Garis besar topik

    • Bahan ajar ini menjelaskan  tentang  konsep  Interaksi  Manusia dan Komputer. Mata kuliah ini
      merupakan salah satu dari beberapa mata kuliah wajib pada Program Studi Sistem Informasi
      . Cakupan bahan ajar ini antara lain konsep dasar interaksi manusia  dan  komputer,
      faktor perangkat lunak, perangkat keras dan faktor pengguna komputer, bentuk interaksi dialog,
      proses desain, teknik prototyping, metoda  dan  tool  untuk  proses interaksi,  dokumentasi
      software, teknik evaluasi,  website,  CSCW  dan  groupware,  visualisasi  informasi,  audio  dan
      agent.

    • Video ini berisi tentang pentingnya mengetahui serta mempelajari Matakuliah Interaksi Manusia dan Komputer

    • Berikut Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Interaksi Manusia dan Komputer

      Silakan anda download RPS tersebut sebagai panduan bagi anda dalam melaksanakan kegiatan
      perkuliahan selama satu semester untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan

    • Pokok Bahasan :

      1.Dokumentasi Rancangan
      2.Cara Pendekatan
      3.Komponen Antar Muka Pengguna
      4.Urutan Perancangan

      5.Perancangan Tampilan Berbasis Teks
      6.Perancangan Tampilan Berbasis Grafis
      7.Penaganan Kesalahan
      8.Piranti Bantu Sederhana

    • Salah satu kriteria penting dari sebuah antarmuka adalah tampilan yang menarik. Seorang pengguna, apalagi pengguna baru, biasanya tertarik untuk mencoba sebuah program aplikasi dengan terlebih dahulu tertarik pada suatu tampilan yang ada di hadapan matanya.

      Dokumentasi rancangan dapat dikerjakan atau dilakukan dalam beberapa cara:

      a.       Membuat sketsa pada kertas

      b.      Menggunakan peranti prototipe GUI,

      c.       Menuliskan tekstual yang menjelaskan tentang kaitan antara satu jendela dengan jendela yang lain,

      d.      Menggunakan peranti bantu yang disebut CASE (Computer Aided Software Engineering).

    • .

      Pendahuluan

      Salah satu kriteria penting dari sebuah antarmuka adalah tampilan yang menarik.Yang harus dimiliki oleh perancang tampilan:
      ΓÇô  Jiwa seni yang memadai
      ΓÇô  Mengetahui selera user secara umum
      Seorang perancang tampilan HARUS mendokumentasikan semua pekerjaan yang telah dia kerjakan selama ini, sebagai bahan evaluasi pembuatan tampilan yang baru atau memperbaiki tampilan sebelumnya
      "PROGRAM YANG DIBUAT BUKAN UNTUK ANDA, NAMUN UNTUK ORANG LAIN"

      Cara Pendekatan

      Jenis program aplikasi:
      ΓÇó Special purpose software
      ΓÇó General purpose software

      Special Purpose Software

      Yaitu program aplikasi untuk keperluan khusus dengan user yang khusus pula (special purpose software)
      Kelompok user dapat dengan mudah diperkirakan, baik dari segi keahlian maupun ragam antarmuka yang akan digunakan. Mis: program inventori gudang, pengelolaan data akademis mahasiswa, pelayanan reservasi hotel. Pendekatan yang digunakan:
      • User-centered design approach: perancang dan user bersama-sama membuat tampilan antarmuka
      • User design approach: hanya user yang membuat tampilan antarmuka

      General Purpose Software

      • Yaitu program aplikasi yang akan digunakan oleh berbagai macam kalangan user
      • Perancang dapat melakukan ΓÇÿpemaksaanΓÇÖ kepada user untuk menerima tampilan antarmukanya, walaupun dapat memberikan dampak program tersebut tidak laku
      • Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah user dapat melakukan perubahan tampilan sesuai dengan keinginannya sendiri (customization), mis: merubah warna dasar, pengaturan desktop, wallpaper, screensaver, dll

