SHALATUL KHUSYUΓÇÖ WAL KHUDHUΓÇÖ
ARTINYA:
Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikuti cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
MAKSUDNYA:
Membawa sifat ketaatan kepada Allah SWT di dalam shalat ke dalam kehidupan sehari-hari.
Penjelasannya: Agar dapat mengambil manfaat dari qudratullah secara langsung maka wajib melaksanakan perintah Allah ΓÇÿazza wa jalla berdasarkan petunjuk Rasulullah saw. Perintah yang paling penting dan sebagai asas adalah shalat.
FADHILAHNYA:
- SHALAT WAJIB
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.ΓÇ¥ (Q.S. Al-ΓÇÿAnkabut: 45)
- Allah swt. berfirman, ΓÇ£Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari JumΓÇÖat, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuiΓÇ¥ (Q.S. Al-JumuΓÇÖah: 9).
- Mafhum hadits: Dari Ibnu ΓÇÿUmar r.huma., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa RamadhanΓÇ¥ (H.R. Bukhari).
- Mafhum hadits: Dari Jabir bin ΓÇÿAbdillah r.huma., ia berkata, Nabi saw. bersabda, ΓÇ£Kunci surga adalah shalat, sedangkan kunci shalat adalah bersuciΓÇ¥ (H.R. Ahmad).
- Mafhum hadist: Dari Sayyidina Anas r.a., ia berkata, Baginda Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Kesejukan pandangan mataku terletak di dalam shalatΓÇ¥ (HR. NasaΓÇÖi, penggalan hadits).
- SHALAT BERJAMAAH
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuΓÇÖlah beserta orang-orang yang ruku'ΓÇ¥ (Q.S. Al-Baqarah: 43).
- Mafhum hadits: Dari ΓÇÿUqbah bin ΓÇÿAmir r.a., ia berkata, ΓÇ£Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Tuhanmu ΓÇÿazza wa jalla merasa takjub kepada seorang penggembala kambing yang berada di puncak sebuah bukit, ia menyerukan adzan untuk shalat, kemudian ia mengerjakan shalat. Maka Allah ΓÇÿazza wa jalla berfirman, ΓÇÿLihatlah hamba-Ku ini, ia menyerukan adzan dan iqamat untuk shalat karena takut kepada-Ku. Sungguh Aku telah mengampuni hambaku dan akan memasukkannya ke dalam surgaΓÇ¥ (H.R. Abu Dawud).
- Mafhum hadits: Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Barangsiapa shalat berjamaah selama empat puluh hari karena Allah tanpa ketinggalan takbiratul-ula (dari imam), maka akan ditetapkan baginya dua kebebasan, yakni kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat nifaqΓÇ¥ (H.R. Tirmidzi).
- SHALAT SUNNAH DAN NAFILAH
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpujiΓÇ¥ (Q.S. Al-IsraΓÇÖ: 79).
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan merekaΓÇ¥ (Q.S. Al-Furqan: 64).
- Mafhum hadist: Dari Abu Umamah r.a., ia bekata, Nabi saw. bersabda, ΓÇ£Allah tidak pernah berkenan terhadap seorang hamba mengenai sesuatu yang lebih utama daripada shalat dua rakaΓÇÖat yang ia kerjakan. Sesungguhnya kebaikan ditaburkan di atas kepala seorang hamba selama ia masih shalat. Dan seorang hamba tidaklah dapat mendekatkan diri Allah ΓÇÿazza wa jalla dengan sesuatu yang sepadan dengan apa yang keluar darinya.ΓÇ¥ Abun-Nadhr berkata,ΓÇ¥Yakni Al-QurΓÇÖanΓÇ¥ (H.R. Tirmidzi).
- Mafhum hadist: Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: ΓÇ£Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ΓÇÿSesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari Kiamat ialah shalatnya. Jika baik shalatnya, maka ia beruntung dan selamat. Jika rusak shalatnya, maka ia kecewa dan rugi. Jika shalat fardhunya ada yang kurang, Allah ΓÇÿazza wa jalla berfirman, ΓÇÿLihatlah apakah hamba-Ku mempunyai shalat tathawwuΓÇÖ (tambahan)?ΓÇÖ Maka Allah menyempurnakan shalat fardhunya yang kurang dengan shalat tathawwuΓÇÖ tersebut, kemudian untuk amal-amal yang lain berlaku seperti itu jugaΓÇ¥ (H.R. Tirmidzi).
