Garis besar topik
-
-

A. KATA SAMBUTAN
Assalamualaikum Waarahmatullahi Wabarakaat
Selamat Pagi Salam Sejahtera …… Tabik Pun......
Alhamdulillahi Robbilalamin, Nahmaduhu Wanastaiinu Wanastaghfiruhu Wanauudzu Billahi Min Syururi Anfusina Wamin Saayyiati A'malina Mayahdhillahu Fala Mudhilalah Waamayuddhlilhu Fala Haadiyah Lahuasyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Ashadu Anna Muhammadarrasulullah Allahummasalli Ala Saayidina Muhammad Wa Ala Ali Sayidina Muhammad Amma Ba'du
Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji Syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kesehatan iman lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di Perkuliahan E-Learning BAHASA INDONESIA.
Salawat dan salam tidak lupa kita kirimkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia dari peradaban hidup jahiliyah menuju pada peradaban hidup modern yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan saat ini. Semoga kita semua termasuk hamba yang taat, yang berhak mendapatkan syafaat di hari akhir kelak…. Aamiin
B. DESKRIPSI MATA KULIAH
Pada mata kuliah bahasa Indonesia dirancang untuk meningkatkan kemahiran dalam berbahasa Indonesia dalam bentuk tulisan maupun lisan sehingga mahasiswa dapat dengan mudah dalam menulis karya ilmiah untuk mendukung kegiatan akademik dan membekali kemampuan pemahamman pada mahasiswa yang komprehensip pada bahasa Indonesia, sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi Professional yang memiliki keterampilan menggunakan bahasa Indonesia, sehingga mahasiswa semakin memiliki kepribadian yang tangguh, bertanggung jawab pada bangsa dan negara Indonesia.
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN PETA PEMBELAJARAN
Sikap
1. Menjunjung Tinggi nilai kemanusiaan, dalam mengerjakan tugas berdasarkan agama, moral dan etika
2. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila
3. Dapat berkerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan
4. Menunjukan sikap tanggungjawab atas pekerjaan dibidang keilmuan secara mandiri
Keterampilan Umum:
Mahasiswa menguasai dan memahami keilmuan kebahasan, khususnya bahasa Indonesia sebagai bentuk kecintaan serta tanggung jawab pada negara dan bangsa serta mampu, terampil dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar secara lisan maupun tulisan yang bermutu dan terukur.
CP Keterampilan Khusus:
Mahasiswa mampu menggunakan Bahasa Indonesia melalui keterampilan berbahasa, menyimak, berbicara, membaca dan membuat karangan karya ilmiah.
CP Pengetahuan
- Mahasiswa memahami Kedudukan Bahasa Indonesia serta menguasai konsep dan prinsip penulisan ilmiah
- Mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik tentang bahasa Indonesia, mampu menggunakannya secara baik dan benar secara lisan, tulisan dalam menyusun karya ilmiah.
- Mahasiswa memiliki penalaran ilmiah dalam memahammi diksi yang tepat, pembuatan kalimat efektif, membuat paragraf dan dan merancang karangan karaya ilmiah dengan baik dan benar.
D. STRUKTUR PELAKSANAAN
Struktur pelaksanaan atau metode perkuliahan:
┬╖ Menggunakan proses pertemuan daring (online) dan luring (offline) perorangan maupun kelompok.
┬╖ Setiap perkuliahan wajib hadir dan aktif di dalam Pertemuan online dan offline
┬╖ Setiap perkuliahan akan ada tugas perorangan maupun kelompok.
┬╖ Setiap tugas Kelompok wajib di presentasikan secara online atau offline
┬╖ UJIAN TENGAH SEMESTER
┬╖ UJIAN AKHIR SEMESTER
E. MODEL ASSESMENT
1. Attendance (20%)
2. Home Work, Quiz and E-Learning (20%)
3. Mid Test (20%)
4. Final Test (20%)
5. Etic (20%)
F. BOBOT PENILAIAN
NILAI MUTU
RANGE
BOBOT
A
80 ΓÇô 100
4
A-
75 ΓÇô 79.5
3.75
B+
70 ΓÇô 74.5
3.5
B
65 ΓÇô 69.5
3
C
55 ΓÇô 64.5
2
D
30 ΓÇô 54.5
1
E
< 30
0
G. PRETEST
Jelaskan apa yang anda ketahui tentang perkembangan Bahasa Indonesia saat ini!
H. IDENTITAS DOSEN
┬╖ Jaka Darmawan, SE., Ak., M.Ak., MMT., CA., CPA., CMA., CAPF., CAPM.
┬╖ 0812 7984 2402
I. PANDUAN PENGGUNAAN TOOL VIRTUAL
- Kompensasi keterlambatan kehadiran 10 menit
- Selama perkuliahan online diwajibkan menampilkan video
- Selama perkuliahan online diwajibkan mematikan audio (kecuali diizinkan atau ditanya)
- Selama perkuliahan online diwajibkan memakai pakaian formal
J. BUKU AJAR
- Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2009
- Bahasa Indonesia Sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. (2012) E. Zaenal Arifin dkk.
- Panduan PKM Terbaru. direktorat jendral pembelajaran dan kemahasiswaan kementrian pendidikan dan kebudayaan.2020.
- Juni Ahyar, Cermat Bahasa Indonesia dan Penulisan Ilmiah Untuk Perguruan Tinggi, Lhokseumawe: SEFA BUMI PERSADA,2016
- Puspandari, Diyas. 2011. Handout Bahasa Indonesia. Institut Teknologi Telkom.
K. JURNAL ATAU VIDEO UNTUK MENGINSPIRASI DALAM PEMBELAJARAN
-
-
-
Sejarah Bahasa Indonesia
Sejarah mencatat, bahasa Indonesia sebelumnya berasal dari bahasa Melayu yang menjadi lingua franca atau bahasa perhubungan di Nusantara. Bahasa Melayu dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7.
Saat itu, bahasa Melayu digunakan juga sebagai bahasa perdagangan oleh para pedagang dari luar Nusantara.
Bukti penggunaan bahasa Melayu juga dapat dijumpai pada beberapa prasasti, seperti prasasti Talang Tuo di Palembang dan prasasti Karang Brahi di Jambi.
Sejarah perkembangan bahasa Indonesia juga dapat disorot pada sejarah zaman Sriwijaya yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pembelajaran budaya hingga penyebaran agama.
Dijelaskan dalam situs Direktorat SMP Kemdikbud, bahasa Melayu ini menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam.
Kemudian bahasa Melayu diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, pedagang, dan kerajaan.
Pada era perjuangan kemerdekaan, bahasa Melayu kemudian dapat diketahui dalam persiapan Kongres Pemuda tahun 1926, di mana para pemuda mempermasalahkan tentang sebutan bahasa persatuan Indonesia.
