Garis besar topik

  • PROFIL MATA KULIAH

    PENGANTAR

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Tabik Pun.....
    Apa Kabar semuanya ?

    Selamat datang Anak-anak Mahasiswa yang saya banggakan dimanapun berada...,semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

    Selamat datang di mata kuliah PANCASILA Prodi Bisnis Digital FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS IIB Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana.

    Pada Semester dan di mata kuliah ini khususnya kita akan banyak membahas dan berdiskusi terkait Mata Kuliah  PANCASILA. Mata kuliah ini adalah membahas pengembangan kepribadian yang menjelaskan tentang landasan dan tujuan, sejarah paham kebangsaan indonesia, pancasila sebagai sistem filsafat, pancasila sebagai ideologi nasional bangsa dan negara indonesia, pancasila dalam konteks kenegaraan Republik Indonesia, pancasila sebagai etika politik dan pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.



    • TUJUAN

      Tujuan pendidikan Pancasila menjadi sebuah sarana dalam mengerti, memahami, serta mendalami makna Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia.
      Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat amat penting. Hal ini sesuai dengan cita-cita serta tujuan nasional yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Tujuan pendidikan Pancasila secara umum diantaranya:
      1. Memiliki keimanan serta ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
      2. Memiliki sikap kemanusiaan yang adil juga beradab kepada orang lain dengan selalu memiliki sikap tenggang rasa di tengah kemajemukan bangsa.
      3. Menciptakan persatuan bangsa dengan tidak bertindak anarkis yang dapat menjadi penyebab lunturnya Bhinneka Tunggal Ika di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman kebudayaan.
      4. Menciptakan sikap kerakyatan yang mendahulukan kepentingan umum dan mengutamakan musyawarah untuk mencapai keadaan yang mufakat.
      5. Memberikan dukungan sebagai cara menciptakan keadaan yang berkeadilan sosial dalam masyarakat.
       Tujuan pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk:
      1. Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
      2. Agar mahasiswa dapat mengembangkan karakter manusia Pancasilais dalam pemikiran, sikap, dan tindakan. 
      3. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
      4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD RI Tahun 1945.
      5. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia. (Derektorat, 2013).

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
      Salam hangat dan tetap semangat !!

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb
      Ayu Firdhayanti S.KOM., M.T.I


    • Model Asesmen dalam perkuliahan ini, dapat dilihat seperti dibawah ini.

      RANGE

      NILAI

      BOBOT

      80 - 100

      A

      4

      75 ΓÇô 79,5

      A-

      3,75

      70 ΓÇô 74,5

      B+

      3,5

      65 - 69,5

      B

      3

      55 ΓÇô 64,5

      C

      2

      30 ΓÇô 54,5

      D

      1

      < 30

      E

      0


      Tolong buatkan grup WA' 0813-67362291'



    • PANCASILA DALAM SEJARAH BANGSA 

    1.     ERA SEBELUM KEMERDEKAAN

    2.     ERA KEMERDEKAAN

    3.     ERA ORDE LAMA

    4.     ERA ORDE BARU

    5.     ERA REFORMASI


    • Pancasila Dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia




    • TUGAS KELOMPOK Penugasan

      Buatlah contoh prilaku Akademik yang mencerminkan 'Prilaku Pancasila', dengan memilih 1 Pendekatan dari 6 Pendekatan berikut ini

      Perilaku Pancasila dalam konteks akademik mencakup berbagai aspek, di antaranya:

      1.    Kerjasama dan Toleransi: Mahasiswa dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan budaya bekerja sama dalam lingkungan akademik tanpa diskriminasi. Mereka saling menghormati dan menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai toleransi.

      2.    Keadilan dan Kesetaraan: Penilaian dan perlakuan terhadap mahasiswa dilakukan secara adil dan merata, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau politik. Semua mahasiswa diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam aktivitas akademik.

      3.    Demokrasi dan Musyawarah: Keputusan yang berkaitan dengan kebijakan akademik, program studi, atau organisasi mahasiswa diambil melalui proses musyawarah dan konsensus, dengan memperhatikan pendapat semua pihak terkait.

      4.    Pembinaan Karakter: Pendidikan akademik tidak hanya fokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan rasa kepedulian terhadap sesama.

      5.    Keragaman Kultural dan Kebudayaan: Lingkungan akademik memfasilitasi apresiasi terhadap berbagai ekspresi budaya dan keberagaman kultural. Acara-acara budaya, seminar, dan kegiatan lainnya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi dan memahami keanekaragaman budaya Indonesia.

