Garis besar topik
-
-
Muhammad Sadat PulunganANALISIS LAPORAN KEUANGANDeskripsiMata kuliah ini menjelaskan kepada mahasiswa tentang konsep dasar alat-alat analisis laporan keuangan, kegunaan alat analisis, metoda analisis yang ditujukan pada investor, kreditor dan manajemen. Analisis juga ditujukan untuk menilai risiko usaha dan aspek penting yang harus diperhatikan dalam penanganan risiko usaha.
Tujuan
Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa mengetahui, memahami dan dapat menganalisa laporan keuangan dengan menggunakan alat dan teknik analisis yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan bisnis pada umumnya yang berkaitan dengan perusahaan.
SilabusPert
Ke
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
Daftar Pustaka
1
Gambaran umum analisa laporan keuanganan
a. Penggolongan Informasi
b. Manfaat laporan keuangan
c. Konflik pemakai laporan keuangan
d. Peningkatan permintaan informasi laporan keuangan
Buku 1 & 2
2
Konsep dasar laporan keuangan
a. Laporan keuangan
b. Karakteristik Kualitatif Laporan keuangan
c. Prinsip Akuntansi Berterima umum
d. Neraca
e. Laporan Laba rugi
f. Pengakuan Pendapatan
g. Pengakuan Biaya
h. Laporan Laba ditahan
i. Informasi Keuangan
Buku 1 & 2
3
Manajemen Laba pada Penyajian Laporan Keuangan
a. Prinsip akrual laporan keuangan
b. Permasalahan prinsip akrual
c. Deviasi akuntansi
d. Kasus-kasus manajemen laba
Buku 2
4
Teknik analisis informasi keuangan
a. Aktivitas Bisnis
b. Model Analisis Informasi Keuangan
c. Fokus Analisis Informasi Keuangan
d. Teknik Analisis Informasi Keuangan
e. Comparison Analysis
f. Trend Analis
g. Analisis Rasio
Buku 1 & 2
5&6
Analisis rasio keuangan
a. Penggolongan Rasio Keuangan
b. Rasio ΓÇôRasio profitabilitas
c. Rasio ΓÇôrasio penggunana Aktiva
d. Rasio-Rasio Kondisi Keuangan
e. Kebijakan Deviden
f. Ukuran Pertumbuhan
g. Penggolongan Lain rasio Keuangan
h. Analisis Rasio Teknik Time series
i. Kombinasi Informasi Keuangan dan Non Keuangan
Buku 1 dan 2
7
Analisis Laporan Aliran Kas
a. Tujuan Laporan Aliran Kas
b. Pengertian Kas dan setara kas
c. Sumber dan penggunaan kas
d. Pengelompokan laporan Arus Kas
e. Pelaporan Arus Kas Aktivitas Operasi
f. Kertas Kerja Arus KAs
g. Analisis Laporan Arus KAs
h. Rasio Keuangan Laporan Arus Kas
Buku 1 & 2
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
8
Prediksi kebangkrutan usaha
a. Penyebab kebangkrutan
b. Problematika kesulitan Keuangan
c. Beberapa informasi Kesulitan Keuangan
d. Model Univariate
e. Model Multivariate
f. Bukti-bukti internasional
Buku 1 & 2
9
Analisis Ekonomi Makro
a. GDP
b. Inflasi
c. Suku bunga
d. Nilai tukar rupiah
Artikel
10
Analisis Pasar
a. Risiko
b. Return
c. Analisis teknikal
d. Analisis fundamental
Buku 1 dan 2
11
Pasar Modal Syariah
a. Obligasi syariah
b. Saham syariah
Hand out
12
Penilaian dan Manajemen Risiko Usaha
a. Jenis-jenis risiko
b. Penilaian risiko usaha
c. Penanganan dengan metode kualitatif
d. Penangangan dengan metode kuantitatif
e. Penggunaan metode kecemasan untuk penanganan risiko.
Buku 3
13
Analisis Camel pada penilaian kesehatan Bank
a. Capital
b. Aset
c. Manajemen
d. Earning
e. Liquidty
Hand out
14
Follow up hasil analisis laporan keuangan
a. Rekomendasi bagi manajemen
b. Rekomendasi bagi investor
c. Rekomendasi bagi kreditor
Hand out
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
REFERENSI1. Subramanyam. K. R. 2018. Analisis Laporan Keuangan Financial Statement Anlysis Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.2. Sugiono, Arief & Untung, Edi. 2016. Panduan Praktis Dasar Analisa LaporanKeuangan Edisi Revisi. Jakarta: PT. Grasindo.
-
-

Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Pelaporan dan Analisis Keuangan
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami tentang Pelaporan dan Analisis Keuangan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan tentang Lingkungan pelaporan
- Menjelaskan tentang Kualitas Informasi
- Menjelaskan tentang Prinsip akuntansi yang berlaku
- Menjelaskan tentang Relevansi informasi akuntansi terhadap analisis dan penilaian bisnis.
-
ANALISIS BISNIS
Pengenalan Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) merupakan aplikasi dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis. Sedangkan analisis bisnis sendiri adalah analisis atas prospek dan risiko perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis. Analisis bisnis berguna untuk membantu pengambilan keputusan dengan menstrukturkan tugas analisis atas lingkungan bisnis perusahaan, strateginya, serta posisi dan kinerja keuangannya.
Dalam mengevaluasi lingkungan bisnis dan strategi perusahaan, di mulai dengan mempelajari aktivitas bisnis perusahaan. Kemudian demi meningkatkan keputusan bisnis banyak individu dan perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk menyediakan sumber informasi yang kaya dan dapat diandalkan untuk analisis tersebut.
Jenis-Jenis Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis. Tujuan analisis bisnis adalah untuk meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan mengevaluasi informasi yang tersedia tentang situasi keuangan perusahaan, manajemennya, rencana dan strateginya, serta lingkungan bisnisnya. Analisis bisnis diterapkan dalam banyak bentuk dan merupakan suatu bagian penting dari keputusan analis efek, penasehat investasi, manajer reksa dana (fund manager), bankir investasi (investment banker), pemeringkat kredit (credit raters), bankir korporasi (corporate bankers), dan investor individual. Jenis-jenis utama analisis bisnis adalah sebagai berikut.
1. Analisis Kredit
Kreditor (creditors) meminjamkan dana kepada sebuah perusahaan dan menerima janji pembayaran kembali atas dana mereka dan bunganya. Pendanaan ini bersifat sementara,kreditor meminjamkan dana dalam banyak bentuk dan untuk beragam tujuan. Jenis kreditor terbagi dua (2) jenis, yaitu
- Kreditor dagang (operating creditor) mengirimkan barang atau jasa kepada perusahaan dan mengharapkan pembayaran dalam waktu yang masuk akal, yang sering kali didasarkan pada norma industri, yaitu berkisar antara 30 sampai 60 hari dengan pemberian diskon tunai untuk pembayaran lebih awal.
- Kreditor non-dagang (nontrade creditors atau debtholder), menyediakan pendanaan kepada perusahaan dan menerima janji, biasanya tertulis, atas pembayaran dengan bunga (eksplisist atau implisist) pada tanggal tertentu di masa depan. Jenis pendanaan ini biasanya bersifat jangka pendek atau jangka panjang serta muncul dalam berbagai jenis transaksi.
Dalam pendanaan kredit murni, elemen pentingnya adalah keuntungan bagi kreditor yang bersifat tetap.Kemungkinan keuntungan kreditor terbatas pada tingkat bunga atau kotrak utang atau pada margin laba atas barang atau jasa yang diserahkan, kreditor menanggung resiko tidak di bayar (risk of default) oleh pelanggan.
Analisis kredit merupakan evaluasi atas kelayakan perusahaan untuk mendapatkan kredit. Sebuah perusahaan dapat mendapatkan kredit jika ialulus dalamkelayakan kredit (credit worthiness) yang di ukur dari tingkat laba, sedangkan credit worthiness adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kreditnya. Fokus utama analisis kredit terletak pada risiko, bukan sisi baik potensi (profitabilitas). Hal ini meliputi analisis likuiditas maupun solvabilitas.
- Likuiditas (liquidity) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya. Alat analisis kredit dan kriteria likuiditas bergantung pada arus kas perusahaan dan komponen aktiva lancar dan kewajiban lancarnya.
- Solvabilitas (solvency) merupakan kemungkinan dan kemampuan jangan panjang perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjang.Alat analisis kredit dan kriteria solvabilitas meliputi penilaian obligasi, kreditor memerlukan analisis yang lebih rinci dan berorientasi ke depan. Analisis kredit jangka panjang meliputi proyeksi arus kas dan evaluasi profitabilitas yang berlanjut (disebut pula sustainable earning power).
2. Analisis Ekuitas
Investor ekuitas (equity investor) menyediakan dana kepada perusahaan sebagai balasan atas risiko dan imbalan kepemilikan. Investor ekuitas merupakan penyedia terbesar pendanaan perusahaan, atau disebut juga ekuitas atau modal saham yang menawarkan pengamanan atau penjagaan untuk semua bentuk pendanaan. Hal ini berarti investor ekuitas berhak atas distribusi aset perusahaan hanya setelah klaim dari pengklaim yang lebih utama telah dipenuhi, termasuk bunga dan dividen preferen. Hal ini mengimplikasikan bahwa investor ekuitas menjadi pihak pertama yang menyerap kerugian jika perusahaan terlikuidasi, meskipun kerugian mereka terbatas pada jumlah yang diinvestasikan. Dengan demikian, berbeda dengan analisis kredit, analisis ekuitas bersifat asimetri, dimana harus menilai dua sisi risiko dan potensi. Karena investor ekuitas dipengaruhi oleh seluruh aspek kondisi dan kinerja keuangan perusahaan, kebutuhan analisis mereka paling banyak dan komprehensif.
Strategi investasi aktif dalam analisis ekuitas adalah sebagai berikut
- Analisis teknis (technical analysis), atau charting, mencari pola dalam sejarah harga atau volume sebuah saham untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan.
- Analisis fundamental (fundamental analysis), merupakan proses menentukan nilai perusahaan dengan menganalisis dan menginterpretasikan faktor-faktor kunci untuk ekonomi, industri, dan perusahaan. Tujuan utama analisis fundamental adalah menentukan nilai intrinsik, yang disebut juga nilai fundamental (fundamental value). Sedangkan nilai intrinsik (intrinsic value) adalah nilai sebuah perusahaan (atau sahamnya) berdasarkan analisis fundamental, tanpa mengacu pada nilai pasar (atau harga saham). Contoh strategi fundamental adalah beli saham perusahaan jika nilai intrinstiknya lebih tinggi dari nilai pasar, dan menjual saham jika nilai pasar lebih tinggi daripada nilai intrinstiknya.
Kegunaan Lain dari Analisis Bisnis
Analisis bisnis dan analisis laporan keuangan diperlukan dalam beberapa hal lain sebagai berikut.
- Manajer
Manajer berkepentingan atas kondisi keuangan, profitabilitas, dan prospek perusahaan mereka, baik analisis bisnis maupun analisis laporan keuangan yang memuat perspektif pihak luar terhadap perusahaan, sebagaimana kreditor dan investor memandangnya. Kegunaan analisis laporan keuangan bagi manajer memberikan petunjuk tentang perubahan strategis dalam kegiatan operasional, investasi dan pendanaan perusahaan. Manajer juga menganalisis dan laporan keuangan perusahaan pesaing untuk mengevaluasi profitabilitas dan risiko pesaing. Analisis tersebut juga memungkinkan adanya perbandingan antar perusahaan (interfirm comparisons), baik untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan relatif terhadap kompetitor, maupun sebagai tolok ukur (benchmark) kinerja.
- Merger, Akuisisi, dan Divestasi
Analisis Analisis bisnis dilakukan setiap kali perusahaan merestrukturisasi operasinya, melalui merger, akuisisi, divestasi, maupun spin-off. Bankir investasi perlu mengindentifikasi target potensi dan menentukan nilainya. Analis efek perlu menentukan apakah akan ada tambahan nilai, dan bila ada berapa nilainya, yang dihasilkan dari merger bagi perusahaan pembeli maupun bagi perusahaan target.
- Manajemen Keuangan
Manajer harus mengevaluasi dampak keputusan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Analisis bisnis membantu manajer untuk menilai dampak keputusan keuangan terhadap profitabilitas di masa mendatang maupun resikonya.
- Direktur.
Sebagai wakil pemegang saham terpilih, direktur bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan pemegang saham dengan mengawasi secara hati-hati aktivitas perusahaan.
- Regulator (Pembuat Peraturan).
Internal Revenue Service (IRS) menerapkan alat analisis laporan keuangan untuk mengaudit laporan pajak dan memeriksa kewajaran jumlah yang dilaporkan.
- Serikat kerja.
Teknik analisis laporan keuangan berguna bagi serikat kerja dalam negosiasi tawar-menawar kolektif.
- Pelanggan.
Teknik analisis digunakan untuk menentukan profitabilitas pemasok bersamaan dengan estimasi keuntungan pemasok dari transaksi yang saling menguntungkan.
Komponen Analisis Bisnis
Komponen Proses Analisis Bisnis

Analisis Lingkungan Bisnis dan Strategi
Analisis lingkungan bisnis dan strategi terdiri dari : (1) bagian analisis industri, dan (2) analisis strategi.
- Analisis industri (industry analysis) merupakan langkah pertama dalam prospek dan struktur industri karena hal tersebut akan menentukan profitabilitas perusahaan. Analisis industri sering dikerjakan dengan menggunakan kerangka yang diajukan oleh Porter (1980, 1985) atau analisis rantai nilai (value chain analysis).
- Analisis strategi (strategy analysis) merupakan evaluasi atas keputusan bisnis perusahaan dan keberhasilan perusahaan membangun keunggulan kompetitifnya.
