Pengertian dan sejarah IOT

Pengertian dan sejarah IOT

oleh Gita Sri Andini -
Jumlah balasan: 0

Kata Forbes , IoT adalah konsep untuk melakukan hal ini. Dalam bahasa Indonesia, kerap disebut internet untuk segala.

Internet of things bisa dimanfaatkan di:

1.Gadget, misalnya smartwatch

2.Kesehatan, untuk mengumpulkan informasi lengkap pasien

3.Kota pintar, misalnya untuk manajemen sampah

4.Pertanian, misalnya rumah kaca pintar

5.Industri, misalnya manajemen gudang


Layaknya semua hal yang ada di dunia, internet untuk segala sesuatu tidak muncul begitu saja. Melansir Wired , ia punya sejarah yang cukup panjang.


Banyak teknologi di dunia yang muncul dari sains fiksi. IoT adalah salah satunya. Ide untuk meng- ΓÇ¥hidupΓÇ¥ -kan rumah dimulai dari sana.


Pertama-tama, muncul perabot dapur dengan fungsi otomatis. Misalnya, pemanggang roti yang mati sendiri saat roti telah matang.


Ini tentu berbeda dengan mesin yang harus dimatikan sendiri. Akan tetapi, tetap saja, belum ada proses komunikasi lewat internet di sana.


Hal itu baru terjadi pada 1990. Saat itu, John Romkey menghubungkan pemanggang roti ke komputernya.


Ini adalah awal mula kesalahan IoT. Akan tetapi, istilahnya baru dikenalkan oleh Kevin Ashton pada 1999.


Hingga kini, internet memantau lebih banyak barang. Per 2020, ada 20 juta benda yang terhubung ke sana.


Belum lagi, internet of things bisa digabung dengan teknologi lainnya. 


Misalnya, pembelajaran mesin , kecerdasan buatan , dan lain-lain. Kombinasinya akan melahirkan benda yang semakin canggih.


Jembatan antarbarang ini tentu memudahkan hidupmu. Sayangnya, hal ini tak selamanya positif. 


Lewat internet of things , kamu membagikan banyak sekali informasi. Kata Key Info , sangat banyak data ini bisa menyulitkan penjagaan kerahasiaannya.


Bisa saja, ada orang tak bertanggung jawab yang menyalahgunakan informasi pribadimu. Tentu saja, berjalannya waktu, isu ini selalu berjalan dan coba coba.


Sumber:https://glints.com/id/lowongan/iot-adalah/#.YFqGxE0xdPw