Garis besar topik
-

Panduan LMS : https://lms.darmajaya.ac.id/course/view.php?id=5029
Saat ini masyarakat di seluruh belahan dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Kemajuan teknologi informasi bukan lagi sebagai syarat pendukung, akan tetapi sudah menjadi syarat wajib bagi orgnisasi/perusahaan dalam menjamin kelancaran operasional. Pada era industri 3.0 ditandai dengan kemajuan teknologi penggunaan internet, dimana organisasi/perusahaan banyak menggunakan jaringan, tetapi pada era industri 4.0 saat ini ditandai dengan kemajuan teknologi dengan menggunakan Wifi, sehingga tidak ada lagi kendala tentang jarak, ruang, dan waktu bagi organisasi/perusahaan.Dalam dunia bisnis saat ini, pasar bukan lagi dalam bentuk fisik, akan tetapi pasar sudah dalam bentuk elektronik (E-market). Persaingan dalam dunia bisnis akan semakin ketat. Hal ini tentunya akan mendorong perubahan dalam kepemimpinan di era digital. guna menjaga daya saing, maka perusahaan membutuhkan kepemimpinan digital (digital leadership). Digital leadership adalah kepemimpinan strategis dengan memanfaatkan teknologi, khususnya aset digital untuk mencapai tujuan perusahaan. Dgital leadership berorientasi pada inovasi dan kreativitas, serta memiliki visi yang jelas terhadap pemanfaatan teknologi di perusahaannya.
Digital leadership bukan sekedar memanfaatkan teknologi, untuk menjalankan operasional perusahaan. Akan tetapi lebih penting dari itu, digital leadership mampu memanfaatkan data untuk menggerakkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Seorang digital leader memiliki pendekatan yang sangat berbeda dengan pemimpin tradisional/konvensional. Dalam mengambil keputusan, seorang digital leader tidak hanya bertumpu pada masukan dari orang-orang yang dipercaya, akan tetapi digital leader juga menggunakan data untuk menentukan keputusan terbaik untuk perusahaan.
Hasill studi Oxford Economics, organisasi yang mengadopsi digital leadership cenderung mampu mendapatkan hasil bisnis yang jauh lebih baik. Hal tersebut dapat dilihat dari aspek kinerja finansial, kepuasan karyawan hingga pengambilan keputusan. Digital leadership membantu mengambil keputusan yang objektif. Keputusan para digital leader cenderung lebih tepat. Inilah yang membuat kepemimpinannya lebih kuat dan lebih disukai karyawan.
Menjadi seorang digital leader tidak saja harus memiliki ketrampilan (skill) dalam hal teknologi (melek teknologi), akan tetapi harus memiliki soft skill guna menunjang transformasi digital perusahaan. Soft skill tersebut antara lain :
- Komunikasi
- visi
- Strategi
- Adaptasi
- Inovasi
- Pengambilan Keputusan
-

-
Bila ada yang ingin didiskusikan berkenaan dengan perkuliahan, mahasiswa dapat menggunakan Forum Diskusi ini.
-

-