      Komponen Antarmuka Pengguna

      1. Model pengguna; memungkinkan user untuk mengembangkan pemahaman yang mendasar tentang apa yang dikerjakan oleh program, bahkan oleh user yang sama sekali tidak mengetahui teknologi komputer
      2. Bahasa perintah; sedapat mungkin menggunakan bahasa alami
      3. Umpan balik; kemampuan sebuah program yang membantu user untuk mengoperasikan program itu sendiri
      4. Tampilan informasi; digunakan untuk menunjukkan status informasi atau program ketika user melakukan suatu tindakan

      Urutan Perancangan

      1. Pemilihan ragam dialog
      2. Perancangan struktur dialog; melakukan analisis tugas dan menentukan model pengguna dari tugas tersebut
      3. Perancangan format pesan; tata letak tampilan, keterangan tektual secara terinci, dan efisiensi inputing data harus mendapat perhatian lebih
      4. Perancangan penanganan kesalahan
      5. Perancangan struktur data

      Penanganan Kesalahan

      • Validasi pemasukan data, mis: jika user harus memasukkan bilangan positif, namun dia memasukkan data negatif atau nol, maka harus ada mekanisme untuk mengulang pemasukan data tersebut
      • Proteksi user; program memberi peringatan ketika user melakukan suatu tindakan secara tidak sengaja, mis: penghapusan berkas
      • Pemulihan dari kesalahan: tersedianya mekanisme untuk membatalkan tindakan yang baru saja dilakukan
      • Penampilan pesan salah yang tepat dan sesuai dengan kesalahan yang terjadi pada waktu itu

      Perancangan Tampilan Berbasis Teks

      ΓÇó    Urutan penyajian; disesuiakan dengan model pengguna
      ΓÇó    Kelonggaran; mis: dengan adanya jarak spasi antar perintah, atau penempatan yang khusus
      ΓÇó    Pengelompokkan data yang saling berkaitan
      ΓÇó    Relevansi; hanya pesan-pesan yang relevan saja yang ditampilkan di layar
      ΓÇó    Konsistensi; menggunakan suku kata yang konsisten untuk menjelaskan sesuatu
      ΓÇó    Kesederhanaan; menggunakan singkatan yang dipahami oleh umum

      Perancangan Tampilan Berbasis Grafis

      • Ilusi pada obyek-obyek yang dapat dimanipulasi, mis: gambar disket, printer, dll
      • Urutan visual dan fokus pengguna, mis: tanda kedip untuk posisi kursor, penggunaan warna yang berbeda
      • Struktur internal; berguna untuk menunjukkan bahwa obyek yang sedang dihadapi dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan user
      • Kosakata grafis yang konsisten dan sesuai, mis: gambar disket, printer, dll
      • Kesesuaian dengan media/informasi yang akan disampaikan
    • Pokok Bahasan :
      Ergonomi
      Keuantungan dan Penerapan Ergonomi
      Aspek Ergonomi dan Stasiun Kerja
      Pencahayaan 
      Suhu dan Udara
      Gangguan Suara
      Prinsip Ergonomi

    • Tujuan Mengetahui aspek-aspek ergonomi dalam interaksi manusia dan komputer sehingga dapat merancang suatu model interaksi manusia dan komputer yang baik

      Aspek Ergonomi Lingkungan

      Ergonomik adalah faktor kenyamanan kerja. Ergonomi (faktor manusia) merupakan studi tentang karakteristik fisik dari interaksi.
      • Pengaturan kontrol dan tampilan
      • Lingkungan fisik dari interaksi
      • Aspek kesehatan
      • Penggunaan warna
      Beberapa Aspek yang berhubungan dengan Ergonomik yaitu :
      1. Pengukuran dan Antropometrik
      Antropometrik adalah suatu bidang ilmu yang berhubungan dengan pengukuran tubuh manusia. Misalnya tinggi badan dan jangkauan tangan. Isu-isu mengenai jangkauan, kenyamanan penglihatan, dan tinggi meja menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

