Analisis
Mengapa belajar analisis resiko?, karena kita akan dihadapkan pada suatu resiko ketidak pastian, akankah berhasil atau gagal. Dengan menggunakan analisis ini maka dapat dilakukan dengan perhitungan ramalan (forecast) yang dibuat manusia terlalu optimis atau terlalu pesimis.
Untuk menganalisis resiko dengan menggunakan 3 tools (alat), yaitu:
1.      Sensitivity Analysis,  yaitu efek dari perubahan satu value drivers ke nilai investasi.
Key Concepts
a.       Expected Values
→ NPV, Arus Kas (Cash Flow) yang kemungkinan kita dapatkan dalam rata-rata tertimbang.
b.      Value drivers
→ unsur dari arus kas yang mengontrol nilai investasi, yaitu:
SALES (Hasil Penjualan), COGS (VARIABLE COST).
Value drivers ada 5, yaitu:
-          Unit Sales
-          Price/Unit
-          Variable Cost/Unit
-          Cash Fixed Cost Per Year
-          Depreciation Expense
c.       Break event analisis
Digunakan untuk mencari pe jualan minimum (dalam unit) yang harus diraih oleh perusahaan agar tidak rugi.
Titik dimana penjualan tersebut disebut BREAK EVENT POINT. Untuk menghitung BEP perlu mengetahui:
-          Fixed Cost
-          Variable Cost
-          Total Revenue/Price Per Unit.
 
2.      Scenario Analysis, merupakan suatu proses di mana berbagai kemungkinan perkembangan dalam lingkungan bisnis dan fleksibilitas kemampuan perusahaan diperiksa.
Ex: Kita ingin memprediksi laba perusahaan di tahun depan. Untuk melakukannya kita membuat skenario kemungkinan pendapatan dan beban dibukukan perusahaan, dengan mempertimbangkan sejumlah informasi misalnya pangsa pasar, penjualan industri, rasio keuangan, jumlah output, jumlah karyawan, dan lain sebagainya.
 
3.      Simulation, pada metode ini menggunkan model untuk mentranslasikan (memindah/mengubah) ketidakpastian dan potensi dampak yang ada pada tujuan perusahaan.