Garis besar topik
-
-
Syarat S2 ΓÇô Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bagi semua lapisan masyarakat. Hanya dengan pendidikan segala hal dapat berubah dan berkembang menjadi lebih baik. Maka dari itu saat ini berkuliah tidak lagi menjadi sesuatu yang langka seperti dahulu.
Terlebih lagi pada jenjang Strata 1 kesempatan untuk berkuliah dapat diemban seluruh masyarakat. Ini karena pemerintah juga banyak menyediakan beasiswa untuk membantu masyarakat melanjutkan perkuliah dimanapun perguruan tinggi agar terus mengenyam pendidikan yang lebih baik.
Jenjang perkuliahan pun tak hanya sebatas pada Strata 1 / S1 tapi juga Strata 2 atau biasa disebut dengan pendidkan pascasarjana. Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi memang harus dicapai setinggi mungkin agar memberikan manfaat tak hanya untuk kepentingan diri sendiri tapi juga ilmu yang bermanfaat bagi sesama dan negara.
Pendidikan S2 kini seperti sesuatu yang sudah tak jarang lagi ditemui. Bahkan beberapa orang memiliki target pendidikan tersendiri seperti mewajibkan untuk meneruskan S2 setelah lulus S1. Nah untuk kamu yang sudah berniat untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana / S2 wajib untuk menyimak ulasan berikut ini mengenai syarat-syarat untuk melanjutkan S2.
-
-
Pengertian Penelitian ΓÇô Adanya sebuah terapkan terhadap aplikasi ilmiah dari penilaian masalah untuk mendapatkan informasi yang dapat bermanfaat dan dalam sebuah hasil yang dapat dipertanggung jawab atau dicapai.Soerjono Soekanto Menurut Soerjono Soekanto, definisi penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan berdasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya.
Sistematis, tujuannya adalah agar penelitian dilakukan melalui langkah-langkah spesifik yang logis dan tertata sesuai dengan sistem yang akan disusun untuk menjelaskan urutan sebab dan akibat dari objek penelitian. Kegiatan penelitian harus mempunyai dengan berbagai karakteristik tersebut. Berikut ialah ciri-ciri dalam penelitian:
Penelitian dapat dilakukan secara analitis dan harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan metode ilmiah. Beberapa ulasan di atas, disini juga kami akan menyampaikan beberapa sikap pada saat melakukan penelitian. Seorang peneliti harus dapat memisahkan pendapat pribadi dari kenyataan yang ada.
-
-
-
Sekurang-kurangnya ada empat sebab yang melatarbelakangi mengapa penelitian itu perlu dilakukan, yaitu: (1) Kesadaran keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan (2) Pemenuhan rasa ingin tahu; (3) Pemecahan masalah; dan (4) Pemenuhan pengembangan diri.
Pertama, penelitian didasarkan atas kesadaran keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan. Manusia tinggal di lingkungan masyarakat yang sangat luas. Dalam kehidupan yang sangat luas tersebut banyak hal yang kita tidak ketahui, tidak jelas, tidak paham sehingga menimbulkan kebingungan, karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia yang sangat terbatas, dibandingkan dengan lingkungannya yang begitu luas. Bahkan ketidaktahuan, ketidakpahaman, dan ketidakjelasan terhadap sesuatu dalam kehidupannya, seringkali menimbulkan kecemasan, rasa takut, dan rasa terancam. Kesadaran atas keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan atau kemampuan manusia dalam kehidupannya perlu diatasi agar manusia dapat menyesuaikan diri di lingkungan masyarakat.
Kedua, penelitian dilakukan karena didorong oleh pemenuhan kebutuhan rasa ingin tahu. Manusia memiliki dorongan atau naluri ingin mengetahui tentang sesuatu di luar dirinya. Pengetahuan dan pemahaman tentang sesuatu, menimbulkan rasa ingin tahu baru yang lebih luas, lebih tinggi, lebih menyeluruh. Dorongan ingin tahu disalurkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman. Contohnya, manusia selalu bertanya, apa itu, bagaimana itu, mengapa begitu, dan sebagainya. Bagi kebanyakan orang, jawaban-jawaban sepintas dan sederhana mungkin sudah memberikan kepuasan, tetapi bagi orang-orang tertentu, para ilmuwan, peneliti, dan mungkin juga para pemimpin, dibutuhkan jawaban yang lebih mendalam, lebih rinci dan lebih komprehensif.
Ketiga, penelitian dilakukan untuk pemecahan masalah. Manusia di dalam kehidupannya selalu dihadapkan kepada masalah, tantangan, ancaman, dan bahkan kesulitan, baik di dalam dirinya, keluarganya, masyarakat sekitarnya serta di lingkungan kerjanya. Banyak cara yang dilakukan manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, antara lain:
a.Pemecahan masalah dilakukan secara tradisional atau mengikuti kebiasaan. Cara dan alat kerja tradisional yang merupakan kebiasaan, misalnya, cara masyarakat petani memotong padi menggunakan anai-anai yang secara turun temurun dijadikan sebagai alat potong padi.
b.Pemecahan masalah secara dogmatis, baik menggunakan dogma agama, masyarakat, hukum, dan lain lain. Seperti pencuri dipotong tangannya, dll.
c.Pemecahan masalah secara intuitif yaitu berdasarkan bisikan hati, misalnya seorang ibu kebingungan anaknya terlambat pulang sekolah. Bisikan hatinya, mengecek anaknya dengan menelepon teman dekat anaknya.
d.Pemecahan masalah secara emosional, umpamanya pintu terkunci dibuka dengan didobrak.
e.Pemecahan masalah secara spekulatif atau trial and error, suara radio berhenti, lalu radionya dipukul-pukul dan ternyata bersuara lagi.
f.Pemecahan masalah melalui penelitian. Pemecahan masalah dalam penelitian dilakukan secara objektif, sistematis, menggunakan metode dan mengikuti prosedur, serta berpegang pada prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah pengumpulan, pengolahan data, dan pembuktian secara ilmiah.