Semenjak itu kemudian M. Tabrani mengusulkan bahasa Melayu diganti dengan istilah bahasa Indonesia dan disetujui bersama pada 2 Mei 1926.
Fungsi Kedudukan Bahasa Indonesia
Dilansir dari Balai Bahasa Papua, bahasa Indonesia sebagai media berkomunikasi masyarakat memiliki beberapa fungsi berikut:
1. Menjadi lambang kebanggaan bangsa, sebab bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia
2. Bahasa Indonesia menjadi lambang identitas nasional atau jati diri dari penduduk negara Indonesia
3. Menjadi alat perhubungan antar warga, daerah, dan budaya. Melalui bahasa Indonesia makan dapat menghindarkan masalah kesalahpahaman masyarakat majemuk
4. Bahasa Indonesia mempersatukan setiap suku di Indonesia yang memiliki budaya yang berbeda satu sama lain. Sehingga bahasa Indonesia ini memiliki sifat sebagai pemersatu bangsa.
Perkembangan Bahasa Indonesia
Berkaitan dengan sejarahnya, bahasa Indonesia telah mengalami perkembangan dan masuk dalam tiga kategori, antara lain:
1. Bahasa Pemersatu
Bahasa Indonesia diikrarkan para pemuda pada tahun 1928 melalui Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia dalam hal ini telah menjadi bahasa pemersatu yang diterima oleh masyarakat Indonesia.
2. Bahasa Resmi
Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi digunakan sejak ditetapkan pasal 36 UUD 1945 pada 18 Agustus 1945. Hal ini ditandai dengan pembacaan teks proklamasi yang menjadi fase awal bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara.
3. Bahasa Internasional
Bahasa Indonesia lanjut berkembang sebagai bahasa internasional. Hal ini dicanangkan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia yang diadakan di Jakarta pada 28 Oktober sampai 1 November 2018.
Hal ini juga didukung pada UU Nomor 24 Tahun 2009 pasal 44 ayat 1 yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.
Jadi, itulah sejarah Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi nasional dan perkembangannya. Yuk tetap pelajari kebahasaan dan kesusastraan Indonesia!
-
-
-
Ejaan Bahasa Indonesia mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Ditentukan Oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Berikut adalah beberapa aturan umum dalam ejaan Bahasa Indonesia:
1. Huruf dan Angka: Huruf dalam Bahasa Indonesia ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama pada kalimat, nama orang, tempat, atau nama-nama khusus lainnya. Angka ditulis menggunakan angka Arab, bukan huruf.
2. Kapitalisasi: Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama diri (orang, tempat, atau merek dagang), dan judul buku atau karya seni lainnya.
3. Penggunaan Huruf Besar pada Subjek: Huruf kapital digunakan untuk menunjukkan subjek tertentu dalam kalimat, seperti agama, suku, atau aliran pemikiran.
4. Pemenggalan Kata: Dalam Bahasa Indonesia, pemenggalan kata biasanya dilakukan pada akhir baris atau pada pembatasan suku kata, tergantung pada konteksnya.
5. Tanda Baca: Tanda baca yang umum digunakan dalam Bahasa Indonesia antara lain tanda titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kutip (" "), tanda kurung (), dan tanda hubung (-).
6. Tanda Hubung dan Penggunaan: Tanda hubung digunakan untuk menghubungkan kata dalam kata majemuk, menyambungkan angka, atau menulis nomor telepon. Contohnya adalah "rumah-sakit", "panjang 10-15 meter", dan "0852-1234-5678".
7. Penggunaan Apostrof: Apostrof digunakan untuk mempersingkat kata atau menyatakan kepemilikan. Contoh: "Dia adalah mahasiswa yang rajin" dapat dipersingkat menjadi "Dia adalah mahasiswa yang rajin".
8. Penyingkatan Kata: Kata-kata dapat disingkat sesuai dengan aturan yang berlaku, seperti "dr." untuk "dokter", "dll." untuk "dan lain-lain", atau "dsb." untuk "dan sebagainya".
Ini hanya beberapa aturan umum dalam ejaan Bahasa Indonesia. Masih ada banyak aturan lain yang lebih spesifik yang berkaitan dengan penggunaan bahasa secara formal dan informal, serta aspek-aspek tata bahasa yang lainnya.
Keterampilan berbahasa Indonesia meliputi empat aspek utama: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing keterampilan tersebut:
1. **Mendengarkan (Listening)**:
o Kemampuan untuk memahami informasi yang disampaikan secara lisan oleh orang lain.
o Ini melibatkan penggunaan kosakata yang tepat, pemahaman intonasi, kecepatan berbicara, dan konteks percakapan.
o Mendengarkan secara aktif, seperti mengidentifikasi informasi kunci, menyimpulkan isi pesan, dan merespons dengan tepat.
2. **Berbicara (Speaking)**:
o Kemampuan untuk menyampaikan pikiran, ide, dan perasaan secara lisan dengan jelas dan efektif.
o Ini mencakup penggunaan kosakata yang tepat, tata bahasa yang benar, intonasi yang sesuai, dan penggunaan ekspresi wajah serta bahasa tubuh.
o Berlatih percakapan sehari-hari, mengikuti kursus bahasa, atau berinteraksi dengan penutur asli bahasa Indonesia dapat membantu meningkatkan keterampilan berbicara.
3. **Membaca (Reading)**:
o Kemampuan untuk memahami teks tertulis dalam bahasa Indonesia, termasuk artikel, buku, surat kabar, dan lainnya.
o Ini melibatkan pemahaman terhadap makna kata, frasa, kalimat, dan teks secara keseluruhan.
o Membaca secara rutin, mengidentifikasi kata kunci, dan menghubungkan ide-ide dalam teks adalah bagian dari keterampilan membaca yang efektif.
4. **Menulis (Writing)**:
o Kemampuan untuk mengekspresikan pikiran, ide, dan informasi secara tertulis dengan jelas dan teratur.
o Ini mencakup penggunaan tata bahasa yang tepat, struktur kalimat yang baik, penggunaan kosakata yang sesuai, dan organisasi tulisan yang logis.
o Menulis secara teratur, menerima umpan balik, dan memperbaiki kesalahan adalah cara efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis.
Untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, konsistensi dalam berlatih dan eksposur terhadap berbagai jenis teks dan situasi komunikasi sangat penting. Selain itu, mendapatkan umpan balik dari penutur asli bahasa Indonesia atau instruktur yang berkualitas juga dapat membantu Anda memperbaiki keterampilan berbahasa Anda.
-
-
-
Serapan bahasa Indonesia merujuk pada proses peminjaman kata, frasa, atau istilah dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Fenomena ini terjadi karena interaksi budaya, perdagangan, teknologi, dan ilmu pengetahuan antarbangsa. Serapan bahasa merupakan salah satu aspek yang memperkaya dan memperluas kosakata dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh serapan bahasa Indonesia dari berbagai bahasa:
1. **Bahasa Arab**: Contoh serapan dari bahasa Arab termasuk kata seperti "masjid" (dari مسجد, masjid), "surga" (dari سرغا, surga), "Al-Qur'an" (dari القرآن, al-qur'an).
2. **Bahasa Sanskerta**: Banyak kata dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta, seperti "buddha" (dari बुद्ध, buddha), "mimpi" (dari मानसिक, manasika), "sutra" (dari सूत्र, sutra).
3. **Bahasa Belanda**: Kata-kata seperti "meja" (dari tafel), "jendela" (dari venster), "sekolah" (dari school) merupakan contoh serapan dari bahasa Belanda.
4. **Bahasa Inggris**: Banyak kata serapan dari bahasa Inggris digunakan dalam bahasa Indonesia, seperti "komputer" (dari computer), "televisi" (dari television), "internet" (dari internet).
5. **Bahasa Jepang**: Beberapa kata dalam bahasa Indonesia juga berasal dari bahasa Jepang, seperti "karaoke" (dari カラオケ, karaoke), "manga" (dari 漫画, manga), "ramen" (dari ラーメン, ramen).
Dalam proses serapan bahasa, kata-kata asing tersebut sering mengalami penyesuaian dalam pengucapannya dan kadang-kadang bahkan dalam ejaannya agar sesuai dengan aturan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki peran penting dalam menetapkan standar dan regulasi terkait dengan penggunaan kata serapan dalam bahasa Indonesia.
Ragam Bahasa Ilmu, termasuk dalam hal ejaan, merujuk pada penggunaan bahasa yang khusus digunakan dalam konteks ilmiah atau akademis. Ragam ini memiliki aturan dan konvensi tersendiri yang membedakannya dari ragam bahasa sehari-hari. Berikut adalah beberapa karakteristik ragam bahasa ilmu dalam hal ejaan:
1. **Konsistensi**: Ejaan dalam ragam bahasa ilmu cenderung lebih konsisten dan kaku dibandingkan dengan ejaan dalam bahasa sehari-hari. Ini dimaksudkan untuk memastikan keseragaman dan kejelasan dalam penulisan dan komunikasi ilmiah.
2. **Penggunaan Istilah Teknis**: Ragam bahasa ilmu sering menggunakan istilah teknis atau terminologi khusus dalam bidang ilmu tertentu. Ejaan dari istilah-istilah ini haruslah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam disiplin ilmu tersebut.
3. **Pemisahan Kata**: Ejaan dalam ragam bahasa ilmu juga memperhatikan pemisahan kata yang benar, terutama dalam istilah-istilah gabungan atau istilah teknis yang terdiri dari beberapa kata.
4. **Pemakaian Huruf Kapital**: Penggunaan huruf kapital dalam ragam bahasa ilmu dapat bervariasi tergantung pada konvensi dalam bidang ilmu tertentu. Misalnya, dalam judul atau istilah khusus tertentu, huruf kapital mungkin digunakan secara konsisten.
5. **Penggunaan Tanda Baca Khusus**: Dalam beberapa kasus, ragam bahasa ilmu mungkin menggunakan tanda baca khusus, seperti tanda hubung (-) atau tanda kurung ([]), untuk mengklarifikasi atau memperjelas makna dalam teks ilmiah.
6. **Ejaan Adaptif**: Dalam beberapa bidang ilmu, istilah-istilah asing atau kata-kata serapan sering digunakan. Dalam hal ini, ejaan istilah tersebut mungkin mengikuti aturan ejaan bahasa asal atau diadaptasi agar sesuai dengan aturan ejaan bahasa Indonesia.
Penting untuk diingat bahwa aturan ejaan dalam ragam bahasa ilmu bisa berbeda tergantung pada disiplin ilmu yang digunakan. Oleh karena itu, penting bagi penulis dan peneliti untuk memahami konvensi ejaan yang berlaku dalam bidang ilmu mereka masing-masing dan untuk selalu merujuk pada sumber-sumber otoritatif untuk memastikan konsistensi dan keakuratan dalam penulisan ilmiah.
-
-
-
Diksi : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Ciri-cirinya
Pengertian Diksi ΓÇô Diksi adalah pilihan kata dalam tulisan yang biasa digunakan untuk menggambarkan suatu cerita atau memberi makna sesuai dengan keinginan penulis.
Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dan bertujuan agar pembaca dapat memahami teks dalam tulisan.
Dalam setiap penulisan kalimat, selalu membutuhkan diksi. Pemilihan kata atau diksi ini penting untuk merangkai kata, kesesuaian dalam kalimat serta memberikan ekspresi pada kalimat penulis.
Diksi dapat menentukan gaya bahasa pada suatu tulisan. Setiap kalimat, paragraf bahkan wacana membutuhkan gaya bahasa. Gaya bahasa yang dibentuk oleh diksi dapat membentuk kejujuran, kesopanan, tingkat keresmian dari suatu tulisan dan bahkan suasana.
Agar lebih jelas, berikut pengertian, jenis, fungsi, dan ciri-ciri dari diksi.
Pengertian Diksi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dalam penggunaannya. Diksi digunakan oleh penulis untuk mengungkapkan suatu gagasan sehingga mendapatkan efek tertentu, sesuai yang diharapkan oleh penulis.
Dari pengertian diksi menurut KBBI tersebut, dapat dipahami bahwa diksi adalah pemilihan kata yang sesuai dan dipakai untuk memilih kata sehingga dapat mengungkapkan gagasan tertentu.
Dalam puisi, diksi digunakan oleh penyair untuk memperoleh makna tertentu. Sehingga, diksi tidak hanya pilihan kata saja akan tetapi juga digunakan untuk menggambarkan suatu cerita dan bahkan memberi makna. Diksi juga meliputi ungkapan dan gaya bahasa.
Hal inilah yang akan membantu lawan bicara maupun pembaca lebih mudah dalam memahami pesan yang berusaha Grameds sampaikan. Untuk mencapai tujuan dari penggunaan diksi inilah, maka penulis harus mampu memilih diksi yang tepat dan lazim. Diksi yang tidak tepat dapat menyebabkan perbedaan pesan dan makna dalam tulisan.
Dalam karya tulis, diksi termasuk dalam pembahasan aspek kata dalam sajak yang meliputi konotasi, denotasi, semantik, morfologi dan etimologi. Penerapan diksi yang paling dasar merupakan pengungkapan gagasan penulis.
Selain itu, penggunaan diksi yang tepat juga dapat diterapkan ketika berbicara di depan publik serta berbagai macam karya tulis.
Ketepatan diksi dapat dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang berkaitan dengan kemampuan untuk menguasai, memahami, mengetahui dan menggunakan sejumlah kosakata.
Pengertian Diksi Menurut Pendapat Ahli
Agar lebih memahami terkait definisi diksi, berikut adalah pengertian diksi menurut para ahli.