      6.    Pengabdian Masyarakat: Mahasiswa mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki dalam pengabdian kepada masyarakat. Mereka berpartisipasi dalam proyek-proyek pengembangan masyarakat atau program-program sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

      Perilaku Pancasila dalam konteks akademik merupakan manifestasi dari nilai-nilai dasar Pancasila yang tercermin dalam tindakan konkret dan interaksi dalam kehidupan akademik. Dengan menerapkan perilaku Pancasila, lingkungan akademik dapat menjadi tempat yang inklusif, adil, dan berdaya guna bagi seluruh anggotanya.


      Tugas tersebut berupa vidio, saat pembuatan Wajib menggunakan Almamater

      batas akhir pengumpulan Tugas Kamis 25 April 2024 Jam 19.15 WIB



      Tersedia sampai 25 April 2024, 19:15

    • Dinamika Pancasila masa orde baru dan reformasi



    • Penerapan Pancasila masa Orde Baru & Reformasi



    • Minggu ini Silahkan duduk secara berkelompok, 


      1. Hubungan Pancasila dengan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
      2. Penjabaran Pancasila dalam batang tubuh UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945



  •         Implementasi Pancasila dalam pembuatan kebijakan nagara


    • MATERI VIDIO


      Implementasi Pancasila dalam pembuatan kebijakan negara



    • Implementasi Pancasila dalam bidang Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan HanKam (Pertahanan Keamanan)




    1. Pengertian Ideologi
    2. Pancasila dan Ideologi Dunia

    • Pancasila Sebagai Ideologi  Nasional

    • Vidio Pertemuan 6.1

      Pancasila Ideologi Bangsa


    • Vidio Pertemuan 6.2

      Pancasila sebagai Ideologi Negara

  • K U I S

  • U T S

  • PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT



    Pancasila sebagai Sistem Filsafat

    Pancasila sebagai Sistem Filsafat
    SUSUNAN PANCASILA HIERARKHIS PIRAMIDAL
    Dasar Ontologis Pancasila
    Dasar Epistemologi Pancasila
    Dasar Aksiologi Pancasila

    • Bacaan 
    • TUGAS KELOMPOK Penugasan

      Pengumpulan tugas lewat LMS, format pdf

      Batas pengumpulan tugas kelompok, Kamis, 23 Mei 2024 Jam 16.15

      Tersedia sampai 23 Mei 2024, 16:15


  • PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA 


    Pancasila sebagai sistem etika adalah konsep yang menempatkan Pancasila, dasar negara Indonesia, sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang juga berfungsi sebagai sistem nilai moral dan etika. Pancasila terdiri dari lima sila yang masing-masing mengandung nilai-nilai etis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Sila pertama ini mengajarkan nilai-nilai religius dan keimanan terhadap Tuhan. Etika yang dihasilkan dari sila ini mendorong masyarakat untuk hidup dengan moralitas yang tinggi, berintegritas, dan memiliki toleransi antarumat beragama.

    2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Sila kedua menekankan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan peradaban yang tinggi. Dalam konteks etika, ini berarti menghormati dan memperlakukan setiap individu dengan adil dan bermartabat.

    3. Persatuan Indonesia: Sila ketiga mendorong rasa nasionalisme dan persatuan di antara seluruh rakyat Indonesia. Secara etis, ini mendorong kerja sama, solidaritas, dan kesatuan yang kuat di tengah keberagaman budaya dan etnis di Indonesia.

    4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Sila keempat ini menekankan pada demokrasi dan proses musyawarah untuk mencapai mufakat. Etika yang lahir dari sila ini adalah pentingnya mendengarkan berbagai pandangan, menghormati perbedaan pendapat, dan mengambil keputusan dengan bijaksana.

    5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Sila kelima mengajarkan tentang pentingnya keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Etika dari sila ini meliputi prinsip keadilan distributif, yaitu memastikan bahwa sumber daya dan kesempatan didistribusikan secara adil dan merata kepada seluruh rakyat Indonesia.

    Dengan demikian, Pancasila sebagai sistem etika mengajarkan nilai-nilai luhur yang dapat menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Penerapan nilai-nilai ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


    Etika adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan pertanyaan tentang moralitas, seperti apa yang baik, apa yang buruk, dan bagaimana seseorang harus bertindak. Dalam sejarah filsafat, ada beberapa aliran besar etika yang memberikan pandangan berbeda tentang dasar dari nilai-nilai moral dan bagaimana etika seharusnya diterapkan. Berikut adalah beberapa aliran besar dalam etika:


    1. Etika Deontologis

    Etika deontologis atau etika kewajiban menekankan pada kewajiban dan aturan. Immanuel Kant adalah tokoh utama dalam aliran ini. Menurut etika deontologis:

    • Tindakan dinilai benar atau salah berdasarkan kepatuhan terhadap aturan atau kewajiban moral.
    • Kantianism: Immanuel Kant mengemukakan bahwa tindakan bermoral adalah tindakan yang didasarkan pada prinsip universal yang dapat diterapkan kepada semua orang. Contohnya adalah "jangan berbohong."