Analisis lingkungan bisnis dan strategi memerlukan pengetahuan tentang kekuatan ekonomi dan industri. Analisis ini juga memerlukan pengetahuan tentang manajemen strategi, kebijakan bisnis, produksi, manajemen logistik, pemasaran, dan ekonomi manajerial.
Analisis Akuntansi
Analisis akuntansi (accounting analysis) merupakan proses evaluasi sejauh mana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Keterbatasan akuntansi ini mempengaruhi kegunaan laporan keuangan dan menimbulkan setidaknya dua masalah dalam analisis.
- Etidakseragaman akuntansi menyebabkan masalah perbandingan (comparability problem). Masalah ini muncul jika perusahaan yang berbeda menerapkan akuntansi yang berbeda untuk transaksi atau peristiwa yang sama. Masalah ini juga muncul jika perusahaan mengubah akuntansinya, yang berakibat pada timbulnya kesulitan perbanding sementara.
- Pilihan dan ketidaktepatan dalam akuntansi dapat mendistrosi informasi laporan keuangan. Distorsi akuntansi (accounting distortion) merupakan penyimpangan informasi akuntansi dari ekonomi yang mendasarinya.Distorsi ini muncul dalam tiga bentuk.
- Estimasi manajemen dapat salah satu tidak lengkap. Kesalahan estimasi ini merupakan sebab utama distorsi akuntansi;
- Manajer dapat menggunakan pilihan dalam akuntansi untuk manipulasi atau mempercantik laporan keuangan (window-dressing). Manajemen laba ini dapat menyebabkan distorsi akuntansi; dan
- Standar akuntansi dapat menyebabkan distorsi akuntansi karena gagal menangkap realitas ekonomi.
Tiga jenis distorsi akuntansi tersebut akan menciptakan risiko akuntansi laporan keuangan (accounting risk), yang berarti ketidakpastian dalam analisis laporan keuangan karena distorsi akuntansi.
Tujuan utama dari analisis akuntansi adalah untuk mengevaluasi dan mengurangi resiko akuntansi serta meningkatkan muatan ekonomis laporan keuangan. Analisis akuntansi meliputi evaluasi kualitas laba perusahaan atau secara lebih luas, kualitas akuntansinya. Analisis akuntansi juga mencakup evaluasi atas daya tahan laba (earning persistence), yang kadang kala disebut sustainable earning power.
Analisis Keuangan
Analasis keuangan (financial analysis) merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis posisis dan kinerja keuangan perusahaan dan untuk menilai kinerja keuangan di masa depan.
Analisis keuangan terdiri dari 3 bagian besar,yaitu:
- Analisis Profitabilitas, merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan. Analisis ini berfokus pada sumber daya perusahaan dan tingkat profitabilitasnya. Dan melibatkan identifikasi dan pengukuran dampak berbagai pemicu profitabilitas.
- Analisis Resiko, merupakan evaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya dengan variasi laba. Analisis resiko penting untuk analisis ekuitas, baik untuk mengevaluasi keandalan dabn daya tahan kinerja perusahaan untuk mengestimasi biaya modal perusahaan.
- Analisis Sumber dan Pengunaan Dana, merupakan evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dananya. Analisis ini memberikan pandangan tentang implikasi pendanaan perusahaan dimasa depan.
Analisis Prospektif
Analisis Prospektif (prospective analysis) merupakan peramalana hasil dimasa depan- biasanya laba,arus kas, atau keduanya. Output dari analisis prospektif adalah hasil yang diharapkan (expected payoffs) dimasa depan yang digunakan untuk mengestimasi nilai perusahaan.
Valuasi
Valuasi (valuation) merupakan proses mengubah ramalan hasil dimasa depan menjadi estimasi nilai perusahaan. Sehingga Valuasi ini menjadi tujuan utama dari banyak jenis analisis bisnis.
Analisis Laporan Keuangan dan Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan merupakan kumpulan proses analisis yang merupakan bagian dari analisis bisnis. Oleh karena itu, analisis laporan keuangan dipandang sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis dan seluruh komponen analisisnya.
LAPORAN KEUANGAN ΓÇô DASAR ANALISIS
Aktivitas Bisnis
Laporan keuangan perusahaan berikut pengungkapannya menginformasikan empat aktivitas utama perusahaan, yaitu:
1. Aktivitas Perencanaan
Rencana bisnis membantu manajer untuk memusatkan usaha mereka dan mengidentifikasi kesempatan dan rintangan yang diharapkan. Pandangan ke dalamam rencana bisnis membantu analisis atas prospek perusahaan kini dan nanri, dan merupakan bagian dari analisis lingkungan bisnis dan strategi.kita mencari informasi tentang tujuan perusahaan dan taktiknya. Permintaan oasar, kinerja manajemen, analisis kompetitif, strategi penjualan, kinerja manajeman,dan proyeksi keuangan.
Informasi ini bisa di dapat di laporan keuangan (management discussion dan analysis) dan juga tersedia memalui media yang kurang formal seperti pernyatan pers,publikasi industri, bulletin analisis, dan berita keuangan .
2. Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan adalah metode yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan uang untuk membayara kebutuhan-kebutuhannya. Terdapat dua sumber pendanaan,yaitu:
- Investor ekuitas(pemegang saham)
Investor memberikan pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi mereka, setelah mempertimbangkan pengembalian yang di harapkana dan resiko. Pengembalian adalah bagian investor ekuitas atas laba perusahaan dalam bentuk distribusi laba (pembayaran diveden kepada pemegang saham langsung, deviden dapat diberikan dalam bentuk tunai atau deviden saham atau secara tidak langsung melalui pembelian kembali saham.pembayaran diveden mengacu pada proporsi laba yang di distribusikan yang sering di nyatakan dalam rasio atau persentase) atau reinvestasi laba ( mengacu padan penahana laba dalam perusahaan untuk digunakan dalam bisnis perusahaan. Sering diukur dengan rasio penahanan/rasio laba di tahan= 1- dividen payout rasio)
Pendanaan ekuitas dapat berupa uang tunai,aktiva atau jasa yang di kontribusikan kepada perusahaan sebagai penukar saham. Penawaran saham privat melibatkan penjualan ke individu atau organisasi. Untuk Penawaran saham ke public berbiaya besar karena termasuk pemenuhan oeraturan pemerintah, persyaratan pencatatan di bursa, dan komisi untuk agen penjual. Tetapi manfaat utama nay adalah potensi untuk mensapatkan dana dalam jumlah besar untuk aktivitas bisnis.
- Kreditor (pemberi pinjaman)
Kreditor di bagi menjadi dua jenis,yaitu
- kreditor utang, yang secara langsung meminjamkan uang. Biasanya pendanaannya terjadi melalui pinjaman atau melalui pemberian efek atau obligasi. Pemberi utang meliputi bank,institusi pemberi pinjaman, institusi keuangan dan non keuangan,
- kreditor operasi, yang meminjamkan uang kepada perusahaan sebagai bagian dari operasinya. Kreditor opersi meliputi pemasok,karyawan,pemerintah dan pihak lainnya yang meminjamkan uang kepada perusahaan pendanaan kreditor berbeda dengan pendanaan ekuitas dalam hal perjanjian atau kontrak, pada umumnya mensyatkan pembayaran kembali pinjaman dengan bunga pada tanggal. Pengembalian kreditor umumnya ditentukan dalam kontak pinjaman.
