Analisa Vidio Ini

Analisa Vidio Ini

oleh Riki Okta Saputra -
Jumlah balasan: 0

Pada Studi kelayakan bisnis dan Rencana bisnis pasti memiliki  perbedaan, yaitu pada  Studi kelayakan bisnis merupakan penilitian yang bertujuan untuk memutuskan apakah sebuah ide bisnis layak untuk dilaksanakan atau tidak. Sebuah ide bisnis dinyatakan layak untuk dilaksanakan jika ide tersebut dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak (stake holder) dibandingkan dampak negatif yang ditimbulkan. Sedangkan Rencana bisnis atau business plan adalah dokumen tertulis yang mendeskripsikan masa depan bisnis yang akan dimulai. Rencana ini meliputi apa, bagaimana, siapa, kapan, dan mengapa bisnis dijalankan. Business plan pada umumnya terdiri dari (1) tujuan bisnis, (2) strategi yang digunakan untuk mencapainya, (3) masalah potensial yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya, (4) struktur organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab), (5) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan, dan (5) modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dana bagaimana mempertahankannya sampai mencapai Break Event Point (BEP).

 

Sistematika Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis:

Sistematika dan Laporan studi kelayakan bisnis ini tentunya sangat membantu karena  memberikan penjelasan bagian-bagian pada studi kelayakn bisnis sehingga penyusunan studi kelayakan bisnis dapat menyusun studi keayakan bisnis dengan format yang sistematis dan mudah dipahami. Meskipun desain studi kelayakan bisnis tidak baku, tetapi kaidah tertentu tetap harus diikuti.

Bagian dari laporan studi kelayakan bisnis yang saya buat yaitu dengan bagian secara detail Karena bisnis yang saya akan geluti bisnis dengan resiko yang cukup tinggi dan memakai modal yang sangat besar maka dari itu bagian dari laporan studi kelayakan bisnis yaitu

BAB I PENDAHULUAN DAN RINGKASAN BISNIS

Ringkasan bisnis yang berisi Latar belakang bisnis seperti nama produk, alasan dari  berjalanya bisnis dan pengembangan usaha.

 

BAB II ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

Terdiri atas penjadwalan proyek, kebutuhan Tenaga kerja, Kemampuan Memenuhi kebutuhan tenaga Kerja, Rencana Struktur Organisasi.

 

BAB III ASPEK PEMASARAN DAN PASAR

Pada bab ini adalah hal yang harus diperhatikan, terutama pada Potensi Pasar,  Persaingan, Market Share, kemudian Stategi pemasaran untuk mencapai Market  Share. Dan tentunya pada aspek pemasaran dan pasar hal yang harus diperhatikan terutama yaitu nama produk yang dipasarkan dan segmentasi pasar.

 

BAB IV MANAJEMEN OPERASI

Pada bab ini hal yang harus diperhatikan adalah deskripsi teknis produksi, teknologi, kapasitas produksi dan rencana, bahan baku dan bahan penolong, daan juga kebutuhan biaya produksi.

 

BAB V ASPEK KEUANGAN

Pada bab ini terdiri dari struktur pembiayaan Kebutuhan Investasi, investor yang meginginkan investasi pada proyek ini maka bisa dilihat dari penilaian investasi di aspek keuangan ini,  kebutuhan Modal Kerja, Biaya Operasional, Struktur permodalan, Rasio Kelayakan Keuangan (Payback period. Net present value. Profitabilitas Indeks. Internal Rate of Return, dan Avera rate of return).

 

BAB VI PENUTUP (KESIMPULAN DAN REKOMENDASI)

Berisi kesimpulan dan rekomendasi tindak lanjut, apakah produk dilanjutkan atau tidak itu semua berdasarkan analisis di semua aspek sebelumnya.

Terimakasih