Analisis Aspek Keuangan Bagian 2

Analisis Aspek Keuangan Bagian 2

oleh gracesia yuliningtyas -
Jumlah balasan: 0

ASPEK KEUANGAN BAGIAN 2

 

            Dari video ini meneruskan materi dari video pertama dan kali ini membahas mengenai harga pokok produksi, preksi rugi-laba, perkiraan case flow.

1.      Harga Pokok Produksi

adalah daftar biaya produksi yang harus dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu. Di dalamnya terkait dengan biaya pengadaan bahan baku, alat produksi, bahan pendukung produksi dan lain sebagainya. Jika harga pokok ini sudah ketemu, pihak perusahaan akan lebih mudah untuk menentukan harga produk. Paling tidak, harga produk yang akan dijual sudah diperhitungkan secara cermat antara laba dan rugi yang bakal muncul dari penjualan yang dilakukan. Menurut Susilowati (2009), harga pokok produksi adalah seluruh pembiayaan yang dibebankan pada produk dan jasa yang dapat diukur dalam bentuk uang yang akan diserahkan.

harga pokok produksi adalah semua biaya, baik biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang menggambarkan tinggi rendahnya imbalan yang didapat produsen atas biaya yang dikeluarkan dalam rangka melakukan proses produksi dari satu atau beberapa jenis produk sampai produk tersebut terjual.

Pada dasarnya tujuan penentuan harga pokok produksi adalah untuk menentukan secara tepat jumlah biaya perunit produk jadi, sehingga dapat diketahui laba atau rugi suatu perusahaan per periode. Menurut Mulyadi (2007) manfaat dari penentuan harga pokok produksi secara garis besar adalah sebagai berikut :

 

Tanggapan

Penghitungan dan penggunaan harga pokok produksi adalah penting untuk setiap jenis bisnis, terlebih untuk perushaan manufaktur yang memiliki operasional produksi. Dengan menggunakan metode penghitungan ini Anda dapat dengan mudah melakukan penetapan harga untuk produk yang Anda jual. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

 

2.      Proyeksi Laba Rugi

Proyeksi laba rugi merupakan laporan keuangan tahunan yang memuat perkiraan labaatau rugi suatu bisnis pada masa yang akan datang. Adapun komponen dari proyeksi labarugi meliputi proyeksi penjualan, biaya dan laba atau rugi bersih pada periode waktutertentu. Untuk membuat proyeksi rugi laba harus dihitung terlebih dahulu proyeksi nilaipenjualan, biaya produksi dan biaya operasi. Biaya operasi adalah biaya-biaya yangdikeluarkan untuk kegiatan operasional kantor dan pemasaran produk. Biaya-biayaproduksi dan operasi dapat dikelompokkan ke dalam biaya variable dan biaya tetap.

 

3.      perkiraan case flow

Cash Flow berasal dari dua suku kata,  yaitu cash yang artinya uang dan flow yang artinya aliran. Jadi secara singkat Cash Flow adalah aliran uang. Berarti Cash Flow adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan dalam satu periode.

Menurut PSAK No.2 (2002 : 5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh peusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

Hal yang harus diperhatikan dalam cash flow adalah memahami fungsi yang dimiliki suatu perusahaan itu, kapan perusahaan menyimpan uangnya dan kapan perusahaan menginvestasikan uangnya untuk menghasilkan keuntungan besar.

 

Fungsi Cash Flow

Fungsi dari cash flow secara umum yaitu melihat aliran uang yang terjadi pada berbagai waktu. Maksudnya uang pada waktu/periode mempunyai nilai yang berbeda. Contohnya pada periode awal nominal uang kita sebesar Rp. 100000,00. Akan tetapi pada periode kedua dan seterusnya nominal uang kita belum tentu sebesar Rp. 100000,00. Mungkin nominal uang kita naik atau turun seiring bertambahnya waktu. Oleh karena itu cash flow memberikan gambaran nilai uang Rp. 1000000,00 pada periode dan seterusnya, apakah nilai nominalnya naik atau turun seiring bertambahnya waktu.

 

Cash flow mempunyai 3 fungsi lainnya, yaitu :

1.      Fungsi likuiditas yaitu dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.

2.      Fungsi anti inflasi, dana yang disimpan yang bertujuan untuk menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.

3.      Fungsi capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan / perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.