Resiko kreditor adalah kemungkinan kegagalan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan bunga.dalam situasi ini, kreditor mungkin tidak menerima uang mereka yang jatoh tempo, dan menyebabkan kebangkrutan atau penanganan legal lainnya. Penangana tersebut menimbulakan biaya bagi kreditor.
3. Analisis Investasi
Mengacu pada perolehan dan pemeliharaan investasi dengan tujian menjual produk dan menyediakan jasa dan untuk tujuan menginvestasikan kelebihan kasbiasanya dalam bentuk aktiva operasi(bangunan, peralatan, hak paten, persediaan, modal manusia(karyawan dan manajer, system informasi) dan aktiva keuangan dalam bentuk efek(saham ekuitas perusahaan lain, obligasi dan reksa dana).
4. Aktivitas Operasi
Mencerminkan pelaksanaan rencana bisnis yang terdapat dalam aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi. Aktivitas operasi melibatkan lima komponen,yaitu: penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, pemasaran penjualan. Manajemen harus menentukan baura yang paling efisien dan efektif untuk keunggulan kompetitif perusahaan. Aktifitas operasi perusahaan merupakan sumber utama laba perusahaan. Analisis atas angka laba dan bagian komponennya, mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya secara efisien dan efektif.
Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis
1. Neraca
PERSAMAAN AKUNTASI : AKTIVA= KEWAJIABAN + EKUITAS
Aktiva adalah investasi yang diharapkan untuk menghasilakan laba di masa depan melalui aktivitas operasi. Kewajiban adalah pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan atau klaim kreditor atas aktiva. Ekuitas merupakan total dari pendapatan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik atau akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik sejak perusahaan didirikan.
2. Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba mengukur kinerja keuangan perusahaan antara tanggal neraca. Laporan rugi laba menyediakan rincian pendapatan, beban,untung atau rugi perusahaan suatu periode waktu. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang saham.
3. Laporan Ekuitas Pemegang Saham
Menyajikan perubahan-perubahan pada pos-poas ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi alasan perubahan klaim pemegang ekuitas atas aset perusahaan. Perubahan ekuitas pemegang saham disebabkan karena penerbitan saham (sebagian besar disebabkan karena opsi saham pegawai), pembelian kembali saham (treasury stock), dan reinvestasi laba.
4. Laporan arus Kas
Melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama suatu periode tertentu.
Laporan arus kas mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
┬╖ Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas)
┬╖ Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas.
Informasi Tambahan
Analisis laporan keuangan yang menyeluruh melibatkan pemerikasaan tambahan sebagai berikut:
1. Management Disscussion and Analysis (MD&A)
Manajemen mengungkapkan informasi prospektif terkait dengan pristiwa dan ketidakpastian yang material, yang menyebabkan informasi keuangan yang dilaporkan menjadi kurang mengindikasikan aktivitas operasi atau kondisi keuangan di masa depan.
2. Laporan Manajemen (Management Report)
Laporan manajemenbertujuan untuk menekankan tanggung jawab manajemen senior atas sistem pengendalian keuangan dan sistem pengendalian internal perusahaanpembagian peran manajemen direktur, dan auditor dalam penyiapan laporan keuangan.
3. Laporan Auditor (Auditor Report)
Auditor eksternal adalah akuntan publik bersertifikasi independen yang diminta oleh perusahaan untuk memberikan opini tentang kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Analisis laporan keuangan memerlukan penelaahan atas laporan auditor untuk meyakinkan bahwa perusahaan mendapatkan opini wajar tanpa pengendalian.
4. Catatan Penjelas (Explanatory Notes)
Catatan ini merupakan median untuk mengkomunikasikan informasi tambahan tentang pos-pos yang ada maupun tidak ada dalam laporan. Catatan tambahan ini meliputi informasi tentang:
┬╖ prinsip dan metode akuntansi yang digunakan
┬╖ pengungkapan rinci atas tiap pos laporan keuangan
┬╖ komitmen dan kontinjensi
┬╖ kombinasi bisnis
┬╖ transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
┬╖ rencana opsi saham
┬╖ kemajuan proses hukum
┬╖ pelanggan signifikan
5. Informasi Tambahan (Supplementary Information)
Informasi tambahanMeliputi :
┬╖ Data segmen bisnis
┬╖ penjualan ekspor
┬╖ efek yang diperdagangkan
┬╖ akun penilaian
┬╖ pinjaman jangka pendek
┬╖ data keuangan kuartalan
6. Laporan Proksi (Proxy Statement)
Proksi merupakan media dimana pemegang saham mengotorisasi pihak lain untuk mewakilinya pada rapat pemegang saham. Laporan proksi memuat informasi yang diperlukan pemegang saham untuk memberikan suara dalam hal bersangkutan. Proxy statement memuat banyak informasi tentang perusahaan termasuk identitas pemegang saham dengan kepemilikan saham beredar 5% ke atas, informasi biografi dewan direksi, kesepakatan kompensasi untuk pejabat dan direktur, rencana kompensasi pegawai dan transaksi-transaksi tertentu yang terkait dengan para pejabat dan direktur perusahaan.
-
-

Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Pelaporan dan Analisis Keuangan
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami tentang Pelaporan dan Analisis Keuangan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan Akuntansi tentang Akrual
- Menjelaskan tentang Konsep Ekonomi tentang laba
- Akuntansi Akrual
- Konsep Ekonomi tentang laba
-
PENGANTAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Dalam menganalisis laporan keuangan di butuhkan alat yang membantu pengguna untuk mempermudah pekerjaannya dalam memenuhi kebutuhan yang spesifik, oleh karena itu di bagian ini akan diperkenalkan beberapa alat dasar analisis keuangan berikut penerapannya.
1. Analisis Laporan Keuangan Komparatif
Analisis ini dilakukan dengan cara menelaah neraca, laporan laba-rugi atau laporan arus kas yang berurutan dari satu periode ke periode berikutnya. Analisis ini meliputi penelaahan perubahan saldo tiap-tiap akun dari tahun ke tahun atau selama beberapa tahun. Pada analisis laporan keuangan komparatif disebut juga analisis horisontal karena saat menelaah laporan komparatif kita menganalisis saldo akun dengan analisis dari kiri ke kanan (atau kanan ke kiri).
2. Analisis Perubahan Tahun ke Tahun
Perbandingan laporan keuangan selama periode yang relatif pendek dua atau tiga tahun biasanya dilakukan dengan analisis perubahan tahun ke tahun dalam tiap-tiap pos.Analisis perubahan tahun ke tahun untuk jangka pendek ini dapat ditangani dan dipahami. Analisis ini memiliki keunggulan penyajian perubahan dalam angka absolut maupun persentase. Analisis perubahan dalam jumlah maupun persentase menjadi relevan karena dasar dolar yang berbeda dalam perhitungan perubahan persentase dapat menghasilkan perubahan besar yang tidak konsisten dengan kepentingan aktualnya.
