jawaban video 2

jawaban video 2

oleh gracesia yuliningtyas -
Jumlah balasan: 0

Gracesia Yuliningtyas

1712110084

Studi Kelayakan Bisnis

6MA-P12

 

ANALISIS INVESTASI

 

            Definisi Analisis Investasi : investasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi untuk memperoleh keuntungan suatu perusahaan. Yang apabila kegiatan investasi meningkat, maka kegiatan ekonomi pun ikut meningkat.

            Pengeluaran modal dapat berupa tanah, mesin, bangunan, pengembangan, pelatihan dan lain sebagainya.

 

METODE PENILAIAN KELAYAKAN INVESTASI

1.    Payback Periode (PP)

Dengan analisa metode payback period akan diketahui berapa lama sebuah investasi bisa dikembalikan ketika terjadi kondisi BEP (break even point) atau titik impas. Perhitungan metode ini dilakukan dengan menghitung periode waktu yang dibutuhkan ketka jumlah arus kas yang masuk sama dengan jumlah arus kas yang keluar.

            Secara umum, apabila hasil payback periode menunjukkan periode pengambilan yang lebih cepat, maka investasi tersebut layak untuk dijalankan begitu juga sebaliknya, apabila payback period menunjukkan periode pengambilan yang lebih lama, maka investasi tersebut tidak layak untuk di jalankan.

            Apabila ada lebih dari satu jenis investasi yang di tawarkan periode pengambilan yang paling singkat yang seharusnya di pilih. Metode yang digunakan untuk menghitung lama periode yang di perukan untuk mengembalikan uang yang telah diinvestasikan dari aliran kas masuk (proceesd) tahunan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut.

 

2.    Metode Net Present Value (NPV)

Metode penilaian investasi net present value (NPV) adalah selisih antara nilai sekarang dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan uang kas bersih dimasa mendatang. Dalam perhitungan net present value diperlukan data-data mengenai perkiaraan biaya operasi dan pemeliharaan, biaya investasi dan prakiraan keuntungan dari investasi yang sedang direncanakan. Keputusan dengan mengguanakan analisa NPV ini ada dua kemungkinan.

·         Apabila selisih antara nilai sekarang dari arus kas lebih besar yang berarti nilai NPV positif. Maka investasi tersebut layak untuk dijalankan.

·         Apabila selisih antara nilai sekarang dari arus kas lebih kecil yang berarti nilai NPV negatif. Maka investasi tersebut tidak layak untuk dijalankan.

 

3.    Metode Profitability Index (PI)

Analisa metode penilaian investasi profitability index (PI) membandingkan antara nilai arus kas dimasa mendatang dengan nilai pengeluaran investasi yang sekarang. Profitability index dikenal juga dengan nama profit investment ratio (rasio laba investasi) dan value investment ratio (rasio investasi nilai).

Apabila profitability index hasilnya lebih besar dari 1, investasi tersebut layak untuk diambil. Semakin besar angkanya, maka investasi semakin layak.

 

4.    Metode Internal Rate of Return (IRR)

Analisa metode penilaian Internal Rate of Return (IRR) adalah metode analisa investasi dengan menghitung tingkat suku bunga yang menyamakan present value (nilai sekarang) investasi saat ini dengan present value dari penerimaan arus kas dimasa yang akan datang. Metode IRR ini mungkin metode yang paling sering dilakukan. Mungkin karena mudah digunakan dan banyak yang beranggapan dan percaya bahwa perhitungan IRR adalah hitungan yang menunjukkan tingkat return yang sebenarnya.

 

5.    Break Even PoinT (BEP)

BEP adalah suatu titik tertentu dimana pengeluaran/ biaya dan pendapatan berada pada posisi yang seimbang (titik impas) sehingga tidak terdapat kerugian ataupun keuntungan. Pendapat lain mengatakan bahwa pengertian BEP adalah suatu keadaan dimana kegiatan operasi perusahaan tidak menderita kerugian dan juga tidak memperoleh laba (impas) karena jumlah biaya yang dikeluarkan sama dengan jumlah pendapatan.

pengertian BEP adalah suatu titik tertentu dimana pengeluaran/ biaya dan pendapatan berada pada posisi yang seimbang (titik impas) sehingga tidak terdapat kerugian ataupun keuntungan. Pendapat lain mengatakan bahwa pengertian BEP adalah suatu keadaan dimana kegiatan operasi perusahaan tidak menderita kerugian dan juga tidak memperoleh laba (impas) karena jumlah biaya yang dikeluarkan sama dengan jumlah pendapatan.

 

Komponen BEP

Break Even Poin (BEP) terdiri dari beberapa komponen di dalamnya. Adapun komponen-komponen BEP adalah sebagai berikut:

A.    Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap adalah biaya yang konstan jika perusahaan melakukan kegiatan produksi ataupun tidak melakukan produksi. Contoh biaya tetap diantaranya; gaji tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, biaya peralatan, dan lain sebagainya.

B.     Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya per unit dimana sifatnya dinamis tergantung pada tindakan volume produksinya. Jika produksi yang direncanakan meningkat maka biaya variabelnya akan meningkat. Contoh biaya variabel; biaya listrik, biaya bahan baku, biaya kantong plastik, dan lain sebagainya.

C.     Harga Penjualan (Selling Price)

Harga penjualan adalah harga jual yang ditetapkan per unit barang atau jasa yang telah diproduksi oleh perusahaan.

 

6.    Accounting Rate of Return (ARR)

Accounting Rate of Return (ARR) yang Juga dikenal dengan sebutan Average Rate of Return (ARR) adalah suatu metode analisis yang mengukur besarnya tingkat keuntungan dari suatu investasi.

Accounting Rate of Return (ARR) dalam bahasa Indonesia disebut dengan Tingkat Pengembalian Akuntansi adalah mengukur pendapatan atau laba tahunan yang diharapkan dari hasil suatu investasi. Dengan kata lain, ARR ini menghitung berapa banyak uang yang akan dikembalikan ke investor dari suatu investasi. Dengan perhitungan Accounting Rate of Return atau ARR ini, investor dapat menganalisis risiko yang terlibat dalam membuat keputusan investasi dan memutuskan apakah penghasilannya cukup tinggi untuk menerima tingkat risiko yang akan terjadi.

Dengan perhitungan Accounting Rate of Return atau ARR ini, investor dapat menganalisis risiko yang terlibat dalam membuat keputusan investasi dan memutuskan apakah penghasilannya cukup tinggi untuk menerima tingkat risiko yang akan terjadi. Metode Average Rate of Return (ARR) merupakan metode yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan yang diperoleh dari suatu investasi.

Tingkat keuntungan yang digunakan dalam metode ini adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total atau rata-rata investasi. Metode ini tidak mendasarkan pada proceeds atau cash flow, melainkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku (reporte accounting income) sehingga metode ini sering disebut dengan Accounting Rate of Return.