Anggita Putri Maulitya , NPM: 2012120061

Anggita Putri Maulitya , NPM: 2012120061

oleh Anggita Putri Maulitya -
Jumlah balasan: 0

Nama : Anggita Putri Maulitya

NPM : 2012120061

KELAS : 6AK-P1


1. Apa pengertian sustainbility?

 Jawaban: pengertian sustainbility menurut Szekely (2005) menyatakan bahwa sustainbility adalah bagaimana membangun Masyarakat dimana ekonomi, sosial dan tujuan ekologi harus seimbang. Berbagai definisi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam konsep sustainbility ini yang paling terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan sumber daya lingkungan yang ada dengan efektif, efesien, dan ekonomis. ( Sumber: buku Halaman 45)


2. Apa pengertian sustainbility accounting?

Jawaban: Sustainability accounting dapat diartikan sebagai cara bagaimana mengolah pengaruh negatif menggunakan data dan informasi untuk menciptakan pengaruh positif terhadap ekosistem dan lingkungan. Sustainability accounting merupakan hasil dari proses dan pengukuran terhadap sistem akuntansi untuk menyampaikan bagaimana tata keuangan dikelola dan memperhitungkan keberlanjutan lingkungan.

(Sumber:https://accounting.binus.ac.id/2020/04/27/kebutuhan-akan-laporan-akuntansi-keberlanjutan-yang-handal/)



3. Mengapa Sustainbility Accounting dianggap penting?

Jawaban: Sustainbility Accounting dianggap penting karena menghubungkan strategi perusahaan dari kerangka berkelanjutan dengan memberikan keterangan tentang tingkat tiga dimensi ( lingkungan, ekonomi dan sosial), dan dalam praktiknya, bagaimanapun , sulit untuk mengumpulkan kebijakan yang mempromosikan, tujuan ekonomi dan sosial secara bersamaan lingkungan. ( Sumber: Buku Halaman 34)



4. Bagaimana sejarah Sustainbility Accounting? 

jawaban : Konsep akuntansi keberlanjutan telah muncul dari perkembangan akuntansi. Perkembangan yang luas dalam akuntansi telah terjadi selama empat puluh tahun terakhir, meskipun perkembangan yang sempit telah terjadi selama sepuluh tahun terakhir. Perkembangan tersebut mengungkapkan dua garis analisis yang berbeda. Baris pertama adalah perdebatan filosofis tentang akuntabilitas, jika dan bagaimana kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan, dan langkah-langkah apa yang diperlukan menuju keberlanjutan. Pendekatan ini didasarkan pada sistem akuntansi yang sama sekali baru yang dirancang untuk mempromosikan strategi keberlanjutan. Baris kedua adalah perspektif manajemen yang terkait dengan berbagai istilah dan alat menuju keberlanjutan. Hal ini dapat dilihat sebagai perpanjangan atau modifikasi biaya keuangan konvensional atau akuntansi manajemen.[6] : p.375ΓÇô376ΓÇè Perkembangan yang mengarah pada akuntansi berkelanjutan dapat dibedakan dalam beberapa periode waktu di mana sejumlah tren terbukti: 1971ΓÇô1980, 1981ΓÇô1990, 1991ΓÇô1995 dan hingga saat ini. Periode-periode ini membedakan studi empiris, pernyataan normatif, diskusi filosofis, program pengajaran, literatur dan kerangka peraturan. ( Sumber: https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Sustainability_accounting?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc)




5. Bagaimana ulasan buku silet spring karya Rachel carson 1962?

Jawaban: Silent Spring, karya Rachel Carson, buku ini digadang-gadang sebagai salah satu yang mendobrak lahirnya gerakan lingkungan hidup menjelang akhir abad ke-20 hingga sekarang ini. Buku yang terbit kali pertama pada tahun 1962 ini berisi tentang kegelisahan seorang Rachel Carson akan fenomena perbuhan lingkungan akibat ulah manusia. Ia menggambarkan bagaimana manusia telah memulai peperangan melawan lingkungan dengan mengkonstruksikan spesies-spesies tertentu sebagai musuh manusia. Misal, manusia telah menciptakan musuh berupa serangga dan beberapa tanaman dengan mencap mereka sebagai hama, sumber penyakit, yang harus disingkirkan.

Untuk menyingkirkan keberadaan spesies yang dianggap sebagai hama tadi, maka diciptakanlah alat sebagai senjata. Alat itu berupa olahan bahan kimia yang diprosuksi secara industrial. Apa yang terjadi kemudian? Apa dampak dari penggunakan senjata hasil olahan kimia terhadap spesies yang dianggap hama oleh manusia tadi? Berikut pernyataan Rachel Carson, ‘How could intelligent beings seek to control a few unwanted species by a method that contaminated the entire environment and brought the threat of disease and death even to their own kind?’ Seolah menjadi senjata makan tuan, ungkap Rachel, bahwasanya penyingkiran spesies yang dianggap hama dan sumber penyakit menggunakan hasil olahan bahan kimia justru membawa ancaman penyakit dan kematian bahkan terhadap manusia sendiri. ( Sumber : http://www.goresanintelektual.com/2019/11/silent-spring-kisah-manusia-memutus.html)