Assalamualaikum wr wb. Selamat siang semua. Sebelum kita memulai perkuliahan, mari kita berdoa menurut ajaran agama masing-masing.
Pada pertemuan minggu yang lalu kita sudah membahas mengenai Kondisi perekonomian dan industri untuk kegiatan investasi. Pasar modal merupakan hal yang sangat penting karena sering kali dijadikan sebagai tolak ukur kondisi perekonomian suatu negara. Kondisi yang dapat mempengaruhi kegiatan investasi di pasar modal adalah kondisi makro ekonomi dimana kondisi tersebut tercermin dari indikator ekonomi moneter diantaranya adalah tingkat suku bunga, inflasi dan kurs. Naik turunnya harga suatu saham sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian suatu negara. Harga memiliki peran yang penting dalam mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli suatu produk termasuk diantaranya adalah saham. Secara teori, Widoatmodjo (2009) menyatakan bahwa kondisi pasar modal sangat dipengaruhi oleh penampilan ekonomi secara agregat, dimana hubungan antara pasar modal dengan ekonomi makro menunjukkan korelasi yang positif (situasi ekonomi memiliki pengaruh yang besar terhadap pasar modal). Salah satu contoh hubungan suku bunga dengan harga saham yaitu: Pengaruh suku bunga terhadap pasar modal sudah banyak diteliti oleh peneliti-peneliti terdahulu. Ali (2014), Amarasinghe (2015), Moya-Martinez et al. (2009), dan Salah Uddin (2009) menemukan bahwa suku bunga memiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap pasar saham, dimana semakin tinggi suku bunga dapat menurunkan efisiensi dari pasar saham. Hal ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijayaningsih et al. (2016) yang menyatakan bahwa suku bunga The Fed tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan IHSG. Di sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Muthukumaran dan Somasundaram (2014) menemukan hasil bahwa pasar saham tidak memiliki hubungan terhadap suku bunga di India dan berlaku sebaliknya.
Sebelum kita melanjutkan ke materi, silahkan isi presensi kehadiran mahasiswa dengan kata: Hadir