Perencanaan agregat atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Aggregate Planning adalah suatu proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu Output (keluaran) untuk jangka waktu menengah yaitu sekitar 3 bulan hingga 1 tahun. Perencanaan Agregat ini memberikan gambaran kepada manajemen mengenai kebutuhan terhadap variabel-variabel produksi seperti persediaan material, tenaga kerja dan sumber daya lainnya sehingga biaya operasional dapat dikendalikan seminimal mungkin. Gambaran kebutuhan tesebut harus dapat menyajikan jumlah kuantitas dan waktu yang dibutuhkan agar proses produksi dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Berikut ini beberapa pedoman yang dapat digunakan dalam Perencanaan Agregat (Aggregate Planning)
- Menentukan Kebijakan Perusahaan mengenai variabel-variabel yang dapat dikendali.
- Menggunakan Forecast (Peramalan) yang baik sebagai dasar perencanaan.
- Membuat Perencanaan ke dalam unit-unit kapasitas yang tepat.
- Usahakan untuk menjaga kestabilan jumlah tenaga kerja.
- Lebih baik melakukan pengendalian terhadap persediaan dengan ketat daripada menyediakan inventori/persediaan yang berlebihan.
- Tetap menjaga Fleksibilitas untuk menghadapi perubahaan.