      2. Aspek Ergonomik dari stasiun kerja
      a. Pemasukan data: Biasanya pemasukan data adalah pekerjaan yang berorientasi pada hard copy, sehingga operator akan jauh lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan pengetikan dibanding dengan melihat ke layar tampilan. Dari sisi beban otot, pekerjaa pemasukan data memberikan beban yang sangat besar pada tangan, pergelangan tangan, jari jemari, dan lengan. Penyelesaian yang baik atas persoalan ini adalah dengan mengurangi beban jari jemari dan pergelangan tangan dengan memberikan semacam penyangga bagi jari jemari dan pergelangan tangan.Selain itu posisi pergelangan tangan dan jari jemari harus tepat, sehingga ketinggian dan posisi papan ketik menjadi faktor yang sangat penting. Dari sisi beban tubuh, terlihat bahwa pekerjaan pemasukan data memberikan beban yang besar pada punggung dan bahu.Untuk situasi ini, kita memerlukan kursi yang tepat.Kursi yang digunakan harus dapat memberikan dukungan pada pinggang dan akan lebih baik lagi apabila tinggi kursi dapat diatur.Selain itu pekerjaan pemasukan data juga memerlukan penggerakan tubuh, terutama bagain leher dan kepala untuk melihat ke arah dokumen sumber, sehingga keluhan adanyan leher yang sakit dapat dipahami.
      b. Akuisisi data: merupakan jenis pekerjaan yang dapat dikatakan berkebalikan dengan pemasukan data dalam hal karakteristik bebannya.Macam-macam pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah operator telepon, pengatur lalu lintas udara dan petugas pos yang bertugas dibagian surat elektronik.Dalam  pekerjaan-pekerjaan diatas, para pekerja lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menatap layar tampilan yang ada dihadapan mereka.Untuk mengurangi beban visual sebaiknya disediakan layar tampilan dengan kualitas character yang baik, kontras karakter ke layar yang tinggi, serta kendali kilau yang memadai.
      c. Pekerjaan Interaktif: Ragam interaktif dari pemanfaatan layar tampilan mempunyai variasi yang sangat banyak. Pekerjaan tersebut bervariasi mulai dari pemrogram komputer dan insinyur perancangan berbantuan komputer(yang bekerja dengan daya kreatifitas tinggi karena mereka dapat bergerak leluasa kesana kemari sesuai keinginan mereka) sampai kepada petugas reservasi yang duduk diam terpaku untuk periode yang cukup lama. Sehingga terdapat perbedaan yang sangat besar dalam hal tuntutan pekerjaan dan beban yang mereka harus hadapi pada berbagai jenis operator yang menggunakan peralatan secara interaktif.
      d. Pekerjaan pengolahan kata: Orang-orang yangbanyak bekerja dengan program-program pengolahan katapun juga dapat dikelompkkan kedalam pekerjaan yang harus mereka lakukan. Pekerjaan pengolahan kata bervariasi dari mereka yang bekerja sebagi tukang ketik(yang banyak menghabiskan waktunya untuk mengetik dan sedkit waktu untuk melihat kelayar komputer, dan hanya sedikit melakukan pengetikan ketika ia harus membetulkan tulisan yang ada dihadapannya).

