus dimaknai secara jelas maka peneliti melakukan penyelidikan dengan mendalam pada umumnya memakai sejumlah metode pengumpulan data misalnya observasi lapangan wawancara dan dokumentasi

      Teori Dasar

      Antori Dasar adalah suatu pendekatan yang memastikan peneliti guna menemukan serta mengembangkan teori yang relevan dengan studi fenomena. Dengan mengaplikasikan grounded theory atau teori dasar peneliti secara sengaja mencari peserta yang menghadapi fenomena yang lagi dikaji mengidentifikasi data meliputi dokumen wawancara serta catatan.

      Melakukan pendekatan fenomena yang hendak dikaji tanpa disertai prasangka pengertian.

      Etnografi

      Etnografi adalah kegiatan analisa secara mendalam dari kelompok sosial pada umumnya melakukan pengumpulan data observasi wawancara serta dokumen jenis penelitian ini membangun karakter tingkah laku serta kepercayaan dari suatu kelompok dari masa ke masa venografi mungkinkan peneliti ikut serta mentah menjadi pengamat atau peserta aktif dan masakan waktunya Interaksi yang relatif lama dengan kelompok yang hendak dikaji

      Cultural

      Jenis penelitian kultural atau Budaya adalah suatu penelitian yang diaplikasikan terhadap objek berbentuk unsur maupun fenomena fenomena budaya dengan memakai perangkat metodologis yang terdapat pada ilmu pengetahuan budaya.

      Historis

      Penelitian historical adalah suatu jenis penelitian yang mempunyai tujuan guna mendeskripsikan fakta serta mengambil kesimpulan terkait kejadian atau fenomena masa lampau.

      Data utama dari penelitian ini sejarah data yang sifatnya historis contohnya diantara kalangan arkeolog memakai Sumber data seperti dokumentasi mengenai masa lalu

      Etnologi

      Teknologi adalah jenis penelitian yang terpusat pada tingkah laku manusia peneliti lebih cenderung memakai penafsiran langsung terhadap perilaku subjek yang hendak dikasi dibandingkan melakukan tafsiran dari segi teoritis.

      Tesis penelitian ini seorang peneliti harus cara agar tidak nampak sebagai peneliti sebab jika tidak begitu maka interpretasi atas data yang diperoleh dari responden bisa terpengaruh.

    • Variabel Penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh seorang peneliti dengan tujuan untuk dipelajari sehingga didapatkan informasi mengenai hal tersebut dan ditariklah sebuah kesimpulan.

      Variabel merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian, karena sangat tidak memungkinkan bagi seorang peneliti melakukan penelitian tanpa variabel.

      Sebagian besar ahli mendefinisikan variabel penelitian sebagai kondisi-kondisi yang telah dimanipulasi, dikontrol, atau diobservasi oleh seorang peneliti dalam sebuah penelitiannya.

      Sebagian ahli juga mendefiniskan bahwa yang dinamakan variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam sebuah penelitian. Dari dua pengertian di atas, bisa diartikan bahwa variabel penelitian meliputi faktor-faktor yang berperan ketika proses penelitian itu sendiri.

      Variabel penelitian ini sangat ditentukan oleh landasan teoritis dan kejelasannya yang ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Oleh karena itu, jika landasan teori dalam suatu penelitian berbeda, maka akan berbeda pula hasil variabelnya.

      Jenis-jenis Variabel Penelitian

      Menurut sifatnya, variabel ini dapat dibedakan menjadi 5 yaitu: Sifat variabel, hubungan antar variabel, urgensi pembukaan instrumen, dan tipe skala pengukuran. Berikut penjelasannya.

      2.1. Hubungan antar Variabel

      Jenis Variabel Bebas (Independent Variable)

      Variabel ini mempunyai pengaruh atau menjadi penyebab terjadinya perubahan pada variabel lain. Sehingga bisa dikatakan bahwa perubahan yang terjadi pada variabel ini diasumsikan akan mengakibatkan terjadinya perubahan variabel lain.

      Contoh, jika dalam sebuah penelitian dinyatakan akan berusaha mengungkap ΓÇ£pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi mahasiswaΓÇ¥ maka variabel bebasnya adalah ΓÇ£motivasi belajarΓÇ¥. Disebut variabel bebas karena variabel ini tidak bergantung pada variabel lain. Sedangkan variabel ΓÇ£prestasi belajarΓÇ¥ bergantung dan dipengaruhi oleh variabel ΓÇ£motivasi belajarΓÇ¥.

      Variabel bebas atau independent ini juga biasa disebut sebagai variabel stimulus, pengaruh dab prediktor. Di dalam pemodalan persamaan struktural, variabel bebas disebut sebagai variabel eksogen.

      Jenis Variabel Terikat (Dependent Variable)

      Variabel terkait atau dependent adalah variabel yang keberadaannya menjadi suatu akibat dikarenakan adanya variabel bebas. Disebut variabel terkait karena kondisi atau variasinya terkait dan dipengaruhi oleh variasi variabel lain.

      Selain itu ada juga sebutan lain yaitu variabel tergantung, karena variasinya tergantung pada variasi variabel lain. Kemudian ada juga yang menyebut variabel output, kriteria, respon, dan indogen.

      Contoh variabel dependent: Aapabila seorang peneliti hendak mengungkap ΓÇ£pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswaΓÇ¥ maka yang menjadi variabel terikatnya adalah ΓÇ£prestasi belajar siswaΓÇ¥. Variabel ini dinamakan sebagai variabel terikat karena tinggi dan rendahnya prestasi siswa itu tergantung variabel motivasi belajarnya.

      Jenis Variabel Kontrol (Control Variable)

      Jenis variabel ini merupakan variabel yang dibatasi dan dikendalikan pengaruhnya sehingga tidak berpengaruh pada gejala yang sedang diteliti, dengan kata lain yaitu dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

      Dalam beberapa penelitian variabel ini tidak dinyatakan secara eksplisit, tetapi lebih ke penelitian yang sifatnya eksperimental. Variabel ini dibutuhkan pengendalian yang sifatnya sangat penting. 

