1.Kerangka kerja ini menempatkan masyarakat sebagai fokusnya. Kerangka kerja ini tidak dipakai secara linier dan tidak dimaksudkan menyuguhkan model realitas yang persis. Tujuannya adalah membantu stakeholders yang mempunyai perspektif yang berbeda untuk terlibat dalam debat yang kaya dan padu mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi penghidupan, arti penting dari, serta hubungan antara, faktor-faktor tersebut
2.
- Pernyataan CEO yang secara singkat memperkenalkan visi dan pendorong di balik sustainability report;
- Presentasi struktur tata kelola organisasi dan model bisnis;
- Konteks keberlanjutan, yaitu jenis analisis SWOT yang menjelaskan apa yang terjadi di tingkat pasar dan industri;
- Terinspirasi oleh analisis SWOT, penilaian dampak dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak negatif utama organisasi dan risiko bisnis (di mana indikator untuk mengukur kemajuan juga diidentifikasi);
- Identifikasi pemangku kepentingan utama organisasi dan masalah yang paling mengkhawatirkan mereka
3.DPSIR (Drivers, Pressure, State, Impact, and Response), yang mengintegrasikan aspek sosio-ekologi. Model DPSIR mampu mengidentifikasi rantai interaksi sosio-ekologi di lingkungan air tawar yang berpotensi menurunkan tingkat resiliensi lingkungan tersebut. Berbagai lingkungan air tawar akan menjadi bagian dari analisis studi kasus untuk memperkuat dasar teori mengenai transformasi sosio-ekologi menuju masyarakat yang resilien. 
4. Prinsip-prinsip ini tercantum dalam GRI-G3 Guidelines, yaitu keseimbangan, dapat dibandingkan, akurat, urut waktu, kesesuaian dan dapat dipertanggungjawabka