1. Gorys Keraf
Keraf berpendapat bahwa diksi terbagi menjadi dua yaitu pilihan kata atau tentang pengertian kata yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan, pengungkapan yang tepat serta gaya penyampaian yang lebih baik dan sesuai dengan situasi.
Kedua, Keraf mendefinisikan diksi sebagai sebuah kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang disampaikan.
Selain Itu, diksi juga dapat berupa kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan nilai, situasi yang dimiliki oleh kelompok pendengar, pembaca dan masyarakat.
2. Susilo Mansurudin
Diksi adalah pilihan kata. Menurut Susilo Mansurudin pemakaian atau pemilihan diksi yang benar, tepat serta cermat dapat membantu penulis dalam memberi nilai pada suatu kata.
Pilihan diksi yang seusia dengan kata lain, akan mencegah terjadinya kesalahan penafsiran atau penafsiran yang berbeda dari penulis ke pembaca.
3. Widyamartaya
Widyamartaya mendefinisikan diksi sebagai kemampuan seseorang untuk membedakan suatu nuansa makna dengan tepat sesuai dengan gagasan yang disampaikan.
Kemampuan seseorang dalam membedakan makna tersebut, sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh kelompok masyarakat dan pendengar maupun pembacanya.
4. Enre
Tidak begitu berbeda dari pendapat ahli lainnya, Enre mendefinisikan diksi sebagai penggunaan kata yang sesuai untuk mewakili pikiran serta perawatan yang ingin disampaikan dalam pola-pola kalimat tertentu.
Apabila ditarik kesimpulan, dapat diartikan diksi adalah pilihan kata yang dapat menentukan gaya bahasa untuk mengungkapkan isi pikiran, gagasan penulis agar tidak terjadi kesalahan penafsiran dalam tulisan.
Fungsi dan Tujuan Diksi
Secara umum, diksi memiliki fungsi untuk memperindah suatu kalimat seperti dalam puisi maupun cerita, diksi yang baik digunakan untuk menyampaikan cerita dengan runtut, menjelaskan penokohan, mendeskripsikan waktu serta latar dan lain sebagainya.
Fungsi Diksi:
Berikut adalah beberapa fungsi lain dari diksi dalam penulisan karya sastra.
1. Membantu pembaca dalam memahami pesan dari suatu karya sastra
Pemilihan diksi yang tepat dan baik dalam sebuah penulisan karya sastra dapat membuat pembaca lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui tulisannya. Pesan merupakan setiap pemberitahuan, komunikasi maupun kata yang disampaikan baik lisan atau tertulis yang dikirimkan dari satu orang ke orang lainnya. Pesan ini menjadi inti dari proses komunikasi yang terjalin.2. Komunikasi yang efektif. Pemilihan diksi dalam penulisan karya sastra dapat membantu membuat komunikasi menjadi lebih efektif. Pemahaman yang baik mengenai penggunaan maupun pemilihan diksi sangat penting agar tercipta suatu komunikasi yang efisien serta efektif. Dalam praktiknya, diksi dapat menimbulkan suatu gagasan yang tepat sekaligus kesalahpahaman bagi pembaca maupun pendengarnya. Lalu hal ini dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat.
3. Sebagai bentuk ekspresi. Sesuai dengan pengertiannya, diksi berfungsi sebagai bentuk ekspresi yang hadir dalam gagasan penulis yang dapat dituangkan dalam tulisan maupun lisan. Penggunaan diksi yang selaras dan tepat dapat membantu membangun imajinasi dari para pembaca dan pendengar ketika membaca atau mendengarkan sebuah karya sastra. Ekspresi merupakan istilah yang merujuk pada sesuatu untuk memperlihatkan perasaan seseorang. Mengekspresikan perasaan, tidak hanya dapat ditunjukan melalui mimik wajah saja tetapi juga melalui kata-kata dalam tulisan maupun ketika seseorang berbicara melalui pemilihan diksi yang tepat.
4. Hiburan Pemilihan diksi yang tepat dapat berfungsi sebagai hiburan bagi pembaca. Hal ini berkaitan dengan setiap pesan serta ekspresi yang dituangkan dalam sebuah karya sastra. Hiburan merupakan segala sesuatu yang berbentuk kata, tempat, benda atau bahkan perilaku yang dapat menjadi penghibur bagi pendengar, penonton maupun pembacanya. Pada umumnya, hiburan dapat berupa permainan, musik, opera, drama, video, film atau bahkan karya sastra.
Selain keempat fungsi diksi di atas, beberapa fungsi diksi lainnya adalah mencegah salah pemahaman atau penafsiran, menciptakan suasana yang tepat, membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat sesuai dengan suasana acara seperti resmi, tidak resmi sehingga akan menyenangkan bagi para pembacanya.
Tujuan Diksi:
Tujuan penggunaan diksi adalah untuk memperoleh keindahan agar dapat menambah daya ekspresivitas. Sebuah kata tentu saja akan lebih jelas mengekspresikan gagasan penulisan apabila kata yang digunakan tepat, cermat dan sesuai. Diksi digunakan untuk menghaluskan kata atau kalimat agar terasa lebih indah.
Jenis-jenis Diksi:
Secara umum, diksi dibagi menjadi dua jenis yaitu diksi berdasarkan makna dan diksi berdasarkan leksikal. Berikut penjelasan kedua jenis diksi tersebut.
1. Diksi Berdasarkan Makna
Jenis diksi berdasarkan maknanya dibagi menjadi dua macam yang meliputi makna konotatif dan makna denotatif.
Menurut Chaer perbedaan diksi berdasarkan pada makna konotatif dan denotatif sesuai pada ada atau tidaknya nilai rasa pada suatu kata. Secara singkat, denotatif bersifat umum sedangkan konotatif bersifat khusus.
a. Makna Denotatif.
Diksi makna denotatif merupakan diksi dengan makna yang sebenarnya dari suatu kalimat maupun suatu kata. Makna denotatif juga dapat diartikan sebagai makna objektif tanpa membawa suatu perasaan tertentu atau murni.
Diksi dengan makna denotatif memiliki beberapa ciri di antaranya adalah memiliki makna yang lugas, karena bersifat literal dan biasanya hasil dari observasi dari panca indra manusia seperti penciuman, pendengaran, penglihatan, perasaan dan bahkan pengalaman fisik seseorang.
Berikut beberapa contoh dari diksi dengan makna denotatif.
┬╖ Jerawat dapat disebabkan oleh sebum yang menumpuk pada wajah.
┬╖ Jerapah memiliki leher yang lebih panjang dibandingkan hewan lainnya.
┬╖ Bagus bekerja keras untuk menggapai cita-citanya.
b. Makna Konotatif.
Jenis berdasarkan makna konotatif merupakan diksi, kata maupun kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Artinya, makna konotatif adalah makna kiasan yang berkaitan dengan nilai rasa.