    2. Etika Utilitarian

    Etika utilitarian berfokus pada hasil atau konsekuensi dari tindakan. Tokoh utama dalam aliran ini adalah Jeremy Bentham dan John Stuart Mill. Prinsip utama dari etika utilitarian adalah:

    • Tindakan dianggap benar jika menghasilkan kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbesar.
    • Utilitarianisme: Menilai tindakan berdasarkan seberapa besar kebahagiaan atau kesejahteraan yang dihasilkannya. Contohnya adalah mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari tindakan terhadap kesejahteraan semua pihak yang terlibat.


    3. Etika Kebajikan (Virtue Ethics)

    Etika kebajikan menekankan pada karakter dan kebajikan moral individu daripada aturan atau konsekuensi tindakan. Aristoteles adalah tokoh utama dalam aliran ini. Prinsip-prinsip dari etika kebajikan meliputi:

    • Moralitas ditentukan oleh karakter dan kebajikan yang dimiliki individu.
    • Aristotelian Ethics: Menekankan pentingnya mengembangkan kebajikan seperti keberanian, keadilan, dan kebijaksanaan untuk mencapai kehidupan yang baik.


    4. Etika Relativisme

    Etika relativisme berpendapat bahwa nilai-nilai moral dan etika bervariasi berdasarkan budaya atau individu. Aliran ini menolak adanya standar moral universal. Prinsip utama dari etika relativisme adalah:

    • Moralitas bergantung pada konteks budaya atau pandangan individu.
    • Cultural Relativism: Mengakui bahwa apa yang dianggap benar atau salah dapat berbeda antara satu budaya dengan budaya lainnya.


    5. Etika Teologi (Theological Ethics)

    Etika teologi berakar pada keyakinan agama dan mengaitkan moralitas dengan kehendak atau perintah Tuhan. Aliran ini mencakup berbagai tradisi agama, seperti Kristen, Islam, Hindu, dan lain-lain. Prinsip utama dari etika teologi adalah:

    • Moralitas didasarkan pada ajaran dan perintah agama.
    • Divine Command Theory: Menyatakan bahwa tindakan moral adalah tindakan yang diperintahkan oleh Tuhan.


    6. Etika Eksistensialis

    Etika eksistensialis menekankan pada kebebasan individu dan tanggung jawab dalam membuat keputusan moral. Jean-Paul Sartre adalah tokoh utama dalam aliran ini. Prinsip utama dari etika eksistensialis adalah:

    • Moralitas berasal dari kebebasan dan tanggung jawab individu untuk menciptakan makna hidupnya sendiri.
    • Existentialist Ethics: Menyatakan bahwa individu harus mengambil tanggung jawab penuh atas tindakannya dan hidup sesuai dengan prinsip yang dipilih sendiri.


    7. Etika Pragmatik (Pragmatic Ethics)

    Etika pragmatik menekankan pada pendekatan praktis dan adaptif terhadap moralitas, di mana kebenaran moral diuji melalui hasil dan penerapannya dalam situasi nyata. Tokoh utama dalam aliran ini adalah John Dewey. Prinsip utama dari etika pragmatik adalah:

    • Moralitas diuji dan divalidasi berdasarkan praktik dan konsekuensinya dalam kehidupan nyata.
    • Pragmatism: Menekankan fleksibilitas dan penilaian kontekstual dalam menghadapi dilema etis.

    Setiap aliran etika menawarkan perspektif yang berbeda tentang bagaimana kita harus hidup dan membuat keputusan moral. Memahami berbagai aliran etika dapat membantu individu dalam mengembangkan pemikiran kritis dan wawasan yang lebih mendalam tentang isu-isu moral yang komplek4o



    • ''

      PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA

    • 'PANCASILA

      SEBAGAI SISTEM ETIKA'

    • PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA




  • Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia mengandung nilai-nilai yang dapat menjadi solusi untuk berbagai problem bangsa. Berikut adalah beberapa cara bagaimana Pancasila dapat diterapkan sebagai solusi atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia:


    1. Ketuhanan Yang Maha Esa

    • Problem: Radikalisme dan Intoleransi Beragama
      • Solusi: Nilai sila pertama mendorong toleransi antarumat beragama dan penghormatan terhadap kepercayaan masing-masing. Pendidikan agama yang inklusif dan dialog antaragama dapat memperkuat kerukunan dan mengurangi radikalisme.
    • Problem: Krisis Moral
      • Solusi: Penguatan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu memperbaiki moralitas masyarakat. Misalnya, pendidikan karakter berbasis nilai agama di sekolah-sekolah.