      Hal sedemikian rupa dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kompleksitas permasalahan yang sedang diteliti. Selain digunakan untuk penelitian eksperimental, variabel kontrol juga sering dipakai peneliti apabila hendak melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan.

      Contohnya, pengaruh metode belajar terhadap prestasi belajar siswa. Variabel bebas dalam variabel ini adalah metode mengajar, sedangkan variabel terikatnya adalah pretasi belajar sisiwa.

      Variabel yang ditetapkan sama yaitu mata pelajaran yang sama misal, pelajaran kimia. Dengan adanya penetapan variabel kontrol tersebut maka dampak besarnya pengaruh mengajar terhadap prestasi belajae sisiwa bisa diketahui lebih pasti

      2.2. Sifat Variabel

      Variabel ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

      Jenis Variabel Dinamis

      Pengertian variabel dinamais yaitu suatu variabel yang bisa diubah naik keadaan maupun karakteristiknya. Variabel ini memungkinkan untuk dilakukan manipulasi atau perubahan sesuai dengan tujuan yang diinginkan peneliti.

      Perubahan tersebut dapat berupa peningkatan atau penurunan. Seperti contoh, prestasi belajar, motivasi belajar, kinerja pegawai, dan lain-lain

      Jenis Variabel Statis

      Variabel statis adalah variabel yang mempunyai sifat yang tetap dan tidak dapat diubah, baik keberadaan maupun karakteristiknya. Dalam kondisi normal sifat-sifat tersebut sulit untuk diubah.

      Contoh seperti, status sosial ekonomi, tempat tinggal, jenis kelamin, dan lain-lain.

      2.3. Urgensi Faktual

      Bedasarkan penting atau tidaknya sebuah instrumen dalam mengumpulkan data, maka dapat dibedakan menjadi 2 yaitu variabel konseptual dan faktual, berikut penjelasannya:

      Variabel Konseptual

      Dinamakan variabel konseptual karena variabel ini tidak terlihat secara fakta dan tersembunyi dalam suatu konsep. Variabel konsep hanya bisa diketahui berdasarkan indikator yang tampak.

      Contoh variabel konsep adalah, motivasi belajar, minat, konsep diri, bakat, kinerja, dan lain-lain. Karena tersembunyi di dalam konsep, maka keakuratan data yang terdapat pada variabel konsep tergantung keakuratan indikator dari beberapa konsep yang sudah dikembangkan oleh peneliti.

      Variabel Faktual

      Berbeda dengan yang di atas, variabel ini merupakan variabel yang ada di dalam faktanya. Contoh yang dapat kamu lihat dalam variabel ini adalah, gen, usia, asal daerah/sekolah, agama, pendidikan, dan lain-lain.

      Karena sifatnya yang faktual, maka apabila terjadi kesalahan dalam pengumpulan data itu bukanlah kesalahan instrumen akan tetapi respondennya, misal si responden tidak jujur atau terdapat sifat-sifat buruk pada responden itu sendiri.

      2.4. Tips Skala Pengukur

      Ada sekitar 4 tingkatan dalam variabel ini yaitu: Nominal, interval, dan rasio, berikut penjelasannya:

      Variabel Nominal

      Variabel nominal adalah, variabel yang hanya bisa dikelompokkan terpisah secara kategori dan diskrit. Variabel nominal bisa disebut juga dengan variabel diskrit. Dilihat dari namanya nominal atau nomi mempunyai arti nama, hal ini menunjukkan bahwa tanda atau label hanya digunakan untuk membedakan antar variabel.

      Contoh dari variabel ini yaitu: Gender, agama, wilayah, dan lain-lain. Variabel nominal juga merupakan variabel yang memiliki variasi paling sedikit.

      Variabel Ordinal

      Variabel ordinal yaitu variabel yang memiliki variasi perbedaan, tingkatan, urutan, namun tidak memiliki kesamaan jarak perbedaan dan tidak bisa dibandingkan. Pada urutan ini tergambar adanya gradasi atau sebuah tingkatan, namun itu semua tidak bisa diketahui secara pasti.

      Contohnya yaitu peringkat dalam kejujuran, di mana selisih yang menggambarkan jarak pencapaian skor/pretasi juara 1, 2, 3, dan seterusnya tidak dipermasalahkan.

      Variabel Interval

      Berbeda lagi dengan variabel-variabel di atas, skala variabel jenis ini dapat dibedakan, bertingkat dan memiliki jarak yang sama dari satuan hasil pengukuran, namun kesamaan tersebut sifatnya tidak bisa dibandingkan dan tidak mutlak.ΓÇÖ

      Contoh interval, penerimaan raport dari hasil belajar diberikan angka 4, 5, 6 , 7, 8, 9, 10 dan seterusnya. Skala penilaian dari angka 1 – 10 memiliki satuan 1 per unit. Jarak angka 4 ke 5 sama saja dengan jarak 5 ke 6…. dan seterusnya.

      Namun angka tersebut tidak memiliki arti perbandingan, dalam artian bahwa angka 4 yang didapatkan oleh seorang siswa itu tidak berarti bahwa kepintaran siswa setengah lebih baik dari siswa yang mendapat angka 8.

      Variabel Rasio

      Variabel rasio adalah variabel yang memiliki skor dan bisa dibedakan, diurutkan, adanya persamaan jarak perbedaan, dan dapat dibandingkan.

      Contohnya, tinggi badan, seseorang yang tinggi badannya 50 cm adalah setengah dari orang yang tinggi badannya 100 cm.

      2.5. Penampilan Waktu Pengukuran

      Dalam waktu pengukuran variabel dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: Variabel maksimalis dan tipikalis. Simak di bawah ini.

      Variabel Maksimalis

      Variabel maksimalis adalah, variabel yang ketika proses pengumpulan data, ada dorongan terhadap responden agar menunjukkan penampilan maksimal. Contohnya, kreativitas, bakat, pretasi dll.

      Variabel Tipikalis

      Variabel tipikalis adalah variabel yang ketika peroses pengumpulan data tidak ada dorongan terhadap responden dalam menunjukkan penampilan secara maksimal, namun lebih kepada jujur diri terhadap variabel yang diukur.

