menurut saya begini pak 
Dinamika geopolitik kawasan Asia Tenggara selalu dipengaruhi oleh interaksi negara-negara Asia Tenggara maupun peran dan pengaruh kekuatan ekstra kawasan. Walaupun negara-negara Asia Tenggara kini semuanya telah terhimpun dalam ASEAN sebagaimana impian para pendiri ASEAN pada 6 Agustus 1967, akan tetapi peran dan pengaruh kekuatan ekstra kawasan seperti Amerika Serikat, Australia, India, Jepang dan Cina tidak bisa diabaikan pula. Merupakan hal yang logis bila ASEAN merangkul kekuatan-kekuatan itu menjadi mitra wicara dalam wadah ASEAN Regional Forum (ARF).
Lanskap geopolitik kawasan Asia Tenggara apabila digambarkan cukup kompleks, karena melibatkan banyak aktor yang mana antar tiap aktor seringkali kepentingannya tidak selalu sama. Bahkan tidak dapat dihindari pula terjadinya persaingan geopolitik antar negara ASEAN sendiri maupun antar kekuatan ekstra kawasan untuk memperkuat peran dan pengaruhnya di kawasan ini. Secara singkat, berikut adalah uraian geopolitik kawasan Asia Tenggara dari perspektif maritim.
Malaysia sebagai negara bangsa memiliki tantangan yang tidak sedikit untuk mempertahankan eksistensinya di kawasan. Secara geopolitik, tantangan yang dihadapi oleh Malaysia adalah bagaimana menjaga keutuhan wilayah negeri itu yang dipisahkan oleh Laut Natuna. Keutuhan antara wilayah Semenanjung dengan wilayah Sabah dan Serawak merupakan isu krusial bagi Malaysia hari ini dan ke depan.
Meskipun Malaysia memiliki hubungan baik dengan sejumlah negara tetangganya, akan tetapi di bawah permukaan masih sulit untuk menghilangkan sama sekali rasa curiga terhadap beberapa tetangganya tersebut. Tidak dapat dipungkiri belum kokohnya rasa saling percaya negeri itu terhadap Indonesia dan Singapura yang dinilai merintangi aspirasi geopolitik Malaysia untuk menjadi pemain kawasan. Kecurigaan yang ada tidak lepas dari sengketa batas maritim Malaysia dengan Indonesia dan Singapura pada beberapa segmen perairan yang sampai saat ini belum mencapai kata sepakat pada ranah diplomasi.
Tantangan terhadap geopolitik Malaysia muncul pula dengan kebangkitan Cina, khususnya klaim Cina terhadap Laut Cina Selatan yang mencakup beberapa pulau di gugusan Kepulauan Spratly yang diklaim dan diduduki oleh Malaysia. Dengan mengamati kecenderungan terakhir dalam sengketa Laut Cina Selatan, tindakan-tindakan Cina untuk menegaskan klaimnya akan dipandang sebagai ancaman terhadap aspirasi geopolitik Malaysia.