3. Analisis Tren Angka Indeks
Analisis perubahan tahun ke tahun untuk membandingkan laporan keuaangan lebih dari dua atau tiga periode kadang kala merepotkan. Analisis ini memerlukan pemilihan tahun dasar untuk seluruh pos, yang biasanya diberi angka indeks 100. karena tahun dasar menjadi rujukan untuk semua perbandingan, pilihan terbaikadalah tahun dimana kondisi bisnis normal.
Salah satu hasil tren adalah kekuatan untuk menyampaikan pandangan dalam filosofi manajer, kebijakan, dan motivasi. Makin beragam lingkungan yamhg membentuk periode analisis, makin baik pula gambaran tentang bagai mana manajer menangani kesulitan dan memanfaatkan kesempatan.
4. Analisis Laporan Keuangan Common-Size
Pengetahuan atas proporsi kelopmpok atau subkelompok yang membentuk suatu pos tertentu yang bermanfaat bagi analisis laporan keuangan. Prosedur ini juga disebut analisis vertical karena evaluasi pos dari atas ke bawah (atau dari bawah ke atas) dalam laporan common-size. Analisis laporan keuangan common-size berguna dalam memahami pembentuk internal laporan keuangan. Sebagai contoh, analisis common-size menekankan pada dua faktor :
1. sumber pendanaan termasuk distribusi pendanaan antara kewajiban lancar, kewajiban tak lancar dan ekuitas.
2. komposisi aktiva termasuk jumlah untuk masing-masing aktiva lancar dan aktiva tak lancar.
Sebuah laporan laba rugi siap untuk analisis common-size karena setiap pos terkait dengan angka kunci seperti penjualan. Dalam berbagai tingkatan, penjualan mempengaruhi hampir seluruh beban dan berguna untuk mengetahui berapa persen dari penjualan yang diwakili oleh tiap pos-pos beban. Pengecualian berlaku untuk pajak penghasilan, yang terkait dengan laba sebelum pajak bukan penjualan. Keterbatasan utama laporan keuangan common-size untuk analisis antar perusahaan adalah kegagalannya untuk mencerminkan ukuran relatif perusahaan yang di analisis.
5. Analisis Rasio
Analisis rasio merupakan salah stu alat analisis keuangan yang paling popular dan banyak digunakan. Perannya sering disalah pahami dan sebagai konsekuensinya, kepentingannya sering dilebih-lebihkan. Analisis rasio dapat mengungkapkan hubungan penting dan menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasio. Rasio paling bermanfaat bila berorientasi ke depan artinya kita sering menyesuaikan faktor-faktor yang mempengaruhi rasio untuk kemungkinan tren dan ukurannya di masa depan.
1. faktor-faktor yang mempengaruhi rasio antara lain peristiwa ekonomi, faktor industri, kebijakan manajemen dan metode akuntansi.
2. interpretasi rasio, bermanfaat jika di interpretasikan dalam perbandingan dengan rasio tahun sebelumnya, standar yang ditentukan sebelumnya dan rasio pesaing.
Analisis rasio deterapkan pada tiga tingkat penting analisis laporan keuangan, yaitu
- Analisis Kredit (Resiko).
Analisis kerdit adalah analisis berfokus pada likuiditas, yang merujuk pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya. Rasio likuiditas yang penting adalah rasio lancar- ketersediaan aset lancar untuk memenuhi kewajiban lancar.
- Analisissolvabilitas
menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
- Analisis Profitabilitas. Analisis Profitabilitas merupakanevaluasi rasio kinerja operasi yang umumnya mengaitkan pos laporan laba rugi dengan penjualan. Rasio ini sering disebut juga dengan margin laba (profit margin).
- Tingkat pengembalian atas investasi (return on investment-ROI). Untuk menilai kompensasi keuangan kepada penyedia pendapatan ekuitas dan utang.
- Kinerja Operasi. Untuk mengevaluasi margin laba dari aktivitas operasi.
- Pemanfaatan Aset (asset utilization). Untuk menilai efektivitas dan intensitas aset dalam menghasilkan penjualan, disebut pula perputaran (trunover).
4. Valuasi
Dalam membuat perbandingan antar perusahaan yang valid ditingkatkan dengan penyesuaian kita terhadap angka yang dilaporkan sebelum digunakan dalam analisis untuk mengestimasi nilai intrinsik perusahaan (saham).
6. Analisis Arus Kas
Analisis arus kas (cashflow analysis) terutama digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi sumber dan penggunaan dana. Analisis arus kas menyediakan pandangan tentang bagaimana perusahaan memperoleh pendanaan dan menggunakan sumber dayanya. Analisis ini juga digunakan dalam peramalan arus kas dan bagian dari analisis likuiditas.
7. Model Penilaian(Valuasi)
Valuasi merupakan hasil penting dari dari berbagai jenis analisis bisnis dan laporan keuangan. Valuasi biasanya mengacu pada estimasi nilai intrinsik sebuah perusahaan atau sahamnya. Dasar valuasi adalah teori nilai sekarang (present value theory). Teori ini menyatakan bahwa ΓÇ£nilai utang atau efek ekuitas (atau untuk masalah ini, segala aset) sama dengan jumlah seluruh hasil yang diharapkan dari efek di masa depan yang di diskontokan ke saat ini dengan menggunakan tingkat diskonto yang tepatΓÇ¥. Teori ini sekarang menggunakan konsep nilai waktu dari uang (time value of money)-yang secara sederhana menyatakan bahwa sebuah entitas lebih menyukai konsumsi saat ini dari pada konsumsi di masa depan.Sehingga, untuk menilai sebuah efek, investor memerlukan dua buah informasi : (1) hasil masa depan yang diharapkan di masa depan sepanjang umur efek, dan (2) tingkat diskonto.
Secara sederhana model valuasi diaplikasikan pada efek obligasi, di mana hasil masa depan obligasi adalah pembayaran pokok dan bunganya, dengan tingkat diskonto obligasi adalah bunga yang berlaku (atau yield to matury). Sedangkan hasil masa depan saham adalah deviden dan peningkatan modal, dengan tingkat diskontonya adalah biaya modal yang telah disesuaikan untuk risisko (atau disebut tingkat pengembalian yang diharapkan ΓÇô expected rate of return).
1. Valuasi Utang
Nilai efek sama dengan nilai sekarang hasil di masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang tepat. Hasil masa depan dari obligasi adalah pembayaran pokok dan bunganya. Perhitungan untuk mencari nilai obligasi adalah sebagai berikut
Saat akan menilai obligasi, kita harus tentukan hasil yang diharapkan berdasarkan faktor ΓÇô faktor seperti tingkat bunga kini, inflasi yang diharapklan, dan risiko gagal bayar.
