Mari kita berdiskusi terkait Pemeriksaan kas dan Setara Kas

Mari kita berdiskusi terkait Pemeriksaan kas dan Setara Kas

oleh Belladwi Marliaputri -
Jumlah balasan: 0
Nama : bella dwi marlia putri 

Npm : 1912128026P

A.      Pengertian Kas dan Bank
Kas merupakan harta lancar perusahaan yang sangat menarik dan mudah untuk diselewengkan. Selain itu banyak transaksi perusahaan yang menyangkut penerimaan dan pengeluaran kas. Karena itu, untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan atau penyelewengan yang menyangkut uang kas perusahaan, diperlukan adanya pengendalian intern (internal control) yang baik atas kas dan setara kas.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan tahun 1994:
a.       Yang dimaksud dengan kas ialah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
b.      Yang dimaksud dengan bank ialah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Menurut PSAK No.2, hal 2.2 dan 2.3 (IAI: 2002)
Kas terdiri atas: saldo kas (cash on hand) dan rekening giro.
Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain.
B.       Sistem Pengendalian Intern Kas
Pengendalian intern terhadap kas dapat dilakukan pada saat penerimaan uang dan pengeluaran uang, antara lain:
a)            Pada saat penerimaan uang
Ø  Harus ditunjukkan dengan jelas fungsi-fungsi dalam penerimaan kas dan setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetor ke bank.
Ø  Diadakan pemisahan fungsi antara pengurusan kas dengan pencatatan kas.
Ø  Diadakan pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan pencatatan kas.
Ø  Dibuat laporan kas untuk setiap hari sebagai pertanggung jawaban kas.

b)            Pada saat pengeluaran uang
Ø  Pengeluaran uang harus menggunakan cek, kecuali pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya kecil, yaitu menggunakan kas kecil.
Ø   Dibentuk kas kecil.
Ø  Diadakan pemisahan antara pihak yang mengumpulkan bukti pengeluaran, yang menulis cek dan yang menandatangani cek serta yang mencatat pengeluaran kas.
Ø   Pemeriksaan internal pada jangka waktu yang tidak tentu.
Ø  Dibuat laporan pengeluaran kas harian sebagai pertanggungjawaban.

C. Perlakuan Akuntansi
Untuk keperluan penyusunan neraca komersial dan neraca fiskal, kas dan bank dilaporkan sebesar nilai nominal. Perlakuan terhadap kas dan bank dalam perpajakan dan akuntansi pada umumnya tidak jauh berbeda. Ketentuan perpajakan tidak mengatur secara rinci mengenai teknik dan metode pembukuan kas dan bank. Oleh karena itu, praktik akuntansi komersial yang mengatur tentang teknik dan metode pembukuan kas dan bank dapat diikuti sepenuhnya.
Untuk tujuan pengendalian kas dan bank, perusahaan pada umumnya melakukan pemisahan dana antara kas kecil (petty cash) dan kas besar (cash on hand). Kas kecil umumnya dipakai untuk pengeluaran harian perusahaan yang sifatnya rutin dan tidak besar jumlahnya. Kas besar pada umumnya dipakai oleh perusahaan untuk pengeluaran tertentu dan disimpan oleh perusahaan di dalam brankas. Dalam kas kecil dikenal dua sistem, yaitu:
1.            Imprest fund system (sistem dana tetap) dengan pencatatan transaksi dan mutasi dana kas kecil dilakukan pada saat penggantian dana.
2.            Fluctuating fund system (sistem dana tidak tetap) dengan pencatatan transaksi dan mutasi dana setiap saat terjadinya transaksi.
D.      Tujuan Audit Kas dan Bank
Tujuan pemeriksaan (Audit objectives) kas dan setara kas adalah sebagai berikut:
1.        Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
2.        Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca per tanggal neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan.
Auditor harus meyakinkan dirinya bahwa kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan(cash on hand dan in bank) betul-betul ada dan dimiliki perusahaan dan bukan milik pribadi direksi atau pemegang saham. Oleh karena itu, auditor harus melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi bank.
3.        Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara kas.
Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi berikut bunganya (sinking fund), maka dana tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lancar.
4.        Untuk memeriksa, seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta asing, apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi komprehensif tahun berjalan.
5.        Untuk memeriksa apakah penyajian di neraca sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).
E.       Prosedur Pemeriksaan Kas Dan Setara Kas
1.            Pahami dan evaluasi internal control atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
2.            Buat Top Schedule kas dan setara kas per tanggal neraca (misal per 31-12-2010), atau kalau belum selesai, boleh per 31-10-2010 atau 31-11-2010; penambahan mutasi akan diperiksa kemudian, apakah ada hal-hal yang di luar kebiasaan atau tidak.
3.            Lakukan Cash count (perhitungan fisik uang kas) per tanggal neraca, bisa juga sebelum atau sesudah tanggal neraca.
4.            Kirim konfirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan kas opname.
Untuk kas yang berada di cabang yang jauh dan saldonya tidak besar, tidak perlu auditor secara khusus mengunjungi cabank tersebut untuk melakukan kas opname, karena tidak berimbang cost dan benefit-nya. Sehingga cukup dikirim surat konfirmasi atau diminta pernyataan saldo dari kasir.
5.         Kirim konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan.
Surat konfirmasi tersebut harus ditandatangani oleh pejabat perusahaan yang namanya dan contoh tanda tangannya tercantum di ΓÇ£signature cardΓÇ¥ bank perusahaan (authorized signature). Konfirmasi tersebut bisa mencantumkan nomor rekening bank perusahaan, tetapi akan lebih baik jika nomor rekening tersebut tidak dicantumkan.