- Pertama adalah persiapan stock opname yaitu dengan menghentikan seluruh pergerakan barang seperti : pemberitahuan kepada supplier supaya tidak mengirimkan kayu, pemberitahuan kepada costumer sehingga tidak ada transaksi atau pergerakan barang.
- Pembagian lokasi stock opname, jika memiliki lebih dari satu tempat penyimpanan kayu, dan jika tempat penyimpanan lebih dari satu maka stock opname harus dilakukan oleh beberapa orang.
- Sebelum pelaksanaan stock opname pastikan semua dokumen yang dibutuhkan telah terkumpul.
- Lakukan perhitungan fisik terhadap stok kayu dengan cermat dan teliti sehingga tidak terjadi kesalahan.
- Setelah melakukan pehitungan fisik yaitu membandingkan data stock opname antara sistem pencatatan dalam pembukuan dengan persediaan yang tersedia kemudian membuat laporan stock opname .
- Dan yang terakhir adalah melaporkan hasil stock opname.
Sementara pihak audit harus memperhatikan beberapa hal seperti :
- Dapatkan dan pelajari Petunjuk Pelaksanaan Stock Opname (Physical Inventory Instruction) yang dibuat oleh perusahaan, dimana biasanya telah mencakup :
- pengaturan tim/ petugas stock opname
- tanggal pelaksanaan stock opname
- lokasi dan denah gudang
- pembatasan seminimal mungkin keluar masuknya barang pada waktu pelaksanaan stock opname
- prosedur cut-off, yaitu mencatat nomor dan tanggal terakhir dari receiving report dan issuing report/ shipping report
- penggunaan bin tag untuk mencatat hasil perhitungan, yang sebelumnya ditempelkan di setiap jenis barang. Bin-tag tersebut mencantumkan nama dan jenis barang, nomor kode barang, satuan dan jumlah unit, dan diberi nomor urut tercetak (prenumbered. - Jika auditor menganggap physical inventory instruction yang dimiliki perusahaan lemah, ia harus menyarankan klien untuk melengkapinya.
- Lakukan peninjauan gudang sebelum stock opname dilakukan, untuk mendapat gambaran mengenai lokasi gudang dan apakah barang telah disusun rapi menurut jenis kayu, jka ditemukan barang-barang masih tercampur antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya, auditor bisa meminta klien untuk merapikan penyusunan kayu-kayu tersebut terlebih dahulu dan menunda pelaksanaan stock opname, agar hasil perhitungan yang diperoleh akurat.
- Siapkan tim audit yang akan ditugaskan untuk melakukan observasi atas pelaksanaan stock opname yang dilakukan klien, beserta perlengkapan yang dibutuhkan. Misalnya lokasi gudang/ persediaan terletak di tengah hutan, tentunya harus menyiapkan obat anti malaria (pil kina), membawa sepatu karet, dan lain-lain.
- Di hari pertama harus diberikan penjelasan (briefing) kepada para pelaksana stock opname mengenai cara-cara stock opname, dipimpin oleh penanggung jawab stock opname dan dihadiri tim auditor
- Saat stock opname dilakukan, klien harus menghitung 100%, sedangkan auditor mengamati apakah perhitungan sudah dilakukan sesuai dengan physical inventory instruction agar hasilnya betul-betul akurat.
- Saat mengamati, auditor ikut menghitung bersama-sama klien dan mencatatnya dalam inventory count sheet.
- Selesai pelaksanaan stock opname, auditor harus membuat laporan/ memo mengenai pelaksanaan stock opname dan hasil observasi auditor. Memo tersebut harus mencakup kesimpulan auditor apakah stock opname sudah dilakukan sesuai dengan physical inventory instruction dan hasilnya akurat dan bisa dipercaya