2. Valuasi Ekuitas
Dasar penilaian ekuitas seperti penilaian utang,yaitu nilai sekarang hasil di masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang tepat. Dalam valuasi ekuitas, investor tidak memiliki klaim atas hasil yang ditentukan sebelumnya, melainkan investor mencari dua hasil, yaitu pembayaran deviden dan peningkatan modal. Karena peningkatan modal menunjukkan perubahan nilai ekuitas.
Sedangkan untuk rumus valuasi ekuitas menggunakan dividen yang diharapkan (expected), bukan dividen yang sebenarnya (actual). Penggunaan dividen yang diharapkan ini karena dividen di masa depan tidak dapat ditentukan. Oleh karena itu, sebagai alternatif digunakan penilain arus kas bebas bagi ekuitas didefinisikan sebagai arus kas dari operasi dikurangi pengeluaran modal dan penyesuaian untuk perubahan utang. Perhitungan nilai diskonto deviden (devinded discount model) adalah
Pertimbangan praktis dalam Valuasi. Model diskonto deviden sebenarnya mengalami kendala praktis pada rentang waktu yang tidak terbatas karena disebabkan pembayaran deviden bersifat operasional dan setiap perusahaan mempunyai kebijakan pembayaran deviden yang berbeda. Sehingga model valuasi sering mengganti deviden dengan laba atau arus kas, maka dari itu diperkenalkan dua model valuasi lain, yaitu
- Model arus kas bagi ekuitas (free cash flow to equity model) yang menghitung nilai ekuitas pada waktu t dengan mengganti deviden yang diharapkan dengan arus kas bebas yang diharapkan oleh ekuitas :
- Model laba sisa (residual income model) yang menghitung nilai perusahaan dengan mengan variabel akuntansi, dengan mendefinisikan nilai ekuitas pada waktu t sebagai jumlah nilai buku kini dan nilai sekarang seluruh laba sisa yang diharapkan di masa depan :
ANALISIS DALAM PASAR EFISIEN
- Efisiensi Pasar
Hipotesis pasar efisien (Eficcient Market Hypothesis-EMH) berhubungan dengan reaksi harga pasar terhadap informasi keuangan dan informasi lainnya. EMH di bagi dalam tiga bentuk, yaitu
- Bentuk lemah (weak form). EMH yang menyatakan bahwa harga mencerminkan sepenuhnya informasi yang terkandung dalam pergerakan harga historis.
- Bentuk semikuat (semistrong form). EMH yang menyatakan bahwa harga mencerminkan sepenuhnya informasi yang tersedia untuk publik.
- Bentuk kuat (strong form). EMH yang menyatakan bahwa harga mencerminkan seluruh informasi termasuk informasi dari dalam.
2. Implikasi Efisiensi Pasar pada Analisis
EMH mengasumsikan kehadiran analis yang kompeten dan terinformasi dengan baik yang menggunakan alat analisis. EMH juga mengasumsikan bahwa analis terus-menerus mengevaluasi dan bertindak pada jalur informasi yang masuk ke pasar. Sedangkan pendukung yang ekstrim menyatakan bahwa jika seluruh informasi secara instan terefleksi dalam harga, usaha untuk mendapatkan secara konsisten melalui analisis laporan keuangan akan sia-sia. Sehingga posisi ekstrim ini menimbulkan paradoks. Beberapa faktor yang dapat menjelaskan paradoks adalah :
pertama, EMH dibangun atas perilaku investor secara keseluruhan, bukan individual. Berfokus pada perilaku keseluruhan menekankan kinerja rata-rata dan
mengabaikan atau menutupi kinerja individu yang didasarkan pada kemampuan, niat yang kuat dan keahlian, serta kecepatan individu atas informasi.
Kedua, Kecepatan dan efisiensi pasar menjadi bukti kehadiran analis yang dimotivasi oleh kompenasasi personal. karena sebagian besar percaya bahwa informasi yang relevan bergerak cepat di dorong oleh besarnya kepentingan keuangan. Dan terakhir, sebagian percaya bahwa pasar adalah pengolah informasi yang cepat.
-
SALAM PEMBUKA

Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS PENDANAA
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Pendanaan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
Mahasiswa mampu- Menjelaskan tentang sumber pendanaan utang
- Menjelaskan tentang sewa sebagai implikasi dari aktivitas pendanaan
- Menjelaskan tentang Liabilitas Kontijensi
- Menjelaskan tentang Pembiayaan diluar laporan posisi keuangan
Topik Bahasan
- Sumber pendanaan utang,
- Sewa sebagai implikasi dari aktivitas pendanaan,
- Liabilitas Kontijensi,
- Pembiayaan diluar laporan posisi keuangan
-
ANALISIS AKTIVITAS PENDANAAN
Kewajiban (liabilities) merupakaan klaim pihak luar atas asset dan sumber daya perusahaan kini dan masa depan. Kewajiban dapat berupa pendanaan atau operasi dan biasanya didahulukan daripada pemegang ekuitas. Kewajiban pendanaan (financing liabilities) merupakan seluruh bentuk pendanaan kredit seperti wesel bayar jangka panjang dan obligasi, pinjaman jangka pendek, dan sewa. Kewajiban operasi (operating liabilities) merupakan kewajiban yang timbul dari operasi seperti kreditor perdagangan, kredit yang ditangguhkan, dan kewajiban pensiun. Kewajiban umumnya dilaporkan sebagai lancar dan tidak lancar, biasanya didasarkan pada kapan kewajiban tersebut jatuh tempo, dalam waktu satu tahun atau tidak. Ekuitas (equity) merupakan klaim pemilik atas asset bersih perusahaan.
- KEWAJIBAN
Kewajiban Lancar
Kewajiban lancar (atau jangka pendek) merupakan kewajiban yang pelunasannya memerlukan penggunaan asset lancar atau munculnya kewajiban lancar lainnya. Periode yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban adalah periode mana yang lebih panjang antara satu tahun dan satu siklus operasi perusahaan.
Terdapat dua jenis kewajiban lancer, antara lain:
- timbul dari aktivitas operasi, meliputi utang pajak, pendapatan diterima dimuka (unearned revenue), uang muka, utang usaha, dan beban operasi akrual pendanaan, meliputi pinjaman jangka pendek bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dan utang bunga.
- timbul dari aktivitas pendanaan, meliputi pinjaman jangka pendek, bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dan utang bunga.
Kewajiban Tak Lancar
Kewajiban tak lancar (atau jangka panjang) merupakan kewajiban jatuh temponya tidak dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, mana yang lebih panjang. Kewajiban ini meliputi pinjaman, obligasi, utang, dan wesel bayar.
Obligasi merupakan bentuk kewajiban tak lancar yang umum. Nilai nominal obligasi bersama tingkat kuponnya menentukan bunga yang dibayarkan atas obligasi tersebut.