    2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    • Problem: Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)
      • Solusi: Penegakan hukum yang adil dan beradab, serta upaya perlindungan HAM yang lebih kuat. Misalnya, memperkuat lembaga-lembaga HAM dan memastikan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.
    • Problem: Ketidakadilan Sosial
      • Solusi: Kebijakan sosial yang berkeadilan, seperti distribusi sumber daya yang merata, akses yang sama terhadap pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok rentan.


    3. Persatuan Indonesia

    • Problem: Disintegrasi dan Konflik Sosial
      • Solusi: Mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Program-program yang mempromosikan kebhinnekaan dan menguatkan identitas nasional, seperti kegiatan budaya bersama dan program pertukaran antar daerah.
    • Problem: Sentimen Daerah
      • Solusi: Mengatasi ketidakpuasan daerah dengan pembangunan yang merata dan adil di seluruh wilayah Indonesia, serta memberikan otonomi yang cukup kepada daerah untuk mengelola urusan lokal mereka.


    4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    • Problem: Korupsi dan Kolusi
      • Solusi: Mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan melalui sistem checks and balances yang kuat. Pendidikan politik yang baik dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
    • Problem: Kurangnya Partisipasi Publik
      • Solusi: Meningkatkan partisipasi publik dalam proses demokrasi, seperti mengadakan musyawarah desa atau forum warga untuk pengambilan keputusan yang melibatkan semua pihak.


    5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    • Problem: Ketimpangan Ekonomi
      • Solusi: Program redistribusi kekayaan, seperti pajak progresif dan subsidi bagi yang kurang mampu. Kebijakan yang mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan menciptakan lapangan kerja.
    • Problem: Kemiskinan
      • Solusi: Pemberdayaan masyarakat miskin melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan akses modal usaha. Implementasi program-program kesejahteraan sosial yang efektif.

    Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

    1. Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila:

    • Kurikulum pendidikan yang menekankan nilai-nilai Pancasila untuk membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan beretika.


    2. Kebijakan Publik Berbasis Pancasila:

    • Setiap kebijakan publik harus didasarkan pada nilai-nilai Pancasila untuk memastikan bahwa mereka berkeadilan, beradab, dan mengutamakan kepentingan rakyat.


    3. Penguatan Kelembagaan:

    • Meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga negara dan masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.


    4. Dialog Antar Kelompok:

    • Memfasilitasi dialog antara berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan serta mengatasi perbedaan dengan cara yang konstruktif.

    Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan panduan dalam mengatasi problem bangsa, Indonesia dapat membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera serta memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.


    • PANCASILA SEBAGAI SOLUSI PROBLEM BANGSA




  • Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Berikut adalah beberapa cara di mana Pancasila dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu:


    1. Landasan Filosofis

    Pancasila memberikan landasan filosofis bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu, termasuk:

    • Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghargai dan mempertimbangkan etika dan moral dalam penelitian ilmiah.
    • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mendorong penelitian yang menghargai hak asasi manusia dan kesejahteraan sosial.
    • Persatuan Indonesia: Mengembangkan ilmu yang memperkuat integrasi nasional dan memajukan kebhinekaan.
    • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Mengedepankan demokratisasi ilmu pengetahuan, di mana partisipasi masyarakat dalam pengembangan ilmu diakui dan dihargai.
    • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menekankan pentingnya distribusi manfaat ilmu pengetahuan yang adil dan merata.


    2. Mendorong Riset dan Inovasi

    Pancasila dapat mendorong pemerintah dan institusi pendidikan untuk memperkuat komitmen terhadap riset dan inovasi. Dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila, riset yang dilakukan diharapkan dapat membawa manfaat yang luas dan adil bagi seluruh masyarakat Indonesia.


    3. Pembentukan Karakter dan Etika Ilmuwan

    Pancasila sebagai dasar pendidikan karakter dapat membentuk ilmuwan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai Pancasila membantu mengarahkan ilmuwan untuk bekerja demi kemajuan ilmu yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.


    4. Pendidikan Berbasis Nilai-nilai Pancasila

    Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan dapat menciptakan lingkungan akademis yang kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan yang berlandaskan Pancasila mendorong pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif, serta mendorong siswa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.