-
ΓÇóMETODOLOGI-PENELITIAN BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PENELITIAN:
- Terdapat beberapa jenis pendekatan penelitian, diantaranya adalah pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan Secara umum ada tiga pendekatan penelitian yang umum digunakan terutama dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Ketiga pendekatan penelitian itu terdiri dari, metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif, dan metode penelitian kuantitatif
-
RUANG LINGKUP PENELITIAN BISNIS dan MASALAH PENELITIAN
Jenis Penelitian  Metode survey  Wawancara  Kuesioner  Data Primer  Metode observasi  Data skunder  Pengamatan
Selain dari itu Berikutnya ruang lingkup ini memuat: Observasi partisipasi: metode pengumpulan data melalui pengamatan yang benar-benar melibatkan peneliti dalam keseharian informan (objek yang diteliti). Observasi tidak terstruktur: observasi jenis ini tidak memiliki panduan khusus. Peneliti harus memiliki kepekaan dan dapat mengembangkan daya pengamatannya.
-
-
-
LANDASAN TEORI, KAJIAN PUSTAKA, dan KERANGKA PIKIR
A. Kajian Pustaka Pada kajian pustaka, akan dibahas mengenai penelitian terdahulu yang membahas variable yang sama sebagai pembanding dan dirangkum dalam persamaan dan perbedaan antara kajian terdahulu dengan penelitian penulis. 1. Penelitian Terdahulu Pada penelitian sebelumnya, terdapat beberapa karya tulis yang meneliti dengan variable serupa. Berikut ini penelitian terdahulu yang penelitiannya serupa yang dijadikan kajian penelitian terdahulu diantaranya: Pertama, Amalia Nur Fitri Ana1 menganalisis Pengaruh Current Ratio, Firm Size, dan Free Cash Flow terhadap Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2012 ΓÇô 2015. Hasil penelitian ini menunjukan variable Firm Size dan Free Cash Flow tidak memiliki pengaruh terhadap Dividend Payout Ratio secara Parsial, sedangkan Variabel Current Ratio terhadap Dividend Payout Ratio mempunyai pengaruh secara parsial. Hasil analisis uji F antara variable current ratio, firm size dan free cash flow sama ΓÇô sama berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio.
Kedua, Estika Maulida Priyo2 menganalisis Pengaruh Return On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio (DER), Firm Size, Growth dan Free Cash Flow terhadap Deviden Payout Ratio (DPR). Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2011. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial, Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh negative dan Firm Size berpengaruh positif signifikan terhadap Deviden Payout Ratio (DPR). Sedangkan Free Cash Flow (FCF) berpengaruh negative, Return On Asset (ROA) dan Growth berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Deviden Payout Ratio (DPR). Secara simultan, semua variable berpengaruh positif dan signifikan terhadap Deviden Payout Ratio (DPR). Ketiga, Novia Candra Utami3 menganalisis Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014). Hasil dari penelitian ini diketahui hasil pengujian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara parsial, Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) sedangkan Debt to Equity Ratio (DER), berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Keempat, Syifa Fitria4 menganalisis Pengaruh Return On Assets (ROA) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) (Studi pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. Periode 2007 ΓÇô 2016). Hasil penelitian ini secara parsial tidak ada pengaruh signifikan Return On Assets terhadap Dividend Payout Ratio sedangkan dengan Debt to Equity Ratio terdapat pengaruh tidak signifikan terhadap Dividend Payout Ratio. Secara simultan, Return On Assets dan Debt to Equity Ratio berpengaruh namun tidak signifikan terhadap Dividend Payout Ratio. Kelima, Shareza Hafiz5 menganalisis Pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Assets (ROA) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan Manufaktur di BEI periode 2011 ΓÇô 2015. Hasil dari penelitian tersebut secara parsial tidak ada pengaruh Current Ratio terhadap Dividend Payout Ratio. Sedangkan pada DER dan ROA terhadap DPR terdapat pengaruh.masing ΓÇô masing secara parsial. Secara Simultan, CR, DER, dan ROA terdapat pengaruh terhadap DPR.
-
Ruang lingkup masalah penelitianlMerumuskan judullSistematika skripsi (tata naskah)lEtika penulisan skripsilTeknis penulisan (pengetikan)lPembimbingan
PROSEDUR PENELITIAN
lMEMILIH LANDASAN TEORIlFUNGSI TEORI DALAM PENELITIANlMERUMUSKAN MASALAHlMENETAPKAN VARIABEL, INDIKATOR, DAN/ATAU DIMENSI PENELITIANlMEMILIH METODE PENELITIANlMENYUSUN KERANGKA BERPIKIR ATAU MODEL PENELITIANlMENETAPKAN POPULASI, SAMPEL, DAN SUMBER DATASISTEMATIKABAB I PENDAHULUAN