Diksi dengan jenis makna konotatif biasanya dipengaruhi oleh norma dan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat tertentu.
Meskipun begitu, makna dari diksi ini biasanya akan turut berubah seiring dengan perubahan norma serta nilai yang ada di masyarakat.
Berikut beberapa contoh dari diksi dengan makna konotatif.
┬╖ Banyak pahlawan yang telah gugur dalam medan perang. (Gugur dalam kalimat tersebut memiliki makna konotatif yaitu meninggal dunia.)
┬╖ Tasya merupakan anak emas di kelas, karena ia berperilaku sangat baik dan rajin. (Anak emas dalam kalimat tersebut bermakna anak yang paling disayang.)
┬╖ Setelah lulus kuliah, Abdul memilih untuk berprofesi sebagai kuli tinta. (Kuli tinta dapat diartikan sebagai penulis atau lebih spesifik sebagai wartawan dan bukan bermakna sebagai kuli yang sebenarnya.)
2. Diksi Berdasarkan Leksikal
Diksi berdasarkan leksikal dibedakan menjadi delapan macam. Berikut penjelasan dari macam-macam diksi berdasarkan leksikal.
a. Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki persamaan makna antara satu kata dengan lainnya.Penggunaan diksi sinonim ini bertujuan untuk membuat apa yang dituliskan menjadi lebih cocok, sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan oleh penulis.
Contohnya ketika penulis ingin menggambarkan kematian dengan kata mampus.
Namun, kata mampus merupakan diksi yang mengekspresikan hal kasar. Sehingga mampus dapat digantik dengan kata lain seperti wafat, meninggal, tiada atau lainnya yang memiliki ekspresi lebih halus untuk menggambarkan kematian.
b. Antonim
Antonim merupakan kebalikan dari sinonim yang artinya adalah pemilihan kata atau diksi yang memiliki makna berbeda atau berlawanan.Beberapa contoh dari antonim seperti tinggi ΓÇô rendah, kecil ΓÇô besar, naik ΓÇô turun, sedih ΓÇô senang, hemat ΓÇô boros dan lain sebagainya.
c. Homonim
Homonim adalah pemilihan kata atau diksi yang memiliki ejaan atau pelafalan yang sama dengan suatu kata, akan tetapi memiliki arti yang berbeda.Beberapa contoh homonim adalah seperti bulan yang memiliki dua makna, yaitu pertama satelit Bumi dan kedua sebagai penunjuk waktu bulan.
d. Homofon
Homofon merupakan pemilihan kata atau diksi yang memiliki makna dan ejaan berbeda namun pelafalannya sama.Contohnya seperti kata berdasarkan leksikal homofon bang dan bank. Keduanya memiliki perbedaan makna dan ejaan, akan tetapi pelafalan dari kedua kata tersebut terdengar mirip.
e. Homograf
Homograf adalah pemilihan kata atau diksi yang memiliki pelafalan dan arti berbeda namun memiliki ejaan yang sama.Contoh dari homograf adalah tahu. Dalam sebuah kalimat seperti, ΓÇ£Dia suka dengan tahu goreng,ΓÇ¥ dan ΓÇ£Dia tahu tentang berita itu.ΓÇ¥
Dua kalimat tersebut memiliki kata yang sama yaitu tahu, namun maknanya berbeda. Pada kalimat pertama, kata tahu bermakna nama makanan, sedangkan pada kalimat kedua kata tahu bermakna mengetahui suatu hal.
f. Polisemi
Polisemi merupakan diksi atau frasa yang memiliki lebih dari satu arti.Contohnya seperti bunga dalam kalimat ΓÇ£Seseorang yang menabung di bank, akan mendapatkan bunga setiap bulannya,ΓÇ¥ dan kalimat ΓÇ£Dinda adalah bunga desa yang diincar oleh banyak pria.ΓÇ¥
Pada dua kalimat tersebut, kata bungan memiliki banyak makna dan berbeda, pada kalimat pertama kata bunga dapat bermakna keuntungan atau tanaman, sedangkan pada kalimat kedua kata bunga dapat bermakna kecantikan atau idaman atau bahkan pujangga.
g. Hipernim
Hipernim adalah diksi yang mewakili banyak kata lainnya atau mencakup makna dari kata lain.Contoh pemilihan kata atau diksi berdasarkan leksikal hipernim ialah sempurna yang memiliki makna bagus, luar biasa, baik, dan lainnya.
h. Hiponim
Hiponim adalah diksi yang dapat terwakilkan oleh kata hipernim. Contohnya pemilihan kata yang berdasarkan hiponim adalah pada kalimat berikut ini, ΓÇÿbinatang liar di kebun binatang meliputi buaya, singa, rusa, gajah, kuda dan lainnya.ΓÇÖDalam kalimat tersebut kata binatang liar termasuk kata hipernim sedangkan kata gajah, buaya, singa dan lainnya merupakan kata hiponim.
Ciri-ciri Diksi:
Menurut buku Apresiasi Puisi (Teori dan Aplikasi), dijelaskan bahwa diksi memiliki ciri-ciri yang meliputinya sebagai berikut ini.
1. Diksi digunakan sebagai pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan oleh penulis.
2. Dapat digunakan untuk membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai terhadap situasi, gagasan serta nilai rasa pembaca.
3. Menggunakan perbendaharaan kata yang didapatkan oleh masyarakat, bahasa yang digunakan dapat menggerakan atau memberdayakan kekayaan menjadi suatu kata yang jelas.
Selain ketiga ciri dari diksi tersebut, ada beberapa syarat ketepatan yang perlu diperhatikan. Menurut Gorys Keraf, berikut adalah syarat ketepatan diksi.
1. Menggunakan kata konotasi dan denotasi dengan cermat dalam sebuah tulisan.
2. Menggunakan kata sinonim atau kata yang sama atau hampir sama maknanya dengan cermat dalam sebuah tulisan untuk mengungkapkan gagasan.
3. Dapat membedakan kata yang memiliki ejaan mirip, tetapi makna sama.
4. Menggunakan kata kerja pada kata depan dan harus secara idiomatis.
5. Mampu membedakan kata khusus serta umum dalam suatu tulisan seperti pidato, sehingga ketepatan diksi dapat terjamin.
6. Memperhatikan pemilihan kata atau diksi dengan tepat secara berkelanjutan pada suatu tulisan maupun pidato.
┬╖ Agar lebih jelas memahami diksi, berikut beberapa contoh dari penggunaan diksi yang perlu di ketahui.
┬╖ Rendi telah menjadi tangan kanan direktur selama beberapa tahun ini.
Tangan kanan artinya adalah orang kepercayaan.
Rudi lebih memilih menguras usaha sapi perah milik ayahnya setelah lulus sekolah.
