Nofita Sary 2012120071

Nofita Sary 2012120071

oleh Nofita Sary -
Jumlah balasan: 0

1. Kerangka sustainbility yaitu menjelaskan faktor-faktor utama yang mempengaruhi penghidupan masyarakat serta hubungan khusus diantara faktor-faktor tersebut. Kerangka kerja ini bisa digunakan baik untuk merencanakan kegiatan pembangunan baru maupun untuk menilai sumbangan kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan bagi keberlanjutan penghidupan. 

Kerangka sustainbility merupakan prinsip, inisiatif atau panduan yang berguna bagi perusahaan untuk menilai pengungkapan yang telah dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan upaya keberlanjutan yang telah dilakukan  oleh perusahaan. 


2. a. GRI Standards,

Standar Pelaporan Keberlanjutan GRI (GRI Standards) adalah kerangka pelaporan bagi organisasi untuk mengungkapkan dampak positif dan negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. 

 b. ISO 26000, 

 c. ISO 14001, 

standar internasional yang menentukan persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan yang efektif. Ini memberikan kerangka kerja yang dapat diikuti organisasi, daripada menetapkan persyaratan kinerja lingkungan.

d. OECD, 

e. AA 1000


3. DPSIR (Drivers, Pressures, States, Impacts, Responses) adalah kerangka kerja di mana Anda dapat melihat dan menganalisis hubungan penting dan saling terkait antara faktor sosial dan lingkungan. Ini adalah kerangka kerja populer yang diterima dengan baik secara internasional. Model DPSIR adalah kerangka analisis yang baik untuk menilai masalah sumber daya alam yang kompleks. 


4. a. Pengelolaan holistik dari lima jenis modal yang berbeda yang mencerminkan keseluruhan dampak organisasi dan kekayaan (dalam arti yang luas)


b. Pelaksanaan akuntabilitas, dengan bersikap transparan dan responsif terhadap pemangku kepentingan dan mematuhi aturan dan standar yang relevan.