Nama: Anggita Putri Maulitya
NPM: 2012120061
Kelas: 6AK-P1
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kerangka sustainability?
Jawaban: Kerangka sustainability merupakan prinsip, inisiatif ataupun panduan (guidelines) yang berguna bagi perusahaan untuk menilai pengungkapan yang telah dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan upaya keberlanjutan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Berbagai kerangka sustainability telah diajukan oleh banyak pihak yang mendukung konsep keberlanjutan/sustainability baik untuk perusahaan maupun untuk kota. Berbagai kerangka ini memberikan panduan mulai dari bagaimana memulai suatu proses berkelanjutan, bagaimana mengidentifikasi tahap-tahap keberlanjutan sampai dengan bagaimana cara pengukuran serta pelaporan dari apa yang disebut sebagai keberlanjutan.
2. Sebutkan sedikitnya lima kerangka sustainability yang banyakdigunakan oleh perusahaan.
Jawaban : a. GRI Standards 
                   b. ISO 26000 
                   c. ISO 14001 
                   d. EMAS 
                   e. AA1000
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan DPSIR?
Jawaban: DPSIR (Drivers, Pressures, State, Impact, and Response Model of Intervention) adalah kerangka sebab akibat yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara masyarakat dan lingkungan. [1] Ini berusaha untuk menganalisis dan menilai masalah lingkungan dengan mengidentifikasi berbagai disiplin ilmu, pengelola lingkungan, dan pemangku kepentingan, dan menyelesaikannya dengan memasukkan pembangunan berkelanjutan . Pertama, indikator digolongkan menjadi ΓÇ£driversΓÇ¥ yang memberikan ΓÇ£tekananΓÇ¥ pada sistem ΓÇ£keadaanΓÇ¥, yang pada daur ulang menghasilkan ΓÇ£dampakΓÇ¥ tertentu yang akan menimbulkan berbagai ΓÇ£responsΓÇ¥ untuk mempertahankan atau memulihkan sistem yang sedang disetujui.
4. Jelaskan prinsip-prinsip sustainability menurut SIGMA Project?
Jawaban: SIGMA adalah yang pertama dari jenisnya, namun demikian projek ini menghubungkan sistem manajemen dan kerangka kerja yang ada seperti ISO 14001, Investor in People, ISO 9000 series, OHSAS 18001 dan kerangka AA1000, sehingga memungkinkan kompatibilitas dengan sistem yang ada dan membantu organisasi untuk membangun apa yang sudah ada di organisasinya.
Prinsip Panduan SIGMA terdiri dari dua elemen inti:
1. Pengelolaan holistik dari lima jenis modal yang berbeda yang mencerminkan keseluruhan dampak organisasi dan kekayaan (dalam arti 
yang luas)
2. Pelaksanaan akuntabilitas, dengan bersikap transparan dan responsif terhadap pemangku kepentingan dan mematuhi aturan dan standar yang relevan.
Lima jenis modal berdasarkan pengelompokan SIGMA adalah :
1. Natural Capital (Modal Alam) ΓÇô lingkungan
2. Social Capital (Modal Sosial) ΓÇô struktur dan hubungan sosial
3. Human Capital (Modal Manusia) ΓÇô manusia
4. Manufactured Capital (Modal Manufaktur)ΓÇô aset tetap
5. Financial Capital (Modal Keuangan)– keuntungan, penjualan, saham, kas, dan lain-lain. 
Natural Capital (Modal Alam) meliputi modal lainnya sebagai sumber daya alam dan sistem ekologis yang membentuk dasar kehidupan, di mana semua organisasi (dan masyarakat luas) bergantung. Modal sosial, manusia dan manufaktur adalah komponen penting dari organisasi dan kegiatannya. Tingginya tingkat modal ini memberikan nilai baik bagi organisasi maupun masyarakat, belum lagi meningkatkan kualitas hidup para pemangku kepentingan. Modal finansial sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, dan hanya berasal dari nilai yang diberikan oleh empat modal lainnya. Semua modal sangat saling terkait sehingga kadang seperti terdapat tumpang tindih di antara peran modal ini. Seluruh sistem ini kemudian dikelilingi oleh prinsip akuntabilitas, mewakili hubungan yang dimiliki organisasi dengan dunia luar - dengan para pemangku kepentingannya dan untuk pengelolaan lima jenis modal.