Kata sapi perah bermakna sebenarnya, artinya hewan sapi yang diternak untuk diperah susunya.┬╖ Sebelum berangkat apel pagi, Dina selalu menyempatkan diri untuk sarapan dengan buah apel.
Dalam kalimat tersebut, kata apel memiliki makna berbeda. Pertama bermakna upacara dan kedua bermakna buah. Keduanya merupakan kata yang memiliki ejaan, pelafalan yang sama tetapi makna berbeda.Itulah penjelasan tentang diksi adalah pemilihan kata yang tepat dan sesuai untuk mengungkapkan suasana, gaya bahasa dan gagasan dari penulis agar tidak terjadi salah penafsiran. Kini telah memahami bahwa diksi adalah pilihan kata yang tepat untuk mengungkapkan pikiran atau gagasan.
-
-
-
Diksi : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Ciri-cirinya
Pengertian Diksi ΓÇô Diksi adalah pilihan kata dalam tulisan yang biasa digunakan untuk menggambarkan suatu cerita atau memberi makna sesuai dengan keinginan penulis.
Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dan bertujuan agar pembaca dapat memahami teks dalam tulisan.
Dalam setiap penulisan kalimat, selalu membutuhkan diksi. Pemilihan kata atau diksi ini penting untuk merangkai kata, kesesuaian dalam kalimat serta memberikan ekspresi pada kalimat penulis.
Diksi dapat menentukan gaya bahasa pada suatu tulisan. Setiap kalimat, paragraf bahkan wacana membutuhkan gaya bahasa. Gaya bahasa yang dibentuk oleh diksi dapat membentuk kejujuran, kesopanan, tingkat keresmian dari suatu tulisan dan bahkan suasana.
Agar lebih jelas, berikut pengertian, jenis, fungsi, dan ciri-ciri dari diksi.
Pengertian Diksi:
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dalam penggunaannya. Diksi digunakan oleh penulis untuk mengungkapkan suatu gagasan sehingga mendapatkan efek tertentu, sesuai yang diharapkan oleh penulis.
Dari pengertian diksi menurut KBBI tersebut, dapat dipahami bahwa diksi adalah pemilihan kata yang sesuai dan dipakai untuk memilih kata sehingga dapat mengungkapkan gagasan tertentu.
Dalam puisi, diksi digunakan oleh penyair untuk memperoleh makna tertentu. Sehingga, diksi tidak hanya pilihan kata saja akan tetapi juga digunakan untuk menggambarkan suatu cerita dan bahkan memberi makna. Diksi juga meliputi ungkapan dan gaya bahasa.
Hal inilah yang akan membantu lawan bicara maupun pembaca lebih mudah dalam memahami pesan yang berusaha Grameds sampaikan. Untuk mencapai tujuan dari penggunaan diksi inilah, maka penulis harus mampu memilih diksi yang tepat dan lazim. Diksi yang tidak tepat dapat menyebabkan perbedaan pesan dan makna dalam tulisan.
Dalam karya tulis, diksi termasuk dalam pembahasan aspek kata dalam sajak yang meliputi konotasi, denotasi, semantik, morfologi dan etimologi. Penerapan diksi yang paling dasar merupakan pengungkapan gagasan penulis.
Selain itu, penggunaan diksi yang tepat juga dapat diterapkan ketika berbicara di depan publik serta berbagai macam karya tulis.
Ketepatan diksi dapat dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang berkaitan dengan kemampuan untuk menguasai, memahami, mengetahui dan menggunakan sejumlah kosakata.
Pengertian Diksi Menurut Pendapat Ahli
Agar lebih memahami terkait definisi diksi, berikut adalah pengertian diksi menurut para ahli.
1. Gorys Keraf
Keraf berpendapat bahwa diksi terbagi menjadi dua yaitu pilihan kata atau tentang pengertian kata yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan, pengungkapan yang tepat serta gaya penyampaian yang lebih baik dan sesuai dengan situasi.
Kedua, Keraf mendefinisikan diksi sebagai sebuah kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang disampaikan.
Selain Itu, diksi juga dapat berupa kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan nilai, situasi yang dimiliki oleh kelompok pendengar, pembaca dan masyarakat.
2. Susilo Mansurudin
Diksi adalah pilihan kata. Menurut Susilo Mansurudin pemakaian atau pemilihan diksi yang benar, tepat serta cermat dapat membantu penulis dalam memberi nilai pada suatu kata.
Pilihan diksi yang seusia dengan kata lain, akan mencegah terjadinya kesalahan penafsiran atau penafsiran yang berbeda dari penulis ke pembaca.
3. Widyamartaya
Widyamartaya mendefinisikan diksi sebagai kemampuan seseorang untuk membedakan suatu nuansa makna dengan tepat sesuai dengan gagasan yang disampaikan.
Kemampuan seseorang dalam membedakan makna tersebut, sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh kelompok masyarakat dan pendengar maupun pembacanya.
4. Enre
Tidak begitu berbeda dari pendapat ahli lainnya, Enre mendefinisikan diksi sebagai penggunaan kata yang sesuai untuk mewakili pikiran serta perawatan yang ingin disampaikan dalam pola-pola kalimat tertentu.
Apabila ditarik kesimpulan, dapat diartikan diksi adalah pilihan kata yang dapat menentukan gaya bahasa untuk mengungkapkan isi pikiran, gagasan penulis agar tidak terjadi kesalahan penafsiran dalam tulisan.
Fungsi dan Tujuan Diksi
Secara umum, diksi memiliki fungsi untuk memperindah suatu kalimat seperti dalam puisi maupun cerita, diksi yang baik digunakan untuk menyampaikan cerita dengan runtut, menjelaskan penokohan, mendeskripsikan waktu serta latar dan lain sebagainya.
Fungsi Diksi:
Berikut adalah beberapa fungsi lain dari diksi dalam penulisan karya sastra.
1. Membantu pembaca dalam memahami pesan dari suatu karya sastra
Pemilihan diksi yang tepat dan baik dalam sebuah penulisan karya sastra dapat membuat pembaca lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui tulisannya. Pesan merupakan setiap pemberitahuan, komunikasi maupun kata yang disampaikan baik lisan atau tertulis yang dikirimkan dari satu orang ke orang lainnya. Pesan ini menjadi inti dari proses komunikasi yang terjalin.2. Komunikasi yang efektif. Pemilihan diksi dalam penulisan karya sastra dapat membantu membuat komunikasi menjadi lebih efektif. Pemahaman yang baik mengenai penggunaan maupun pemilihan diksi sangat penting agar tercipta suatu komunikasi yang efisien serta efektif. Dalam praktiknya, diksi dapat menimbulkan suatu gagasan yang tepat sekaligus kesalahpahaman bagi pembaca maupun pendengarnya. Lalu hal ini dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat.
