Prosedur pemeriksaan :
1. Lakukan observasi atas stock opname (perhitungan phisik) yang dilakukan perusahaan (klien)
2. Minta Final Inventory List (Inventory Compilation) dan lakukan prosedur pemeriksaan berikut ini :
- Check mathematical accuracy (penjumlahan dan perkalian). ƒ
- Cocokkan “quantity per book” dengan stock card. 
- Cocokkan “quantity per count” dengan “count sheet” kita (auditor). ƒ
- Cocokkan “total value” dengan buku besar persediaan.
3. Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out.
4. Periksa unit price dari bahan baku, barang dalam proses, barang jadi dan bahan pembantu.
5. Lakukan rekonsiliasi
6. Periksa cukup tidaknya allowance for slow moving (barang-barang yang bergerak lambat), barang-barang yang rusak dan barang-barang yang ketinggalan mode.
7. Periksa kejadian sesudah tanggal neraca.
8. Periksa  cut-off penjualan dan cut-off pembelian.
9. Periksa jawaban konfirmasi dari bank, loan agreement (perjanjian kredit), notulen rapat.
10. Periksa apakah ada sales atau purchase commitment per tanggal neraca.
11.Seandainya ada barang dalam perjalanan (goods transit), lakukan prosedur berikut ini :
- Minta rincian goods in transit per tanggal neraca.
- Periksa mathematical accuracy.  
- Periksa subsequent clearance.
12.Buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan buat usulan adjustment jika diperlukan.
13.Periksa apakah penyajian persediaan di laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia ( Agoes,Sukrisno,2008:209-210).