      Contohnya yaitu: Minat, kepribadian, sikap terhadap pelajaran tertentu dll. 

    • Apa yang dimaksud dengan Populasi dan Sampel? Secara simpelnya, Populasi ada keseluruhan subjek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi tersebut. Mari kita bahas dalam artikel kali ini secara detail dan gamblang tentang Populasi dan Sampel tersebut serta perbedaan diantara keduanya. Perbedaan Populasi dan Sampel harus dipahami secara jelas agar tidak salah saat para peneliti melakukan penelitian. Oleh karena itu penting untuk memahami populasi dan sampel di dalam konteks Metodologi Penelitian.

      Pengertian Populasi Adalah:

      Apa yang dimaksud dengan Populasi? Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dst. (Djarwanto, 1994: 420).

      "<yoastmark

      Menurut Sugiyono (1997: 57), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan pengertian populasi menurut Uma Sekaran (2011:64) adalah keseluruhan kelompok orang, peristiwa, atau hal yang ingin peneliti investigasi.

      Berdasarkan pengertian dari kedua pendapat pakar tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek yang diteliti.

      Pengertian Sampel

      Apa yang dimaksud dengan sampel? Sampel disebut juga contoh. Berdasarkan pakar atau ahli, ΓÇ£sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak ditelitiΓÇ¥ (Djarwanto, 1994:43).

      Menurut Sugiyono (2014:120), Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila jumlah populasi besar dan tidak mungkin dilakukan dalam penelitian terhadap seluruh anggota populasi maka dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

      Ini berarti bahwa pengukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan suatu penelitian. Selain itu juga diperhatikan bahwa sampel yang dipilih harus menunjukkan segala karakteristik populasi sehingga tercermin dalam sampel yang dipilih, dengan kata lain sampel harus dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya atau mewakili (representatif). Sampel dalam penelitian ini adalah para karyawan

      Perbedaan Populasi dan Sampel

      Populasi dan Sampel Adalah Seperti Organisme dan Organ

      Berdasarkan gambar ilustrasi populasi dan sampel diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa populasi itu seperti sebuah organisme, sedangkan sampel adalah organ. Jadi, sampel adalah bagian yang tidak terpisahkan dari populasi. Dan sampel dalam hal ini haruslah dapat mewakili karakteristik dari keseluruhan populasi.

      Harapannya adalah, jika kita melakukan penelitian pada sampel, maka hasilnya harus dapat digunakan sebagai generalisasi bagi keseluruhan populasi.

      Kriteria Sampel

      Ada dua kriteria sampel yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Penentuan kriteria sampel diperlukan untuk mengurangi hasil peneliian yang bias.

      Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 2003: 96). Sedangkan yang dimaksud dengan Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab-sebab tertentu (Nursalam, 2003: 97).

      Sebab-sebab yang dipertimbangkan dalam menentukan kriteria ekslusi antara lain:

      1. Subjek mematalkan kesediannya untuk menjadi responden penelitian, dan
      2. Subjek berhalangan hadir atau tidak di tempat ketika pengumpulan data dilakukan.

      Teknik pengambilan sampel

      Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang merupakan sebagaian dari populasi tsb. kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi).

      Manfaat sampling Adalah:

      Apa sajakah manfaat dari sampling? Berikut antara lain manfaatnya:

      1. Menghemat beaya penelitian.
      2. Menghemat waktu untuk penelitian.
      3. Dapat menghasilkan data yang lebih akurat.
      4. Memperluas ruang lingkup penlitian.

      Syarat-syarat teknik sampling

      Apa saja syarat-syarat teknik sampling? Mari kita jelaskan:

      Teknik sampling boleh dilakukan bila populasi bersifat homogen atau memiliki karakteristik yang sama atau setidak-tidaknya hampir sama. Dan bila keadaan populasi bersifat heterogen, maka sampel yang dihasilkannya dapat bersifat tidak representatif atau tidak dapat menggambarkan karakteristik populasi.

      Jenis-jenis teknik sampling

      Apa saja jenis-jenis teknik sampling? Tentunya banyak sekali. Berikut antara lain dari jenis-jenis teknik sampling tersebut:

      1) Teknik sampling secara probabilitas

      Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

      Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

      a) Teknik sampling secara rambang sederhana.

      Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah dengan undian.

      b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling).

      Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.

      c) Teknik sampling secara rambang proportional.

      Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sampel penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Dan adapun cara pengambilannya dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.

      d) Teknik sampling secara rambang bertingkat.

      Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara peng-ambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

      e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling)

      Dan ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sampel semacam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling.

      2) Teknik sampling secara nonprobabilitas.

      Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample dari populasi yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti dan/atau menurut pertimbangan pakar.

      Dan beberapa jenis atau cara penarikan sampel dari populasi secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut:

      a) Purposive sampling atau judgmental sampling

      Penarikan sampel dari populasi secara purposif adalah cara penarikan sample yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan oleh peneliti.

      b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju).

      Penarikan sample pada populasi berdasarkan pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju.

      c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah).

      Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

      d) Accidental sampling atau convenience sampling

      Dalam penelitian, bisa saja terjadi diperolehnya sampel dari populasi yang tidak direncanakan terlebih dahulu sebelumnya. Melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Dan proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan dari populasi.

      Penentuan Jumlah Sampel

      Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar, dengan maksud untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga, maka peneliti tidak meneliti seluruh anggota populasi melainkan akan menggunakan sampel.

      Bila peneliti bermaksud meneliti sebagian dari populasi saja (sampel), pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Ada hukum statistik dalam menentukan jumlah sampel, yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi, 2004 : 55).

      Penentuan Jumlah Sampel Berdasarkan Karakteristik Populasi

      Dan selain berdasarkan ketentuan di atas, perlu pula penentuan jumlah sampel dikaji dari karakteristik populasi. Bila populasi bersifat homogen maka tidak dituntut sampel yang jumlahnya besar. Misalnya saja dalam pemeriksaan golongan darah.

      Walaupun pemakaian jumlah sampel yang besar sangat dianjurkan, dengan pertimbangan adanya berbagai keterbatasan pada peneliti, sehingga peneliti berusaha mengambil sampel minimal dengan syarat dan aturan statistika tetap terpenuhi sebagaimana dianjurkan oleh Isaac dan Michael (Sukardi, 2004 : 55).