1.Latar belakang: data, fakta (fenomena empirik)2.Rumusan Masalah penelitian3.Tujuan penelitian4.Manfaat/signifikansi penelitian5.Keterbatasan penelitianAsumsi: ceteris paribus, postulat (=premiseLANDASAN TEORIlBersumber dari teori yang sudah kokohlDigunakan untuk memprediksi keterkaitan antar variabel yang dituangkan dalam kerangka (model) penelitianlDigunakan sesuai kebutuhan (bukan bunga rampai kutipan)lHindari pengutipan teori-teori yang berlawanan, kecuali ada maksud lainMERUMUSKAN MASALAHlMasalah itu penting dan bermanfaat untuk ditelitilDidukung latar belakang yang meyakinkan bahwa masalah itu ada di obyek, dan diperkuat oleh fakta (fenomena) empiriklDapat diteliti (data tersedia, tidak rahasia, up to date, dapat dijangkau, sesuai kemampuan peneliti)MENETAPKAN VARIABEL, INDIKATOR, DAN/ATAU DIMENSI PENELITIANlVariabel Independen, Variabel Dependen, Variabel Moderator, Variabel Intervening, Variabel KontrollMenetapkan fokus masalah ( X atau Y)lIndikator merupakan karakteristik atau unsur yang membentuk variabel (didukung teori)lDimensi menunjukkan ruang lingkup atau aspek-aspek inti masalah (didukung teori)MEMILIH METODE PENELITIANlSesuaikan dengan fokus masalah dan tujuan penelitianlSesuaikan dengan peluang yang adalSesuaikan dengan model penelitian atau kerangka berpikir (hypothesis-based or non hypothesis-based)lSesuaikan dengan karakteristik variabelMENYUSUN KERANGKA BERPIKIR ATAU MODEL PENELITIANlDisusun berdasarkan rujukan grand theorylSesuai dengan fokus masalahlMencerminkan ruang lingkup yang akan diteliti (baik indikator maupun dimensi)lMendeskripsikan saling keterkaitan antar variabel dan posisi dalam body of knowledgelDituangkan dalam skemaMENETAPKAN POPULASI, SAMPEL, DAN SUMBER DATAlPOPULASI: seluruh subyek atau obyek penelitian (orang, benda, peristiwa)lSAMPEL: ukuran dan unit sampel harus mewakili karakter populasi (representatif)lSUMBER DATA:primer (langsung berhubungan dengan obyek dan subyek penelitian)
sekunder (tidak langsung berhubungan dengan obyek dan subyek penelitian)
HAL-HAL YANG SERING TERLUPAKAN
I.EJAAN YANG DISEMPURNAKANII.STRUKTUR KALIMAT DAN KAIDAH BAHASAIII.KETERKAITAN DAN KONSISTENSI URAIAN DALAM KESELURUHAN PENELITIANIV.ASPEK TEKNIS DAN SISTEMATIKA PENULISANPENULISAN REFERENSIEJAAN YANG DISEMPURNAKANlTANDA BACAlKATA SAMBUNG: sedangkan, dalam, dengan, yang, dan, dsblTEKNIS PENGETIKAN: capital letter, bold, italic, underline, subscript, superscript, etc.lPENGETIKAN SUMBER RUJUKAN YANG DIKUTIPSTRUKTUR KALIMAT DAN KAIDAH BAHASAlKALIMAT STANDAR TERDIRI DARI: S-P-O: Subyek-Predikat-ObyeklPERHATIKAN EFISIENSI DALAM KALIMAT: tidak boleh diulang-ulang atau berlebihanlJUDUL URAIAN bukanlah SUBYEK KALIMATlSTRUKTUR ALINEAKETERKAITAN DAN KONSISTENSI URAIAN DALAM KESELURUHAN PENELITIANKEJELASAN BENANG MERAH mulai dari Latar Belakang (dengan fenomenanya), Fokus Masalah, Judul Penelitian, Kerangka Pemikiran (termasuk grand teori yang melahirkan indikator atau dimensi), Teori Pendukung, Desain Penelitian (= metode, pendekatan, teknik analisis dan pembahasan), Instrumen Penelitian, Analisis Hasil Penelitian Kesimpulan, sampai ke Rekomendasi.ASPEK TEKNIS DAN SISTEMATIKA PENULISANlKODIFIKASI dan PENGETIKAN STRUKTUR TESIS: IàAà1àaà1)àa)à(1)à(a)lTEKNIK PENULISAN KUTIPAN:
-
-
-
HIPOTESA PENELITIAN
Margono (2004: 80) menyatakan bahwa hipotesis berasal dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). Hipo berarti kurang dari, sedang tesis berarti pendapat. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara, belum benar-benar berstatus sebagai suatu tesis. • Hipotesis memang baru merupakan suatu kemungkinan jawaban dari masalah yang diajukan. • Merupakan dugaan yang bijaksana dari si peneliti • Atau diturunkan (deduced) dari teori yang telah ada. Apakah semua penelitian ilmiah Kriteria atau ciri hipotesis yang baik menurut Furchan (2004: 121-129) yaitu:  hipotesis harus mempunyai daya penjelas;  hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel- variabel;  hipotesis harus dapat diuji;  hipotesis hendaknya konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada; dan  hipotesis hendaknya dinyatakan sederhana dan seringkas mungkin.
-
-
-
1. Variabel ΓÇô Variabel 2. Skala Ukur Variabel 3. Tata Cara Menyusun Instrumen 4. Populasi & Teknik Penarikan Sampel 5. Teknik Analisis Data 6. Langkah Pemodelan SEM. DIMENSI VARIABEL NOMINAL VARIABEL/ DIMENSI STATUS PERKAWINAN - MENIKAH - BELUM MENIKAH - DUDA - JANDA JUMLAH (ORANG) ( %) 75 31, 25 40 65 60 16, 67 27, 08 25, 00 240 100, 00 VARIABEL/ JUMLAH DIMENSI (ORANG) (%) AGAMA : - ISLAM - NASRANI - HINDU - BUDDHA 150 110 75 60 37, 97 27, 85 18, 99 15, 19 JUMLAH 395 100, 00 CATATAN: Dimensinya bersifat terpisah (tidak bertingkat sehingga tidak dapat diberi nilai). Angka dalam kolom bukan nilai atas dimensi, tetapi Resista Vikaliana, dimensi S. Si. MM merupakan hitungan terhadap subjek yang mendukung atau variabel itu. SKALA ORDINAL SKALA PENGUKURAN YANG MENYATAKAN SESUATU LEBIH DARI YANG LAIN. MEMBERIKAN NILAI PERINGKAT TERHADAP DIMENSI VARIABEL YANG DIUKUR SEHINGGA MENUNJUKKAN SUATU URUTAN PENILAIAN ATAU TINGKAT PREFERENSI. Resista Vikaliana, S. Si. MM CONTOH: Sebutkan peringkat pilihan saudara terhadap wilayah pemasaran jasa. SKALA INTERVAL Menurut saya, sistem pengembangan karier di perusahaan ini sudah sesuai dengan yang saya harapkan. Sangat Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju. Mencakup konsep kesamaan jarak sehingga jarak antara 9 dan 10 sama dengan jarak 15 dan 16. Nilai dalam skala interval bukan angka nol mutlak. Contoh: skala Likert 5 titik 19/10/2013 Menyatakan peringkat dan jarak dari konstruks/variabel.
SKALA UKUR NOMINAL Untuk fenomena yang variabelnya mempunyai Resista Vikaliana, S. Si. MM dimensi diskrit (terpisah), hakikatnya tidak dapat diberi nilai berdasarkan dimensi itu. Fenomena itu disebut fenomena nominal, variabelnya disebut variabel nominal. Kategori dimensi variabel nominal adalah: Jenis kelamin: Laki-laki - Perempuan Kota kelahiran: Bandung, Malang, Surabaya, Padang Status perkawinan: Menikah - Belum menikah - Duda - Janda Status pekerjaan: PNS - Wiraswasta - Tentara - Polisi
-
Validitas dan reliabilitas penelitian: 1.
Uji Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukam fungsi ukurannya (Azwar 1986). Selain itu validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti (Cooper dan Schindler, dalam Zulganef, 2006).
Sedangkan menurut Sugiharto dan Sitinjak (2006), validitas berhubungan dengan suatu peubah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dalam penelitian menyatakan derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur. Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam suatu mengukur apa yang diukur. Ghozali (2009) menyatakan bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur sah, atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya tes tersebut. Suatu tes menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.
Sisi lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid dapat menjalankan fungsi ukurnya dengan tepat, juga memiliki kecermatan tinggi. Arti kecermatan disini adalah dapat mendeteksi perbedaan-perbedaan kecil yang ada pada atribut yang diukurnya.
Dalam pengujian validitas terhadap kuesioner, dibedakan menjadi 2, yaitu validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan faktor).
Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Bila kita menggunakan lebih dari satu faktor berarti pengujian validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor faktor, kemudian dilanjutkan mengkorelasikan antara skor item dengan skor total faktor (penjumlahan dari beberapa faktor).
Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total.
Untuk melakukan uji validitas ini menggunakan program SPSS. Teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk uji validitas adalah menggunakan korelasi Bivariate Pearson (Produk Momen Pearson). Analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkap à Valid. Jika r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid). 2.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas berasal dari kata reliability. Pengertian dari reliability (rliabilitas) adalah keajegan pengukuran (Walizer, 1987). Sugiharto dan Situnjak (2006) menyatakan bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya dilapangan. Ghozali (2009) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel
Menurut Masri Singarimbun, realibilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali ΓÇô untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relative konsisten, maka alat pengukur tersebut reliable. Dengan kata lain, realibitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam pengukur gejala yang sama.
Menurut Sumadi Suryabrata (2004: 28) reliabilitas menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran dengan alat tersebut dapat dipercaya. Hasil pengukuran harus reliabel dalam artian harus memiliki tingkat konsistensi dan kemantapan.
Reliabilitas, atau keandalan, adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang) akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pengukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai). Reliabilitas tidak sama dengan validitas. Artinya pengukuran yang dapat diandalkan akan mengukur secara konsisten, tapi belum tentu mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian, reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dari suatu tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Penelitian dianggap dapat diandalkan bila memberikan hasil yang konsisten untuk pengukuran yang sama. Tidak bisa diandalkan bila pengukuran yang berulang itu memberikan hasil yang berbeda-beda.
Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas. Reliabilitas yang tinggi ditunjukan dengan nilai rxx mendekati angka 1. Kesepakatan secara umum reliabilitas yang dianggap sudah cukup memuaskan jika ≥ 0.700.
Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan skala bertingkat. Rumus Alpha Cronbach sevagai berikut :
Keterangan :
Jika nilai alpha > 0.7 artinya reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha > 0.80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten memiliki reliabilitas yang kuat. Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:
Jika alpha > 0.90 maka reliabilitas sempurna. Jika alpha antara 0.70 ΓÇô 0.90 maka reliabilitas tinggi. Jika alpha 0.50 ΓÇô 0.70 maka reliabilitas moderat. Jika alpha < 0.50 maka reliabilitas rendah. Jika alpha rendah, kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliabel.
-
-
-
Variabel ΓÇô Variabel 2. Skala Ukur Variabel 3. Tata Cara Menyusun Instrumen 4. Populasi & Teknik Penarikan Sampel 5. Teknik Analisis Data 6. Langkah Pemodelan SEM.
- SKALA LIKERT  Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan prsepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena atau gejala sosial yang terjadi  Dengan Skala Likert, maka variable yang akan diukur dijabarkan menjadi indicator penelitian  Kemudian dijabarkan melalui dimensi-dimensi menjadi sub-variabel, kemudian menjadi indicator yang dapat dijadikan tolak ukur untuk menyusun item-item pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan dengan variabel penelitian (Iskandar, 2009:83).
- 6. LANJUTAN….. Pertanyaan Positif (+) Skor 1. Sangat (tidak setuju/buruk/kurang sekali) Skor 2. Tidak (setuju/baik/) atau kurang Skor 3. Netral / Cukup Skor 4. (Setuju/Baik/suka) Skor 5. Sangat (setuju/Baik/Suka) Pertanyaan Negatif (-) Skor 1. Sangat (setuju/Baik/Suka) Skor 2. (Setuju/Baik/suka) Skor 3. Netral / Cukup Skor 4. Tidak (setuju/baik/) atau kurang Skor 5. Sangat (tidak setuju/buruk/kurang sekali) Untuk keperluan analisis KUANTITATIF, maka jawaban dapat diberikan skor: 1. Setuju/selalu/sangat positif 5 2. Setuju/sering/positif 4 3. Ragu-ragu/kadang-kadang/netral 3
-
-
-
ΓÇóJudulΓÇóLatar belakang masalahΓÇóIdentifikasi masalahΓÇóBatasan masalahΓÇóBatasan penelitianΓÇóRumusan masalahΓÇóHipotesis penelitianΓÇóMetode penelitianΓÇóTinjauan pustakaΓÇóKerangka pemikiran
-
-
-
Metode Pengumpulan Data: Pengertian, Contoh dan Sumber
Anda dapat mengkategorikan metode pengumpulan data menjadi metode pengumpulan data primer dan metode pengumpulan data sekunder. Metode Pengumpulan Data Primer. Data primer dikumpulkan dari pengalaman tangan pertama dan tidak digunakan di masa lalu. Pengumpulan data dengan metode pengumpulan data primer bersifat spesifik untuk motif penelitian dan sangat akurat. Metode pengumpulan data primer dapat dibagi menjadi dua kategori: metode kuantitatif dan metode kualitatif.