3. Sebagai bentuk ekspresi. Sesuai dengan pengertiannya, diksi berfungsi sebagai bentuk ekspresi yang hadir dalam gagasan penulis yang dapat dituangkan dalam tulisan maupun lisan. Penggunaan diksi yang selaras dan tepat dapat membantu membangun imajinasi dari para pembaca dan pendengar ketika membaca atau mendengarkan sebuah karya sastra. Ekspresi merupakan istilah yang merujuk pada sesuatu untuk memperlihatkan perasaan seseorang. Mengekspresikan perasaan, tidak hanya dapat ditunjukan melalui mimik wajah saja tetapi juga melalui kata-kata dalam tulisan maupun ketika seseorang berbicara melalui pemilihan diksi yang tepat.
4. Hiburan Pemilihan diksi yang tepat dapat berfungsi sebagai hiburan bagi pembaca. Hal ini berkaitan dengan setiap pesan serta ekspresi yang dituangkan dalam sebuah karya sastra. Hiburan merupakan segala sesuatu yang berbentuk kata, tempat, benda atau bahkan perilaku yang dapat menjadi penghibur bagi pendengar, penonton maupun pembacanya. Pada umumnya, hiburan dapat berupa permainan, musik, opera, drama, video, film atau bahkan karya sastra.
Selain keempat fungsi diksi di atas, beberapa fungsi diksi lainnya adalah mencegah salah pemahaman atau penafsiran, menciptakan suasana yang tepat, membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat sesuai dengan suasana acara seperti resmi, tidak resmi sehingga akan menyenangkan bagi para pembacanya.
Tujuan Diksi:
Tujuan penggunaan diksi adalah untuk memperoleh keindahan agar dapat menambah daya ekspresivitas. Sebuah kata tentu saja akan lebih jelas mengekspresikan gagasan penulisan apabila kata yang digunakan tepat, cermat dan sesuai. Diksi digunakan untuk menghaluskan kata atau kalimat agar terasa lebih indah.
Jenis-jenis Diksi:
Secara umum, diksi dibagi menjadi dua jenis yaitu diksi berdasarkan makna dan diksi berdasarkan leksikal. Berikut penjelasan kedua jenis diksi tersebut.
1. Diksi Berdasarkan Makna
Jenis diksi berdasarkan maknanya dibagi menjadi dua macam yang meliputi makna konotatif dan makna denotatif.
Menurut Chaer perbedaan diksi berdasarkan pada makna konotatif dan denotatif sesuai pada ada atau tidaknya nilai rasa pada suatu kata. Secara singkat, denotatif bersifat umum sedangkan konotatif bersifat khusus.
a. Makna Denotatif.
Diksi makna denotatif merupakan diksi dengan makna yang sebenarnya dari suatu kalimat maupun suatu kata. Makna denotatif juga dapat diartikan sebagai makna objektif tanpa membawa suatu perasaan tertentu atau murni.
Diksi dengan makna denotatif memiliki beberapa ciri di antaranya adalah memiliki makna yang lugas, karena bersifat literal dan biasanya hasil dari observasi dari panca indra manusia seperti penciuman, pendengaran, penglihatan, perasaan dan bahkan pengalaman fisik seseorang.
Berikut beberapa contoh dari diksi dengan makna denotatif.
┬╖ Jerawat dapat disebabkan oleh sebum yang menumpuk pada wajah.
┬╖ Jerapah memiliki leher yang lebih panjang dibandingkan hewan lainnya.
┬╖ Bagus bekerja keras untuk menggapai cita-citanya.
b. Makna Konotatif.
Jenis berdasarkan makna konotatif merupakan diksi, kata maupun kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Artinya, makna konotatif adalah makna kiasan yang berkaitan dengan nilai rasa.
Diksi dengan jenis makna konotatif biasanya dipengaruhi oleh norma dan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat tertentu.
Meskipun begitu, makna dari diksi ini biasanya akan turut berubah seiring dengan perubahan norma serta nilai yang ada di masyarakat.
Berikut beberapa contoh dari diksi dengan makna konotatif.
┬╖ Banyak pahlawan yang telah gugur dalam medan perang. (Gugur dalam kalimat tersebut memiliki makna konotatif yaitu meninggal dunia.)
┬╖ Tasya merupakan anak emas di kelas, karena ia berperilaku sangat baik dan rajin. (Anak emas dalam kalimat tersebut bermakna anak yang paling disayang.)
┬╖ Setelah lulus kuliah, Abdul memilih untuk berprofesi sebagai kuli tinta. (Kuli tinta dapat diartikan sebagai penulis atau lebih spesifik sebagai wartawan dan bukan bermakna sebagai kuli yang sebenarnya.)
2. Diksi Berdasarkan Leksikal
Diksi berdasarkan leksikal dibedakan menjadi delapan macam. Berikut penjelasan dari macam-macam diksi berdasarkan leksikal.
a. Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki persamaan makna antara satu kata dengan lainnya.Penggunaan diksi sinonim ini bertujuan untuk membuat apa yang dituliskan menjadi lebih cocok, sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan oleh penulis.
Contohnya ketika penulis ingin menggambarkan kematian dengan kata mampus.
Namun, kata mampus merupakan diksi yang mengekspresikan hal kasar. Sehingga mampus dapat digantik dengan kata lain seperti wafat, meninggal, tiada atau lainnya yang memiliki ekspresi lebih halus untuk menggambarkan kematian.
b. Antonim
Antonim merupakan kebalikan dari sinonim yang artinya adalah pemilihan kata atau diksi yang memiliki makna berbeda atau berlawanan.Beberapa contoh dari antonim seperti tinggi ΓÇô rendah, kecil ΓÇô besar, naik ΓÇô turun, sedih ΓÇô senang, hemat ΓÇô boros dan lain sebagainya.
c. Homonim
Homonim adalah pemilihan kata atau diksi yang memiliki ejaan atau pelafalan yang sama dengan suatu kata, akan tetapi memiliki arti yang berbeda.Beberapa contoh homonim adalah seperti bulan yang memiliki dua makna, yaitu pertama satelit Bumi dan kedua sebagai penunjuk waktu bulan.
d. Homofon
Homofon merupakan pemilihan kata atau diksi yang memiliki makna dan ejaan berbeda namun pelafalannya sama.Contohnya seperti kata berdasarkan leksikal homofon bang dan bank. Keduanya memiliki perbedaan makna dan ejaan, akan tetapi pelafalan dari kedua kata tersebut terdengar mirip.
e. Homograf
Homograf adalah pemilihan kata atau diksi yang memiliki pelafalan dan arti berbeda namun memiliki ejaan yang sama.Contoh dari homograf adalah tahu. Dalam sebuah kalimat seperti, ΓÇ£Dia suka dengan tahu goreng,ΓÇ¥ dan ΓÇ£Dia tahu tentang berita itu.ΓÇ¥
Dua kalimat tersebut memiliki kata yang sama yaitu tahu, namun maknanya berbeda. Pada kalimat pertama, kata tahu bermakna nama makanan, sedangkan pada kalimat kedua kata tahu bermakna mengetahui suatu hal.
