Garis besar topik

      • SALAM PEMBUKA

        .

        Assalamu'alaikum Wr. Wb
        Tabik pun.......


        Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan dimanapun anda berada. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

        Selamat datang di mata kuliah Produksi Grafika (DKV23221) Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas DHP IIB Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Desain Komunikasi Visual. Mata kuliah Produksi Grafika ini memiliki beban 2 SKS yang dibagi kedalam teori. Detail pembelajaran selama 1 semester dapat dilihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dapat diunduh melalui http://rps.darmajaya.ac.id/

        Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Salam hangat dan tetap semangat!
        Wassalamu'alaikum Wr. Wb

        Rika Febri Sasmita, S.Kom.,M.T.I


        | DOSEN PENGAMPU MATAKULIAH

        Nama         : Rika Febri Sasmita, S.Kom., M.T.I

        NIK             : 13030313
        NIDN          : 0208029003
        Ruang         : Prodi DKV (Gedung F lt 1)
        Email           : rikafebrisasmita@darmajaya.ac.id


        | STRUKTUR PELAKSANAAN

        Struktur Pelaksanaan Perkuliahan mata kuliah Pengantar Desain Komunikasi ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat menyelesaikan mata kuliah ini dalam kurun waktu satu semester Adapun struktur pelaksanannya adalah sebagai berikut:

        1. Peserta didik diwajibkan membaca setiap materi dan konten yang diberikan per pokok bahasan.
        2. Peserta didik wajib mengisi presensi kehadiran sesuai jadwal pada menu atttendace setiap kali melaksanakan perkuliahan online.
        3. Peserta didik secara aktif berpartisipasi dalam diskusi baik secara sinkron (zoomgoogle meet) maupun asinkron (diskusi di LMS).
        4. Peserta didik pengerjaan tugas, kuis, maupun aktifitas gamification lain yang telah disediakan.
        5. Setelah peserta didik mempelajari seluruh pokok bahasan pada pertemuan 1 sampai dengan 7, maka peserta didik dapat mengikuti UTS.
        6. Pada saat seluruh pokok bahasan telah dipahami dan dipelajari oleh peserta didik, maka yang bersangkutan dapat mengikuti UAS.
        7. Seluruh bentuk aktivitas selama perkuliahan online harus terdata di LMS ini.


        | MODEL ASESMEN

        Komponen Penilaian

                      UTS

        20%

                      UAS

        20%

                    Tugas

        20%

                     Etika

        20%

           Presensi Kehadiran

        20%

                    Total

        100%



        | BOBOT PENILAIAN

        Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan komponen penilaian yang diberi bobot nilai sebagai berikut :

        Huruf

        Nilai

        Bobot

        Kriteria

                A

        80 ΓÇô 100

        4

                    Sangat Baik

        A-

        70 ΓÇô 79,5

        3,75

                    Sangat Baik

         B+

             70 ΓÇô 74,5

                 3,5

                          Baik

                B

             65 ΓÇô 69,5

        3

                          Baik

                C

             55 ΓÇô 64,5

        2

                       Cukup

                D

             30 ΓÇô 54,5

        1

                   Tidak Lulus

                E

                 <30

        0

                   Tidak Lulus

        Untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) harus melunasi pembayaran SKS sesuai jadwal yang telah ditentukan, dan minimal 65% presensi kehadiran untuk setiap mata kuliah yang akan diujikan.


    1. Kontrak Perkuliahan
    2. Pengantar perkuliahan Produksi Grafika

      • Sejarah Cetak
      • Penemuan Metode moveable type sebagai dasar awal dari teknik cetak tinggi yang ditemukan di China oleg Bi Sheng dan di Korea oleh Chwe Yoon Eyee
      • penemuan mesin cetak perta ma oleh Johannes Gutenberg dari kota Mainz, Jerman pada tahun 1440
      • teknis cetak gravur yang ditemukan oleh Thomas Bewick

      • Aloys Senefelder (kebangsaan Jerman) menemukan litografi pada tahun 1798,

    1. Pengertian Produksi Grafika
    2. Teknik cetak yang ada
    3. teknik cetak konvensional dan digital
    4. pre test mengenai wawasan mahasiswa terkait produksi grafika

      • mahasiswa diberikan pemahaman awal mengenai produksi grafika
      • mahasiswa diberikan pre test untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa terhadap produksi grafika

    • Sejarah Perkembangan produksi Grafika dunia
    • Sejarah Perkembangan produksi Grafika di indonesia

    • Teknik cetak
    • Teknik cetak dengan acuan cetak permenen
    • teknik cetak dengan acuan cetak tidak permanen
    • Teknik cetak Tinggi
    • Teknik Cetak Dalam

      • Teknik cetak ada 2 yaitu teknik cetak dengan acuan cetak permenen dan teknik cetak tanpa acuan cetak permenen
      • teknik cetak konvensional terdiri dari 4 yaitu : Cetak Tinggi, cetak dalam, cetak datar dan cetak saring
      • teknik cetak digital terdiri dari, Fotografi, Ink Jet dsb
      • Teknik cetak tinggi di bagi menjadi 2 teknik yaitu Letter Press dan Flexografi
      • Teknik Cetak dalam terdiri dari 2 teknik yaitu gravur 