Pengungkapan juga disyaratkan untuk pembayaran di masa depan utang jangka panjang dan untuk saham yang dibeli kembali. Pengungkapan ini meliputi:Penerbit obligasi menawarkan beragam insentif untuk mempromosikan penjualan obligasi dan mengurangi tingkat bunga yang diinginkan. Promosi ini meliputi fitur konversi dan waran untuk membeli saham biasa perusahaan penerbiat obligasi. Dan biasanya penawaran ini disebut sebagai pemanis utang konversi (convertible debt sweetener)
- Tanggal jatuh tempo dan persyaratan pencadangan dana pelunasan (sinking funds) setiap tahun selama lima tahun ke depan.
- Persyaratan pelunasan setiap tahun selama lima tahun ke depan.
- Analisis Kewajiban
Materi selengkapnya dapat di download pada link ini : Aktivitas Pendanaan
-
-

-
SOAL UJIAN TENGAH SEMSTER Berkas
Silahkan Dowload Soal UTS pada halaman ini dengan catatan:
1. Kumpulkan Lembar Jawaban pada halam ini, paling lambat tanggal 29 Agustus 2022 Pukul 11.30
-
PENGUMPULAN JAWABAN UTS Penugasan
Silahkan Upload Jawaban UTS anda pada Laman ini
-
-
SALAM PEMBUKA

Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Analisis Aktivitas Investasi
Indikator Penilaian
- Menjelaskan tentang Aset lancer dan keandalannya
- Menjelaskan tentang Manajemen Kas dan Implikasinya
-
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI

PENGENALAN ASET LANCAR
Asset lancar merupakan sumberdaya atau klaim atas sumberdaya yang langsung dapat diubah menjadi kas. Asset lancar adalah adalah asset yang diharapkan akan dijual, ditagih atau digunakan selama satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung dari mana yang akan menjadi lebih panjang.
Selisish antara asset lancar dengan kewajiban lancar disebut modal kerja. Perusahaan memerlukan modal kerja untuk beroperasi dengan efektif, namun modal kerja mahal karena akan menggunakan investasi yang paling mnguntungkan . banyak perusahaan berusaha meningkatkan profitabilitas dan arus kasnya dengan mengurangi investasi pada asset lancar melalui metode seperti pengelolaan penjaminan kredit dan penagihan yang efektif, serta persediaan tepat waktu. Perusahaan lain berusaha untuk mendanai asset lancara mereka dengan kewajiban lancar, seperti utang dagang, sebagai usaha mengurangi modal kerja.
Kas Dan Setara Kas
Kas merupakan asset yang paling liquid, mencangkup mata uang, deposito dana, money orders dan cek. Sedangkan setara kas tergolong asset yang sangat lancar, investasi jangka pendek yang siap dikonversi menjadi kas, dan hampir jatuh tempo sehingga risiko perubahanj harga yang disebabakan pergerakan tingkat bunga minimal.
Kosep likuidasi penting dalam analisis laporan keuangan. Likuiditas berarti jumlah kas atau setra kas yang dimiliki perusahaan dengan jumlah kas yang dapat diperoleh dalam waktu singkat. Jumlah asset likuid yang dilaporkan perusahaan pada neraca sangat beragam. Umumnya perusahaan dalam industry yang dinamis membutuhkan likuiditas yang lebih tinggi untuk memanfaatkan kesempatan atau untuk bereaksi terhadap perubahan yang cepat pada lingkungan yang kompetitif.
Selain memeriksa jumlah asset likuid untuk perusahaan, analisis juga harus mempertimbangkan hal berikut :
- Sejauh mana setara kas diinvestasikan pada efek ekuitas, perusahaan dapat mengalami penurunan likuiditas jika nilai pasar dari efek investasi tersebut turun.
- Kas dan setara kas sering kali dibutuhkan sebagai saldo kompensasi untuk mendukung suatu perjanjian pinjaman atau sebagai jaminan hutang.
MATERI SELENGKAPNYA DAPAT DI DOWNLOAD DI HALAN INI
-
-
SALAM PEMBUKA

Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami Investasi Antar Perusahaan
Indikator Penilaian
Mahasiswa mampu :
- Menjelaskan definisi tentang Pelaporan keuangan untuk investasi antar perusahaan
Topik Pembelajaran
- Pelaporan keuangan untuk investasi antar perusahaan
- Pengungkapan investasi sekuritas
- Metode pembelian dan metode penyatua
- Goodwill dari antar usaha
-
Sekuritas Investasi
Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi (disebut juga dengan marketable securities). Sekuritas investasi sangat bervariasi dalam hal jenis surat berharga yang diinvestasikan dan tujuan dari investasi. Beberapa investasi merupakan penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk sekuritas yang diperdagangkan ( marketable securities). Investasi ini juga dapat mencakup dana yang akan digunakan untuk investasi pada pabrik, peralatan, dan aset operasi lain, atau dapat digunakan sebagai dana pembayaran kewajiban. Tujuan penyimpanan sementara ini adalah untuk menggunakan kas yang mengganggur secara produktif. Investasi lain, misalnya partisipasi ekuitas pada afiliasi luar negeri, sering kali merupakan bagian utama dari aktivitas inti perusahaan.
Sekuritas investasi dapat berupa utang atau ekuitas. Sekuritas utang (debt securities) adalah sekuritas yang mewakili hubungan sebagai kreditor terhadap pihak lain. Misalnya obligasi perusahaan lain, obligasi pemerintah, surat utang, dan sekuritas pemerintah kota. Sekuritas ekuitas (equity securities) merupakan sekuritas yang mewakili kepemilikan pada entitas lain. Contohnya adalah saham biasa dan saham preferen yang tidak dapat ditarik kembali. Perusahaan dapat menggolongkan sekuritas investasi menjadi aset lancar atau tidak lancar, tergantung dari jangka waktu investasi untuk sekuritas tersebut.
Pada sebagian besar perusahaan, sekuritas investasi hanya merupakan bagian yang relatif kecil pada total aset dan dengan mengecualikan investasi ekuitas pada anak perusahaan atau afiliasi, investasi ini lebih merupakan aset keuangan dbandingkan dengan aset operasi. Artinya investasi biasanya bukan merupakan bagian yang yang terintegrasi dengan aktivitas operasi perusahaan. Namun, bagi institusi keuangan dan perusahaan asuransi, sekuritas investasi merupakan aset operasi utama.
Akuntansi untuk Sekuritas Investasi
Akuntansi untuk sekuritas investasi diatur oleh SFAS 115. Standar ini berbeda dengan prinsip lower-of-cost-or-market dengan menyatakan bahwa investasi dapat dilaporkan pada neraca berdasarkan biaya perolehan atau nilai wajar (nilai pasar), tergantung dari jenis sekuritas dan tingkat pengaruh (kendali) yang dimiliki perusahaan terhadap perusahaan yang diinvestasikan (investee company). Hal ini berarti bahwa tidak seperti aset lainnya, sekuritas investasi dapat dinilai dengan nilai pasar meskipun nilai pasar ini melebihi biaya perolehan.
Nilai wajar (fair value) aset merupakan harga tukar aset dalam suatu transaksi normal saat ini antara pihak yang bersedia. Jika suatu aset bisa diperdagangkan, nilai wajarnya dapat langsung ditetapkan dari publikasi harga pasarnya. Jika tidak ada publikasi harga pasar untuk suatu aset, nilai wajar ditentukan berdasarkan biaya historis.
