NPM : 1812120089
Kasus:
BPK Sebut Kecurangan Jiwasraya Rp7,7 Triliun pada 2017
Jakarta, CNN Indonesia - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan laporan keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2017 ada indikasi kecurangan sebesar Rp7,7 triliun.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengungkap pada 2017 Jiwasraya tercatat laba sebesar Rp2,4 triliun. Namun, laporan keuangan mendapatkan opini tidak wajar karena ada kecurangan pencadangan sebesar Rp7,7 triliun.
"Jika pencadangan sesuai ketentuan maka harusnya perusahaan rugi," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (8/1).
Agung menambahkan laba keuangan Jiwasraya sejak 2006 semu. Sebab, raupan laba itu diperoleh karena rekayasa laporan keuangan (window dressing).
"Meski sejak 2006 perusahaan masih laba tapi laba itu laba semu sebagai akibat rekayasa akuntansi atau window dressing," tambah Agung.
Pada
2018, perusahaan merugi Rp15,3 triliun. Lalu, pada September 2019
diperkirakan rugi Rp13,7 triliun. Kondisi memburuk hingga November 2019,
keuangan perusahaan negatif Rp27,2 triliun.
"Kerugian terjadi karena Jiwasraya menjual produk saving plan bunga tinggi di atas deposito sejak 2015. Dana itu diinvestasikan di reksa dana kualitas rendah jadi negative spread," ujarnya.
Selanjutnya,
Agung menjelaskan, produk saving plan memang memberikan kontribusi
pendapatan tertinggi sejak 2015. Namun, produk yang ditawarkan melalui
bank ini (bancaasurance) ini menawarkan bunga tinggi dengan
tambahan manfaat asuransi dan tidak mempertimbangkan biaya atas asuransi
yang dijual. Selain itu, penunjukkan bancaasurance diduga tidak sesuai
ketentuan.
"Produk saving plan diduga konflik kepentingan karena Jiwasraya mendapat fee atas penjualan produk tersebut," 
Tanggapan:
in my opinion, cheating accountants PT Insurance Jiwaaraya manipulates company losses into corpolate profits.here in my opinion as an accountant must have a code of ethics that is good and professional, because the report presented by the accountant will provide information for the next period if the financial statements made in that period will affect the next financial statement.