      3. Pencahayaan
      • Cahaya langsung: yang berasal dari matahari yang menerobos masuk lewat jendela atau berasal dari sumber cahaya buatan, misalnya dari bolam lampu
      • Cahaya Tak langsung yang dipantulkan oleh:
      • Tembok atau partisi
      • Langit-langit rumah plafon
      • Lantai rumah
      • Bahan-bahan yang ada disekitar layar tampilan, misalnya pemegang dokumen.
      • Bagian atas dari meja yang digunakan
      • Pakaian yang digunakan oleh operator(meskipun sangat kecil)
      4. Suhu dan Kualitas Udara: Saat ini pemakain mesin ketik manual semakin berkurang. Mesin ketik manual telah digantikan dengan adanya komputer pribadi yang menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan dengan mesin ketik manual. Sehingga terutama bagi mereka yangmampu, mereka dengan serta merta akan mengganti mesin ketik manual dengan komputer pribadi.Perpindahan ini tentu saja disertai dengan timbulnya panas tambahan yang dibangkitkan oleh komputer pribadi yang menyala untuk jangka waktu yang lama serta adanya suatu bentuk derau yang dibangkitkan oleh komputer pribadi tersebut.
      Isu mengenai bertambah panasnya udara menjadi sangat penting untuk diperhatikan, karena perubahan suhu udara yang sedikit saja akan mempengaruhi kinerja seseorang. Perasaan kantuk dalam suhu udara yang panas menjadi salah satu persoalan umum, selain semakin berkurangnya konstrasi kerja.

      5. Gangguan Suara: Untuk memahami bahwa suara-suara tertentu dapat menggangu konsentrasi sesorang, bayanngkanlah suasana berikut. Dimisalkan anda duduk sendirian didalam sebuah ruangan berpengontrol udara(ber-AC) yang ketika anda nyalakan mengeluarkan suara yang lembut. Tetapi semakin lama suara pengontrol udara tersebut bersuara semakin keras(karena sudah berumur agak lama) sehingga konsentrasi anda semakin lama semakin buyar seiring dengan bunyi pengontrol udara yang semakin keras.

      6. Kebiasaan Dalam Bekerja: selain kondisi kesehatan yang prima, penempatan mebel, peralatan kantor dan penempatan sumber cahaya, kebiasaan bekerjapun dapat mempengaruhi kinerja anda selama anda bekerja menggunakan layar tampilan. Agar anda selalu merasa nyaman dalam bekera, biasakan untuk selalu:
      • Bekerja dalam keadaan sesantai mungkin dan dalam posisi yang benar. Hindarkan posisi yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan, bahkan cidera, otot
      • Mengubah posisi duduk anda untuk mencegah kelelahan otot.
      • Berdiri dan mengambil beberapa menit untuk mengendorkan ketegangan otot dann lakukan olehraga ringan beberapa kali sehari
      • Mengusahakan untuk tidak mengetik dalam jangka waktu yang lamayang memberikan tekanan fisik yang berat pada anda.
      • Mengambil istirahat sejenak secara periodis. Anda akan mendapat pengalaman bahwa istirahat dalam waktu singkat dan sering jauh lebih bermanfaat dibanding dengan istirahat yang lama tetapi jarang.
      • Memeriksa kebiasaan kerja anda dan tipe pekerjaan yang hendak anda lakukan. Bagilah waktu anda untuk bekerja secara bergantian sehingga anda tidak duduk dalam selang waktu yang lama atua melakukan satu aktifitas yang sama terus menerus hal ini selain untuk menghidnari kelelahan juga untuk mencegah dari kejenuhan.


    • Aspek Ergonomi Lingkungan

      Ergonomik adalah faktor kenyamanan kerja. Ergonomi (faktor manusia) merupakan studi tentang karakteristik fisik dari interaksi.
      • Pengaturan kontrol dan tampilan
      • Lingkungan fisik dari interaksi
      • Aspek kesehatan
      • Penggunaan warna
      Beberapa Aspek yang berhubungan dengan Ergonomik yaitu :
      1. Pengukuran dan Antropometrik
      Antropometrik adalah suatu bidang ilmu yang berhubungan dengan pengukuran tubuh manusia. Misalnya tinggi badan dan jangkauan tangan. Isu-isu mengenai jangkauan, kenyamanan penglihatan, dan tinggi meja menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

      2. Aspek Ergonomik dari stasiun kerja
      a. Pemasukan data: Biasanya pemasukan data adalah pekerjaan yang berorientasi pada hard copy, sehingga operator akan jauh lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan pengetikan dibanding dengan melihat ke layar tampilan. Dari sisi beban otot, pekerjaa pemasukan data memberikan beban yang sangat besar pada tangan, pergelangan tangan, jari jemari, dan lengan. Penyelesaian yang baik atas persoalan ini adalah dengan mengurangi beban jari jemari dan pergelangan tangan dengan memberikan semacam penyangga bagi jari jemari dan pergelangan tangan.Selain itu posisi pergelangan tangan dan jari jemari harus tepat, sehingga ketinggian dan posisi papan ketik menjadi faktor yang sangat penting. Dari sisi beban tubuh, terlihat bahwa pekerjaan pemasukan data memberikan beban yang besar pada punggung dan bahu.Untuk situasi ini, kita memerlukan kursi yang tepat.Kursi yang digunakan harus dapat memberikan dukungan pada pinggang dan akan lebih baik lagi apabila tinggi kursi dapat diatur.Selain itu pekerjaan pemasukan data juga memerlukan penggerakan tubuh, terutama bagain leher dan kepala untuk melihat ke arah dokumen sumber, sehingga keluhan adanyan leher yang sakit dapat dipahami.
      b. Akuisisi data: merupakan jenis pekerjaan yang dapat dikatakan berkebalikan dengan pemasukan data dalam hal karakteristik bebannya.Macam-macam pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah operator telepon, pengatur lalu lintas udara dan petugas pos yang bertugas dibagian surat elektronik.Dalam  pekerjaan-pekerjaan diatas, para pekerja lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menatap layar tampilan yang ada dihadapan mereka.Untuk mengurangi beban visual sebaiknya disediakan layar tampilan dengan kualitas character yang baik, kontras karakter ke layar yang tinggi, serta kendali kilau yang memadai.
      c. Pekerjaan Interaktif: Ragam interaktif dari pemanfaatan layar tampilan mempunyai variasi yang sangat banyak. Pekerjaan tersebut bervariasi mulai dari pemrogram komputer dan insinyur perancangan berbantuan komputer(yang bekerja dengan daya kreatifitas tinggi karena mereka dapat bergerak leluasa kesana kemari sesuai keinginan mereka) sampai kepada petugas reservasi yang duduk diam terpaku untuk periode yang cukup lama. Sehingga terdapat perbedaan yang sangat besar dalam hal tuntutan pekerjaan dan beban yang mereka harus hadapi pada berbagai jenis operator yang menggunakan peralatan secara interaktif.
      d. Pekerjaan pengolahan kata: Orang-orang yangbanyak bekerja dengan program-program pengolahan katapun juga dapat dikelompkkan kedalam pekerjaan yang harus mereka lakukan. Pekerjaan pengolahan kata bervariasi dari mereka yang bekerja sebagi tukang ketik(yang banyak menghabiskan waktunya untuk mengetik dan sedkit waktu untuk melihat kelayar komputer, dan hanya sedikit melakukan pengetikan ketika ia harus membetulkan tulisan yang ada dihadapannya).