    5. Pengembangan Teknologi yang Beretika

    Dengan berpegang pada prinsip-prinsip Pancasila, pengembangan teknologi di Indonesia diarahkan untuk tidak hanya mengejar kemajuan teknologis, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Ini memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan bersifat manusiawi dan berkelanjutan.


    6. Kolaborasi dan Kemitraan

    Nilai-nilai Pancasila mendorong kolaborasi dan kemitraan antara berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kerja sama ini penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih maju dan relevan dengan kebutuhan global.

    Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pengembangan ilmu pengetahuan, Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk riset dan inovasi yang tidak hanya canggih tetapi juga beretika dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh rakyat.


    • PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU - MATERI KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA



    • - PANCASILA DASAR PENGEBANGAN ILMU

      KONSEP Pancasila sebagai  Pengembangan Ilmu

       - ALASAN Pancasila sebagai  NILAI Pengembangan IPTEK

      PERAN NILAI  Pancasila sebagai   Pengembangan IPTEK

      - UPAYA PANCASILA SEBAGAI PENGEMBANGAN IPTEK

      - KEDUDUKAN PANCASILA SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN IPTEK

    • Lantihan Kelompok (Study Kasus) Berkas
      Tersedia sampai 13 Juni 2024, 16:10
    • Kolom Pengumpulan Penugasan
      Tersedia sampai 13 Juni 2024, 16:10

      1. Nilai Ketuhanan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
      2. Nilai Kemanusiaan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
      3. Nilai Persatuan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
      4. Nilai Kerakyatan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
      5. Nilai Keadilan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

    Pancasila, sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia, mengandung lima sila yang dapat menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Berikut penjelasan mengenai bagaimana masing-masing nilai dalam Pancasila dapat diterapkan dalam pengembangan ilmu:

    1. Nilai Ketuhanan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

    Sila pertama Pancasila berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa." Nilai ini mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus berkembang dengan tetap menghormati nilai-nilai agama dan spiritualitas. Dalam praktiknya, pengembangan ilmu seharusnya tidak hanya fokus pada aspek material atau teknis, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etika yang dipegang oleh masyarakat. Ini berarti bahwa dalam setiap penelitian dan penerapan ilmu, aspek kemanusiaan dan etika harus diperhatikan, termasuk hak asasi manusia dan penghormatan terhadap keyakinan agama.


    2. Nilai Kemanusiaan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

    Sila kedua berbunyi "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab." Nilai kemanusiaan mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk kebaikan manusia dan meningkatkan kesejahteraan seluruh umat manusia. Pengembangan ilmu harus berpihak pada keadilan dan kemanusiaan, memastikan bahwa hasil-hasil penelitian dan inovasi tidak digunakan untuk merugikan atau mendiskriminasi pihak manapun. Peneliti dan ilmuwan harus berusaha untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan yang dihadapi manusia secara global.

    3. Nilai Persatuan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

    Sila ketiga berbunyi "Persatuan Indonesia." Nilai persatuan mendorong pengembangan ilmu yang memupuk solidaritas dan kebersamaan antarwarga negara. Pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia sebaiknya dilakukan dengan semangat gotong-royong dan kerjasama lintas disiplin ilmu serta antar institusi, baik di dalam negeri maupun internasional. Ilmu pengetahuan seharusnya menjadi alat pemersatu yang menghubungkan berbagai kepentingan demi kemajuan bersama, bukan sebagai alat untuk memecah belah.


    4. Nilai Kerakyatan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

    Sila keempat berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan." Nilai ini menggarisbawahi pentingnya partisipasi publik dalam pengembangan ilmu. Kebijakan dan arah pengembangan ilmu pengetahuan seharusnya dibahas secara demokratis dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat umum. Hal ini untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat dan tidak hanya untuk kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu.


    5. Nilai Keadilan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

    Sila kelima berbunyi "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia." Nilai ini menekankan bahwa hasil pengembangan ilmu harus dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat secara adil dan merata. Pengembangan ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta menciptakan kesejahteraan yang merata. Ini termasuk memastikan akses yang adil terhadap pendidikan dan teknologi, serta mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.

    Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu, Indonesia dapat membangun sebuah sistem ilmu pengetahuan yang tidak hanya maju secara teknis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan.


    • Materi Vidio


      Dinamika dan tantangan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu



    • TUGAS KELOMPOK PERSENTASI Penugasan
      Silahkan kirimkan vidio atau link google drive 
      Tersedia sampai 27 Juni 2024, 14:05
  • U A S