      Dengan menggunakan rumus tertentu (lihat Sukardi, 2004: 55-56), Isaac dan Michael memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 ΓÇô 100.000. 


    • Langkah Dalam Teknik Pengambilan Sampel

      Menurut Dalen (1981), beberapa langkah yang harus diperhatikan peneliti dalam menentukan sampel, yaitu:
      1. Menentukan populasi,
      2. Mencari data akurat unit populasi,
      3. Memilih sampel yang representative,
      4. Menentukan jumlah sampel yang memadai.

      Jenis Teknik Penentuan Sampel

      Untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik pengambilan sampel yang digunakan. Teknik sampling berdasarkan adanya randomisasi, yakni pengambilan subyek secara acak dari kumpulannya, dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu sampling nonprobabilitas dan sampling probabilitas. Teknik-teknik sampling tersebut dapat dilihat pada skema berikut.

      Menurut Sugiyono (2001), untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Secara skematis ditunjukkan pada diagram berikut ini:

      Teknik Sampling

      Dari diagram di atas menjelaskan pada kita bahwasanya teknik penentuan sampel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Teknik pengambilan sampel pertama adalah Probability Sampling dan kedua adalah Nonprobability Sampling.

      Yang termasuk ke dalam kelompok probability sampling antara lain: simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area (cluster) sampling (disebut juga dengan sampling menurut daerah). Sedangkan yang termasuk ke dalam jenis nonprobability sampling antara lain: sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.

      Berikut penjelasannya:

      1. Probability Sampling

      Probability sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dengan probability sampling, maka pengambilan sampel secara acak atau random dari populasi yang ada.

      Teknik sampel probability sampling meliputi:

      a. Simple Random Sampling

      Simple Random Sampling dinyatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.

      Simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Maka setiap unit sampling sebagai unsur populasi yang terpencil memperoleh peluang yang sama untuk menjadi sampel atau untuk mewakili populasinya. Cara tersebut dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.

      Teknik tersebut dapat dipergunakan bila jumlah unit sampling dalam suatu populasi tidak terlalu besar. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling dapat dilakukan dengan metode undian, ordinal, maupun tabel bilangan random.

      Untuk penentuan sample dengan cara ini cukup sederhana, tetapi dalam prakteknya akan menyita waktu. Apalagi jika jumlahnya besar, sampelnya besar.

      b. Proportionate Stratified Random Sampling

      Proportionate Stratified Random Sampling biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Kelemahan dari cara ini jika tidak ada investigasi mengenai daftar subjek maka tidak dapat membuat strata.

      c. Disproportionate Stratified Random Sampling

      Disproportionate Stratified Random Sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasinya berstrata tetapi kurang proporsional.

      d. Cluster Sampling (Area Sampling)

      Cluster Sampling (Area Sampling) juga cluster random sampling. Teknik pengambilan sampel ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.

      Kelemahan teknik pengambilan sampel ini dapat dilihat dari tingkat error samplingnya. Jika lebih banyak di bandingkan dengan pengambilan sampel berdasarkan strata karena sangat sulit memperoleh cluster yang benar-benar sama tingkat heterogenitasnya dengan cluster yang lain di dalam populasi.

      2. Nonprobability sampling

      Nonprobability sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis teknik sampling ini antara lain:

      a. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling

      Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

      b. Sampling Kuota atau Quota Sampling

      Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah jatah terpenuhi, maka pengumpulan data dihentikan.

      Teknik ini biasanya digunakan dan didesain untuk penelitian yang menginginkan sedikit sampel dimana setiap kasus dipelajari secara mendalam. Dan bahayanya, jika sampel terlalu sedikit, maka tidak akan dapat mewakili populasi.

      c. Sampling Aksidental atau Accidental Sampling

      Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu sesuai sebagai sumber data.

      Dalam teknik sampling aksidental, pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung saja mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

      d. Sampling Purposive

      Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Maka dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian atau permasalahan penelitian.

      e. Sampling Jenuh

      Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasinya relatif kecil, kurang dari 30 orang. Sampel jenuh disebut juga dengan istilah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

      f. Snowball Sampling

      Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang awal mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Dan begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel makin lama makin banyak. Ibaratkan sebuah bola salju yang menggelinding, makin lama semakin besar. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan sampel purposive dan snowball.

      teknik pengambilan sampel

      Pemilihan Jenis Teknik Penetapan Sampel

      Pemilahan jenis teknik pengambilan sampel probabilitas dan nonprobabilitas didasarkan adanya randomisasi atau keacakan, yakni pengambilan subjek secara acak dari kumpulannya. Dalam hal randomisasi berlaku, setiap subjek penelitian memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel sejalan dengan anggapan bahwa pada dasarnya probabilitas distribusi kejadian ada pada seluruh bagian.

      Tujuan Teknik Pengambilan Sampel menurut Sugiarto dalam Martono (2010:75)

      1. Apabila kita tidak mungkin mengamati seluruh anggota populasi yang ada, hal tersebut dapat terjadi jika anggota populasi sangat banyak.
      2. Pengamatan terhadap seluruh anggota populasi dapat bersifat merusak.
      3. Menghemat biaya, waktu dan tenaga yang digunakan.
      4. Mampu memberikan suatu informasi yang akurat, lebih menyeluruh dan mendalam (komprehensif). (Martono, 2011:75).

      Pemilihan teknik pengambilan sampel harus berdasarkan 2 hal penting yaitu, reliabilitas dan efisiensi. Sampel yang reliable adalah sampel yang memiliki reliabilitas tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin kecil kesalahan sampling, reliabilitas sampling semakin rendah. Jika dikaitkan dengan varian nilai statistiknya berlaku kriteria bahwa semakin rendah varian, maka reliabilitas sampel yang diperoleh semakin tinggi pula. 


