Nama : Devi Trisnawati
NPM : 1712120014
Seperti halnya pada Perusahaan yang lain, ada beberapa yang harus dilakukan saat pelaksanaan stock opname pada logging company, yaitu antara lain: 
1. Memanggil semua tim untuk melakukan briefing terkait pelaksanaan stock opname untuk dijelaskan mengenai tugas masing-masing orang yang akan terlibat dalam proses stock opname.
2. Menginstruksikan orang gudang untuk merapikan stok dengan menatanya sesuai kode dan jenis barang, sehingga pada saat melakukan stock opname tidak terjadi kerancuan karena masalah lokasi barang yang tidak beraturan.
3. Menginstruksikan bagian gudang untuk menghentikan mutasi barang sampai dengan selesainya proses stock opname.
4. Proses stock opname mulai berjalan, setiap stok yang sudah dihitung diberi tanda agar tidak terjadi dobel penghitungan.
5. Setelah proses stock opname selesai, selanjutnya adalah melakukan pengecekan ulang atas stok yang selisih. Apakah terjadi salah hitung atau memang terjadi selisih atas stok.
4. Jika semua proses sudah selesai, maka hasil stock opname tersebut diserahkan ke bagian accounting untuk dilakukan penyesuaian persediaan ke program.
Peranan akuntan publik pada pelaksanaan stock opname ini adalah sebagai yang memeriksa dan mengontrol jalannya stock opname. Agar jalannya pemeriksaan dilakukan dengan benar dan sudah sesuai dengan prosedur perusahaan. Akuntan Publik dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Melakukan observasi atas perhitungan fisik (stock opname) yang dilakukan perusahaan. Apakah perhitungan sudah dilakukan dengan benar dan sudah semua dihitung.
2. Memeriksa dari hasil Final Inventory List dan melakukan prosedur pemeriksaan seperti : a. Check mathematical accuracy; b. Cocokkan quantity per book dengan stock card; c. Cocokkan quantity per count dengan sheet auditor; d. Cocokkan total value dengan buku besar persediaan.
3. Mengirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out. 
4. Periksa unit price dari bahan baku, barang dalam proses,barang jadi dan bahan pembantu.
5. Melakukan rekonsiliasi jika stock opname dilakukan beberapa waktu
sebelum atau sesudah tanggal neraca.
6. Melakukan pemeriksaan pada barang-barang slow moving dan barang rusak.  
7. Melakukan Pemeriksaan pada cut-off penjualan dan cut-off pembehan. 
10. Periksa apakah ada sales atau purchase commitment per tanggal neraca
11. Melakukan analytical procedur untuk persediaan 
12. Membuat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan buat usulan adjustment jika diperlukan. 
13. Memeriksa apakah penyajian persediaan di laporan keuangan sudah sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK.