Menurut masalah yang ada diatas beberapa analisis yang bisa diamati adalah
1.) Lemahnya partisipasinya anggota, dikarenakan kurangnya kepedulian anggota akan kesejahteraan dan keberlangsungan operasional Koperasi.
2.) Kurangnya Permodalan, karena kurangnya kepedulian anggota maka berkurang pula masukan dana (modal) yang diperoleh.
3.) Pemanfaatan pelayanan
4.) Lemahnya pengambilan keputusan, karena dalam proses pengambilan keputusan ini terkadang masih ada campur tangan akan kepentingan pribadi.
5.) Lemahnya Pengawasan, dikarenakan pengawasan sangat jarang dilakukan tinjauan lapangan tapi hanya berdasarkan laporan dari badan pengurus.
6.) Manajemen Resiko, dikarenakan masih banyak  koperasi jarang memiliki manajemen resiko tapi hanya berdasarkan dari prosedur yang disepakati bersama oleh karena itu sebaiknya setiap koperasi memiliki manajemen resiko untuk meminimalisir kerugian dan beberapa risiko lainnya.
Dapat ditarik kesimpulan, yang harus dilakukan untuk menghadapi masalah tersebut yaitu mempersiapkan manajemen resiko misalnya mengurangi resiko yang ada contohnya : memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dan memeriksa catatan-catatan keuangan yang ada, menghentikan atau mengurangi aktivitas pembiayaan, uang tunai yang ada tidak disimpan disatu tempat sebagian di bank sebagian di koperasi. Selanjutnya, meningkatkan kepercayaan. Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat akan bisnis koperasi hal itu akan semakin memudahkan koperasi merekrut anggota baru. Masyarakat akan berlomba-lomba menjadi anggota koperasi karena sudah dikelola dengan manajemen yang baik dimana faktor manajemen resiko sudah melekat di dalamnya.