- KHUSYUK DALAM SHALAT
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Peliharalah semua shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyukΓÇ¥ (Q.S. Al-Baqarah: 238). Shalat wustha: Ada beberapa pendapat, yakni: shalat ΓÇÿAshar, Shubuh, Zhuhur, atau yang lain. Shalat tersebut disebutkan secara khusus karena keutamaan yang dimilikinya (Tafsir Jalalain).
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyukΓÇ¥ (Q.S. Al-Baqarah: 45).
- Mafhum hadist: Dari Humran, seorang hamba sahaya yang telah dimerdekakan ΓÇÿUtsman, bahwasanya ΓÇÿUtsman bin ΓÇÿAffan r.a. meminta air wudhuΓÇÖ. Lalu ia berwudhu, membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan beristintsar (=menyemburkan air yang ada di dalam hidung dengan bantuan nafas (setelah istinsyaaq). Sedangkan istinsyaq adalah menghirup air ke dalam hidung (Lisanul ΓÇÿArab)), kemudian membasuh wajahnya tiga kali, membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, membasuh tangan kirinya sebanyak itu pula, mengusap kepalanya, membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, dan membasuh yang kiri sebanyak itu pula. Kemudian ia berkata, ΓÇ£Aku melihat Rasulullah saw. berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian Rasulullah saw. bersabda, ΓÇÿBarangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaΓÇÖat, tidak berbicara (dalam hati) kepada dirinya sendiri di dalam shalatnya, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu.ΓÇ¥ Ibnu Syihab berkata, ΓÇ£Ulama kami berkata, ΓÇÿWudhuΓÇÖ seperti ini adalah wudhuΓÇÖ paling sempurna yang dipakai seseorang untuk shalatΓÇ¥ (H.R. Muslim).
- Mafhum hadist: Dari Abu DardaΓÇÖ r.a., menjelang wafatnya, ia berkata, ΓÇ£Aku beritahukan kepada kalian sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah saw., beliau bersabda, ΓÇÿBeribadahlah kepada Allahh seakan-akan kamu melihat-Nya, namum jika kamu tidak dapat melihat-Nya, (yakinlah) sesungguhnya Allah melihatmu. Anggaplah dirimu termasuk orang-orang yang telah mati. Hindarilah doa orang yang dizhalimi, karena doa tersebut akan dikabulkan, dan barangsiapa di antara kalian mampu menghadiri dua shalat (yaitu) ΓÇÿIsyaΓÇÖ dan Shubuh, walaupun dengan merangkak, maka lakukanlahΓÇ¥ (H.R. Thabarani, MajmaΓÇÖuz-ZawaΓÇÖid).
- FADHILAH WUDHUΓÇÖ
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai dengan siku, usaplah kepala kalian dan (basuhlah) kaki kalian sampai dengan kedua mata kakiΓÇ¥ (Q.S. Al-MaΓÇÖidah: 6).
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Dan Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diriΓÇ¥ (Q.S. At-Taubah: 108).
- Mafhum hadist: Dari ΓÇÿUtsman bin ΓÇÿAffan r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Barangsiapa berwudhu dengan baik, maka dosa-dosanya akan keluar dari badannya, sampai-sampai keluar dari bawah kukunyaΓÇ¥ (H.R. Muslim).
- Mafhum hadist: Dari ΓÇÿAisyah r.ha., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Ada sepuluh hal yang termasuk fitrah yaitu: memotong kumis, memelihara janggut, bersiwak, istinsyaq, memotong kuku, membasuh lipatan-lipatan jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan beristinjaΓÇÖ dengan air. Zakariyya (salah seorang perawi) berkata bahwa MushΓÇÖab berkata, ΓÇ£Aku lupa yang kesepuluh, mungkin berkumurΓÇ¥ (H.R. Muslim).
- KEUTAMAAN AMALAN MASJID
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjukΓÇ¥ (Q.S. At-Taubah: 18).
- Allah swt berfirman, ΓÇ£Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncangΓÇ¥ (Q.S. An-Nur: 36-37).
- Mafhum hadits: Dari Abu DardaΓÇÖ r.a., ia berkata, ΓÇ£Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ΓÇ£Masjid adalah rumah setiap orang yang bertakwa, dan Allah menjamin orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan jaminan berupa rahmat dan dia bisa melewati shirath menuju keridhaan-Nya, yakni menuju surgaΓÇ¥ (H.R. Thabarani, MajmaΓÇÖus-ZawaΓÇÖid).
CARI MENDAPATKANNYA:
- MendaΓÇÖwahkan pentingnya shalat.
- Latihan:
- Memperbaiki zhahir & batinnya shalat.
- Menghadirkan keagungan shalat.
- Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat.
- Berdoa supaya diberi hakikat shalat khusyuΓÇÖ dan khudhuΓÇÖ.