f. Polisemi
Polisemi merupakan diksi atau frasa yang memiliki lebih dari satu arti.Contohnya seperti bunga dalam kalimat ΓÇ£Seseorang yang menabung di bank, akan mendapatkan bunga setiap bulannya,ΓÇ¥ dan kalimat ΓÇ£Dinda adalah bunga desa yang diincar oleh banyak pria.ΓÇ¥
Pada dua kalimat tersebut, kata bungan memiliki banyak makna dan berbeda, pada kalimat pertama kata bunga dapat bermakna keuntungan atau tanaman, sedangkan pada kalimat kedua kata bunga dapat bermakna kecantikan atau idaman atau bahkan pujangga.
g. Hipernim
Hipernim adalah diksi yang mewakili banyak kata lainnya atau mencakup makna dari kata lain.Contoh pemilihan kata atau diksi berdasarkan leksikal hipernim ialah sempurna yang memiliki makna bagus, luar biasa, baik, dan lainnya.
h. Hiponim
Hiponim adalah diksi yang dapat terwakilkan oleh kata hipernim. Contohnya pemilihan kata yang berdasarkan hiponim adalah pada kalimat berikut ini, ΓÇÿbinatang liar di kebun binatang meliputi buaya, singa, rusa, gajah, kuda dan lainnya.ΓÇÖDalam kalimat tersebut kata binatang liar termasuk kata hipernim sedangkan kata gajah, buaya, singa dan lainnya merupakan kata hiponim.
Ciri-ciri Diksi:
Menurut buku Apresiasi Puisi (Teori dan Aplikasi), dijelaskan bahwa diksi memiliki ciri-ciri yang meliputinya sebagai berikut ini.
1. Diksi digunakan sebagai pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan oleh penulis.
2. Dapat digunakan untuk membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai terhadap situasi, gagasan serta nilai rasa pembaca.
3. Menggunakan perbendaharaan kata yang didapatkan oleh masyarakat, bahasa yang digunakan dapat menggerakan atau memberdayakan kekayaan menjadi suatu kata yang jelas.
Selain ketiga ciri dari diksi tersebut, ada beberapa syarat ketepatan yang perlu diperhatikan. Menurut Gorys Keraf, berikut adalah syarat ketepatan diksi.
1. Menggunakan kata konotasi dan denotasi dengan cermat dalam sebuah tulisan.
2. Menggunakan kata sinonim atau kata yang sama atau hampir sama maknanya dengan cermat dalam sebuah tulisan untuk mengungkapkan gagasan.
3. Dapat membedakan kata yang memiliki ejaan mirip, tetapi makna sama.
4. Menggunakan kata kerja pada kata depan dan harus secara idiomatis.
5. Mampu membedakan kata khusus serta umum dalam suatu tulisan seperti pidato, sehingga ketepatan diksi dapat terjamin.
6. Memperhatikan pemilihan kata atau diksi dengan tepat secara berkelanjutan pada suatu tulisan maupun pidato.
┬╖ Agar lebih jelas memahami diksi, berikut beberapa contoh dari penggunaan diksi yang perlu di ketahui.
┬╖ Rendi telah menjadi tangan kanan direktur selama beberapa tahun ini.
Tangan kanan artinya adalah orang kepercayaan.
Rudi lebih memilih menguras usaha sapi perah milik ayahnya setelah lulus sekolah.
Kata sapi perah bermakna sebenarnya, artinya hewan sapi yang diternak untuk diperah susunya.┬╖ Sebelum berangkat apel pagi, Dina selalu menyempatkan diri untuk sarapan dengan buah apel.
Dalam kalimat tersebut, kata apel memiliki makna berbeda. Pertama bermakna upacara dan kedua bermakna buah. Keduanya merupakan kata yang memiliki ejaan, pelafalan yang sama tetapi makna berbeda.Itulah penjelasan tentang diksi adalah pemilihan kata yang tepat dan sesuai untuk mengungkapkan suasana, gaya bahasa dan gagasan dari penulis agar tidak terjadi salah penafsiran. Kini telah memahami bahwa diksi adalah pilihan kata yang tepat untuk mengungkapkan pikiran atau gagasan.
-
-
-
Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan dengan jelas, ringkas, dan tepat sasaran. Kalimat efektif dapat mempengaruhi pembaca atau pendengar dengan baik, memicu pemahaman yang cepat, dan menjaga perhatian. Mereka biasanya memiliki struktur yang baik, menggunakan kata-kata yang tepat, dan menghindari ambigu atau kata-kata yang tidak perlu. Kalimat efektif juga dapat menggugah emosi, memotivasi, atau mempengaruhi tindakan.
Sebagai contoh, "Terima kasih atas kontribusi Anda yang luar biasa dalam proyek ini" adalah kalimat efektif karena menyampaikan apresiasi dengan jelas dan langsung, mengakui kontribusi seseorang, dan memberikan umpan balik positif yang dapat meningkatkan semangat kerja.
Intinya, kalimat efektif memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan dengan baik, membangun koneksi antara pembicara dan pendengar, serta mencapai tujuan komunikatif yang diinginkan.
-
Surat-surat adalah komunikasi tertulis yang dikirimkan dari satu pihak ke pihak lainnya untuk menyampaikan pesan, informasi, permintaan, atau kepentingan tertentu. Surat-surat ini dapat berupa komunikasi resmi atau informal, tergantung pada konteksnya. Beberapa jenis surat-surat yang umum meliputi surat bisnis, surat pribadi, surat permohonan, surat penawaran, surat pemberitahuan, surat resmi, dan sebagainya.
Surat-surat memiliki format dan struktur tertentu yang harus diikuti, tergantung pada jenisnya. Namun, secara umum, sebuah surat biasanya mencakup elemen-elemen seperti alamat pengirim dan penerima, tanggal penulisan, salam pembuka, isi surat, salam penutup, dan tanda tangan.
Surat-surat dapat dikirimkan melalui pos, email, atau media komunikasi lainnya tergantung pada preferensi pengirim dan penerima. Mereka dapat digunakan dalam berbagai situasi, baik dalam lingkungan bisnis, pendidikan, pemerintahan, atau keperluan pribadi.
Penting untuk memperhatikan kejelasan, kesopanan, dan ketepatan dalam penulisan surat-surat, karena mereka sering menjadi representasi diri kita sendiri atau organisasi yang kita wakili. Dengan demikian, kemampuan untuk menulis surat-surat yang efektif merupakan keterampilan komunikasi yang penting untuk dimiliki.
-
-
-
Kerangka Karangan dan Pengumpulan Data
Link materi :
-
-
Etika Penulisan
Pembahasan final project
-
-
-
-
-