Perencanaan Agregat adalah suatu aktivitas operasional untuk
menentukan jumlah dan waktu produksi pada waktu dimasa yang akan datang. Perencanaan Agregat juga
didefinisikan sebagai usaha untuk menyamakan antara supply dan demand dari
suatu produk atau jasa dengan jalan menentukan jumlah dan waktu input,
transformasi, dan output yang tepat. Dimana keputusan Perencanaan Agregat dibuat untuk produksi, staffing,
inventory, dan backorder level. Perusahaan harus
berhati-hati dalam menerapkan perencanaan agregat ini, karena jika tidak maka
perusahaan akan merugi, hal ini disebabkan kapasitas barang yang di produksi
ternyata berlebih, hal itu biasanya menyebabkan banyak biaya-biaya tambahan
yang harus dikeluarkan perusahaan yang seharusnya dapat dinetralisir atau
dihindari sebelumnya
Perencanaan agregat memperhatikan penentuan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah, biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan. Para manajer produksi berusaha untuk menentukan jalan terbaik untuk memenuhi permintaan yang diramalkan dengan menyesuaikan nilai produksi, tingkat tenaga kerja, tingkat persediaan, pekerjaan lembur, tingkat subkontrak, dan variabel lain yang dapat dikendalikan.
Pada umumnya, tujuan perencanaan agregat adalah memperkecil biaya pada perioda perencanaan. Bagaimanapun, terdapat isu strategis lain yang mungkin lebih penting daripada biaya rendah. Strategi tersebut mungkin untuk memperlancar tingkat ketenagakerjaan, menekan tingkat persediaan, atau memenuhi tingkat pelayanan yang lebih tinggi.