    • Cara menghitung rumus besar sampel penelitian suatu penelitian sangat ditentukan oleh desain penelitian yang digunakan dan data yang diambil. Jenis penelitian observasional dengan menggunakan disain cross-sectional akan berbeda dengan case-control study dan khohor, demikian pula jika data yang dikumpulkan adalah proporsi akan beda dengan jika data yang digunakan adalah data continue. Pada penelitian di bidang kesehatan masyarakat, kebanyakan menggunakan disain atau pendekatan cross-sectional atau belah lintang, meskipun ada beberapa yang menggunakan case control ataupun kohort
      Terdapat banyak rumus untuk menghitung besar sampel minimal sebuah penelitian, namun pada artikel ini akan disampaikan sejumlah rumus yang paling sering dipergunakan oleh para peneliti.


      Rumus Sampel Penelitian Cross-sectional

      Untuk penelitian survei, biasanya rumus yang bisa dipakai menggunakan proporsi binomunal (binomunal proportions). Jika besar populasi (N) diketahui, maka dicari dengan menggunakan rumus berikut:

      Rumus Sampel Cross Sectional

      Dengan jumlah populasi (N) yang diketahui, maka peneliti bisa melakukan pengambilan sampel secara acak).

      Namun apabila besar populasi (N) tidak diketahui atau (N-n)/(N-1)=1 maka besar sampel dihitung dengan rumus sebagai berikut :

      Rumus Lemeshow

      Keterangan :
      n = jumlah sampel minimal yang diperlukan
      = derajat kepercayaan
      p = proporsi anak yang diberi ASI secara eksklusif
      q = 1-p (proporsi anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif
      d = limit dari error atau presisi absolut
      Jika ditetapkan =0,05 atau Z1- /2 = 1,96 atau Z2
      1- /2 = 1,962 atau dibulatkan menjadi 4, maka rumus untuk besar N yang diketahui kadang-kadang diubah menjadi:

      Penyederhanaan Rumus Lemeshow


      Contoh Rumus Rumus Besar Sampel Penelitian

      Misalnya, kita ingin mencari sampel minimal untuk suatu penelitian mencari faktor determinan pemberian ASI secara eksklusif. Untuk mendapatkan nilai p, kita harus melihat dari penelitian yang telah ada atau literatur. Dari hasil hasil penelitian Suyatno (2001) di daerah Demak-Jawa Tengah, proporsi bayi (p) yang diberi makanan ASI eksklusif sekitar 17,2 %. Ini berarti nilai p = 0,172 dan nilai q = 1 ΓÇô p. Dengan limit dari error (d) ditetapkan 0,05 dan nilai Alfa = 0,05, maka jumlah sampel yang dibutuhkan sebesar:
      Contoh Rumus Sampel Cross Sectional= 219 orang (angka minimal)
      Jika tidak diketemukan nilai p dari penelitian atau literatur lain, maka dapat dilakukan maximal estimation dengan p = 0,5. Jika ingin teliti teliti maka nilai d sekitar 2,5 % (0,025) atau lebih kecil lagi. Penyederhanaan Rumus diatas banyak dikenal dengan istilah Rumus Slovin.

      Rumus Sampel Penelitian Case Control dan Kohort
      Rumus yang digunakan untuk mencari besar sampel baik case control maupun kohort adalah sama, terutama jika menggunakan ukuran proporsi. Hanya saja untuk penelitian khohor, ada juga yang menggunakan ukuran data kontinue (nilai mean).
      Besar sampel untuk penelitian case control adalah bertujuan untuk mencari sampel minimal untuk masing-masing kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kadang kadang peneliti membuat perbandingan antara jumlah sampel kelompok kasus dan kontrol tidak harus 1 : 1, tetapi juga bisa 1: 2 atau 1 : 3 dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik.


      Rumus Sampel minimal Besar Sampel Penelitian Case Control

      Adapun rumus yang banyak dipakai untuk mencari sampel minimal penelitian case-control adalah sebagai berikut:

      Besar Sampel Penelitian

      Rumus Sampel minimal Besar Sampel Penelitian Kohort

      Pada penelitian khohor yang dicari adalah jumlah minimal untuk kelompok exposure dan non-exposure atau kelompok terpapar dan tidak terpapar. Jika yang digunakan adalah data proporsi maka untuk penelitian khohor nilai p0 pada rumus di atas sebagai proporsi yang sakit pada populasi yang tidak terpapar dan p1 adalah proporsi yang sakit pada populasi yang terpapar atau nilai p1 = p0 x RR (Relative Risk).
      Jika nilai p adalah data kontinue (misalnya rata-rata berat badan, tinggi badan, IMT dan sebagainya) atau tidak dalam bentuk proporsi, maka penentuan besar sampel untuk kelompok dilakukan berdasarkan rumus berikut:

      Rumus Sampel Case Control dan Kohort 2


      Contoh Kasus Rumus Besar Sampel Penelitian

      Contoh kasus, misalnya kita ingin mencari sampel minimal pada penelitian tentang pengaruh pemberian ASI eksklusif dengan terhadap berat badan bayi. Dengan menggunakan tingkat kemaknaan 95 % atau Alfa = 0,05, dan tingkat kuasa/power 90 % atau ├ƒ=0,10, serta kesudahan (outcome) yang diamati adalah berat badan bayi yang ditetapkan memiliki nilai asumsi SD=0,94 kg, dan estimasi selisih antara nilai mean kesudahan (outcome) berat badan kelompok tidak terpapar dan kelompok terpapar selama 4 bulan pertama kehidupan bayi (U0 ΓÇô U1) sebesar 0,6 kg (mengacu hasil penelitian Piwoz, et al. 1994), maka perkiraan jumlah minimal sampel yang dibutuhkan tiap kelompok pengamatan, baik terpapar atau tidak terpapar adalah:
      Contoh Hitung Sampel Case Control dan Kohort= 51,5 orang atau dibulatkan: 52 orang/kelompok
      Pada penelitian khohor harus ditambah dengan jumlah lost to follow atau akalepas selama pengamatan, biasanya diasumsikan 15 %. Pada contoh diatas, maka sampel minimal yang diperlukan menjadi n= 52 (1+0,15) = 59,8 bayi atau dibulatkan menjadi sebanyak 60 bayi untuk masing-masing kelompok baik kelompok terpapar ataupun tidak terpapar atau total 120 bayi untuk kedua kelompok tersebut.

