Mayoritas transaksi merger dan akuisisi yang dilakukan emiten pasar modal Indonesia berujung pada buruknya performa harga saham dan fundamental emiten bersangkutan. "Hanya 30% yang harga sahamnya membaik setelah tiga tahun merger atau akuisisi dilakukan (Kontan, 27 Juli 2011). Berikut adalah contoh-contoh corporation action di Indonesia.
 PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) dan PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) segera melakukan penggabungan usaha (merger). Tanggal efektif penggabungan usaha diperkirakan pada 3 September 2018.
 PT Bank DBS Indonesia, Tbk mendapatkan tambahan nasabah. Salah satu keuntungan dari akusisi ini adalah dengan mendapatkan costumer tambahan dari nasabah eksisting ANZ sebanyak ratusan ribu. Pertanyaan:
a. Jelaskan apa saja tipe merger dan akuisisi yang dilakukan ? Tipe merger dan akuisisi apakah yang dilakukan oleh PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) dan PT Bank DBS Indonesia, Tbk ?
b. Jelaskan apa saja motivasi perusahaan melakukan merger dan akuisi? Motivasi apakah yang digunakan oleh PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) dan PT Bank DBS Indonesia, Tbk dalam melakukan merger dan akuisi?
c. Lakukan ulasan kritis apakah sekiranya menurut perkiraan Anda PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) selaku perusahaan penerima penggabungan (surviving company) akan mengalami winners cursese seperti yang umumnya terjadi di Indonesia?
d. Bagaimana dampak Akusisi dan Tender Offer terhadap Fundamental Perusahaan, Nilai Perusahaan dan Harga Saham PT Bank DBS Indonesia, Tbk ?.
<<<***>>>
Silahkan klik link berikut untuk mengisi hasil ujian akhir semester Manajemen Keuangan: