Sopi Oktavia Rahmawati - 1712120018

Sopi Oktavia Rahmawati - 1712120018

oleh Sopi Oktavia Rahmawati -
Jumlah balasan: 0

Pelaksanaan stock opname di suatu logging company

Ada beberapan hal yang harus dilakukan auditor sebelum pelaksanaan stock opname, diantaranya :

a.       Dapatkan dan pelajari Petunjuk Pelaksanaan Stock Opname (Physical Inventory Instruction) yang dibuat oleh perusahaan, dimana biasanya telah mencakup :

- pengaturan tim/ petugas stock opname.

- tanggal pelaksanaan stock opname.

- lokasi dan denah gudang.

- pembatasan seminimal mungkin keluar masuknya barang pada waktu pelaksanaan stock opname
- prosedur cut-off, yaitu mencatat nomor dan tanggal terakhir dari receiving report dan issuing report/ shipping report.

- penggunaan bin tag untuk mencatat hasil perhitungan, yang sebelumnya ditempelkan di setiap jenis barang. Bin-tag tersebut mencantumkan nama dan jenis barang, nomor kode barang, satuan dan jumlah unit, dan diberi nomor urut tercetak (prenumbered)
Jika auditor menganggap physical inventory instruction yang dimiliki perusahaan lemah, ia harus menyarankan klien untuk melengkapinya.

b.      Lakukan peninjauan gudang sebelum stock opname dilakukan, untuk mendapat gambaran mengenai lokasi gudang dan apakah barang-barang di gudang telah disusun rapi menurut jenis dan kelompoknya. Jika ditemukan barang-barang masih tercampur antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya, auditor bisa meminta klien untuk merapikan penyusunan barang-barang tersebut terlebih dahulu dan menunda pelaksanaan stock opname, agar hasil perhitungan yang diperoleh akurat.

c.       Siapkan tim audit yang akan ditugaskan untuk melakukan observasi atas pelaksanaan stock opname yang dilakukan klien, beserta perlengkapan yang dibutuhkan. Misalnya lokasi gudang/ persediaan terletak di tengah hutan (perusahaan kayu), tentunya harus menyiapkan obat anti malaria (pil kina), membawa sepatu karet, dan lain-lain.

 

Sewaktu pelaksanaan observasi stock opname, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya :

1.      Di hari pertama harus diberikan penjelasan (briefing) kepada para pelaksana stock opname mengenai cara-cara stock opname, dipimpin oleh penanggung jawab stock opname dan dihadiri tim auditor.

2.      Memastikan kembali bahwa semua transaksi terkait stok sudah ter-input semua ke program.

3.      Saat stock opname dilakukan, bagian gudang tersebut harus menghitung 100%, sedangkan auditor mengamati apakah perhitungan sudah dilakukan sesuai dengan physical inventory instruction agar tidak terjadi double penghitungan dan hasilnya betul-betul akurat.

4.      Saat mengamati, auditor ikut menghitung bersama-sama orang bagian gudang tersebut dan mencatatnya dalam inventory count sheet.

5.      Selesai pelaksanaan stock opname, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah melakukan pengecekan ulang atas stok yang selisih. Apakah terjadi salah hitung atau memang terjadi selisih atas stok. Auditor juga harus membuat laporan/ memo mengenai pelaksanaan stock opname dan hasil observasi auditor. Memo tersebut harus mencakup kesimpulan auditor apakah stock opname sudah dilakukan sesuai dengan physical inventory instruction dan hasilnya akurat dan bisa dipercaya.

6.      Jika semua proses sudah selesai, maka hasil stock opname tersebut diserahkan ke bagian accounting untuk dilakukan adjustment stock atau penyesuaian persediaan ke program.

 

Peranan akuntan publik pada pelaksanaan stock opname ini adalah sebagai yang memeriksa dan mengontrol jalannya stock opname. Agar jalannya pemeriksaan dilakukan dengan benar dan sudah sesuai dengan prosedur perusahaan. Akuntan Publik dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

Yang dilakukan oleh akuntan publik dikenal dengan “financial audit“  bukan “operational audit“, hal ini tergantung kepada permintaan perusahaan terhadap kantor akuntan tersebut, apakah akan dilanjutkan kepada operational audit, yang merupakan wilayah konsultasi ( consulting ). Karena Tujuan Utama dari Stock Opname itu sendiri adalah untuk mengetahui secara tepat jumlah dan nilai persediaan perusahaan yang tercantum dalam neraca, karena tidak jarang akan berbeda antara yang dicatat oleh perusahaan dengan fisik yang sebenarnya.