    • Teknik cetak dengan acuan cetak permanen
    • Teknik cetak saring
    • Teknik cetak dalam

      • Cetak Saring (sering disebut silk screen printing/ sablon) adalah  teknik mencetak dengan menekan tinta sehingga tinta melalui  celah/lubang sempit pada screen (kain sutra) sebagai acuan  cetaknya.
      • Jenis-jenis Teknik Sablon:
      1. Rubber
      2. Pigment
      3. Plastisol
      4. Sablon Superwhite
      5. Glow in the dark
      6. dll
      • Offset Lithography adalah teknik mencetak dengan menggunakan  pelat yang datar sebagai acuan cetak. Teknik ini merupakan yang  paling poluler di kalangan masyarakat luas (sekitar 40 % kerjaan  cetak-mencetak menggunkan offset).

        Teknik ini biasa digunakan untuk mencetak cetakan seperti;  selebaran, poster, buku, majalah, surat kabar, kartu ucapan, buklet,  annual report, dll.

      1. Mesin Cetak Lembaran (Sheetfed)
      2. Mesin Cetak Gulungan (Web fed)

    • Teknik cetak digital
    • Photography
    • Ionography
    • Magnetography
    • Ink Jet
    • Dot Matrix
    • Thermography
    • Digital Offset

      1. Photography dibagi menjadi 2 yaitu : Color Sensitif Coating dan Electro Photography
      2. Ionography dibagi menjadi 2 yaitu : Powder Toner dan Liquid Toner
      3. Ink Jet dibagi menjadi 3 yaitu : Thermal, Piezoelektrik, dan Continuous
      4. Themography dibagi menjadi 2 yaitu : Sublimation  Transfer dan Color Donor (ribbon/foil)

    • Proses Produksi Percetakan 
    • Desain
    • Pracetak (Pre-Press)
    • Cetak ( Press - Printing)
    • Finishing ( Postpress)

      • Prepress atau Pracetak adalah semua proses baik manual maupun digital untuk menyiapkan desain cetak (artwork, graphic design) dengan menggunakan alat atau perangkat komputer, dimulai dari input data sampai desain siap cetak atau Final Artwork (FA)
      • HalΓÇÉhal yang harus diperhatikan pada proses Pracetak (prepress)

        1.Font
        2.Sumber Gambar Digital
        3.Software
        4.Warna CMYK
        5.Missing Link
        6.Page Setup
        Proofing

    • Proses Produksi Grafika
    • Tahap Cetak (Press)
    • Tahap Pasca Cetak (Finishing/Postpress)

      • Hal-hal yang harus diketahui pada proses cetak;

        1.Overprint
        2.Trapping
        3.Masalah pada cetak;
        a.Gosting
        b.Hikies
        c.Miss Register
        d.Rossate / Moire
        e.Dot Gain

      • Peranan finishing sebagai proses akhir dari proses cetak  sangatlah penting dalam membuat hasil cetakan menjadi lebih  bagus dan menarik.

        Proses penyelesaian pada proses percetakan tergantung dari  fokus/planing dari produksi percetakan tersebut.


    • Media Cetak
    • Kerta

      1. Kertas bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.

      2. Berdasarkan keadaan permukaan kertas dapat diklasifikasikan menjadi : Kertas tak berlapis (uncoated paper) dan Kertas Berlapis

      3. Berdasarkan jenis serat kertas dapat diklasifikasikan menjadi : Kertas mengandung kayu dan Kertas bebas kayu

      4. Berdasarkan bahan baku dan fungsinya jenis kertas dapat diklasifikasikan menjadi : Kertas Tulis, Kertas Cetak, Kertas Khusus, dan Karton




    • Warna dan Tinta

      1. Sir Isaac Newton (1642-1727) menemukan hubungan antara  cahaya matahari dan warna. Jika cahaya matahari diuraikan  melalui prisma atau spektrum, didapat nada warna seperti warna  pelangi.

      2. Proses pencampuran warna dibagi menjadi dua, yaitu : Warna additive dan Warna subtractive

      3. Tinta adalah cairan kental dan agak lengket yang terdiri dari bahan  pewarna/pigmen yang disebarkan secara halus dan merata dalam  minyak/varnis.


    • Tinta Digital Printing

      1. Pada umumnya tinta yang dipakai untuk mesin plotter digital dibedakan menjadi dua jenis yaitu : water based inks dan solvent based inks.

    • Digital Color Proofing

      1. Pada proses cetak, biasanya memerlukan proofing. Istilah  proofing sendiri mengacu kepada simulasi hasil cetak  sebelum naik cetak yang sebenarnya.

        Diharapkan hasil proofing tidak terlalu jauh berbeda dengan  hasil cetakan aslinya. Tidak selamanya hasil proofing dapat  sesuai seratus persen dengan hasil cetak, disebabkan  beberapa hal.


    • Kalibrasi Warna Cetak

    • Color MAnagement
    • Format File Grafika