      Penelitian Eksperimental
      Menurut Supranto J (2000) untuk penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap, acak kelompok atau faktorial, secara sederhana dapat dirumuskan:
      (t-1) (r-1) > 15
      dimana : t = banyaknya kelompok perlakuan
      j = jumlah replikasi


      Contoh Kasus Rumus Besar Sampel Penelitian Eksperimen

      Contohnya: Jika jumlah perlakuan ada 4 buah, maka jumlah ulangan untuk tiap perlakuan dapat dihitung:
      (4 -1) (r-1) > 15
      (r-1) > 15/3
      r > 6
      Untuk mengantisipasi hilangnya unit ekskperimen maka dilakukan koreksi dengan 1/(1-f) di mana f adalah proporsi unit eksperimen yang hilang atau mengundur diri atau drop out.


      Rumus Purposive Sampling

      Pada dasarnya, sampling jenuh kemudian simple random sampling adalah teknik sampling yang terbaik. Namun kita tidak bisa menutup mata adanya kriteria tertentu yang dapat memunculkan bias hasil penelitian. Oleh karena itu teknik purposive perlu dipertimbangkan untuk dipergunakan. Berbicara perihal rumus menentukan jumlah sampel berdasarkan purposive, akan menjadi dilematis. Sebab meskipun kita telah mengetahui daftar populasi yang akan kita teliti, namun ada kalanya jumlahnya tidak mencukupi jika akan menerapkan rumus simple random sampling oleh karena adanya batasan atau kriteria. Maka semua itu dikembalikan lagi pada peneliti, lebih menekankan jumlah yang mencukupi atau ketatnya batasan-batasan pada sampel.


      Langkah-langkah Purposive Sampling

      Langkah dalam menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut:
      1. Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.
      2. Tentukan kriteria-kriteria.
      3. Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang teliti.
      4. Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria.


      Syarat Purposive Sampling

      Syarat digunakannya teknik ini antara lain:
      1. Kriteria atau batasan ditetapkan dengan teliti.
      2. Sampel yang diambil sebagai subjek penelitian adalah sampel yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.


      Kelebihan dan Kekurangan Purposive Sampling

      Kelebihan:
      1. Sampel terpilih adalah sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian.
      2. Teknik ini merupakan cara yang mudah untuk dilaksanakan.
      3. Sampel terpilih biasanya adalah individu atau personal yang mudah ditemui atau didekati oleh peneliti.

      Kekurangan:
      1. Tidak ada jaminan bahwa jumlah sampel yang digunakan representatif dalam segi jumlah. 2. Dimana tidak sebaik sample random sampling.
      3. Bukan termasuk metode random sampling.
      4. Tidak dapat digunakan sebagai generalisasi untuk mengambil kesimpulan statistik.

      Teknik purposive merupakan salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan namun juga perlu hati-hati dalam menggunakannya. Sehingga para pembaca harus benar-benar cermat sebelum benar-benar menggunakan teknik purposive ini. Dan jangan lupa, anda juga harus menjabarkan teknik ini di dalam bab metodologi penelitian anda. 
      Demikian diatas telah diuraikan dan dibahas bersama perihal berbagai teknik sampling secara mendetail. Untuk selanjutnya agar lebih jeli atau cermat dalam menentukan teknik pengambilan sampel. Agar sampel yang diambil nantinya sesuai dengan permasalahan penelitian anda.


    • Untuk bisa lebih detail lagi silahkan anda lihat bahan ajar yang diambil dari buku Research Method For Business dari Uma Sekaran (2016) sbb:


    • Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh mahaiswa/peneliti:

      Diskusi 1:

      Apabia diketahui jumlah sampel untuk try out minimal 60. Semakin banyak sampel tryout lebih baik. Lalu, bagaimana cara menghitung proporsi sampel untuk try out dan sampel penelitian? Dalam kasus teknik sampling dengan metode cluster? Bagaimana cari menghitung sampel untuk try out dan penelitian?

      Jawaban:

      Secara tradisional statistika menganggap jumlah sampel yang lebih dari 60 orang sudah cukup banyakΓÇÖ. Itu adalah makna sample size dalam Statistika. Dalam analisis aitem dan estimasi parameter tes, jumlah sampel perlu lebih banyak lagi . Apabila jumlah sampel try-out dan jumlah sampel penelitian, praktis tidak ada hubungannya. Dalam try-out (field-test) perlu sampel besar karena kita akan melakukan estimasi terhadap parameter aitem dan parameter tes. Dengan sampel kecil estimasi kita akan bias dan kualitas instrumen kita meragukan. Untuk penelitian, sampel tidak selalu perlu brukuran besar sepanjang memenuhi syarat untuk penggunaan tehnik analisis tertentu sudah cukup.

      Diskusi 2:

      Bagaimana jika populasi tidak diketahui secara pasti, teknik dan rumus apa yg bisa dilakukan dalam pengambilan sampel?

      Jawaban: pada dasarnya jumlah populasi yg tidak diketahui besarannya trik terpenting dalam menentukan jumlah sampel adalah, Anda hrs identifikasikan dlu objek/responden yg ingin dituju. Ini artinya, anda sebelum menentukan berapa sampelnya pastikan dlu utk siapakah/ditujukan kemanakah/target nya siapa dari kelompk sampel yg ingin diambil. Misal: Anda ingin melakukan penelitian tentang segmentasi pasar kendaraan Toyota di Badar Lampung, sementara anda sendiri tidak tau atau tidak memiliki informasi yg banyak siapa dan berapa jumlah potensi konsuen mobil Toyota di Badar Lampung. Tapi setidaknya anda sudah yakin bahwa target dari sampel yg mau diambil adalah konsumen mobil di Bamdar Lampung . Sehingga langkah selanjutya sebagai awal anda bisa menentukan/mengidetifikasikan karakteristik/ciri khas dari repsonden/objek yg ingin diambil, misal mau diambil dari menentukan responden dari golongan pekerjaan, pendidikan, pendapatan, gender, tingkat pendidikan dll (ini disebut teknis non random sampling).

      Langkah selanjutnya setelah anda tentukan karektristik responden berdasarkan kriteria2 tersebut anda bisa mengelompokkan nya berdasarkan kriteria2 tersebut dlm berbagai kelompok, (ini yg disebut stratifed non random samp;ing).

      Sehingga dari kelompok2 tsb nantinya anda bisa pilih target kelompok mana yg mau dituju berdaarkan kelompok yg tersedia, baru anda bisa sebarkan kuesionernya sesuai dgn target tersebut

      Bahkan menurut Sugiyono (2013: 138) menyetakan penentuan jumlah sampel utk masing2 KKM dihitung secara proporsional dengan rumus 

      s = n/N x S

      dimana 

      s= jumlah sampel yg didapat

      N = jumlah populasi 

      n= jumlah masing2 unti populasi 

      S = jumlah seluruh populasi yg didapat 

      Bahkan ada pernyataan dari Yamane (1967) mengatakan utk sampel yg bersifat proporsional cukup mewakili 30 persen dari total populasi saja sudah ok...(utk bahan bacaan artikel dari Yamane akan sy krimkan ke wa dan LMS ini) . 

      Sebagai saran utk menghidari terjadinya Bias dalam melakukan estimasi analisis nantinya, metode non random sampling adalah metode yg lebih tepat..karena karakteristik reponden yg cenderung homogen. Ke biasan akan muncul (khususnya bagi anda yg menggunakan analisis kauntitatif) akan ditemukan gejala Heterokedastisitas pada uji asumsi nya nanti 

      Heteroskedastisitas adalah kebalikan dari homoskedastisitas, yaitu keadaan dimana terjadinya ketidaksamaan varian dari error untuk semua pengamatan setiap variabel bebas pada model regresi. Sebaliknya, pengertian homoskedastisitas adalah keadaan dimana adanya kesamaan varian dari error untuk semua pengamatan setiap variabel bebas pada model regresi. 

      heteroskedastis banyak ditemui pada data cross-section, karena pengamatan dilakukan pada individu yang berbeda pada saat yang sama,

      contoh kasus heteroskedastis: hubungan antara pendapatan dan menabung. orang berpendapatan rendah, tentunya mempunyai variasi yang rendah dalam menggunakan pendaptannya untuk menabung atau konsumsi. orang berpendapatan tinggi yang boros, tentu akan mempunyai konsumsi tinggi, dan tabungan yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak boros.

      heteroskedastis tidak hanya terjadi pada data cross section, data time series juga bisa terkena heteroskedastis.

      contoh kasus heteroskedastis pada data time series (data runtut waktu)


      Perusahaan yang baru muncul, tentunya akan mempunyai produk yang relatif rendah pada saat pengenalan produk tersebut. ketika produksi masih sedikit, perusahaan tentunya tidak akan terjadi fluktuasi produksi besar, tetapi ketika produksi besar tentu akan memiliki fluktuasi yang besar. hal ini terjadinya karena adanya faktor pesaing, kondisi perekonomian dan sebagainya.
      Konsekwensi Dari data yg mengandung gejala Heterokedastisitas adalah:

      1. Penaksir  pada persamaan regresi  Ordinary Least Square (OLS) tetap tak bias dan konsisten, namun penaksir tsb tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun sampel besar (secara asimtotik)

      2. Jika tetap menggunakan penaksir OLS pada kondisi heteroskedastis, maka varian penaksir parameter koefisien regresi akan underestimate (menaksir terlalu rendah) atau overestimate (menaksir terlalu tinggi)


      Ciri-ciri dari estimasi regresi OLS yang mengalami gejala heterokedastisitas adalah selisih antara nilai estimasi dgn residual nya cukup besar sementara r square nya kecil 





    • Untuk bisa memahami bagaimana menentukan jumlah sampel, silahkan anda baca artikel2 sbb:

    • Hallo apa kabar,

      Ini adalah tutorial dan cara melakukan forecasting dan estimasi Kurva dilengkapi dengan teori dan pengenalan perhitungan forecasting dengan menggunakan program Eviews, SPSS, dan excel.
      Silahkan anda pelajari dan praktekan di rumah , terima kasih 



    • Silahkan pelajari Bahan Ajar (PPT) mengenai  teori Forecasting  sebagai berikut:

    • Untuk menginstall Program Eviews silahkan download link sbb:

      https://drive.google.com/file/d/0B6Lv-KMoBa5BTHpzeGdfdjcwYjQ/view?usp=sharing


    • Untuk anda yang ingin berlatih mengolah data persamaan regresi, dan karakteristik data time series silahkan anda unduh file berikut: 

      • Chi-square automatic interaction detection (CHAID) analisis atau yang sering disebut Tree Decision model (model pohon keputusan) merupakan teknik pohon keputusan, berdasarkan pengujian signifikansi yang disesuaikan (Bonferroni tes). Teknik ini dikembangkan di Afrika Selatan dan diterbitkan pada tahun 1980 oleh Gordon V. Kass, yang telah menyelesaikan tesis PhD tentang topik ini. CHAID dapat digunakan untuk prediksi (dengan cara yang mirip dengan analisis regresi, versi CHAID ini awalnya dikenal sebagai XAID) serta klasifikasi, dan untuk mendeteksi interaksi antara variabel. CHAID didasarkan pada perpanjangan formal prosedur AID (Deteksi Interaksi Otomatis) Amerika Serikat dan THAID (Deteksi Interaksi Otomatis) tahun 1960-an dan 1970-an, yang pada gilirannya merupakan perpanjangan dari penelitian sebelumnya, termasuk yang dilakukan di Inggris pada tahun 1950-an.

        Dalam praktiknya, CHAID sering digunakan dalam konteks pemasaran , keuangan, dan manajemen secara langsung untuk memilih kelompok konsumen/ produk/responden dan memprediksi bagaimana tanggapan mereka terhadap beberapa variabel mempengaruhi variabel lain, meskipun aplikasi awal lainnya di bidang penelitian medis dan psikiatris.


        Seperti pohon keputusan lain, keuntungan CHAID adalah bahwa outputnya sangat visual dan mudah diinterpretasikan. Karena menggunakan pemisahan multi-jalur secara default, diperlukan ukuran sampel yang agak besar untuk bekerja secara efektif, karena dengan ukuran sampel yang kecil, kelompok responden dapat dengan cepat menjadi terlalu kecil untuk analisis yang andal.

        Salah satu keuntungan penting CHAID sebagai  alternatif model seperti halnya regresi berganda adalah bahwa analisis tersebut berupa metode analisis non-parametrik dalam pengambilan keputusan manajemen (baik keuangan, pemasaran,maupun organisasi)


      • Setelah sebelumnya kita mempelajari apa yang dimaksud dengan decision tree atau pohon keputusan, ada baiknya kita kembali mempelajari metode yang juga erat kaitannya dengan metode tersebut. Adalah classification and regression tree (CART), kedua metode algoritma ini sangat berkaitan dengan proses data dalam pengambilan keputusan.

        Kedua metode ini dikembangkan oleh oleh Leo Breiman, Jerome H. Fridman, Richard S. Olshen dan Charles J. Metode klasifikasi CART merupakan metode nonparametrik yang berguna untuk mendapatkan suatu kelompok data yang akurat sebagai penciri dari suatu pengklasifikasian.

        Metode klasifikasi CART terdiri dari dua metode yaitu metode regression dan pohon klasifikasi. Jika variabel dependen yang dimiliki bertipe kategorik maka CART menghasilkan pohon klasifikasi (classification trees). Sedangkan jika variabel dependen yang dimiliki bertipe kontinu atau numerik maka CART menghasilkan pohon regresi (regression trees). Namun, jika dijabarkan secara garis besar, classification adalah metode yang paling umum pada data mining.

        Persoalan bisnis seperti Churn Analysis, dan Risk Management biasanya lebih melibatkan metode classification dibandingkan regression. Metode ini bekerja dengan mengelompokan setiap pola atau data dalam sebuah kelas-kelas tertentu. Tujuan dari metode classification adalah untuk menemukan model yang dapat menjelaskan class attribute yang terdapat dalam pola yang sudah dikelompokkan tersebut.

        Menilik Perbedaan Antara Classificatioan dan Regression Tree (CART)

        Sementara itu, untuk metode regression sendiri memang secara keseluruhan tidak jauh berbeda dengan metode classification. Namun, yang membedakannya hanyalah metode regression tidak bisa mencari pola yang dijabarkan sebagai sebuah kelompok atau kelas.

        Metoda regression sendiri bertujuan untuk mecari pola dan menentukan sebuah nilai numerik. Sebuah Teknik Linear Line-fitting sederhana adalah sebuah contoh dari metode regression, dimana hasilnya adalah sebuah fungsi untuk menentukan hasil yang berdasarkan nilai dari input.

        Bentuk yang lebih canggih dari regression sudah mendukung input berupa kategori, jadi tidak hanya input berupa numerik. Teknik paling popular yang digunakan untuk regression adalah linear regression dan logistic regression. Teknik lain yang didukung oleh SQL Server Data mining adalah Regression Trees (bagian dari dari algoritma Microsoft Decission Trees) dan Neural Network.

        Regression digunakan untuk memecahkan banyak problem bisnis ΓÇö misalnya  dilakukan dengan metode Analisis Rasio Keuangan, Sumber Penggunaan Kas, Perbandingan Laporan Keuangan dalam memperkirakan Kinerja Keuangan berdasarkan temperatur, tekanan udara, dan kelembaban.


    • Untuk mempelajari CHAID analisis silahkan anda baca modul sebagai berikut:

    • Two Stage Least Square (2SLS) adalah suatu metode regresi yang tergolong dalam kelompok analisis persamaan struktural. Suatu metode yang merupakan perluasan dari metode Ordinary Least Square (OLS) yang sangat umum digunakan dalam perhitungan-perhitungan kasus regresi. 2SLS digunakan ketika suatu kasus dimana terdapat korelasi antara error yang di hasilkan dalam suatu model berkorelasi dengan variabel bebasnya.

      Two stage least square digunakan pada saat terjadi pemutaran umpan balik (feedback loops) atau disebut juga terjadi dua arah hubungan (non-recursive) dalam model yang kita buat. Secara teknis digambarkan ΓÇ£variabel independent/eksplanatory X mempengaruhi variabel dependent Y dan variabel Y dependent  juga mempengaruhi independen X kembaliΓÇ¥.

      Syarat-syarat dalam 2SLS

      1. Variabel terikat harus menggunakan data kuantitatif berskala interval
      2. Variabel eksplanatori dapat menggunakan data kuantitatif berskala interval dan data kategorikal atau kombinasi antara kedua data tersebut.
      3. Variabel instrumental harus menggunakan data kuantitatif berskala interval

      http://



    • Untuk mempelajari 2 SLS dengan menggunakan SPSS silahkan anda bisa baca modul yang disediakan 

    • Untuk mencoba melakukan latihan dengan metode persamaan simultan, anda bisa coba dengan berlatih dengan menggunakan data sebagai berikut:

    • Hallo apa kabar semua...

      Kali ini kita sudah masuk dalam pertemuan UAS, silahkan anda semua untuk membuat proposal tesis sebagai tugas UAS anda , dengan format sbb: 

      Judul

      Topik

      Bab 1: pendahuluan terdiri dari Latar belakang, indentifikasi masalah, permasalah, tujuan penelitian.

      Bab 2: teori dan Tinjauan pustaka

      Terdiri dari teori-teori, penelitian terdahulu, matrix refrensi, hipotesis

      Bab 3: metode penelitian, terdiri dari jenis penelitian,  objek penelitian, data, sampel dan populasi, teknik pengumpulan data, kerangka pemikiran, dan teknik analisis,

      Daftar pustaka 

      Dikumpulkan paling lambat tanggal 30 Agustus 2020 via LMS atau email faurani@darmajaya.ac.id

      Terima kasih 


    • Silahkan Anda mengumpulkan tugas proposal Anda disini dengan menyebutkan NPM dan Nama. Setelah sy cek dan nilai nanti akan sy berikan hasil review nya. Terima kasih