Dalam materi ini,t empat metode pengumpulan data yang berbeda ΓÇô observasi, kuesioner, wawancara atau wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus ΓÇô dan mengevaluasi
-
-
-
LAPORAN PENELITIAN:
Pertimbangan-pertimbangan dalam menyusun laporan penelitian: 1. Tujuan pembuatan laporan. 2. Terkait dengan hal yang pertama; siapakah yang akan memanfaatkan (atau membaca) laporan penelitian itu. 3. Ketajaman dalam menyampaikan informasi hasil penelitian. 4. Sistematika penulisan laporan (untuk setiap jenjang pendidikan, sistematika penulisan akan memiliki perbedaan walaupun substansinya sama).
Format laporan penelitian:  Bagian Depan (Preliminary Materials) 1. Halaman judul 2. Kata pengantar 3. Daftar isi 4. Daftar tabel 5. Daftar gambar/ilustrasi atau diagram-diagram
BAB I PENDAHULUAN Bab Pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah, yaitu bab yang berisi hal-hal umum yang dijadikan landasan kerja penyusun. Pendahuluan
dalam karya ilmiah biasanya terdiri atas: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi Masalah, (3) Rumusan Masalah (4) Pembatasan Masalah, (5) Tujuan Penelitian, dan (6) Manfaat Penelitian.
Agar tidak mengalami hambatan dan lancar dalam penyusunan laporan penelitian, maka harus: 1. Banyak membaca buku-buku yang terkait dengan laporan penyusunan karya ilmiah kita, 2. Mencari master laporan yang sudah jadi, untuk copy the master, 3. Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang kita butuhkan yang berkaitan dengan objek yang diteliti, 4. Memahami kerangka laporan karya ilmiah, dan 5. Meneguhkan niat di dalam hati, bahwa laporan penelitian itu harus selesai sebagai bentuk tanggung jawab, 6. Menepati jadwal penyusunan laporan karya ilmiah yang sudah disusun
-
-
-
TEKNIK PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI
Pertimbangan-pertimbangan dalam menyusun proposal skrips: 1. Tujuan penyusunan proposal skripsi. 2. Minat mahasiswa terhadap topik skripsi atau penelitian (area of interest penelitiannya). 3. Ketajaman dan kelengkapan dalam menyusun proposal skripsi. 4. Sistematika penulisan proposal harus sesuai dengan format yang telah ditetapkan.
Proposal Skripsi ΓÇô Terdapat tiga jenis dalam suatu proposal, yakni semi formal, formal, dan informal. Proposal resmi terdiri dari tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi proposal dan bagian tambahan yang akan ditutup.
Proposal tesis mencakup standar tertentu seperti penggunaan kalimat, bahasa, membaca, dan lain-lain. Isi proposal yakni masih dirancang, yang berarti belum dirumuskan dalam waktu yang lama.
Apa itu Proposal Skripsi ?
Proposal Skripsi adalah istilah yang digunakan di suatu negara kita sebagai menggambarkan karya ilmiah yang merupakan representasi dari hasil penelitian yang membahas topik atau fenomena di bidang ilmu tertentu menggunakan dalam suatu aturan yang telah berlaku.
Proposal merupakan sebuah rancangan dan rencana kerja yang sistematis dan terperinci. Tujuan dari proposal ini adalah untuk memberikan pedoman dan referensi ke rencana untuk melaksanakan kegiatan atau perusahaan tersebut.
-
-
-
Analisis korelasi berkaitan erat dengan regresi, tetapi secara konsep berbeda dengan analisis regresi. Analisis korelasi adalah mengukur suatu tingkat atau kekuatan hubungan linear antara dua atau lebih. Regresisi adalah … Regresi adalah metode statistik yang dipakai untuk memperkirakan hubungan antara sebuah variabel terikat dan satu variabel independen atau lebih. Metode ini juga bisa digunakan untuk menilai kekuatan hubungan antara variabel dengan perkiraan masa yang akan datang. Sedangkan SEM adalah atau SEM is a very effective way for small businesses to reach their target audience, generate new customers, increase revenues, and trim acquisition costs. But before we begin to discuss how SEM marketing works for the benefit of your business, we have to take a.....SEM is not a camera and the detector is not continuously image-forming like a CCD array or film. Unlike in an optical system, the resolution is not limited by the diffraction limit, fineness of lenses or mirrors or detector array resolution. The focusing optics can be large and coarse, and the SE detector is fist-sized and simply detects current. Instead, the spatial resolution of the SEM depends on the size of the electron spot, which in turn depends on both the wavelength of the el…
-
Apa pengertian struktur data?Jawab: cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.