Akuntansi untuk sekuritas investasi ditentukan berdasarkan klasifikasinya. Tampilan 2.1 menyajikan berbagai kemungkinan klasifikasi sekuritas investasi. Sekuritas dalam kelompok besar terbagi atas sekuritas utang dan sekuritas ekuitas. Sekuritas utang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan tujuan investasinya. Sebaliknya, sekuritas ekuitas diklasifikasikan berdasarkan jumlah kepemilikan, yaitu jumlah kepemilikan investor dan selanjutnya pengaruh atau kendali pada perusahaan yang diinvestasi (investee). Sekuritas ekuitas yang tidak mencerminkan kepemilikan pada perusahaan yang diinvestasi yang cukup signifikan kemudian dibedakan berdasarkan tujuan investasi. Oleh karena akuntansi investasi pada sekuritas utang dan sekuritas ekuitas berbeda, masing-masing akan dijelaskan secara terpisah.

Sekuritas Utang
Sekuritas utang mencerminkan hubungan kreditor dengan entitas lain. Misalnya obligasi pemerintah dan swasta, obligasi perusahaan dan wesel bayar, dan utang yang dapat dikonversi. Sekuritas utang dikelompokkan dalam kelompok diperdagangkan, dimiliki hingga jatuh tempo, atau tersedia untuk dijual. Panduan akuntansi sekuritas utang berbeda, tergantung dari jenis sekuritas. Tampilan 2.2 mendeskripsikan kriteria klasifikasi dan akuntansi untuk tiap kelompok sekuritas utang.
Sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities) - HTM Securities, merupakan sekuritas utang yang ingin dan mampu dimiliki manajemen hingga jatuh tempo. Sekuritas ini dapat jatuh tempo dalam jangka waktu pendek (di mana mereka diklasifikasikan sebagai aset lancar) atau jangka panjang (di mana mereka diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar). Perusahaan melaporkan sekuritas dimiliki hingga jatuh tempo jangka pendek (jangka panjang) di neraca pada biaya perolehan (biaya perolehan setelah amortasi). Tidak ada keuntungan atau kerugian belum direalisasi dari sekuritas ini yang diakui sebagai pendapatan. Pendapatan bunga serta keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi, termasuk amortasi premium atau diskon untuk sekuritas jangka panjang, diakui sebagai pendapatan. Klasifikasi sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo ini digunakan hanya untuk sekuritas utang.
Sekuritas yang diperdagangkan (trading securities) merupakan utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang dibeli dengan tujuan akan dikelola secra aktif dan dijual untuk mendapat keuntungan pada jangka waktu dekat. Sekuritas yang diperdagangkan adalah aset lancar. Perusahaan melaporkan sekuritas ini pada nilai pasar total pada tiap tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi (perubahan nilai wajar sekuritas yang dimiliki) dan keuntungan atau
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Utang
AKUNTANSI
LAPORAN LABA RUGI
Kelompok
Deskripsi
Neraca
Keuntungan/Kerugian belum direalisasi
Lainnya
Dimiliki hingga jatuh tempo
Sekuritas yang diperoleh dengan niat dan kemampuan untuk dimiliki hingga jatuh tempo
Harga setelah amortasi
Tidak diakui sebagai komponen laba bersih maupun laba komprehensif
Mengakui realisasi keuntungan/kerugian dan pendapatan bunga dalam laba bersih
Diperdagangkan
Sekuritas yang dibeli untuk jangka pendek atau memperoleh keuntungan perdagangan (biasanya di bawah 3 bulan)
Nilai wajar
Diakui sebagai komponen laba bersih
Mengakui realisasi keuntungan/kerugian serta pendapatan bunga dalam laba bersih
Tersedia untuk dijual
Sekuritas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan maupun dimiliki hingga jatuh tempo
Nilai wajar
Tidak diakui sebagai komponen laba bersih namun diakui sebagai pendapatan komprehensif
Mengakui realisasi keuntungan/kerugian dan pendapatan bunga dalam laba bersih
kerugian yang telah direalisasi (keuntungan atau kerugian pada saat penjualan) termasuk pada penghitungan laba bersih. Pendapatan bunga dari sekuritas diperdagangkan dalam bentuk utang ini dicatat saat terjadinya. (Pendapatan dividen dari sekuritas ekuitas diperdagangkan diakui saat terjadinya.) Klasifikasi perdagangan digunakan untuk sekuritas utang maupun ekuitas.
Sekuritas yang tersedia untuk dijual (available-for-sell securities) merupakan sekuritas utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang tidak tergolong sekuritas diperdagangkan atau dimiliki hingga jatuh tempo. Sekuritas ini dapat dikelompokkan sebagai aset lancar atau tidak lancar, tergantung dari jangka waktu atau kapan manajemen berniat menjual sekuritas tersebut. Sekuritas ini dilaporkan berdasarkan nilai wajar pada neraca. Namun, perubahan pada nilai wajar tidak dimasukkan sebagai komponen laba melainkan dimasukkan sebagai komponen pendapatan komprehensif. Pada sekuritas tersedia untuk dijual, pendapatan bunga, termasuk amortasi premium atau diskon sekuritas jangka panjang, dicatat saat terjadinya, (Pada sekuritas ekuitas tersedia untuk dijual, dividen dicatat sebagai penghasilan saat terjadinya). Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi dicatat sebagai bagian laba bersih. Klasifikasi sekuritas-tersedia-untuk-dijual digunakan untuk sekuritas utang maupun ekuitas.
Saat niat atau kemampuan manajemen untuk meneruskan tujuan memiliki sekuritas investasi berubah secara signifikan, sekuritas tersebut harus direklasifikasi (dipindahkan pada kelompok lain). Umumnya, sekuritas utang yang dikelompokkan sebagai ΓÇ£dimiliki hingga jatuh tempoΓÇ¥ tidak dapat dipindahkan menjadi kelompok lain kecuali pada keadaan luar biasa seperti merger, akuisisi, divestasi, penurunan tajam peringkat kredit, atau kejadian luar biasa lainnya. Pemindahan dari kelompok ΓÇ£tersedia untuk dijualΓÇ¥ menjadi ΓÇ£diperdagangkanΓÇ¥ biasanya juga tidak diperbolehkan. Namun, ketika pemindahan antar kelompok ini terjadi, sekuritas harus disesuaikan pada nilai wajarnya. Nilai wajar ini memastikan bahwa perusahaan yang mengubah kelompok sekuritas secara langsung mengakui nilai wajar (pada laporan laba ruginya). Hal ini juga mengurangi kesempatan perusahaan untuk menyembunyikan perubahan nilai wajar dengan mengubah sekuritas menjadi kelompok lain yang tidak mengakui perubahan nilai wajar sebagai bagian laba bersih. Tampilan 2.3 memberikan ringkasan akuntansi perubahan kelompok investasi.
Materi Selngkapnya dapat di download pada laman ini
-