      3. Pencahayaan
      • Cahaya langsung: yang berasal dari matahari yang menerobos masuk lewat jendela atau berasal dari sumber cahaya buatan, misalnya dari bolam lampu
      • Cahaya Tak langsung yang dipantulkan oleh:
      • Tembok atau partisi
      • Langit-langit rumah plafon
      • Lantai rumah
      • Bahan-bahan yang ada disekitar layar tampilan, misalnya pemegang dokumen.
      • Bagian atas dari meja yang digunakan
      • Pakaian yang digunakan oleh operator(meskipun sangat kecil)
      4. Suhu dan Kualitas Udara: Saat ini pemakain mesin ketik manual semakin berkurang. Mesin ketik manual telah digantikan dengan adanya komputer pribadi yang menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan dengan mesin ketik manual. Sehingga terutama bagi mereka yangmampu, mereka dengan serta merta akan mengganti mesin ketik manual dengan komputer pribadi.Perpindahan ini tentu saja disertai dengan timbulnya panas tambahan yang dibangkitkan oleh komputer pribadi yang menyala untuk jangka waktu yang lama serta adanya suatu bentuk derau yang dibangkitkan oleh komputer pribadi tersebut.
      Isu mengenai bertambah panasnya udara menjadi sangat penting untuk diperhatikan, karena perubahan suhu udara yang sedikit saja akan mempengaruhi kinerja seseorang. Perasaan kantuk dalam suhu udara yang panas menjadi salah satu persoalan umum, selain semakin berkurangnya konstrasi kerja.

      5. Gangguan Suara: Untuk memahami bahwa suara-suara tertentu dapat menggangu konsentrasi sesorang, bayanngkanlah suasana berikut. Dimisalkan anda duduk sendirian didalam sebuah ruangan berpengontrol udara(ber-AC) yang ketika anda nyalakan mengeluarkan suara yang lembut. Tetapi semakin lama suara pengontrol udara tersebut bersuara semakin keras(karena sudah berumur agak lama) sehingga konsentrasi anda semakin lama semakin buyar seiring dengan bunyi pengontrol udara yang semakin keras.

      6. Kebiasaan Dalam Bekerja: selain kondisi kesehatan yang prima, penempatan mebel, peralatan kantor dan penempatan sumber cahaya, kebiasaan bekerjapun dapat mempengaruhi kinerja anda selama anda bekerja menggunakan layar tampilan. Agar anda selalu merasa nyaman dalam bekera, biasakan untuk selalu:
      • Bekerja dalam keadaan sesantai mungkin dan dalam posisi yang benar. Hindarkan posisi yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan, bahkan cidera, otot
      • Mengubah posisi duduk anda untuk mencegah kelelahan otot.
      • Berdiri dan mengambil beberapa menit untuk mengendorkan ketegangan otot dann lakukan olehraga ringan beberapa kali sehari
      • Mengusahakan untuk tidak mengetik dalam jangka waktu yang lamayang memberikan tekanan fisik yang berat pada anda.
      • Mengambil istirahat sejenak secara periodis. Anda akan mendapat pengalaman bahwa istirahat dalam waktu singkat dan sering jauh lebih bermanfaat dibanding dengan istirahat yang lama tetapi jarang.
      • Memeriksa kebiasaan kerja anda dan tipe pekerjaan yang hendak anda lakukan. Bagilah waktu anda untuk bekerja secara bergantian sehingga anda tidak duduk dalam selang waktu yang lama atua melakukan satu aktifitas yang sama terus menerus hal ini selain untuk menghidnari kelelahan juga untuk mencegah dari kejenuhan.

    • Baca Materi Pdf,Video dan Link Materi beri kesimpulan dari materi diatas 

      dibuat menggunakan PPT upload di youtube link materi kirim ke lms


    • Link lingkungan Fisik dan Aspek Ergonomi :

      Materi1

      Materi2

      Materi3

      Materi4

      Materi5

      Materi6


    • Materi :

      1.Tombol Tekan/Button
      2.Spin Box
      3.List Box
      4.Combo Box
      5.Tombol Radio
      6.Check Box
      7.Text Box
      8.Sliding Bar

    • Salah satu kriteria penting agar program aplikasi yang kita buat mempunyai sifat ramah dengan pengguna (user friendly) adalah program aplikasi tersebut haruslah mempunyai tampilan yang menarik perhatian user, biasanya berkaitan dengan antarmuka grafis yang mampunyai banyak kelebihan dalam memperindah tampilan dibandingkan dengan tektual.

      *Komponen antar muka grafis bertujuan untuk memenuhi salah satu kriteria interaksi antara manusia dan komputer yakni agar mendapat perhatian pengguna kepada program aplikasi yang dibuat, tentunya sebuah program aplikasi haruslah mempunyai tampilan yang menarik perhatian pengguna.

    • POKOK BAHASAN 

      1. User Experience (UX) Design 

      2. User Interface (UI) Design

       3. UI Design VS UX Desig


    • User interface (UI) merupakan desain antarmuka yang fokus pada keindahan dari sebuah tampilan, dan pemilihan warna yang baik. Tujuannya, untuk membuat tampilan situs lebih enak dipandang mata dan pengujung pun jadi betah berlama-lama.

      UI menciptakan ikatan emosional dengan pengguna melalui desain yang menarik dan indah. Biasanya, UI akan diimplementasikan atau dikerjakan setelah UX selesai menentukan desain layout, logo, warna, dan typography untuk mempercantik situs yang kamu miliki.

      Sementara itu, user experience (UX) merupakan proses meningkatkan kepuasan pengguna situs atau aplikasi tertentu melalui kegunaan dan kesenangan yang diberikan dalam interaksi antara pengguna dan produk.

      UX design inilah yang memungkinkan suatu situs bisa digunakan dengan mudah, sehingga tidak membingungkan pengguna. UX mencakup keseluruhan elemen dari suatu website. Termasuk di dalamnya, memastikan website tersusun dengan baik, dan pengguna mudah berpindah dari satu halaman ke halaman lain.

      Secara umum perbedaan  UI dan UX terletak pada beberapa hal, seperti: 

      1. Tujuan penerapan

      Tujuan utama dari penerapan UI design adalah menampilkan desain interface dengan keseragaman dan konsistensi yang baik, mulai dari segi font, warna, gambar, dan sebagainya. Dengan ini, diharapkan pengguna dapat lebih tertarik untuk menggunakan suatu situs.

      Berbeda halnya dengan UI, UX design berguna untuk membuat suatu situs atau aplikasi jadi lebih mudah digunakan oleh user. UX design dituntut untuk menjadi perantara, agar UI design mampu bekerja sama dengan sistem. Tentunya, diperlukan pemahaman yang baik terhadap kebutuhan dan kebiasaan pengguna terhadap situs.

      2. Fokus 

      UX berfokus pada manajemen dan analisis proyek melalui seluruh fase mulai dari ideation, development dan delivery. Sementara UI lebih banyak fokus pada komponen teknis untuk menghasilkan komponen desain untuk produk jadi. 

      3. Cakupan 

      UX design bisa dikatakan memiliki ranah yang cenderung lebih luas dari UI design dalam hal fungsinya.

      Idealnya, UX design dimulai dengan riset mengenai preferensi dan kebiasaan audiens. Selanjutnya, hasil riset tersebut diimplementasikan dalam sebuah interface atau UI design. Dengan demikian, UX design melatarbelakangi UI design dalam menghasilkan produk tertentu pada interface



    • POKOK BAHASAN 

      1. Manfaat penerpan UI-UX pada Aplikasi 
      2. Kriteria UI/UX yang Tepat 
      3. Contoh Penerapan UI UX pada Aplikasi

    • Lanjutan Materi ke 14

      Manfaat UI dan UX
      Beda UI dan UX adalah dari fungsinya, jika UI lebih berfungsi untuk membuat desain web ecommerce menjadi lebih indah. UX merupakan desain yang digunakan untuk meningkatkan kepuasan dari pengguna website melalui kesenangan dan kegunaan yang diberikan dalam interaksi antara pengguna internet atau pengunjung dan produk

      Kriteria user interface yang baik
      Karakteristik User Interface yang Baik
      • Jelas. Memiliki UI yang jelas adalah salah satu elemen penting dalam desain user interface. ...
      • Singkat. ...
      • Familiar. ...
      • Responsif. ...
      • Konsisten. ...
      • Menarik. ...
      • Efisien. ...
      • Forgiving.