2. Apa kegunaan struktur data?Jawab: Pemakaian struktur data yang tepat di dalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana.3. Sebutkan struktur data berdasarkan jenisnya?Jawab: struktur data berdasarkan jenisnya di bagi menjadi 2,yaitu:a. Struktur data sederhana,yang meliputi : Array(larik) dan record(catatan)b. Struktur data majemuk ,yang meliputi : linier dan non-linier
4. Apa pengertian array?Jawab: array adalah struktur data statik yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama. Setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya. Indeks larik harus tipe data yang menyatakan keterurutan misalnya integer atau karakter. Banyaknya elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dieksekusi. Tipe elemen larik dapat berupa tipe sederhana, tipe terstruktur, atau tipe larik lain. Nama lain array adalah Larik, tabel, atau vekto.5. Apa pengertian record?Jawab: record adalah definisi tipe dan sekumpulan primitif (operasi dasar) terhadap tipe tersebut. Tipe diterjemahkan menjadi tipe terdefinisi dalam bahasa pemrograman yang bersangkutan.
6. Apa perbedaan dari binary tree dan graph?Jawab: pebedaan binary tree dan graphBinary tree adalah himpunan terbatas yang mungkin kosong atau terdiri dari sebuah simpul yang disebut sebagai akar dan dua buah himpunan lain yang disjoint yang merupakan pohon biner yang disebut sebagai sub pohon kiri (left) dan sub pohon kanan (right) dari pohon biner tersebut. Sedangkan graph adalah struktur data yang paling umum. Jika struktur linier memungkinkan pendefinisian keterhubungan sekuensial antara entitas data, struktur data tree memungkinkan pendefinisian keterhubungan hirarkis, maka struktur graph memungkinkan pendefinisian keterhubungan tak terbatas antara entitas data.7. Sebutkan karakteristik array?Jawab: karakteristik array meliputi:a. Mepunyai batasan dari pemesanan alokasi memori (bersifat statis).b. Mempunyai tipe data sama (bersifat homogen).c. Dapat diakses secara acak.
8. Sebutkan tiga hal yang harus di ketahui dalam mendeklarasikan array?Jawab: tiga hal yang harus di ketahui dalam mendeklarasikan array, yaitu:a. Type data array.b. Nama variable array.c. Subkrip / index array.
9. Sebutkan kelebihan dan kelemahaan array?Jawab: Keunggulan array adalah sebagai berikut :- Array sangat cocok untuk pengaksesan acak. Sembarang elemen di array dapat diacu secara langsung tanpa melalui elemen-elemen lain.- Jika berada di suatu lokasi elemen, maka sangat mudah menelusuri ke elemen-elemen tetangga, baik elemen pendahulu atau elemen penerus 3- Jika elemen-elemen array adalah nilai-nilai independen dan seluruhnya harus terjaga,maka penggunaan penyimpanannya sangat efisien.├ÿ Kelemahan array adalah sebagai berikut :Array mempunyai fleksibilitas rendah, sehingga tidak cocok untuk berbagai aplikasi karena array mempunyai batasan sebagai berikut :- Array harus bertipe homogen. Kita tidak dapat mempunyai array dimana satu elemenadalah karakter, elemen lain bilangan, dan elemen lain adalah tipe-tipe lain.- Kebanyakan bahasa pemrograman mengimplementasikan array statik yang sulitdiubah ukurannya di waktu eksekusi. Bila penambahan dan pengurangan terjaditerus-menerus, maka representasi statisΓÇó Tidak efisien dalam penggunaan memoriΓÇó Menyiakan banyak waktu komputasiΓÇó Pada suatu aplikasi, representasi statis tidak dimungkinkanBila penambahan dan pengurangan terjadi terus menerus, maka representasi statis (array):1. Tidak efisien dalam penggunaan memory2. Menyiakan banyak waktu komputasi3. Pada suatu aplikasi, representasi statis tidak di mungkinkan.
10. Jelaskan tahap-tahap dalam pembuatan struktur data? -
Apa yang anda ketahui tentang Aplikasi SPSS, Path Analisis dan SEM. Jelaskan kelemahan dan kelebihan penggunaan apikasi dimaksud. Soal ini di kumpul via LMS hari ini Sabtu, 17 Desember 2022 sampai jam 22 .30 Wib
-
-
-
Laporan yang sistematis akan mampu mengomunikasikan hasil penelitian kepada publik sebagai suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Secara umum, laporan penelitian terdiri atas tiga bagian besar yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.
Pendahuluan
Bagian ini terdiri dari halaman judul, abstrak, kata pengantar dan daftar isi. Berikut penjelasan mengenai keempat sub bagian dalam pendahuluan ini.
- Halaman Judul
Bagian ini dicantumkan judul penelitian, nama penyusun, nama lembaga, nama tempat, dan tahun penyusunan laporan. Judul yang baik harus menggambarkan keseluruhan isi laporan atau inti dari suatu laporan.
- Abstrak
Ini merupakan rangkuman dari isi laporan penelitian dalam format yang sangat singkat. Abstrak seperti synopsis, karena dengan membaca abstrak maka pembaca sudah dapat memahami apa yang disajikan dalam sebuah laporan penelitian.
- Kata Pengantar
Bagian ini berisi ucapan syukur dan terima kasih dari peneliti atas selesainya proses penelitian.
- Daftar Isi
Ini merupakan bagian dari laporan yang menunjukan garis besar judul dan subjudul laporan yang memberi gambaran dan petunjuk tentang topik apa saja yang dilaporkan.
Isi
Bagian isi merupakan inti dari laporan penelitian. Pada bagian ini, diuraikan segala hal yang berkaitan dengan proses penelitian dan hasilnya. Bagian isi terdiri atas bab-bab berikut ini :
- Pendahuluan
Pada bagian ini peneliti mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa, dan mengapa penelitian dilakukan. Pada bab ini, ditampilkan perumusan masalah, ruang lingkup, serta kegunaan teoritis dan praktis dari laporan penelitian.
(Baca juga: Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Penelitian Geografi)
- Kerangka Teori
Bagian ini berisi uraian tentang penelaahan teori dan hasil penelitian terdahulu yang terkait. Peneliti dapat membandingkan, mengkontraskan, atau meletakan kedudukan masing-masing dalam masalah yang sedang diteliti untuk kemudian menyatakan pendirian peneliti yang disertai dengan alasan-alasannya.
- Metode Penelitian
Ini adalah bagian yang menjelaskan tentang apa yang dilakukan peneliti dan cara bagaimana penelitian dilakukan. Biasanya bagian ini menjelaskan aspek yang terlibat langsung dalam penelitian seperti subjek (populasi, sampel, dan teknik sampling), desain dan pendekatan ilmiah, serta teknik pengumpulan data.
- Pelaksanaan Penelitian
Bagian ini peneliti menguraikan proses pelaksanaan penelitian yang meliputi pengolahan dan analisis data, validasi instrument penelitian, proses pengumpulan dan penyajian data, analisis data, serta hasil analisis.
- Hasil Penelitian dan Pembahasan
Di bagian ini dipaparkan seluruh hasil penelitian, pembahasan, dan diskusi yang telah dilakukan.
- Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan berisi ulasan singkat tentang permasalahan yang dipertanyakan sekaligus dengan jawabannya yang merupakan hasil penelitian yang dibuat singkat, padat, dan jelas. Saran yang ditujukan peneliti kepada calon peneliti selanjutnya tentang bagian yang belum disentuh, sehingga diharapkan bisa menyempurnakan penelitian yang telah dibuat.
Penutup
Pada bagian penutup, kita akan diajak berkenalan dengan beberapa sub bagian seperti lampiran, indeks dan daftar pustaka. Apa yang membedakan?
- Lampiran
Ini adalah bagian yang berisi keterangan tambahan yang berkaitan dengan isi laporan penelitian seperti dokumen khusus, instrument pengumpul data, ringkasan hasil pengolahan data, tabel peta atau gambar.
- Indeks
Bagian ini berisi urutan kata-kata, istilah, atau nama penting yang terdapat dalam laporan penelitian.
- Daftar Pustaka
Bagian ini berisi semua sumber atau rujukan baik uku maupun media elektronik, yang digunakan sebagai penunjang dalam penulisan dan pelaksanaan penelitian.
-
-
-
TEKNIK PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI.
Sebelum beranjak pada proses pembuatan dan penyusunan skripsi, terlebih dahulu berkenalan dengan pengertian proposal skripsi. Secara bahasa, proposal berasal dari kata propose (Inggris) yang berarti mengajukan atau permohonan.
Sedangkan yang dimaksud dengan proposal skripsi adalah suatu dokumen yang dihasilkan dari sebuah penelitian dimana dilakukan oleh seorang mahasiswa secara terstruktur, ilmiah, dan juga dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan keabsahannya secara benar dan legal.
Dari pengertian tersebut, dapat dilihat betapa proposal ini menjadi sebuah dokumen yang harus menyertakan sumber referensi yang valid. Anda diharuskan menyusun dan mencari referensi-referensi yang berkaitan dengan penelitian yang hendak dilakukan.
Sebuah proposal skripsi dibuat dengan maksud untuk menyajikan secara gambling tentang masalah yang akan diteliti. Memberikan bukti secara persuasif kenapa objek penelitian tersebut diperlukan. Selain itu, juga memberikan alasan logis dan penjelasan metodologi secara rinci.
Sistematika Penulisan Proposal Penelitian
Pada dasarnya, cara membuat proposal skripsi yang baik terdiri dari beberapa sistematika yang perlu dipahami. Dari beberapa sumber, sistematika ini merupakan kumpulan dari informasi sebagai pendukung sebuah proposal.
- Nama atau judul proposal
- Pendahuluan yang terdiri dari Tujuan, Rumusan Masalah, Manfaat Penelitian
- Dasar-dasar teori
- Metode Penelitian yang akan digunakan
- Jadwal pelaksanaan penelitian
- Daftar orang yang ikut terlibat dalam pembuatan proposal
- Rincian dari seluruh kegiatan
Sistematika tersebut bisa saja tidak sama persis antara satu proposal dengan proposal yang lainnya, artinya susunan sistematika ini tidak mutlak harus sama. Alasannya adalah, proposal penelitian memiliki jenis kebutuhan masing-masing, sehingga disesuaikan dengan kebutuhannya.
Langkah-Langkah Menyusun Proposal Skripsi
Sebelum membuat proposal skripsi, Anda harus memahami terlebih dahulu tentang jenis penelitian yang akan dilakukan. Contohnya penelitian kualitas lebih cenderung mengedepankan cerita dan juga ulasan namun tidak memiliki poin statistika.
Sedangkan pada penelitian kualitatif akan lebih cenderung banyak perhitungan dengan menggunakan beberapa rumus, hingga penelitian pustaka dengan membedah buku. Poin-poin yang akan dibahas pada langkah penyusunan proposal skripsi antara lain:
Halaman Judul
Halaman judul merupakan halaman pertama yang akan dibaca dari suatu dokumen proposal. Pada halaman judul ini, akan digunakan sebagai acuan dari keseluruhan isi proposal tersebut. Anda perlu mempertimbangan dan memikirkan korelasi antara judul dengan isi.
Dalam membuat judul yang baik dan benar, gunakanlan judul yang menarik yang memungkinkan orang lain dapat membuat sebuah prediksi dari tema yang digunakan. Dengan cara tersebut, maka akan membuat orang lebih tertarik mengetahui isi proposal.
Latar Belakang
Tahapan cara membuat proposal skripsi selanjutnya adalah dengan menjelaskan latar belakangnya. Kenapa Anda menggunakan atau mengambil latar belakang dan judul yang membuat penelitian tersebut layak dilakukan.
Hal yang perlu diingat adalah jangan menggunakan penjelasan yang bersifat opini. Akan lebih baik jika melampirkan sumber valid serta scientific, agar lebih mudah membuat sifat tegas yang baik.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dapat diambil dari tema atau permasalahan yang akan menjadi objek penelitian. Anda harus mampu untuk membuat sebuah proposal skripsi dengan mempertimbangkan tahap-tahap rumusan masalah.
Hal ini karena adanya keterkaitan dengan variabel-variabel lainnya. Rumusan yang tertulis dalam proposal, harus mampu membuat pembaca merasakan adanya hubungan yang sesuai antara bagian-bagian penyusunnya.
