Analisa Risiko dan evaluasi proyek
Analisa dan Tanggapan by Riki Okta Saputra
Analisis sensitivitas dan analisis skenario dan simulation. biasa digunakan untuk menganalisis resiko dari suatu bisnis.
Mengapa kita harus belajar analisis resiko? Pertama adalah Ketidakpastian, Pasti kita memilih investasi yang resikonya kecil. Maka dari itu kita perlu mempelajari analisis resiko.
Kedua ramalan yang dibuat manusia itu bisa terlalu optimis atau terlalu pesimis. 
Sensity analysis 
Key concepts
- Expected Values (NPV) yaitu arus kas atau cash flow yang kemungkinan kita dapatkan dalam rata2 tertimbang.  
- Value Drivers yaitu unsur dari arus kas yang mengontrol nilai investasi (sales, COGS/ variable costs ) ini akan mempengaruhi NPV .
Perhitunganya,

Dari sales dan COGS mana yang lebih mempengaruhi NPV.
Untuk menilai NPV, jika hasil NPV positif maka proyek layak.  Jika negatif proyek dinyatakan belum layak. 
Kita bisa melihat proyek itu gagal atau berhasil dengan melihat secara detail pada variable cost nya.
Break Even Analysis 
Yaitu hasil untuk mencari penjualan minimum (dalam unit) yang harus diraih oleh perusahaan agar tidak rugi. Titik dimana penjualan minimum tersebut disebut Break Even Point (BEP)
Untuk menghitung BEP kita harus mengetahui 
- Fixed Cost
- Variable Cost
- Total Revenue/Price per Unit
Setelah ketiga hal tersebut diketahui kemudian dihitung dengan rumus Q = F/P-V dari hasil perhitungan itu maka itulah hasil minimum yang harus dicapai suatu perusahaan agar tidak rugi. 
Tanggapan,
dari perhitungan dan metode untuk menganalisis sebuah investasi maka investasi yang dinyatakan layak yang bisa dipilih investor untuk menginvestasikan uangnya dan perusahaan dapat mengetahui seberapa besar minimum keuntungan yang harus didapatkan perusahaan agar tidak merugi dengan Break Even Point / BEP pada Break Even Analysis.
Gambar