Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan dan dinyatakan dalam unit satuan moneter dan berlaku untuk jangka waktu pendek yakni satu tahun. Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa anggaran rencana kerja berupa taksiran-taksiran yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang dan anggaran diwujudkan dalam bentuk tertulis yang disusun secara teratur dan sistematis.
Fungsi Anggaran Anggaran merupakan hasil akhir dari suatu proses perencanaan perusahaan. Anggaran merupakan cetak biru bagi pelaksanaan tindakan, yang merefleksikan apa yang menjadi prioritas-prioritas manajemen dalam mengalokasikan sumber daya-sumber daya perusahaan. Anggaran berfungsi sebagai alat komunikasi internal perusahaan,
Anggaran menyatakan sasaran dalam kriteria kinerja atau standar yang dapat diukur dan dibandingkan dengan hasil operasi yang dicapai. Anggaran berfungsi sebagai alat kontrol yang dapat menunjukkan secara nyata kepada manajemen mengenai bagian-bagian yang menjadi kekuatan atau kelemahan perusahaan. Anggaran mencoba untuk mempengaruhi dan memotivasi baik manajer maupun karyawan untuk terus bertindak dengan cara yang konsisten dengan operasi yang efektif dan efisien serta selaras dengan tujuan organisasi
Tiga Tahap Utama Penyusunan Anggaran :: Penetapan Tujuan, Implementasi & Pengendalian dan Evaluasi Kinerja
Penetapan Tujuan seluruh aspek perencanaan yang meliputi partisipasi, kesesuaian tujuan, dan komitmen. Aktivitas perencanaan dimulai dengan menterjemahkan tujuan organisasi yang luas ke dalam tujuan tujuan yang lebih spesifik. Partisipasi Partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua bagian atau lebih pihak di mana keputusan tersebut akan memiliki dampak masa depan terhadap mereka yang membuatnya. Keselarasan dalam tujuan Jika tujuan organisasi dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi atau memenuhi kebutuhan pribadi, maka tujuan organisasi akan memotivasi karyawan untuk menyelesaikan setiap target yang diinginkan. Jika keselarasan tujuan tidak dapat ditetapkan, maka berbagai masalah dapat berkembang.
Implementasi aspek keperilakuan yang harus diperhatikan pada tahap implementasi adalah seluruh aspek perencanaan yang meliputi komunikasi, kerja sama dan koordinasi.  Kerjasama dan Koordinasi Implementasi anggaran yang berhasil membutuhkan kerjasama dari semua karyawan di setiap level dalam organisasi. Jika unit organisasi tertentu tidak dapat bekerjasama dapat berpotensi merusak koordinasi antar departemen.
Pengendalian dan Evaluasi Kinerja aspek keperilakuan yang harus diperhatikan pada tahap pengendalian dan evaluasi kinerja adalah kebijakan, sikap, tindakan manajemen dalam evalusai kinerja dan tindak lanjut atas penyimpangan yang terjadi.  Laporan Kinerja Penerbitan laporan kinerja yang tepat waktu memiliki dampak mendorong moral karyawan. Namun perlu diwaspadai, kurangnya umpan balik kinerja dan penundaan umpan balik berdasarkan hasil evaluasi kinerja akan menghilangkan moral dan motivasi untuk mencapai kinerja yang lebih baik.