Batasan Masalah
Dalam proposal skripsi harus terdapat penetapan batasan masalah yang akan diteliti. Tujuannya adalah untuk menghindarkan dari pembahasan yang terlalu bertele-tele. Cakupan dari batasan masalah ini antara lain ruang lingkup penelitian dan dimana penelitian dilakukan.
Tujuan Penelitian
Masing-masing proposal memiliki tujuan penelitian yang berbeda. Tujuan ini harus dibuat secara rasional dan persuasif agar menjadi hal yang menarik bagi para pembacanya. Tujuan penelitian ini harus sesuai dengan rumusan dan batasan yang telah dibuat.
Menentukan tujuan penelitian ini diharapkan Anda sebagai peneliti mampu dalam memahami dan mengetahui secara pasti akan sejarah penelitian tersebut. Selain itu, Anda juga harus mampu membuktikan hasil sejarah dan keabsahan dari penemuan tersebut.
Manfaat Penelitian
Dalam membuat proposal penelitian skripsi, harus disebutkan tentang manfaat dari penelitian tersebut. Penelitian juga harus dilakukan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat kepada para pembaca.
Harapannya adalah dari penelitian yang dilakukan guna menyusun skripsi tersebut, akan memberikan pengetahuan yang baru bagi mahasiswa yang lainnya. Para pembaca juga bisa mempraktekkan hasil dari penelitian tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Landasan Teori
Pada bagian landasan teori, berisi tentang uraian tentang landasan yang akan digunakan sebagai rujukan dalam membuat proposal penelitian skripsi ini. Detail serta penjelasan yang dikemukakan harus masuk akan beserta sumber rujukan resmi.
Metode Penelitian
Pemilihan metode penelitian harus dilakukan sesuai dengan objek penelitian. Metode penelitian ini menjadi cara yang bisa ditempuh untuk memudahkan dalam pelaksanaan penelitian dan menjadi panduan dalam melakukan penelitian.
Dalam penulisannya, metode penelitian ini harus disajikan secara rinci dari awal proses pengumpulan data, pengolahan data, hingga pada tahap penyelesaian dari sebuah rumusan masalah yang akan diteliti.
Anda bisa menggunakan metode yang berbeda dengan orang lain sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sebaiknya Anda menyertakan perancangan yang maksimal, agar penelitian dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bermanfaat.
Struktur Kerangka Laporan
Penulisan struktur kerangka laporan ini dengan memaparkan beberapa poin-poin penting yang menjadi pokok bahasan dari proposal skripsi yang Anda lakukan. Selain itu, juga harus menyertakan aspek dasar sebagai alasan kenapa penelitian dipilih dari awal hingga akhir.
Kesimpulan
Setelah Anda selesai pembahasan tentang isi dan hasil penelitian, maka harus menuliskan kesimpulan. Pada bagian ini, Anda harus bisa menarik maksud dan hasil secara ringkas dari penelitian. Bisa juga dengan menyisipkan kalimat persuasif jika penelitian perlu diselesaikan.
Daftar Pustaka
Bagian terakhir dari sebuah proposal skripsi adalah daftar pustaka. Bagian ini sama halnya dengan daftar pustaka yang tercantum dalam makalah pada umumnya. Semua sumber data yang menjadi rujukan akan dicantumkan dalam daftar pustaka sebagai penguat.
Sumber rujukan yang bisa digunakan bisa melalui banyak sumber. Contohnya adalah buku, jurnal, majalah, internet, serta sumber lainnya. Penulisan daftar pustaka ini harus mengikuti kaidah penulisan yang telah ditentukan.
-
-
-
TEKNIK PRESENTASI ILMIAH :
Pengertian Presentasi  Presentasi merupakan sebuah komunikasi. Hovland, Janis and Kelly (1982), mendefinisikan komunikasi sebagai sebuah proses di mana seorang individu mengirimkan rangsangan untuk mengubah perilaku individu lain.  Berdasarkan pengertian di atas, terdapat 3 komponen dasar dari sebuah komunikasi yakni pemberi pesan (komunikator), media yang digunakan dan penerima pesan (audiens).
 Layaknya sebuah gedung pencakar langit yang hebat sudah pasti ditopang oleh pondasi yang sangat kokoh.  Pondasi dalam presentasi berfungsi layaknya tulang punggung dalam tubuh, yang memastikan bisa berdiri tegak dan berjalan sesuai dengan harapan.  Pondasi dalam presentasi meliputi:  Topik Presentai,  Tujuan Presentasi dan  Pengenalan audiens.
Topik Presentasi Menentukan topik presentasi, Anda harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: - Apakah saya menguasai pada topik ini? - Apakah saya bergairah pada topik ini? - Siapa yang peduli pada topik ini?
-
TEKNIK PRESENTASI ILMIAH :
Pengertian Presentasi  Presentasi merupakan sebuah komunikasi. Hovland, Janis and Kelly (1982), mendefinisikan komunikasi sebagai sebuah proses di mana seorang individu mengirimkan rangsangan untuk mengubah perilaku individu lain.  Berdasarkan pengertian di atas, terdapat 3 komponen dasar dari sebuah komunikasi yakni pemberi pesan (komunikator), media yang digunakan dan penerima pesan (audiens).
 Layaknya sebuah gedung pencakar langit yang hebat sudah pasti ditopang oleh pondasi yang sangat kokoh.  Pondasi dalam presentasi berfungsi layaknya tulang punggung dalam tubuh, yang memastikan bisa berdiri tegak dan berjalan sesuai dengan harapan.  Pondasi dalam presentasi meliputi:  Topik Presentai,  Tujuan Presentasi dan  Pengenalan audiens.
Topik Presentasi Menentukan topik presentasi, Anda harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: - Apakah saya menguasai pada topik ini? - Apakah saya bergairah pada topik ini? - Siapa yang peduli pada topik ini?
-

